홈 / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 83. Pelukan yang Terasa Berbeda

공유

83. Pelukan yang Terasa Berbeda

작가: malapalas
last update 게시일: 2026-05-13 22:15:15

Aku masih bisa merasakan sisa-sisa nyeri di tubuhku saat Aaron duduk di kursi, persis di samping ranjangku. Tangannya belum berpindah dari perutku, seolah ia takut rasa sakit itu akan kembali menyerang begitu saja jika ia melepaskannya.

Dan anehnya ... kehangatan itu benar-benar menenangkan.

Janin di dalam rahimku yang tadi bergerak liar kini jauh lebih tenang di bawah sentuhannya, seolah benar-benar mengenali keberadaan pria ini sebagai sosok yang paling mampu menenangkan insting liarnya.

​Kam
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Anak Rahasia Sang Alpha   279. Di Sisi Sang Alpha

    “Jadi, tidak ada yang perlu dipertanyakan mengenai waktu kelahiran putra kami.” Suara Aaron kembali terdengar tegas.Beberapa karyawan yang sebelumnya kebingungan mulai menunjukkan ekspresi berbeda.Jika Fay memang sudah mengandung sebelum bekerja di perusahaan, maka semuanya memang masuk akal.“Berarti waktu itu Fay memang sudah hamil?”“Jadi bayi itu bukan baru dikandung setelah kejadian di ruang rapat?”“Pantas saja setelah beberapa waktu dia berhenti bekerja.”“Mungkin Pak Aaron memang sengaja memintanya berhenti demi keselamatan bayi.”“Kalau begitu, gosip kita selama ini benar-benar salah.”Beberapa orang mengangguk pelan.Potongan-potongan informasi yang dulu terasa tidak masuk akal kini seolah tersusun menjadi satu.Mereka akhirnya memahami mengapa Fay tiba-tiba meninggalkan perusahaan beberapa bulan setelah bekerja di sana.Namun, pemahaman itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari dunia manusia.Di antara para werewolf yang hadir, tidak ada satu pun yang terlihat terke

  • Anak Rahasia Sang Alpha   278. Skenario Sang Alpha

    Seluruh aula menunggu dalam senyap. Ribuan pasang mata tertuju kepada Aaron.Para karyawan masih diliputi keterkejutan setelah mengetahui bahwa wanita yang berdiri di samping bos besar mereka ternyata adalah Fay—mantan anak magang di Divisi Administrasi Umum. Di sudut lain, para wartawan menanti penjelasan dengan tidak sabar, sedangkan para rekan bisnis seketika menahan percakapan mereka. Sementara itu, para Tetua dan anggota Dewan hanya duduk bergeming, mengamati setiap gerak-gerik Aaron dengan tatapan tajam.Namun, Aaron tidak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu menoleh kepada Fay.Wajah wanita itu masih menyimpan sedikit kegelisahan. Namun, ketika tatapan mereka bertemu, Aaron memberikan senyum tipis yang menenangkan.Senyum yang seolah mengatakan bahwa semuanya berada dalam kendalinya.Fay mengembuskan napas perlahan. Ia segera membalas senyum Aaron.Setelah memastikan istrinya lebih tenang, Aaron mengalihkan pandangan kepada seluruh tamu.“Sepertinya kalian memiliki banyak pert

  • Anak Rahasia Sang Alpha   277. Identitas yang Terungkap

    “Astaga ... bukankah dia Fay?!”Suara itu terdengar dari tengah kerumunan karyawan.Beberapa kepala langsung menoleh, saling melempar tatapan tidak percaya.“Apa? Fay?”“Benar, itu Fay.”“Bukankah dia dulunya hanya anak magang?”Rekan di sebelahnya mengangguk kecil, ikut mengonfirmasi. “Ya. Setahuku, dia mantan staf magang di Divisi Administrasi Umum.”Karyawan lain yang mendengar percakapan itu sontak mengalihkan pandangan mereka ke arah panggung.“Dan sekarang dia berdiri di samping Pak Aaron? Menjadi pengantinnya?”“Dia baru beberapa bulan lalu mengundurkan diri, kan?”Dalam sekejap, desas-desus itu menyebar luas, membelah kemegahan pesta pernikahan sang Alpha.Fay yang mendengar percakapan tersebut terlihat gelisah. Jemarinya tanpa sadar mengerat pada tangan Aaron.Namun, Aaron tetap tenang.Ia hanya menoleh sekilas kepada Fay, seolah memberikan isyarat agar wanita itu tidak perlu memikirkan bisikan-bisikan tersebut.Di sisi lain, Elena yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Hend

  • Anak Rahasia Sang Alpha   276. Detik yang Dinantikan

    Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui bahwa setiap kemewahan yang mereka lihat telah diperhitungkan Aaron jauh sebelum hari ini.Hotel tersebut memang merupakan aset pribadi milik Aaron.Setelah mengambil alih kepemilikannya, ia tidak sekadar memperbarui tampilan bangunan. Ia mempelajari seluruh struktur hotel dari fondasi hingga lantai tertinggi, mengetahui setiap akses utama, jalur pelayanan, area parkir, tangga darurat, serta koridor yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya.Sistem keamanan lama juga telah diganti.Beberapa akses hanya dapat dibuka menggunakan otorisasi tertentu. Sejumlah jalur keluar tambahan disiapkan tanpa menarik perhatian para tamu, sementara beberapa ruangan yang tampak seperti ruang pelayanan biasa sebenarnya telah diubah menjadi titik pengawasan.Pasukan loyal Aaron pun tidak semuanya mengenakan seragam klan.Sebagian ditempatkan sebagai petugas keamanan hotel, staf pelayanan, bahkan personel teknis.Tidak ada yang terlihat mencuriga

  • Anak Rahasia Sang Alpha   275. Di Balik Ketenangan Sang Tetua

    Pintu utama hotel terbuka lebar ketika rombongan Tetua Utama Marcus dan para anggota Dewan memasuki bangunan.Begitu melewati pintu, kemegahan di luar seolah belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang menunggu di dalam.Lobi utama menjulang hingga beberapa lantai, menciptakan ruang luas yang terasa seperti aula istana modern. Lantai marmer putih mengkilap membentang tanpa cela, memantulkan cahaya dari lampu-lampu kristal berukuran besar yang menggantung dari langit-langit tinggi.Lampu tersebut tidak hanya satu. Beberapa rangkaian chandelier kristal tersusun bertingkat di sepanjang lobi, menciptakan kilauan yang memenuhi seluruh ruangan setiap kali cahaya mengenainya.Dinding bagian dalam memadukan marmer putih, panel kayu gelap, dan kaca tinggi yang memperlihatkan taman hotel dari sisi dalam. Pilar-pilar besar berdiri kokoh di sepanjang area utama, dihiasi ukiran geometris sederhana yang memberikan kesan elegan tanpa membuat ruangan terlihat berlebihan.Di tengah lobi, sebuah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   274. Kematian Jessi

    Damian masih berdiri di hadapan Jessi dengan seringai tipis yang membuat darah wanita itu mendidih.“Kenapa diam?” tanyanya mengejek. “Bukankah selama ini kamu selalu percaya bahwa rencanaku akan membuatmu mendapatkan semuanya?”“Tutup mulutmu, Damian,” desis Jessi dengan suara tertahan.“Kenapa? Tersinggung?”Jessi sekuat tenaga menekan amarah yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia tidak ingin membuat keributan di tengah banyaknya tamu yang terus berdatangan ke hotel.Namun, Damian justru semakin menikmati reaksi tersebut.“Kamu masih mencoba menjaga harga dirimu di tempat seperti ini?” Ia terkekeh pelan. “Menarik. Padahal orang-orang di dalam sana sedang merayakan kebahagiaan Aaron dan Fay, sementara ayahmu sendiri bahkan nggak lagi menganggapmu sebagai putrinya.”Rahang Jessi mengeras. “Semua ini terjadi karena kamu."Damian mengangkat sebelah alisnya dengan gestur menantang. “Karena aku?”“Ya.” Tatapan Jessi menghunus tajam, memancarkan emosi yang membara. “Kamu yang menjebakku

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

  • Anak Rahasia Sang Alpha   81. Ancaman dari Dalam Rahim

    "Aku nggak akan gagal," ucap Hendra dingin.​Pria bermantel hitam itu memperhatikannya selama beberapa saat, seolah sedang menakar kadar keyakinan di mata Hendra, sebelum akhirnya terkekeh pelan."Aku sangat berharap begitu, demi keselamatan nyawamu sendiri."​Ia berbalik perlahan, mantel hitamnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   73. Predator yang Terbangun

    Jessi memejamkan mata perlahan. Untuk beberapa saat, ia hanya duduk diam tanpa bergerak. Namun perlahan, napasnya mulai berubah lebih berat. Naluri serigalanya bergerak samar di bawah kulit, merespons emosi yang kini tidak lagi kacau, melainkan dingin dan terarah.​Ia bisa merasakannya dengan jelas

  • Anak Rahasia Sang Alpha   67. Ketika Pemburu Mulai Saling Membaca

    ​​Lorong itu kembali sunyi. Namun, atmosfer kali ini terasa sangat berbeda. Keheningan tersebut bukan lagi kehampaan, melainkan sebuah jeda yang sarat akan ketegangan.​Di balik pilar batu yang tinggi, bayangan hitam itu tetap diam beberapa saat lebih lama. Sosok tersebut tampak memastikan bahwa la

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status