Beranda / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 131. Ketenangan Semu

Share

131. Ketenangan Semu

Penulis: malapalas
last update Tanggal publikasi: 2026-06-04 10:14:25
Cahaya pagi menyelinap pelan dari celah tirai jendela, jatuh lembut ke dalam kamar yang masih diselimuti keheningan.

Udara di dalam ruangan terasa hangat, berbeda jauh dengan dinginnya malam yang baru saja berlalu.

Elena masih tertidur dalam pelukannya.

Napasnya pelan, teratur, dan tenang. Wajahnya terlihat jauh lebih damai dibandingkan malam sebelumnya, seolah semua ketakutan yang sempat merayap di dalam dirinya perlahan menghilang begitu saja saat Hendra kembali di sisinya.

Seakan kehadira
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Sang Alpha   240. Sang Pewaris Mendengar Ayahnya

    ​"AAAAARRRGGHH!!"Fay kembali menjerit histeris.Rasa sakit itu tidak memberikan ruang untuk bernegosiasi. Rahim Fay terasa seperti dicabik-cabik dari dalam, seolah tekanan dari tubuh mungil sang pewaris mencengkeram dinding rahimnya, menghantam panggul, lalu menjalar ke seluruh saraf tubuhnya dengan kekuatan yang tidak seharusnya dimiliki janin mana pun."Aaron! Sakit!" Tubuhnya menegang hebat.Aaron langsung mencengkeram tangan Fay. "Aku di sini, Sayang!"Tangisan Fay mengguncang seluruh ruangan.Setiap kali kontraksi hebat itu datang, paru-paru Fay serasa kehabisan udara. Tubuhnya terangkat dari meja operasi saat gelombang kontraksi berikutnya menghantam bagaikan pukulan palu godam.Sementara Aaron, setiap mendengar jeritan Fay, jiwanya seolah-olah direnggut paksa.Dokter Reynard melangkah mendekati Aaron, menatap lurus ke arah sang Alpha yang semakin sulit mengendalikan emosinya."Hanya Anda yang bisa menyelamatkannya, Alpha!"Aaron menoleh tajam. "Apa yang harus kulakukan?""Bayi

  • Anak Rahasia Sang Alpha   239. Pertarungan Hidup dan Mati Sang Pewaris

    Jauh di balik benteng tebing-tebing batu yang menjulang membelah awan, tersembunyi sebuah lembah terisolasi yang sama sekali tidak tersentuh oleh peta peradaban manusia.Tempat itu terkunci rapi di tengah hutan yang lebat, diselimuti kabut alami yang berbahaya bagi siapa pun tanpa insting bertahan hidup yang tajam. Hutan ini sepenuhnya steril dari wilayah kekuasaan klan werewolf mana pun, sebuah tanah tak bertuan yang terlupakan oleh zaman.Dahulu, tempat inilah yang tak sengaja ditemukan oleh Aaron dalam pelarian masa kecilnya yang kelam. Kala itu, sebagai seorang anak yang baru terbangun dengan kekuatan Alpha Murni, Aaron belum mampu mengendalikan gejolak aura serigalanya hingga ia terasingkan dan tersesat di tempat asing ini.Namun kini, lembah terasing yang sunyi tersebut telah disulap menjadi benteng medis rahasia berteknologi paling canggih milik Sang Alpha. Sebuah laboratorium rahasia yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling aman yang pernah dimiliki Sang Alpha.Wuuusss

  • Anak Rahasia Sang Alpha   238. Sang Pewaris Memilih Waktunya

    Rasa sakit itu datang tanpa peringatan. Perut Fay mengeras seketika, diikuti tekanan hebat yang menjalar hingga ke pinggang dan panggulnya. Seolah ada kekuatan besar dari dalam tubuhnya yang terus mendorong keluar tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat.​"A-aku nggak kuat, Aaron...," bisik Fay, pandangannya memburam.Aaron memeluknya lebih erat. ​"Dengar aku, Sayang. Jangan menyerah. Kamu pasti bisa!"Aaron menyalurkan aura Alpha melalui ikatan mereka, berusaha menstabilkan tubuh Fay dan menjaga kesadarannya agar tidak tenggelam akibat rasa sakit.Namun, aura sang calon pewaris begitu dominan, menolak tenang dan makin ganas meremukkan organ dalam ibunya demi sebuah kebebasan.Aaron menoleh tajam kepada dokter. "Lakukan sesuatu!"Dokter yang berlutut di hadapan Fay terlihat panik. Wajahnya pucat pasi dibasahi keringat dingin saat tatapan penuh dorongan membunuh milik Aaron mengunci pergerakannya.​"A-ampun, Alpha!" gagap dokter klan itu, suaranya bergetar hebat. "Saya ... saya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   237. Napas Terakhir Sang Penjaga

    Aaron melangkah mendekat dengan mata memancarkan kematian murni. Namun tepat sebelum cakar Aaron merobek leher Jessi, sesosok tubuh bayangan melesat dengan kecepatan tinggi."Jessi!"Sosok Stanley melesat keluar dari kegelapan. Barisan prajurit elit yang mengepung dari kejauhan refleks menghunuskan belati gading mereka, siap menyerang, tetapi tertahan oleh kibasan tangan tenang sang Alpha.Stanley muncul dari balik pepohonan. Dalam sekejap, ia meraih putrinya dan menariknya menjauh."Ayah....""Diam! Kita pergi!"Aaron tidak mengejar. Ia hanya berdiri diam, menatap keduanya menghilang di antara pepohonan.Lucien yang baru tiba langsung berhenti di sampingnya."Tuan!"Aaron masih menatap ke arah Stanley dan Jessi yang menghilang."Biarkan."Lucien mengerutkan kening. Di belakangnya, para prajurit elit saling bertukar pandang penuh ketegangan, menanti perintah pengejaran yang tak kunjung keluar."Tapi mereka—""Aku tahu."Jawaban Aaron begitu tenang hingga Lucien dan para prajurit elit

  • Anak Rahasia Sang Alpha   236. Sang Alpha Turun Tangan

    "Aaron, aku mohon ... bawa aku ke sana sekarang! Nenek ... Nenek terluka parah!"Suara Fay bergetar hebat, pecah oleh kepanikan. Air matanya mengalir tanpa bisa ditahannya, sementara kedua tangannya mencengkeram erat pakaian Aaron dengan tubuh gemetar membayangkan kondisi wanita tua yang sangat dicintainya itu.Melihat kehancuran di wajah Fay, hati Aaron berdenyut perih. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Aaron segera merengkuh tubuh Fay dan mengirimkan perintah melalui ikatan batin kepada prajurit khususnya.'Siapkan helikopter. Kita berangkat ke hutan pinus. Sekarang!'Perintah itu terkirim dalam sekejap.Aaron memandu Fay melintasi koridor privat yang membawanya menuju ke atap utama mansion. Selama ini, Fay bahkan tidak tahu bahwa mansion tersebut memiliki tempat pendaratan helikopter. Atap utama bangunan itu begitu luas, sementara landasan pribadi berada di salah satu sisinya, cukup besar untuk helikopter milik Aaron.​Fay bahkan tidak sempat mengagumi kemegahan tempat itu. Pikiran

  • Anak Rahasia Sang Alpha   235. Jawaban dari Sebuah Firasat

    Lift terus bergerak meluncur ke atas, meninggalkan area lantai dua yang tenang. Namun, ketika pintunya terbuka, suasana di sekeliling kami seketika berubah.Sensasi dingin dan tegang langsung terasa di udara.Aku sempat mengira kami akan langsung melihat ruangan pribadi seperti yang ada di lantai mansion lainnya. Namun, begitu melihat keadaan di balik pintu, aku justru terdiam.Beberapa prajurit werewolf berdiri berjajar di sepanjang koridor.Mereka mengenakan pakaian seragam berwarna gelap dengan perlengkapan keamanan lengkap. Sikap mereka begitu tegap dan waspada. Ketika melihat Aaron keluar dari lift sambil menggendongku, seluruh prajurit serentak menundukkan kepala.​"Alpha."Suara mereka terdengar hampir bersamaan.Aku spontan melirik Aaron.Ia hanya mengangguk singkat."Bagaimana keadaan?""Aman, Alpha.""Periksa seluruh sisi luar secara berkala. Jangan ada celah dalam penjagaan.""Siap, Alpha."Aku kembali menatap para prajurit setelah mereka mengambil posisi masing-masing. Jum

  • Anak Rahasia Sang Alpha   30. Sinyal Bahaya

    Perubahan itu terjadi begitu halus hingga mungkin orang lain tidak akan menyadarinya. Namun, karena aku berdiri sangat dekat dengannya, aku bisa merasakan bagaimana hawa panas dari tubuhnya mendadak berubah menjadi dingin yang membekukan. Sorot matanya berubah dalam sekejap, bahunya mengeras, dan s

  • Anak Rahasia Sang Alpha   27. Bukan Aaron

    Rumah nenek tidak pernah berubah. Dari dulu dinding kayunya tetap berwarna cokelat tua, lantainya yang sedikit lembap selalu terasa dingin saat pagi dan aroma kayu bakar masih menjadi bau pertama yang kuhirup setiap kali bangun tidur.Padahal aku sudah lama sekali tidak datang ke sini, dan saat aku

  • Anak Rahasia Sang Alpha   25. Istirahatlah, Bunga Hujanku

    Suara jangkrik di luar jendela perlahan memudar, tenggelam oleh keheningan yang terasa berat namun familier bagiku. Aku berada di antara sadar dan tidak. Tubuhku terasa sangat ringan, seolah-olah aku sedang mengapung di atas awan, namun di saat yang sama, rasa lelah yang luar biasa menahan kelopak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   24. Pengakuan Sang Alpha dan Rencana Keji

    ​Lampu minyak di atas meja itu bergoyang pelan, menciptakan bayangan panjang yang menari di dinding dapur. Suasana terlihat sunyi, namun udara di ruangan itu terasa sangat berbeda.Aaron duduk di salah satu kursi yang tampak terlalu kecil untuk tubuh tegapnya, namun ia tetap terlihat seperti pengua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status