Beranda / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 25. Istirahatlah, Bunga Hujanku

Share

25. Istirahatlah, Bunga Hujanku

Penulis: malapalas
last update Tanggal publikasi: 2026-04-15 07:40:52

Suara jangkrik di luar jendela perlahan memudar, tenggelam oleh keheningan yang terasa berat namun familier bagiku. Aku berada di antara sadar dan tidak. Tubuhku terasa sangat ringan, seolah-olah aku sedang mengapung di atas awan, namun di saat yang sama, rasa lelah yang luar biasa menahan kelopak mataku untuk tetap tertutup.​

Lalu, aku merasakannya.

​Udara di dalam kamar yang tadinya dingin mendadak berubah. Aroma itu ... aroma hutan yang basah setelah hujan bercampur dengan wangi maskulin yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Sang Alpha   277. Identitas yang Terungkap

    “Astaga ... bukankah dia Fay?!”Suara itu terdengar dari tengah kerumunan karyawan.Beberapa kepala langsung menoleh, saling melempar tatapan tidak percaya.“Apa? Fay?”“Benar, itu Fay.”“Bukankah dia dulunya hanya anak magang?”Rekan di sebelahnya mengangguk kecil, ikut mengonfirmasi. “Ya. Setahuku, dia mantan staf magang di Divisi Administrasi Umum.”Karyawan lain yang mendengar percakapan itu sontak mengalihkan pandangan mereka ke arah panggung.“Dan sekarang dia berdiri di samping Pak Aaron? Menjadi pengantinnya?”“Dia baru beberapa bulan lalu mengundurkan diri, kan?”Dalam sekejap, desas-desus itu menyebar luas, membelah kemegahan pesta pernikahan sang Alpha.Fay yang mendengar percakapan tersebut terlihat gelisah. Jemarinya tanpa sadar mengerat pada tangan Aaron.Namun, Aaron tetap tenang.Ia hanya menoleh sekilas kepada Fay, seolah memberikan isyarat agar wanita itu tidak perlu memikirkan bisikan-bisikan tersebut.Di sisi lain, Elena yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Hend

  • Anak Rahasia Sang Alpha   276. Detik yang Dinantikan

    Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui bahwa setiap kemewahan yang mereka lihat telah diperhitungkan Aaron jauh sebelum hari ini.Hotel tersebut memang merupakan aset pribadi milik Aaron.Setelah mengambil alih kepemilikannya, ia tidak sekadar memperbarui tampilan bangunan. Ia mempelajari seluruh struktur hotel dari fondasi hingga lantai tertinggi, mengetahui setiap akses utama, jalur pelayanan, area parkir, tangga darurat, serta koridor yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya.Sistem keamanan lama juga telah diganti.Beberapa akses hanya dapat dibuka menggunakan otorisasi tertentu. Sejumlah jalur keluar tambahan disiapkan tanpa menarik perhatian para tamu, sementara beberapa ruangan yang tampak seperti ruang pelayanan biasa sebenarnya telah diubah menjadi titik pengawasan.Pasukan loyal Aaron pun tidak semuanya mengenakan seragam klan.Sebagian ditempatkan sebagai petugas keamanan hotel, staf pelayanan, bahkan personel teknis.Tidak ada yang terlihat mencuriga

  • Anak Rahasia Sang Alpha   275. Di Balik Ketenangan Sang Tetua

    Pintu utama hotel terbuka lebar ketika rombongan Tetua Utama Marcus dan para anggota Dewan memasuki bangunan.Begitu melewati pintu, kemegahan di luar seolah belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang menunggu di dalam.Lobi utama menjulang hingga beberapa lantai, menciptakan ruang luas yang terasa seperti aula istana modern. Lantai marmer putih mengkilap membentang tanpa cela, memantulkan cahaya dari lampu-lampu kristal berukuran besar yang menggantung dari langit-langit tinggi.Lampu tersebut tidak hanya satu. Beberapa rangkaian chandelier kristal tersusun bertingkat di sepanjang lobi, menciptakan kilauan yang memenuhi seluruh ruangan setiap kali cahaya mengenainya.Dinding bagian dalam memadukan marmer putih, panel kayu gelap, dan kaca tinggi yang memperlihatkan taman hotel dari sisi dalam. Pilar-pilar besar berdiri kokoh di sepanjang area utama, dihiasi ukiran geometris sederhana yang memberikan kesan elegan tanpa membuat ruangan terlihat berlebihan.Di tengah lobi, sebuah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   274. Kematian Jessi

    Damian masih berdiri di hadapan Jessi dengan seringai tipis yang membuat darah wanita itu mendidih.“Kenapa diam?” tanyanya mengejek. “Bukankah selama ini kamu selalu percaya bahwa rencanaku akan membuatmu mendapatkan semuanya?”“Tutup mulutmu, Damian,” desis Jessi dengan suara tertahan.“Kenapa? Tersinggung?”Jessi sekuat tenaga menekan amarah yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia tidak ingin membuat keributan di tengah banyaknya tamu yang terus berdatangan ke hotel.Namun, Damian justru semakin menikmati reaksi tersebut.“Kamu masih mencoba menjaga harga dirimu di tempat seperti ini?” Ia terkekeh pelan. “Menarik. Padahal orang-orang di dalam sana sedang merayakan kebahagiaan Aaron dan Fay, sementara ayahmu sendiri bahkan nggak lagi menganggapmu sebagai putrinya.”Rahang Jessi mengeras. “Semua ini terjadi karena kamu."Damian mengangkat sebelah alisnya dengan gestur menantang. “Karena aku?”“Ya.” Tatapan Jessi menghunus tajam, memancarkan emosi yang membara. “Kamu yang menjebakku

  • Anak Rahasia Sang Alpha   273. Pesta Pernikahan Sang Alpha

    Hotel itu menjulang megah di tengah kawasan elite kota, menjadi bangunan paling mencolok di sepanjang jalan utama.Eksteriornya didominasi kaca tinggi yang memantulkan cahaya matahari, berpadu dengan batu marmer putih dan garis-garis arsitektur modern berwarna gelap. Pilar-pilar besar berdiri di sepanjang pintu masuk utama, sementara deretan lampu kristal menggantung di bawah kanopi luas yang membentang hingga area penurunan tamu.Di bagian depan, karpet merah terbentang panjang menuju pintu utama.Beberapa kendaraan mewah berhenti bergantian di area tersebut, menurunkan para tamu yang datang untuk menghadiri pernikahan terbesar yang diselenggarakan oleh Aaron.Hotel itu baru saja selesai direnovasi setelah Aaron mengambil alih kepemilikannya. Hampir seluruh bagian bangunan diperbarui, mulai dari lobi, ballroom, restoran, hingga area khusus untuk tamu VIP.Tidak ada detail yang dibuat secara sederhana.Bahkan taman di depan hotel ditata dengan pohon-pohon hias yang dipangkas sempurna,

  • Anak Rahasia Sang Alpha   272. Laporan Perkembangan Penelitian

    Salah seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun maju dari barisan tersebut. Rambutnya telah dipenuhi uban, tetapi sorot matanya tetap tajam dan penuh ketelitian. Jas laboratorium yang dikenakannya tampak rapi, dengan sebuah lencana bertuliskan Profesor Ronald terpasang di bagian dada.Ia merupakan ketua tim penelitian yang bertanggung jawab atas penelitian darah werewolf serta pengembangan obat-obatan penguatan.“Selamat datang, Alpha,” ucap Profesor Ronald. “Kami telah menunggu kedatangan Anda.”“Bawa aku ke ruang penelitian utama. Aku ingin mendengar laporan langsung mengenai hasil terbaru.”“Baik, Alpha.”Profesor Ronald memberi isyarat kepada timnya untuk mengikuti mereka.Mereka bergerak melewati koridor utama yang semakin lebar. Di balik dinding kaca tebal, Edward mulai melihat bagian dalam fasilitas penelitian.Ruang penelitian utama itu sangat luas, bahkan menyerupai beberapa lantai fasilitas yang disatukan menjadi satu area besar. Langit-langitnya tinggi, dilengkapi rangk

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   49. Lolongan yang Mencari

    ​Aku tidak tahu pasti kapan percakapan penuh ketegangan semalam berakhir. Yang teringat di benakku hanyalah sisa-sisa tatapan Aaron yang terlalu dalam, napasnya yang hangat menerpa wajahku, dan debaran jantungku yang terasa semakin keras, seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.Saat kesadarank

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   5. Aroma yang Menjerat

    Rapat berlangsung layaknya siksaan yang lambat. Aku berdiri di sudut ruangan, meremas surat pengunduran diri di dalam saku rokku yang kini terasa seperti barang bukti kejahatan. Sepasang mata elangnya yang tajam itu sesekali melirikku, seakan memastikan mangsanya tidak melompat keluar jendela.​"Fok

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status