Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 157. Riak Badai dari Utara

Share

157. Riak Badai dari Utara

Author: malapalas
last update publish date: 2026-06-14 14:15:51
"Diam!"

Kata itu keluar dari mulut Stanley bukan sebagai teguran, melainkan sebagai perintah yang memotong kalimat Jessi dengan sangat kejam. Suaranya rendah, bergetar oleh amarah yang tertahan, dan sama sekali tidak menyisakan ruang untuk bantahan.

Jessi terpaku, mulutnya yang setengah terbuka mendadak kaku. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat sorot mata penuh kasih atau kelembutan seorang ayah yang biasa memanjakannya.

Wajah Stanley mengeras seperti batu karang, dengan urat-urat di peli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Sang Alpha   270. Menuju Laboratorium Rahasia

    Edward menatap profil wajah Aaron dari samping, kemudian tersenyum tipis.“Kamu benar-benar sudah berubah.”Aaron mengernyitkan kening. “Maksudmu?”“Dulu, kamu hanya tahu cara menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalanmu.”Edward menyilangkan tangan di depan dada.Kilat ngeri sekaligus kagum melintas di matanya saat mengingat memori kelam dua puluh lima tahun lalu—ketika Aaron kecil mengamuk dan berubah menjadi monster serigala yang menakutkan.“Sekarang kamu justru berbicara tentang masa depan, perlindungan, penelitian, dan bagaimana kehidupan setelah perang berakhir,” lanjutnya.Aaron memilih tidak menyahut.Edward terkekeh pelan melihat sikap dingin Aaron. “Jangan salah paham. Aku tidak sedang mengatakan kamu menjadi lebih lembut.”“Bagus,” sahut Aaron datar."Aku hanya ingin mengatakan bahwa ambisimu sekarang jauh lebih besar dan berbahaya.”Tatapan Aaron mengeras samar. “Ambisi tidak akan ada artinya jika tidak menghasilkan sesuatu yang bisa bertahan.”Edward mengangguk setu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   269. Kedatangan Sekutu Sang Alpha

    Suara mesin jet pribadi perlahan mereda setelah pesawat itu berhenti di landasan khusus penerbangan privat. Beberapa petugas keamanan yang telah berjaga di sekitar area segera bergerak. Mereka berdiri dalam barisan teratur di sisi landasan, sementara angin yang berembus mengibaskan ujung jas hitam yang dikenakan masing-masing pengawal. Pintu pesawat terbuka. Beberapa detik kemudian, Edward Johnson muncul dari dalam kabin. Pria itu mengenakan setelan abu-abu gelap dengan kemeja putih yang rapi. Begitu melihat Aaron berdiri tidak jauh dari tangga pesawat, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya. “Aaron!” Edward menuruni tangga dengan langkah ringan sebelum berjalan menghampiri sang Alpha. Aaron membalasnya dengan senyum tipis. Ia mengulurkan tangan ketika Edward sudah berada di hadapannya. “Selamat datang, Edward.” Aaron menjabat tangan Edward dengan erat. “Terima kasih sudah menerima undanganku dan datang langsung ke sini.” Edward terkekeh pelan. “Kamu tidak perlu berterima ka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   268. Celah di Balik Rencana

    Benak Lira berputar cepat. Rasa sakit tiba-tiba mencengkeram hatinya.Pernikahan yang bukan hanya akan mengikat Aaron dan Fay secara resmi, tetapi juga berpotensi mengukuhkan kedudukan perempuan itu sebagai Luna dan Arsen sebagai pewaris sah di hadapan para pemimpin klan.Jemari Lira kembali mengepal. Ia tidak ingin membayangkan Aaron berdiri di hadapan semua orang bersama Fay, sementara dirinya dan semua pihak hanya bisa menyaksikan tanpa mampu melakukan apa pun.Lebih dari itu, ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa pria yang dahulu begitu dekat dengannya kini telah membangun kehidupan yang sama sekali tidak lagi memberinya tempat.Lira menarik napas perlahan, berusaha meredam gejolak yang mulai menguasai dadanya.Beberapa saat kemudian, ia menatap Marcus dengan hati-hati.“Jika pernikahan itu sudah terdaftar secara sah ... apakah kita benar-benar tidak bisa melakukan apa pun?” tanyanya.Pertanyaan itu membuat Marcus terdiam sejenak. Ia kemudian berjalan menuju meja dan meletakka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   267. Jebakan di Balik Undangan

    “Bukan sekadar mengundangnya.” Marcus merebut dokumen itu dari tangannya. “Dia sengaja menempatkan nama investor itu di urutan pertama agar kita tahu bahwa pria itu akan menjadi bagian penting dalam pernikahan tersebut.”Marcus menunjuk daftar nama itu dengan telunjuknya.“Jika kita datang dan mencoba mengacaukan acara, kita bukan hanya akan berhadapan dengan Aaron, tetapi juga Edward Johnson.” Marcus mengepalkan tangannya. “Kamu tahu seberapa besar pengaruh investor itu terhadap perusahaan klan kita.”Lira terdiam, sementara Marcus melanjutkan dengan suara yang semakin berat.“Jika Edward menganggap tindakan kita sebagai ancaman terhadap kepentingan bisnisnya, dia bisa menggunakan kekuatan finansial dan hak investasinya untuk menggeser kepemilikan saham pihak-pihak yang terlibat.”“Termasuk saham milik Dewan?” tanya Lira.“Bukan hanya milik Dewan.” Tatapan Marcus mengeras. “Saham milik para Tetua dan seluruh pihak yang mendukung tindakan tersebut bisa dipindahkan melalui kesepakatan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   266. Amarah Sang Tetua

    Gebrakan meja terdengar keras ketika tinju Tetua Marcus menghantam permukaan meja kerjanya.Surat undangan pernikahan yang baru saja dibacanya tergeletak di hadapannya. Lambang keluarga Aaron tercetak jelas pada bagian atas, disertai pesan resmi dari utusan pribadi Sang Alpha.Namun, bukan undangan itu yang membuat amarahnya memuncak. Melainkan lampiran berisi daftar tamu yang telah dipersiapkan Aaron.Marcus meraih lembaran tersebut dan membacanya sekali lagi, seolah berharap nama yang tertera di urutan paling atas akan berubah.Tetapi nama itu tetap sama.Edward Johnson.Investor terbesar dan terkuat yang kini begitu diagung-agungkan oleh klannya.Seorang pengusaha asal Singapura yang telah menyuntikkan dana fantastis ke perusahaan Aaron, memperkuat posisi bisnisnya sekaligus memperluas pengaruhnya di antara para pemimpin klan.Dan sekarang, pria itu tercantum sebagai tamu terpenting dalam pesta pernikahan Aaron yang akan diselenggarakan besok.Marcus meremas kertas di tangannya.Se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   265. Kepulangan yang Menyimpan Rahasia

    Aku merasa seperti sedang bermimpi.Sosok pria yang berdiri beberapa meter di hadapanku terlihat begitu nyata, tetapi pikiranku seolah menolak mempercayainya.​Beberapa kali aku mengerjapkan mata, mencoba membuktikan bahwa ini hanya ilusi. Namun, pria itu tak kunjung lenyap.​Wajah yang begitu kukenal. Senyum yang selama ini kurindukan.“Ayah...?” ucapku ragu.Pria itu tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan dengan senyum khasnya, lalu merentangkan kedua tangan kepadaku.Detik itu juga, aku langsung berlari.“Ayah!”Aku menghambur ke dalam pelukannya.Begitu kedua lengannya memeluk tubuhku, seluruh pertahananku runtuh. Tangisku pecah begitu saja. Aku menangis sangat keras.Ayah mengusap punggungku perlahan.“Fay ... tenang. Ayah sudah di sini.”Namun, aku tidak peduli.Aku terus menangis dalam pelukannya, meluapkan seluruh emosi atas segala hal yang harus kulalui tanpa kehadiran Ayah di sampingku.“Sudah, Fay.” Suara Ayah terdengar sabar. “Ayah minta maaf.”Aku tetap tidak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   44. Tidak Ada Jalan Keluar

    Aku tahu dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban itu. Mempertimbangkan bagaimana keadaannya sekarang dengan luka di perutnya yang masih berada dalam tekanan tubuhku, aku tidak punya pilihan selain mengatakannya sekarang.Dan terpaksa aku harus mengaku.Aku berusaha mencari kosakata yang

  • Anak Rahasia Sang Alpha   7. Gairah Membakar

    Aaron menarik kursi di hadapannya, memaksaku duduk tepat di bawah sorot lampu kerja yang membuatnya tampak seperti hakim yang sedang menginterogasi orang pesakitan.Ia membuka kotak perak itu. Aroma daging panggang yang diperkaya rempah-rempah menyeruak, aroma yang anehnya membuat perutku yang mual

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   5. Aroma yang Menjerat

    Rapat berlangsung layaknya siksaan yang lambat. Aku berdiri di sudut ruangan, meremas surat pengunduran diri di dalam saku rokku yang kini terasa seperti barang bukti kejahatan. Sepasang mata elangnya yang tajam itu sesekali melirikku, seakan memastikan mangsanya tidak melompat keluar jendela.​"Fok

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status