Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 285. Kendali Sang Investor

Share

285. Kendali Sang Investor

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-12 17:31:16

Edward tidak membuang waktu dan sengaja berjalan langsung ke arah kerumunan para tetua dan Dewan Klan.

Beberapa dari mereka segera bangkit untuk menyambutnya.

"Tuan Johnson, sungguh suatu kehormatan bertemu dengan Anda secara langsung," ujar salah satu anggota Dewan sambil mengulurkan tangan. "Kami telah mendengar banyak hal mengenai kerja sama Anda dengan perusahaan kami."

Edward menjabat tangannya dengan ramah. "Saya senang kerja sama tersebut memberikan hasil yang baik bagi semua pihak."

"Ta
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   287. Luka di Balik Kasih Sayang

    Begitu merasakan kehangatan tubuh Aaron, seluruh pertahanan yang sejak tadi menahannya seketika runtuh.Tangis Fay pecah.Bukan lagi isakan tertahan, melainkan tangisan keras yang keluar bersama seluruh ketakutan, kebingungan, dan kepedihan yang tidak sanggup ditanggungnya seorang diri.“Aaron....”Ia memanggil suaminya lagi, tetapi suaranya terputus oleh isakan.Aaron segera merengkuhnya lebih erat. Satu tangannya menopang punggung Fay, sementara tangan lainnya membelai rambutnya dengan gerakan perlahan.“Tenanglah, aku sudah di sini.” Suara Aaron terdengar rendah dan lembut, jauh berbeda dari nada dingin yang digunakannya saat memberikan perintah kepada para prajurit. “Kamu nggak sendirian, Sayang.”Namun, kalimat itu justru membuat tangis Fay semakin keras.“Aku nggak ngerti, Aaron. Aku benar-benar nggak ngerti!” Fay menggeleng berkali-kali di dada suaminya. “Ayah ... kenapa Ayah melakukan itu kepada kami? Kenapa?”Aaron tidak menyela.Ia membiarkan istrinya mengeluarkan seluruh pe

  • Anak Rahasia Sang Alpha   286. Risiko Sebuah Perhitungan

    Lucien dan beberapa prajurit pilihan telah menunggu di dekat tangga lantai atas, sementara beberapa prajurit lainnya tetap berjaga di depan pintu kamar utama.Begitu Aaron menapakkan kaki di anak tangga paling atas, Lucien segera melangkah maju untuk menyambut Sang Alpha. Para prajurit yang berada di dekat tangga serentak menegakkan tubuh dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.“Tuan.”Aaron tidak memperlambat langkahnya. Wajahnya tampak tenang, tetapi sorot mata hitamnya menyimpan ketegangan yang sulit disembunyikan. Sejak menerima isyarat Edward di aula, pikirannya terus tertuju pada Fay dan Arsen, disertai kekhawatiran tentang apa yang mungkin telah terjadi pada mereka.“Jelaskan apa yang terjadi,” perintahnya singkat.Lucien segera berjalan di sampingnya, mengikuti langkah panjang Sang Alpha menuju kamar utama.“Hendra menyerang Tuan Muda Arsen menggunakan belati perak yang memiliki ukiran simbol kuno. Namun, sebelum senjata itu sempat mengenai tubuh Tuan Muda, auranya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   285. Kendali Sang Investor

    Edward tidak membuang waktu dan sengaja berjalan langsung ke arah kerumunan para tetua dan Dewan Klan.Beberapa dari mereka segera bangkit untuk menyambutnya."Tuan Johnson, sungguh suatu kehormatan bertemu dengan Anda secara langsung," ujar salah satu anggota Dewan sambil mengulurkan tangan. "Kami telah mendengar banyak hal mengenai kerja sama Anda dengan perusahaan kami."Edward menjabat tangannya dengan ramah. "Saya senang kerja sama tersebut memberikan hasil yang baik bagi semua pihak.""Tanpa dukungan Anda, pengembangan Proyek Utara tentu akan menghadapi lebih banyak hambatan," sahut anggota Dewan lainnya. "Kami sangat menghargai kepercayaan yang Anda berikan kepada Aaron.""Kepercayaan harus dibangun melalui hasil," jawab Edward tenang. "Dan sejauh ini, Aaron telah menunjukkan bahwa ia mampu memenuhi komitmennya."Jawaban itu membuat beberapa anggota Dewan mengangguk puas.Para anggota dewan yang tergiur akan kekuasaan finansial tampak sangat antusias, berulang kali mengucapkan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   284. Isyarat Tanpa Kata

    Di lantai bawah, pesta pernikahan masih berlangsung.Cahaya lampu kristal menyinari seluruh aula, memantulkan kilauan indah pada gaun-gaun mewah para tamu wanita dan setelan formal para tamu pria. Musik lembut mengalun, berpadu dengan percakapan para tamu yang menikmati jamuan.Tidak seorang pun menyadari bahwa sebuah insiden berbahaya baru saja terjadi di lantai atas.Para pelayan tetap bergerak sesuai tugas mereka. Para petugas keamanan yang menyamar sebagai staf hotel pun masih menempati posisi masing-masing, menjaga jalur keluar dan area penting tanpa menarik perhatian.Namun, suasana di sekitar panggung langsung berubah ketika Edward muncul di tangga utama dengan tenang, elegan, dan penuh wibawa.Begitu sosoknya terlihat di atas tangga melingkar, hampir seluruh pasang mata di pesta pernikahan beralih padanya.Kehadiran Edward yang memancarkan aura dominan seketika mencuri perhatian. Para tamu berbisik-bisik, mengamati penampilannya dan menebak-nebak siapa sosok tersebut."Siapa p

  • Anak Rahasia Sang Alpha   283. Strategi di Tengah Bahaya

    Di luar kamar, langkah kaki para prajurit terdengar semakin ramai.Lucien masih berdiri di dekat jendela yang pecah. Tatapannya mengikuti arah pelarian Hendra. Rahangnya mengeras. Ia tahu satu hal. Hendra memang telah melarikan diri. Namun, yang lebih berbahaya dari pelarian itu adalah alasan di balik tindakannya.Pria itu tidak sekadar menyerang Arsen. Ia juga mengarahkan belati perak kepada Fay.Dan sekarang, semua pertanyaan yang selama ini tersembunyi di balik sikap Hendra mulai muncul ke permukaan.Pertanyaan yang mungkin hanya dua orang yang mampu menjawabnya.Hendra sendiri, atau ... Elena.Lucien berbalik. Pandangannya langsung jatuh kepada kedua wanita yang masih berdiri membeku di dekat boks bayi.Fay menatap kosong ke arah jendela, sementara Elena tampak kehilangan seluruh kekuatannya. Air mata membasahi pipinya, dan tubuhnya masih gemetar seolah belum mampu menerima kenyataan yang baru saja menghantamnya.Namun, sebelum Lucien sempat mendekat, beberapa prajurit bergegas ma

  • Anak Rahasia Sang Alpha   282. Pengkhianatan Terbuka

    ​Fay menghela napas lega, tidak menyadari ketegangan tak kasatmata yang baru saja terjadi. Ia berjalan lebih dahulu, diikuti oleh Elena, Hendra, serta Lucien yang mengekor rapat di belakang mereka dengan kewaspadaan penuh.​Mereka memasuki kamar utama yang luas dan mewah. Sebuah boks bayi dari kayu ukiran mahal berdiri anggun di dekat tempat tidur utama.“Biar Ibu bantu, Fay,” bisik Elena dengan suara lembut.Elena segera membimbing Fay mendekati boks bayi. Keduanya sibuk menata bantal kecil dan menyesuaikan selimut lembut yang menutupi tubuh Arsen.​"Lihatlah dia, Fay ...," gumam Elena dengan senyum hangat, "bahkan saat tidur, cucuku terlihat sangat tampan."Jemari Elena menyentuh tangan kecil Arsen dengan penuh kasih sayang.Untuk sesaat, suasana kamar terasa begitu damai. Kasih sayang seorang ibu dan nenek memenuhi area di sekitar boks bayi itu.Di saat Fay dan Elena sepenuhnya terfokus oleh bayi kecil itu, serta Lucien yang berdiri berjaga tepat di depan pintu yang tertutup, Hendr

  • Anak Rahasia Sang Alpha   49. Lolongan yang Mencari

    ​Aku tidak tahu pasti kapan percakapan penuh ketegangan semalam berakhir. Yang teringat di benakku hanyalah sisa-sisa tatapan Aaron yang terlalu dalam, napasnya yang hangat menerpa wajahku, dan debaran jantungku yang terasa semakin keras, seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.Saat kesadarank

  • Anak Rahasia Sang Alpha   4. Jangan Pernah Berpikir untuk Lari

    Aku menyeka air mata yang jatuh tanpa permisi. Belum sempat aku menenangkan diri, ponsel di atas meja kamarku bergetar hebat. Sebuah notifikasi masuk.PANGGILAN MENDADAK UNTUK BESOK PAGI: RUANG RAPAT UTAMA - LANTAI 20. SELURUH STAF DIVISI TERKAIT WAJIB HADIR.Jantungku mencelos. Lantai 20 adalah wil

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   5. Aroma yang Menjerat

    Rapat berlangsung layaknya siksaan yang lambat. Aku berdiri di sudut ruangan, meremas surat pengunduran diri di dalam saku rokku yang kini terasa seperti barang bukti kejahatan. Sepasang mata elangnya yang tajam itu sesekali melirikku, seakan memastikan mangsanya tidak melompat keluar jendela.​"Fok

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status