Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 98. Satu Tetes Racun

Share

98. Satu Tetes Racun

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-19 21:10:45
Hendra masih berdiri diam di halaman rumah itu setelah sambungan telepon terputus.

Ponselnya perlahan turun dari telinga. Namun, isi kepalanya justru terasa semakin bising.

Tangis istrinya, napas gemetarnya, dan ketakutan dalam suaranya.

Semuanya masih tertinggal jelas di benaknya seolah belum benar-benar berakhir.

​Angin malam kembali berembus pelan, menggoyangkan dahan-dahan pohon pinus. Aroma tanah basah dan pinus yang biasanya menenangkan, malam ini terasa sunyi dan menyesakkan.

​Setelah ber
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   301. Sambutan Istimewa

    Siang itu, menjelang waktu istirahat kantor, sebuah mobil SUV hitam memasuki area gedung perusahaan.Di kursi belakang, Fay duduk sambil sesekali memeriksa kotak makanan yang diletakkan dengan hati-hati di sampingnya. Di dalamnya terdapat beberapa hidangan yang ia masak sendiri sejak pagi. Ia sengaja menyiapkan makan siang khusus untuk suaminya, lengkap dengan lauk kesukaan Aaron.Hari ini, ia ingin memberikan kejutan kecil.Aaron belum mengetahui kedatangannya. Fay bahkan sengaja tidak menghubunginya sejak pagi agar rencananya tidak terbongkar.Sesampainya di depan lobi utama, Fay meminta pengemudi menghentikan mobil."Terima kasih. Aku turun di sini saja.""Baik, Nyonya."Fay turun dari mobil. Begitu melangkah menuju pintu masuk gedung, dua orang staf yang bertugas di bagian depan segera menyambutnya."Selamat siang, Nyonya Fay." Keduanya membungkukkan badan dengan sikap hormat.Fay sempat tertegun. Ia membalas sapaan mereka dengan senyum ramah. "Selamat siang."Salah seorang staf s

  • Anak Rahasia Sang Alpha   300. Hati yang Tak Ingin Berbagi

    Makan malam berlangsung dengan suasana hangat di ruang makan mansion. Di atas meja, beberapa hidangan sederhana tersaji dengan rapi. Tidak ada dekorasi berlebihan ataupun sajian mewah seperti yang biasa ditemukan di restoran eksklusif. Namun, bagi Aaron, makan malam kali ini terasa jauh lebih istimewa. Sejak suapan pertama, pria itu tidak berhenti memberikan pujian kepada istrinya. "Enak sekali, Sayang." Fay tersenyum melihat Aaron kembali mengambil lauk yang sama. "Kamu sudah mengatakan itu beberapa kali." "Karena memang enak." Aaron mengambil sedikit sayuran dan meletakkannya di piring Fay. "Aku bahkan belum pernah menikmati hidangan sesederhana ini dengan perasaan seperti sekarang." Fay tertawa kecil. "Kamu terlalu berlebihan. Ini hanya masakan rumahan biasa." "Kalau begitu, aku ingin makan masakan rumahan biasa ini setiap hari." "Kamu yakin? Bukankah selama ini kamu lebih terbiasa dengan makanan buatan koki profesional?" Aaron mengangkat wajahnya. "Tentu saja. Aku sudah t

  • Anak Rahasia Sang Alpha   299. Cinta yang Tak Tergantikan

    "Aaron...."Aku menyebut namanya lirih.Ia menoleh kepadaku, kemudian tersenyum kecil. "Apa, Baby?"Aku menggeleng pelan.Entah mengapa, mendengar kalimat itu langsung dari bibirnya membuat hatiku terasa penuh.Aku tahu Aaron mencintaiku. Aku merasakannya dari setiap perhatian, perlindungan, dan pengorbanan yang selama ini diberikannya. Namun, mendengarnya menyatakan hal itu di hadapan seseorang dari masa laluku tetap membuatku tersentuh.Aku meraih tangannya dan menggenggamnya erat."Aku juga akan selalu menjagamu," bisikku.Senyum Aaron semakin dalam. Ia menunduk dan mengecup keningku sekali lagi."Kalau begitu, kita harus saling menjaga."Aku mengangguk pelan."Tapi, kalau suatu hari keadaan berubah dan kita menghadapi sesuatu yang jauh lebih sulit, berjanjilah kamu tetap akan menggenggam tanganku seperti sekarang," ucapku lirih.Aaron menatapku lekat. "Aku nggak bisa menjanjikan bahwa hidup kita akan selalu mudah, Baby. Akan ada banyak hal yang mungkin harus kita hadapi. Namun, ak

  • Anak Rahasia Sang Alpha   298. Janji Sang Alpha

    "Sayang, apa mereka mengganggumu?"Aku mendongak menatap Aaron. Begitu melihat wajah suamiku yang kini berdiri tepat di sampingku, ketegangan yang sejak tadi kurasakan perlahan menghilang.Aku menggeleng kecil. "Nggak. Kami hanya sedang mengobrol."Aaron menundukkan kepala sedikit, memperhatikan wajahku seolah ingin memastikan bahwa aku benar-benar baik-baik saja. Tangannya masih melingkar di pinggangku, bahkan menarik tubuhku sedikit lebih dekat kepadanya."Benarkah?" tanyanya sekali lagi.Aku tersenyum. "Iya."Melihat ekspresinya yang masih menyimpan kekhawatiran, aku spontan meraih tangannya yang berada di pinggangku, lalu mengusap punggung tangannya dengan ibu jari."Aku baik-baik saja. Kamu nggak perlu khawatir."Tatapan Aaron akhirnya sedikit melunak. Ia membungkuk dan mengecup keningku cukup lama, seolah tidak terlalu peduli bahwa ada dua orang lain yang sedang berdiri di hadapan kami dan banyak pengunjung yang lalu-lalang melewati kami."Aku hanya meninggalkanmu sebentar untuk

  • Anak Rahasia Sang Alpha   297. Kemunculan Sang Suami

    ​"Benar, Fay. Bahkan setelah pernikahan kami nanti, Arya akan diberikan kepercayaan oleh ayahku untuk memegang kendali penuh atas perusahaan keluarga kami."​Tasya mengangkat dagunya sedikit, menyunggingkan senyum penuh kebanggaan, seolah baru saja menaklukkan dunia.​Sementara aku hanya bisa membeku di tempat.​Jadi, Arya benar-benar akan menikahi Tasya?Dari cara wanita itu berbicara, aku menangkap kesan bahwa jabatan yang akan diberikan ayahnya kepada Arya merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hubungan mereka.Benarkah hanya demi sebuah jabatan dan posisi di perusahaan besar, Arya sampai rela mengorbankan masa depannya?Pria idealis yang kukenal dulu, yang selalu membanggakan kerja keras dan integritas, kini bersedia menikahi wanita yang sama sekali tidak dicintainya?Dadaku mendadak terasa hambar. Aku akhirnya mengerti, bahwa di dunia ini, segala sesuatu—bahkan prinsip hidup seseorang—bisa terkalahkan dengan mudah hanya oleh kilauan uang dan kekuasaan.Aku melirik Arya. Raha

  • Anak Rahasia Sang Alpha   296. Kenyataan yang Berubah

    Arya adalah kakak tingkatku. Kami terpaut dua tahun, dan ia waktu itu sangat aktif di BEM.Dari dulu Tasya sangat tergila-gila padanya. Setiap ada wanita yang mendekatinya, ia akan melakukan segala cara agar mereka menjauh dari Arya. Termasuk padaku.Dan aku tidak menyangka, hari ini aku pun bisa bertemu dengannya.Kini, wanita itu berhenti tepat di samping Arya. Tanpa ragu, Tasya langsung mengaitkan tangannya pada lengan pria tersebut dengan gerakan manja."Kamu ternyata di sini. Aku sudah mencarimu dari tadi."Aku menatapnya dengan kening berkerut. Ada sesuatu yang terasa janggal dari pemandangan di hadapanku.Dahulu, Tasya selalu berusaha mencari perhatian Arya. Ia berkali-kali mendekati pria itu di kampus, berusaha mengajaknya berbicara, bahkan menyebarkan rumor bahwa mereka berpacaran. Namun, sejauh yang kuingat, Arya tidak pernah benar-benar menanggapi semua usahanya.Pria itu selalu menjaga jarak dan mengabaikannya dengan sikap yang begitu jelas hingga aku sendiri pernah bertan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   49. Lolongan yang Mencari

    ​Aku tidak tahu pasti kapan percakapan penuh ketegangan semalam berakhir. Yang teringat di benakku hanyalah sisa-sisa tatapan Aaron yang terlalu dalam, napasnya yang hangat menerpa wajahku, dan debaran jantungku yang terasa semakin keras, seolah ingin melompat keluar dari tempatnya.Saat kesadarank

  • Anak Rahasia Sang Alpha   6. Di Bawah Kuasa Sang Predator

    "Aaron, saya hanya ingin resign," kataku, mencoba terdengar tegas meski kakiku sudah seperti jeli."Dan aku adalah CEO-nya, Fay. Keputusanku mutlak," sahutnya datar. Kilatan emas di matanya meredup, kembali menjadi hitam, namun tekanan dari tubuh tegapnya tidak berkurang. "Rupanya kamu butuh waktu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   5. Aroma yang Menjerat

    Rapat berlangsung layaknya siksaan yang lambat. Aku berdiri di sudut ruangan, meremas surat pengunduran diri di dalam saku rokku yang kini terasa seperti barang bukti kejahatan. Sepasang mata elangnya yang tajam itu sesekali melirikku, seakan memastikan mangsanya tidak melompat keluar jendela.​"Fok

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status