แชร์

207. Rahasia di Balik Selimut

ผู้เขียน: malapalas
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-19 17:29:21

Napas kami yang semula memburu perlahan-lahan mulai teratur, menyisakan detak jantung yang berdegup seirama di keheningan kamar.

Sisa-sisa gairah yang baru saja kami lalui masih terasa pekat di udara. Aaron dengan penuh kelembutan mengecup keningku lama, menyalurkan rasa terima kasih dan pemujaan yang tak habis-habisnya, sebelum ia membersihkan tubuh kami dengan penuh kehati-hatian.

Kami tidak langsung berbaring setelah keintiman yang baru saja usai, melainkan memilih untuk tetap duduk berdampi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Anak Rahasia Sang Alpha   271. Laboratorium Sang Alpha

    Kecepatan mereka perlahan menurun setelah melewati celah sempit di antara dua tebing batu. Aaron akhirnya menghentikan langkahnya di sebuah jalur berbatu yang menghadap ke lembah tersembunyi.Edward berhenti beberapa langkah di belakangnya.Angin berembus melewati pepohonan, membawa kabut tipis yang perlahan terpecah di hadapan mereka. Di balik lapisan pepohonan dan tebing yang menjulang tinggi, bangunan laboratorium medis rahasia mulai terlihat.Dinding putih kelabu berdiri kokoh di tengah lembah, berpadu dengan kaca gelap dan struktur logam yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Bangunan itu jauh lebih besar daripada yang Edward bayangkan. Beberapa sayap bangunan membentang ke sisi lembah, sementara bagian lainnya tersembunyi di balik lereng batu dan pepohonan lebat.Tidak ada jalan umum yang mengarah ke tempat itu. Tidak ada papan nama atau tanda yang dapat mengungkapkan fungsi sebenarnya.Namun, Edward segera menyadari bahwa bangunan tersebut bukan sekadar laboratorium yang te

  • Anak Rahasia Sang Alpha   270. Menuju Laboratorium Rahasia

    Edward menatap profil wajah Aaron dari samping, kemudian tersenyum tipis.“Kamu benar-benar sudah berubah.”Aaron mengernyitkan kening. “Maksudmu?”“Dulu, kamu hanya tahu cara menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalanmu.”Edward menyilangkan tangan di depan dada.Kilat ngeri sekaligus kagum melintas di matanya saat mengingat memori kelam dua puluh lima tahun lalu—ketika Aaron kecil mengamuk dan berubah menjadi monster serigala yang menakutkan.“Sekarang kamu justru berbicara tentang masa depan, perlindungan, penelitian, dan bagaimana kehidupan setelah perang berakhir,” lanjutnya.Aaron memilih tidak menyahut.Edward terkekeh pelan melihat sikap dingin Aaron. “Jangan salah paham. Aku tidak sedang mengatakan kamu menjadi lebih lembut.”“Bagus,” sahut Aaron datar."Aku hanya ingin mengatakan bahwa ambisimu sekarang jauh lebih besar dan berbahaya.”Tatapan Aaron mengeras samar. “Ambisi tidak akan ada artinya jika tidak menghasilkan sesuatu yang bisa bertahan.”Edward mengangguk setu

  • Anak Rahasia Sang Alpha   269. Kedatangan Sekutu Sang Alpha

    Suara mesin jet pribadi perlahan mereda setelah pesawat itu berhenti di landasan khusus penerbangan privat. Beberapa petugas keamanan yang telah berjaga di sekitar area segera bergerak. Mereka berdiri dalam barisan teratur di sisi landasan, sementara angin yang berembus mengibaskan ujung jas hitam yang dikenakan masing-masing pengawal. Pintu pesawat terbuka. Beberapa detik kemudian, Edward Johnson muncul dari dalam kabin. Pria itu mengenakan setelan abu-abu gelap dengan kemeja putih yang rapi. Begitu melihat Aaron berdiri tidak jauh dari tangga pesawat, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya. “Aaron!” Edward menuruni tangga dengan langkah ringan sebelum berjalan menghampiri sang Alpha. Aaron membalasnya dengan senyum tipis. Ia mengulurkan tangan ketika Edward sudah berada di hadapannya. “Selamat datang, Edward.” Aaron menjabat tangan Edward dengan erat. “Terima kasih sudah menerima undanganku dan datang langsung ke sini.” Edward terkekeh pelan. “Kamu tidak perlu berterima ka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   268. Celah di Balik Rencana

    Benak Lira berputar cepat. Rasa sakit tiba-tiba mencengkeram hatinya.Pernikahan yang bukan hanya akan mengikat Aaron dan Fay secara resmi, tetapi juga berpotensi mengukuhkan kedudukan perempuan itu sebagai Luna dan Arsen sebagai pewaris sah di hadapan para pemimpin klan.Jemari Lira kembali mengepal. Ia tidak ingin membayangkan Aaron berdiri di hadapan semua orang bersama Fay, sementara dirinya dan semua pihak hanya bisa menyaksikan tanpa mampu melakukan apa pun.Lebih dari itu, ia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa pria yang dahulu begitu dekat dengannya kini telah membangun kehidupan yang sama sekali tidak lagi memberinya tempat.Lira menarik napas perlahan, berusaha meredam gejolak yang mulai menguasai dadanya.Beberapa saat kemudian, ia menatap Marcus dengan hati-hati.“Jika pernikahan itu sudah terdaftar secara sah ... apakah kita benar-benar tidak bisa melakukan apa pun?” tanyanya.Pertanyaan itu membuat Marcus terdiam sejenak. Ia kemudian berjalan menuju meja dan meletakka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   267. Jebakan di Balik Undangan

    “Bukan sekadar mengundangnya.” Marcus merebut dokumen itu dari tangannya. “Dia sengaja menempatkan nama investor itu di urutan pertama agar kita tahu bahwa pria itu akan menjadi bagian penting dalam pernikahan tersebut.”Marcus menunjuk daftar nama itu dengan telunjuknya.“Jika kita datang dan mencoba mengacaukan acara, kita bukan hanya akan berhadapan dengan Aaron, tetapi juga Edward Johnson.” Marcus mengepalkan tangannya. “Kamu tahu seberapa besar pengaruh investor itu terhadap perusahaan klan kita.”Lira terdiam, sementara Marcus melanjutkan dengan suara yang semakin berat.“Jika Edward menganggap tindakan kita sebagai ancaman terhadap kepentingan bisnisnya, dia bisa menggunakan kekuatan finansial dan hak investasinya untuk menggeser kepemilikan saham pihak-pihak yang terlibat.”“Termasuk saham milik Dewan?” tanya Lira.“Bukan hanya milik Dewan.” Tatapan Marcus mengeras. “Saham milik para Tetua dan seluruh pihak yang mendukung tindakan tersebut bisa dipindahkan melalui kesepakatan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   266. Amarah Sang Tetua

    Gebrakan meja terdengar keras ketika tinju Tetua Marcus menghantam permukaan meja kerjanya.Surat undangan pernikahan yang baru saja dibacanya tergeletak di hadapannya. Lambang keluarga Aaron tercetak jelas pada bagian atas, disertai pesan resmi dari utusan pribadi Sang Alpha.Namun, bukan undangan itu yang membuat amarahnya memuncak. Melainkan lampiran berisi daftar tamu yang telah dipersiapkan Aaron.Marcus meraih lembaran tersebut dan membacanya sekali lagi, seolah berharap nama yang tertera di urutan paling atas akan berubah.Tetapi nama itu tetap sama.Edward Johnson.Investor terbesar dan terkuat yang kini begitu diagung-agungkan oleh klannya.Seorang pengusaha asal Singapura yang telah menyuntikkan dana fantastis ke perusahaan Aaron, memperkuat posisi bisnisnya sekaligus memperluas pengaruhnya di antara para pemimpin klan.Dan sekarang, pria itu tercantum sebagai tamu terpenting dalam pesta pernikahan Aaron yang akan diselenggarakan besok.Marcus meremas kertas di tangannya.Se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

  • Anak Rahasia Sang Alpha   81. Ancaman dari Dalam Rahim

    "Aku nggak akan gagal," ucap Hendra dingin.​Pria bermantel hitam itu memperhatikannya selama beberapa saat, seolah sedang menakar kadar keyakinan di mata Hendra, sebelum akhirnya terkekeh pelan."Aku sangat berharap begitu, demi keselamatan nyawamu sendiri."​Ia berbalik perlahan, mantel hitamnya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   73. Predator yang Terbangun

    Jessi memejamkan mata perlahan. Untuk beberapa saat, ia hanya duduk diam tanpa bergerak. Namun perlahan, napasnya mulai berubah lebih berat. Naluri serigalanya bergerak samar di bawah kulit, merespons emosi yang kini tidak lagi kacau, melainkan dingin dan terarah.​Ia bisa merasakannya dengan jelas

  • Anak Rahasia Sang Alpha   67. Ketika Pemburu Mulai Saling Membaca

    ​​Lorong itu kembali sunyi. Namun, atmosfer kali ini terasa sangat berbeda. Keheningan tersebut bukan lagi kehampaan, melainkan sebuah jeda yang sarat akan ketegangan.​Di balik pilar batu yang tinggi, bayangan hitam itu tetap diam beberapa saat lebih lama. Sosok tersebut tampak memastikan bahwa la

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status