LOGINPOV Andre
" gue ga tahu sekarang gue harus sedih atau bahagia rif." ucap nya dengan lemah " gue minta maaf rif, padahl ida itu cewek yang lo suka." " ini bukan salah lo,serapat apapun di tutupi suatu saat akan ketahuan. harus nya lo senang kan sekarang lo punya adik " " tapi apa yang harus gue jelasin" tok....tok...tok... Assalamualaikum" " Ya Allah, baru aja nafas udah balik lagi aja, ga tahu apa jantung gue deg deg an kalau deket pak arif" batin ku " waalaikumsalam" jawabku sambil.membuka pintu " pak, udah balik lagi aja, ga cape apa?" sentak ku " astaghfirullah, pak siapa da? ini gue" sisil menepuk bahu ku dan mengerling nakal sambil senyum senyum. " eh.... anu.... tadi ada pak RT ke sini," ucap terbata bata " pak Rt apa pak rt, kok muka nya merah gitu?" sisil menggoda ku " ya udah masuk, kasian ibu capek" ucapku mengalihkan " gimana bu jalan jalan sama petasan banting? aman kan telinga ibu?" tanya ku sambil memegang tubuh ibu. " ibu senang banget da, lihat ni belanjaan ibu, sisil pinter loh pilih pil
" (gimana da aman?)" " (udah pak, ibu udah berangkat sama sisil)" " ( cepat ganti ke vc )" seru pak arif " ( ida, ibu kamu gimana kabar nya?)" " (baik yah, tapi maaf ida masih belum bisa ngajak ibu untuk bicara sama ayah. mudah mudahan sisil berhasil rayu ibu, doain aja ya yah. ayah jangan banyak pikiran nanti sakit)" "(iya da)" "( pak, saya mau bicara nih, )" "(ya udah ngomong aja da, yang ada di sini kan keluarga kamu semua)" "(cccckkk bapak mah ga ngerti ah, saya kan malu)"
"Da,....kamu baik baik aja?" ibu mengetuk pintu kamar " aku keluar kamar, aku harus bicara sama ibu tentang ini semua." " bu, ada yang harus kita bicara kan." aku duduk di kursi makan " iya da, dari kamu tadi pulang nangis seperti itu, ibu udah pengen tanya tapi ibu tahu mungkin kamu perlu waktu " " bu, aku ketemu ayah." " astaghfirullah, beneran da? ibu terkejut " iya bu, ternyata " iya bu, ternyata ayah itu, ayah nya pak andre sahabat nya pak arif. selama ini ayah tinggal di bandung dengan istri pertamanya bu." "Ya Allah." ibu memegang dada nya dengan mata yang menahan tangisan.
POV Andre " gue ga tahu sekarang gue harus sedih atau bahagia rif." ucap nya dengan lemah " gue minta maaf rif, padahl ida itu cewek yang lo suka." " ini bukan salah lo,serapat apapun di tutupi suatu saat akan ketahuan. harus nya lo senang kan sekarang lo punya adik " " tapi apa yang harus gue jelasin ke nadia dan keluarga nya? ga mungkin kan gue bilang anak dari selingkuhan ayah?." andre menjambak rambut nya " gue heran sama ibu, dia kok ga ngomong soal ini ya, padahal waktu itu gue ada di sisi nya sampai meninggal ." " mungkin nyokap lo merasa bokap lo udah tanggung jawab, dia kan selalu kirim uang bulanan buat ida." " bro, lo ga benci gue kan?" sahut andre
" bapak mau ke kantor apa ke rumah sakit?" tanyaku setelah selesai meeting " udah jam 3 ya da, ka rumah sakit aja.kamu sekalian ikut ya." " baik pak." " wan, kita langsung ke rumah sakit". " siap pak" jawab pak iwan sambil mengangguk " mobil.melaju menuju rumah sakit." " Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu ruang rawat inap " Waalaikumsalam." mba aisyah menjawab " aku menyalami bu sofi." " pah, kita pulang sekarang, mama mau ambil baju dulu biar aisyah di sini." ucap bu sofi " lah ica dimana?" tanya pak dirga
" pagi bu,,...." ucapku sambil mengambil gelas " ibu masak dari jam berapa? udah kelar aja jam segini?" sambil mencomot bakwan goreng " lagi banyak jahitan da, jadi ibu masak sekalian buat siang." " ibu jangan capek capek ya." " nggak capek kok, ibu kan di bantu sama 2 orang." " da, kalau masih pada repot di rumah sakit, ica pulang sekolah suruh kesini aja." " nanti kita tanya anak nya aja, sekarang aku bangunin dia dulu." "wah anak cantik udah wangi aja, mau sarapan apa?" " apa saja nenek" ica menjawab sambil naik ke kursi " ini susu nya di minum dulu." " makasih tan"







