Share

Bab 32

Author: Delf
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-05 08:50:34

“Bagaimana kabar si dokter?” tanya Calvin ketika sedang diperiksa oleh Anna.

Anna menghela nafas kasar, “Dia sudah putus dengan dokter koas.” Ucapnya sambil memakaikan manset di lengan Calvin.

“Bagus dong, berarti kamu ada kesempatan.”

“Dia nggak tertarik sama saya.”

“Dari mana kamu tau?” Calvin mengernyitkan dahinya.

Anna menggidikkan bahunya, “Aku dengar sendiri kalau dia bilang saya kurang cantik dan seksi.”

Sebelah alis Calvin terangkat lalu dia tersenyum sambil menggeleng seakan tidak perc
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Antidote   Bab 109

    “Anna...”“Kak Victor?” Anna cukup terkejut melihat Victor yang sedang menunggunya di teras depan rumahnya. Anna heran melihat ketika hubungannya dengan Victor telah berakhir, pria itu justru semakin sering berkunjung ke rumahnya.“Ada apa, Kak?” tanya Anna penasaran dan kemudian duduk di kursi sebelah Victor.“Nggak apa-apa, pengin main aja ke sini.” Jawab Victor tersenyum.“Oh, nggak jalan sama Sherly?” tanya Anna pelan.“Aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Sherly, Na.” Ucap Victor pelan namun terlihat penuh penekanan.Anna mengangguk, “Ya kan nggak harus punya hubungan khusus Kak buat jalan bareng. Sama aja kan Kak Victor ke sini buat main aja, tidak berarti ngapel pacar.”Victor terdiam, sejak kapan Anna menjadi berubah? Dulu gadis ini sangat penurut dan kalem, tidak pernah ada bantahan sedikit pun. “Aku lebih suka ke sini.” Ucap Victor akhirnya.Anna kembali mengangguk dengan wajah polosnya, “Kak Victor baru pulang praktek?” Anna berusaha mengalihkan pembicaraan dan jujur ada r

  • Antidote   Bab 108

    Lama terdiam, ayah Ivan berkata, “Papa tidak salah dengar?”Ivan menggeleng, “Ivan serius, Pa. Ivan mencintai Olivia.”“Olivia sudah pernah menikah, Ivan. Dan.. sudah ada Dariel.”“Ivan tau, Pa.”“Kamu sudah tau, tapi kenapa kamu masih berani bilang mau menjadikan Olivia pacar?? Jika kamu mau cari pacar, jangan sama Olivia, cari saja perempuan lain. Papa tidak akan merestui.”“Pa…” Ivan berdiri, emosinya terpancing. Namun Olivia langsung menghentikan Ivan, menarik tangan pria itu agar tetap duduk dan tenang.“Om, maaf. Ivan.. Ivan hanya bercanda.” Ucap Olivia terpatah-patah, berusaha mati-matian menahan air matanya.Mama Ivan mengelus lengan suaminya, mencoba menenangkannya.“Olivia, aku tidak bercanda!” Ivan menatap Olivia tajam. “Pa, suka atau tidak suka, Ivan tetap memilih Olivia!” Ucap Ivan sungguh-sungguh.“Ivan…” ucap Olivia lirih.“Kenapa?” sahut ayah Ivan kembali.“Ivan mencintai Olivia, apapun statusnya. Hanya Olivia yang bisa membuat Ivan bahagia.”Papa Ivan terdiam, menatap

  • Antidote   Bab 107

    Setelah menelpon sang mama, Anna kemudian menaiki mobil Calvin.“Emang aku harus ikut ya ke acara besok? Aku kan nggak kenal.”“Ya makanya kenalan dong.” Ucap Calvin sambil menstater mobilnya.“Kenapa begitu? Kita kan cuma pura-pura.” Pancing Anna.“Ya soalnya semua disuruh bawa pasangan. Stef sama Andrew, Ivan sama Olivia. Om James taunya aku sama kamu.”“Jadi, Ivan dan Olivia uda pacaran?”Calvin menggidikkan bahu, “Nggak tau juga, kayaknya sih Olivia mulai membuka hati. Karena itu kita harus hadir, biar semakin meyakinkan mereka.”“Jadi.. kalau mereka sudah berhasil jadian...”“Kita tidak perlu berpura-pura lagi.”Deg! Hati Anna mencelos. Oke tadi dia sempat merasa besar kepala dan triknya berhasil sehingga Calvin datang ke rumahnya dan mengajaknya keluar. Sayangnya semua semata karena untuk meyakinkan Ivan dan Olivia soal hubungan pura-pura mereka.Anna terdiam, entah mengapa rasanya dia patah hati, padahal hingga kini hubungannya dengan Calvin bahkan hanya status pacar pura-pura.

  • Antidote   Bab 106

    Anna baru saja membuka matanya ketika didengarnya ketukan pintu di ruang tamu. Gadis itu mengerjapkan matanya, mengumpulkan kembali separuh nyawanya yang belum sepenuhnya kembali. Di tengah keputusasaannya, Anna akhirnya memilih membaca novelnya yang sudah lama terbengkalai, namun malah membuatnya tertidur.Gadis itu kemudian beranjak turun dari kasurnya dengan gontai, dengan sangat terpaksa menyeret kakinya menuju pintu depan.“Ck.. mama ini pasti lupa bawa kunci rumah lagi.” Gerutunya. Sang mama setelah makan siang langsung keluar bersama temannya untuk arisan bulanan dan biasanya para ibu-ibu itu seakan tidak mengenal waktu sampai salah satu di antara mereka menerima telpon dari rumah mereka untuk memintanya pulang.“Ma... kok cepet banget baliknya?” ucap Anna ketika membuka pintu rumah sambil mengucek matanya. “Cal.. Calvin?”Calvin mengangkat sebelah alisnya melihat rambut Anna yang masih berantakan dengan wajah bantalnya dan juga kaos oblong dan celana pendek. Namun kali ini Ann

  • Antidote   Bab 105

    “Gimana, Ma? Calvin bilang apa?” tanya Anna begitu sambungan telpon itu terputus.Cecilia tersenyum jail, “Penasaran amat sih?” Ucapnya sambil mencubit hidung mancung sang putri.Tampang Anna menggerutu tapi tetap bertanya, “Nada suaranya gimana, Ma?”“Biasa aja sih.” Ucap Cecilia setelah memikir sesaat.“Tuh kan, Ma.” Anna menghempaskan tubuhnya di atas sofa. “Dia itu nggak ada perasaan sama Anna.”“Tau dari mana?”“Ya buktinya pesan aku dari kemarin malam nggak dibalas, terus ini dia biasa aja pas mama bilang aku jalan sama Victor.”“Ini kita mau ngetes Calvin, kenapa jadi sekarang kamu yang galau gitu ya?”“Ya kalau gagal gimana dong, Ma?”Cecilia tertawa, “Wah.. wah... wah... fix kamu uda jatuh cinta sama dia.”“Mama!”“Kita tunggu aja ya. Uda sekarang kamu bantuin mama dulu di dapur.”***“Kenapa, Vin? Kok cemberut gitu mukanya?” Steffany menepuk pundak sepupunya yang nampak diam termenung di pojokan. Beberapa tamu sudah mulai pulang sehingga dia bisa sedikit bersantai setelah le

  • Antidote   Bab 104

    “Calvin, kamu di mana sih?” dering telpon di pagi hari membuat Calvin menggeliat dan langsung menerimanya dengan mata yang masih terpejam tanpa melihat siapa si penelpon. Namun suara cempreng yang memekakkan telinga membuat pria itu menjauhkan telpon dari telinganya.“Ck.. kenapa Stef? Aku masih ngantuk.”“Uda hampir jam sebelas ini, tamu-tamu uda pada datang. Kamu cepetan, aku nggak bisa melayani semua tamu sendirian.”“Tamu?” Calvin memijit kepalanya yang terasa pening karena mendengar teriakan Steffany di pagi hari.“Jangan bilang kamu lupa kalau hari ini grand opening kantor Kak Ivan.”“Astaga!! Aku mandi dulu dan segera ke sana.” Ucap Calvin langsung mematikan sambungan telpon tersebut tanpa menunggu jawaban atau dipastikan omelan dari Steffany.Dalam waktu kurang dari tiga puluh menit pria tampan itu sudah berada di sebuah ruko yang lumayan luas yang kini secara resmi telah menjadi kantor baru Ivan. Walau tidak mengenal semua tamu yang hadir, namun dengan keahliannya dari bersos

  • Antidote   Bab 7

    “Calvin?” Olivia terkejut, raut wajahnya campur aduk, antara marah, sedih, dan juga khawatir. “Ka.. kamu?” ucapnya masih bergeming di tempatnya.“Liv..” ucap Calvin terbata, terkejut dengan kehadiran Olivia.Pandangan Olivia mengarah tajam ke Steffany, membuatnya menundukkan kepala karena merasa be

  • Antidote   Bab 3

    “Thanks ya, kok kamu bisa tau sih aku suka baca novel?” suara Sherly terdengar dari balik pintu ruangan Victor yang tidak tertutup rapat.“Aku hanya menebak saja, syukurlah kalau kamu suka.” Suara bas terdengar membalas perkataan si dokter koas tersebut.“Kamu yang milih novel ini?”“Ya iya dong, t

  • Antidote   Bab 2

    Hari ini adalah jadwal libur Anna, dan gadis imut itu memilih untuk berjalan-jalan ke mall seorang diri dan berencana ke toko buku untuk membeli buku sketsa. Sebenarnya Anna ingin menjadi seorang design grafis, dan keluarganya sudah mendukung karena bakat menggambarnya memang sudah terlihat sedari

  • Antidote   Bab 1

    Bunyi sirene ambulans terdengar memasuki halaman rumah sakit, dengan secepat kilat Anna bersama dengan perawat lainnya segera berlari ke arah pintu Instalasi Gawat Darurat, bersiap untuk menyambut pasien yang baru saja datang.“Kecelakaan tunggal, diperkirakan ada tulang yang patah. Pasien mengalam

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status