Share

Tidak Ingin Bertemu

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-10-10 13:36:31

"Ya Tuhan, syukurlah, Leo! Syukurlah akhirnya kita mendapatkan semua bukti untuk membersihkan namamu."

Leo pulang keesokan harinya setelah pertemuan dengan Nico. Ia langsung menceritakan semua pada Elisa dan Elisa mendesah lega.

"Ya, Sayang, akhirnya semua masalah ini akan selesai. Velia benar-benar salah berurusan denganku. Aku bukan tipe orang yang akan menerima semua begitu saja."

"Tapi dia pasti sudah tidak waras karena membiarkan dirinya benar-benar hamil tanpa suami."

"Entah apa yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Malu dan Kecewa

    Saat Melda tiba di koridor toilet dan melihat Velia di sana, Melda sudah ingin menghampiri anaknya itu. Ia melihat Velia tidak apa-apa dan ia hampir saja memarahi Leo karena sudah membuatnya cemas. Namun, Leo menahannya lagi, membuatnya bertanya-tanya apa yang sebenarnya pria itu lakukan. Sampai beberapa detik kemudian, ia mulai mendengar percakapan Velia dan Nico. Melda pun tidak tahan lagi mendengar semua pengakuan itu sampai akhirnya ia melangkah masuk ke koridor toilet dan menghampiri anaknya itu. "Cukup, Velia! Hentikan semua ini!" Velia membelalak begitu lebar saat melihat Melda melangkah ke arahnya. Jantungnya memacu kencang dan ia gemetar, takut Melda mendengar semua pembicaraannya dengan Nico. "I-Ibu? Ibu, mengapa Ibu ...." Belum sempat Velia menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan sudah dilayangkan ke wajahnya. Plak!"Akhh!" pekik Velia kaget dan makin ketakutan. Ia memegangi pipinya sambil menatap ibunya tidak percaya. "Ibu ... Ibu menamparku?" Melda menatap anakn

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menyakitkan

    "Kau datang, Bos?" Begitu mengetahui rencana Gary, Leo dan Elisa langsung menyusul ke mall. Mereka pun segera menghampiri Gary. "Bagaimana? Sudah mendapat kesempatan?" "Velia sedang ke toilet dan Nico menyusulnya." "Lalu Bu Melda di mana?" "Sendirian di restoran, Bos." Leo terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia mengangguk. "Aku akan menyusulnya." Leo pun segera menghampiri Melda yang tidak jauh dari tempatnya. Melda sedang berkutat dengan ponselnya dan bersantai. Wanita itu sudah selesai makan. "Selamat siang, Bu Melda," sapa Leo. "Selamat siang, Bu Melda," sapa Elisa juga. Melda tersentak dan langsung menoleh. "Oh, Pak Leo dan Bu Elisa!" Melda bangkit berdiri dari kursinya. "Kebetulan sekali bisa bertemu kalian di sini." "Ya, tapi Anda datang bersama Velia kan?" "Ya, aku bersama Velia, hanya saja, Velia sedang ke toilet." Leo mengangguk lagi, melirik ke arah Elisa, sebelum mereka membagi tugas. Elisa akan tinggal untuk membayar makanan, sedangkan Leo akan membawa Melda ke

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tidak Ingin Bertemu

    "Ya Tuhan, syukurlah, Leo! Syukurlah akhirnya kita mendapatkan semua bukti untuk membersihkan namamu." Leo pulang keesokan harinya setelah pertemuan dengan Nico. Ia langsung menceritakan semua pada Elisa dan Elisa mendesah lega. "Ya, Sayang, akhirnya semua masalah ini akan selesai. Velia benar-benar salah berurusan denganku. Aku bukan tipe orang yang akan menerima semua begitu saja." "Tapi dia pasti sudah tidak waras karena membiarkan dirinya benar-benar hamil tanpa suami." "Entah apa yang ada di pikirannya. Tapi yang bisa aku lihat, Bu Melda senang sekali akan mendapat cucu." "Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini. Dan dalam setiap hal buruk, aku percaya selalu terselip hal baik." Leo mengangguk sambil menatap istrinya itu dengan penuh cinta. "Seperti dalam setiap hal buruk yang menimpa kita kan?" Elisa ikut mengangguk sambil tersenyum. Keduanya saling bertatapan sejenak, sebelum mereka saling berpelukan dan berciuman mesra. Memeluk dan mencium suaminya saat se

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Mengakui Semuanya

    Nico membeku mendengar ucapan Leo.Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya seketika lenyap. Ia menatap Leo dengan mata membelalak, seolah baru saja mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.Pria yang sedang difitnah Velia adalah Leo, pimpinan Hartono Group? Bagaimana bisa semuanya menjadi serumit ini?"Pak Leo ... maksud Anda apa?" Nico mencoba tertawa kecil, meskipun suaranya terdengar kaku. "Aku rasa ada kesalahpahaman di sini."Leo tidak tersenyum. "Kesalahpahaman apa?""Aku ... aku memang mengenal Velia, tetapi hubungan kami tidak seperti yang Anda pikirkan.""Oh, begitu?"Leo mengambil sebuah dokumen dari atas meja, kemudian meletakkannya di hadapan Nico."Kalau begitu, jelaskan kepadaku mengapa kau beberapa kali menginap bersama Velia di hotel!" Nico menatap dokumen itu dengan wajah semakin pucat. Di sana terdapat beberapa foto dirinya bersama Velia. Ada pula catatan tanggal perjalanan dan sejumlah informasi mengenai pertemuan mereka.Nico tidak tahu dari mana Leo mendapatkan

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Syarat Kontrak

    "Buat beritanya lebih heboh lagi! Sekarang kau bisa menyebut namaku sedikit-sedikit sebagai korban agar semua rekan bisnis Leo mulai menyerangnya juga." Malam itu, Velia sudah berbaring di ranjangnya sendiri. Setelah opname selama tiga malam, akhirnya Velia sudah boleh pulang dengan kondisi yang lebih baik. Leo sama sekali tidak menjenguknya selama ia di rumah sakit dan itu membuat Velia kesal. Seharusnya Leo merasa bersalah dan minta maaf, menunjukkan itikad baik dengan menjenguknya, tapi pria itu sama sekali tidak melakukannya. Selain itu, di setiap wawancara, Leo terlihat sangat tenang. Bahkan gosip yang awalnya membuat Leo stres itu baru beberapa hari saja langsung teredam. Velia pun tidak suka rencananya berantakan. "Pokoknya pakai cara apa pun agar Leo hancur dan berakhir dengan bertanggung jawab padaku!" geramnya lagi tanpa ampun. Tanpa ia ketahui, Leo sedang bersiap untuk berangkat ke Singapore. Leo pun berangkat sendiri keesokan harinya karena Elisa harus menemani Alden

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menemukan Pria Itu

    "Cari pria bernama Nico Ardhana itu, Gary! Cari sampai dapat dan bawa kepadaku!" "Baik, Bos!" Leo tidak membuang waktu dan langsung memberi perintah pada Gary keesokan harinya. Gary pun segera mencari tahu semua dan ia menemukan bahwa Nico adalah seorang model yang cukup dikenal di bidangnya. Namanya beberapa kali muncul dalam berbagai acara fashion, pemotretan majalah, hingga kampanye beberapa merek ternama. Namun setelah kabar tentang Velia mulai mencuat, Nico seolah menghilang.Leo masih duduk di ruang kerjanya sambil menatap layar laptop sore itu saat Gary masuk dengan beberapa lembar laporan di tangannya. "Bos, aku sudah telusuri semua informasi tentang Nico."Leo mendongak menatap asistennya itu. "Bagaimana hasilnya?" "Dia memang tinggal di Bali, di sebuah apartemen di kawasan Seminyak. Tapi masalahnya, dia hampir tidak pernah berada di sana selama satu bulan terakhir."Leo mengernyit. "Ke mana dia pergi?" "Awalnya aku juga kesulitan menemukannya. Tapi aku coba telusuri ja

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status