Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 210 - Menginap

Share

Chapter 210 - Menginap

Author: Nyx
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-20 23:24:56

Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan merasa jijik dengan mayat-mayat ini. Meskipun dia bukan orang yang banyak protes atau mudah merasa risih, namun mayat-mayat ini sudah didiamkan selama beberapa waktu.

Sehingga baunya cukup menyengat dan penampilan mereka juga menjijikkan, membuat Ning Xueqin merasa muak dan ingin muntah.

Namun dia tidak ingin membuat keributan sehingga hanya menundukkan kepalanya dan meminimalisir udara yang dia hirup di sini.

Tiba tiba ada kantung wewangian yang diserahkan k
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 210 - Menginap

    Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan merasa jijik dengan mayat-mayat ini. Meskipun dia bukan orang yang banyak protes atau mudah merasa risih, namun mayat-mayat ini sudah didiamkan selama beberapa waktu.Sehingga baunya cukup menyengat dan penampilan mereka juga menjijikkan, membuat Ning Xueqin merasa muak dan ingin muntah.Namun dia tidak ingin membuat keributan sehingga hanya menundukkan kepalanya dan meminimalisir udara yang dia hirup di sini.Tiba tiba ada kantung wewangian yang diserahkan kepadanya, Ning Xueqin mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya.Ternyata itu adalah Xie Guang, namun dirinya tidak langsung menerimanya dan menatap Xie Guang dengan tatapan penuh tanda tanya.“Terimalah,”desak Xie Guang padanya.“Tidak, terima kasih atas niat baik Tuan muda Xie. Namun nanti jika Nona Zhu datang dan melihat maka takutnya akan salah paham, ini hanya akan merugikan Tuan muda Xie,” balas Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan mengambil sapu tangan untuk menutup wajahnya.Xie

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 209 - Bertengkar

    Xie Guang masih tidak percaya bahwa dirinya, seorang gadis kecil yang dimanjakan masih bisa mendeteksi keberadaan pasukan rahasia yang mengawalnya.“Lupakan saja, fokuslah dengan masalah ini. Orang ini harus dipertahankan nyawanya, sisanya bunuh saja,” perintah Ning Xueqin.Ning Xueqin mengayunkan cambuknya dan menjerat leher seorang pembunuh bayaran yang merupakan pemimpin timnya.Pasukan rahasia yang dipimpin oleh Xie Guang dengan sangat cepat melumpuhkan pembunuh bayaran ini.“Hal ini aku ingin mendapatkan jawabannya sampai tuntas, mau tidak mau merepotkan Tuan muda Xie untuk hal ini,” ucap Ning Xueqin lalu berbalik dan naik ke atas kereta kuda.“Tunggu sebentar, Tuan Putri!” panggil Xie Guang dari belakang.Ning Xueqin menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk melihat Xie Guang.Lalu Xie Guang juga berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.“Untuk masalah ini harus merepotkan Tuan Putri untuk datang ke kediaman hamba dan memberikan kesaksian, jika Tuan Pu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 208 - Pasukan Bantuan

    Mei Qian dan Zilan langsung berubah menjadi waspada dan mengambil keluar senjata mereka yang sudah disiapkan di dalam kereta kuda.Ning Xueqin melirik ke sudut bangunan yang lain dan tertawa ringan, sebelum akhirnya melangkah keluar.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian menyerahkan sebuah cambuk besi berwarna merah muda yang cantik dan mengerikan pada saat yang sama.“Siapa yang mengirim kalian? Bukankah kalian setidaknya harus memberitahuku sebelum kematianku?” tanya Ning Xueqin dengan polos.“Tidak perlu tahu!” jawab salah satu pembunuh bayaran dan menerjang ke arahnya.Tatapan Ning Xueqin menajam dan dirinya mulai mengayunkan cambuk besi itu, sebelumnya dia belum terlalu pandai dalam menggunakan cambuk itu.Namun bisa karena terbiasa, apalagi jika harus dibandingkan dengan pedang untuk senjata jarak dekat maka dia tidak akan pernah terbiasa.Cambuk memiliki berat yang ringan dan gerak yang fleksibel serta jangkauan yang luas, sangat cocok dengan tubuhnya yang cenderung kal

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 207 - Kepungan

    Ning Xueqin menoleh kepada Yue Long dengan senyum canggung yang tidak nyaman, karena meskipun dirinya membenci Ning Chuan namun dia tidak pernah bertindak terang-terangan.Dia merasa tidak bahagia ketika ada orang lain yang mengetahui masalah konflik internal ini namun dengan cepat menyembunyikannya.“Tidak masalah, aku akan mengurusnya.”Kemudian mereka pun segera kembali ke tujuan awal mereka bersama dengan tambahan satu orang, yaitu Li Zhen.“Terima kasih kepada Tuan Putri untuk menyelamatkanku!” seru Li Zhen.“Ya, sekarang aku ingin menawarkanmu sesuatu. Jika kamu ingin maka kamu bisa menjadi pelayanku, kamu akan membantuku bersosialisasi dengan wanita wanita bangsawan di Ibukota,” balas Ning Xueqin.Li Zhen terlihat berpikir dan berusaha untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihannya kelak.“Li Zhen akan melayani Tuan Putri… namun bisakah Tuan Putri membawa Ibuku keluar dari rumah? Jika tidak maka Ibuku pasti akan mati,”mohon Li Zhen dengan pasrah.“Itu adalah hal yang mudah,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 206 - Hukuman

    Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 205 - Pejabat Li

    “Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 62 - Mandul?

    Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 45 - Gelisah

    Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 41 - Umpan

    “Lumayan.” Ucap Kaisar Ning pada akhirnya. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan lumayan senang, lumayan berarti tidak buruk hal ini menandakan bahwa Kaisar Ning cukup senang dengan pemberiannya. Jadi Ning Xueqin pun menundukkan kepalanya dan ingin kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya Ka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 40 - Es Krim

    Orang yang melihat seringaian Ning Xueqin bukanlah Su Changyue seorang melainkan Su Ming juga melihatnya dengan jelas. Pada saat itulah Su Ming merasa merinding seluruh tubuhnya, merasa bahwa dirinya telah berhasil diintimidasi oleh seorang gadis kecil. Ning Xueqin berbalik dan memasang kembali t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status