مشاركة

Chapter 30 - Utang

مؤلف: Nyx
last update تاريخ النشر: 2026-04-16 22:59:25

Ning Xueqin mengangkat bulu matanya yang indah hanya untuk melihat siapa yang datang menyapanya, ternyata itu adalah Istri Jenderal Naga, Nyonya Gu.

"Tuan Putri pasti merasa canggung karena ini adalah perjamuan pertama Tuan Putri, namun hamba akan menemani Tuan Putri. " Ucap Nyonya Gu dengan lembut.

Ning Xueqin tertegun namun dengan cepat tersadar dan mengeluarkan cangkirnya lalu menuangnya dengan teh dan bersulang dengan Nyonya Gu.

"Terima kasih atas pengertian, Nyonya Gu. Soal masalah ini
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 67 - Adu Domba

    “Benar, sikap Yang Mulia kepada Tuan Putri bukan tanpa alasan seperti ini. “ Ucap Qingmu dengan penuh keyakinan. Ning Xueqin masih tidak paham dengan maksud perkataan Qingmu lalu mengajak Qingmu untuk duduk di salah satu paviliun di dekat sana yang kosong dan sepi. Sayang sekali bahwa halamannya telah hangus sehingga tidak nyaman untuk mengajak orang lain berbicara seperti ini. “Bibi jelaskan dengan baik, Xueqin akan mendengarkanmu. “ Ucap Ning Xueqin. “Begini… Dua hari lalu saat Yang Mulia mendengarkan bahwa Tuan Putri di serang oleh pembunuh bayaran maka Yang Mulia sangat khawatir. ““Namun… utusan Putra Mahkota mengatakan bahwa Tuan Putri kemungkinan besar merencanakan semua ini sendirian. ““Dengan begitu bisa mengambil perhatian Yang Mulia dan dengan sengaja menyudutkan Putra Mahkota di hadapan umum. ““Karena dikatakan kalau Tuan Putri tidak puas dengan kakaknya sendiri dan ingin memerintah Pengadilan Istana sendiri juga. ““Hal ini membuat Yang Mulia merasa marah dan tidak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 66 - Bibi Qingmu

    “Baik, tolong sampaikan kepada Ayahanda bahwa Xueqin akan mencatat setiap perkataan Ayahanda dan merenungkan nya dengan baik.”Ucap Ning Xueqin menundukkan kepalanya lalu langsung berbalik. Kasim Yu menyeringai melihat Ning Xueqin yang berjalan menjauh sementara seorang pelayan tua dengan takut takut mengintip semua ini dari balik dinding. Lalu ketika Ning Xueqin sudah berada di luar halaman Kaisar Ning, dirinya berlari ke arah kolam ikan koi dan menatap pantulan dirinya sendiri di air dengan kesal. Wajahnya cemberut dan jelas sekali bahwa dia merasa sangat kesal, sudah jelas bahwa dirinya adalah korban dan Ayahnya masih ingin menyalahkannya? Betapa hebatnya seorang Kaisar Ning yang berkuasa! Ning Xueqin tidak seharusnya datang kemari dan berterima kasih. Ning Xueqin mengeluh sembari menendang kerikil ke air dengan kesal, Mei Qian melihat suasana hati Tuan Putrinya ini sedang tidak stabil sehingga dengan tenang berdiri di balik punggung Ning Xueqin dan mengelus punggung Ning Xueqi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 65 - Senyum Pahit

    Karena tidak ada masalah mendesak di proses pembangunan ulang rumahnya maka Ning Xueqin pun tidak terlalu memperdulikannga lagi. Ning Xueqin kembali ke tujuan awalnya yaitu untuk berterima kasih kepada Ayahnya atas segala hal. Walaupun mungkin baginya sebenarnya perhatian orang tua kepada anaknya adalah hal yang wajar. Namun bagi seorang penguasa tertinggi seperti Kaisar, itu adalah anugerah terbesar yang bisa dia berikan kepada putra putrinya. Hal ini tentu saja terpancar dari reaksi setiap orang yang terkagum kagum dengan reaksi Kaisar dan kekhawatiran Kaisar kepada dirinya, seorang Tuan Putri yang dibenci. Ning Xueqin menggelengkan kepalanya ringan dan menghapus semua pemikiran buruk itu. Alangkah baiknya jika dia hanya berterima kasih dan tidak membuat kesannya di hadapan Ayahnya menjadi semakin memburuk. “Apakah Tuan Putri merasa tidak nyaman? “ Tanya Mei Qian dengan kebingungan sekaligus khawatir. Ning Xueqin tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya, “Aku tidak apa a

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 65 - Kemajuan Pembangunan

    Setelah selesai berganti pakaian, Ning Xueqin langsung makan bubur yang disiapkan oleh Zhen Lingyu untuknya. Ning Xueqin tentu saja tidak akan menyia nyiakan kebaikan semacam ini atau lebih tepatnya dia tidak ingin repot lagi. Setelah itupun Ning Xueqin langsung melangkah keluar untuk pergi ke halaman Ayahnya dan berterima kasih atas penjagaan Ayahnya selama dia pingsan. Walaupun berat hati dan masih curiga dengan keterlibatan Ayahnya dalam mengirimkan pembunuh bayaran itu, tetap saja Ning Xueqin harus berterima kasih dan berpura pura tidak tahu apapun. Karena… jika dirinya masih ingin hidup dengan baik maka dirinya harus bersabar dan berusaha untuk menghapus kebencian dengan siapapun. Namun pada saat perjalanan menuju ke halaman Ayahnya, dirinya justru melewati halaman miliknya yang hangus terbakar. Memang benar seperti yang dikatakan oleh Zhen Lingyu bahwa ada banyak sekali orang yang membangun kembali halamannya. Mungkin… lebih dari lima belas orang. Ning Xueqin pun tertari

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 64 - Tenang dan Keji

    Ning Xueqin mau tidak mau teringat dengan drama televisi Kekaisaran yang sering dia tonton dulu bersama Ayah Ibunya, dimana para selir yang berkuasa atau bahkan Permaisuri yang Agung akan memaksa selir yang lebih rendah untuk meminum ramuan yang membuat rahim mereka mengering. Sehingga setelah meminum ramuan itupun mereka akan menjadi mandul dan selamanya tidak memiliki keturunan untuk diandalkan di masa depan. Biasanya digunakan oleh para wanita di harem untuk mengamankan posisi diri sendiri dengan putra putri mereka dari saingan yang tidak diperlukan. Namun ketiga orang ini benar benar aneh dan menunjukkan tanda tanda kemandulan? Namun siapa yang melakukannya? Siapa yang memberikan racun jika ketiga wanita di dalam harem ini terlihat keracunan? Ibunya telah meninggal saat melahirkannya maka seharusnya tidak ada waktu untuk melakukan semua ini. “Kapan selir pertama kali dibawa masuk ke dalam Kekaisaran? “Tanya Ning Xueqin pada Mei Qian. Bagaimanapun setiap pelayan yang akan mas

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 62 - Mandul?

    Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan ku dengan Yang Mulia hanyalah formalitas untuk menjalin hubungan dengan Ayahku. “Jawab Zhen Lingyu dengan santai . Ning Xueqin tidak menyangka bahwa Zhen Lingyu akan mengakui hal ini secara terbuka di hadapannya. “Kenapa kamu lebih senang seperti ini? Bukankah menjadi Selir Kekaisaran adalah impian semua gadis? “ Tanya Ning Xueqin dengan heran. “Kalau begitu maka aku bertanya padamu, jika kamu dikirim sebagai Selir Kekaisaran, apakah kamu akan merasa bahagia walaupun kamu tidak menginginkannya? “ Tanya Zhen Lingyu. Ning Xueqin memikirkan hal ini lalu memahami Zhen Lingyu. Dirinya saja tidak tahan untuk tinggal di halaman Istana ini untuk waktu yang lama. Rasanya seperti terkurung di dala

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status