بيت / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 16 - Selir Su

مشاركة

Chapter 16 - Selir Su

مؤلف: Nyx
last update تاريخ النشر: 2026-04-07 23:29:15

Ning Xueqin tidak buru buru untuk mengikuti pelayan itu melainkan menatap pelayan itu dari atas sampai bawah sebelum akhirnya duduk di kursi santainya dan menatap pelayan itu lagi.

“Siapa namamu? “ Tanya Ning Xueqin dengan tenang.

“Apa urusannya denganmu?! Jangan pikir karena kamu Tuan Putri jadi kamu bisa semena mena! “ Seru pelayan itu dengan tidak senang dan tidak sopan padanya.

Ning Xueqin tidak marah ataupun berapi api hanya menatap pada Mei Qian dan menganggukkan kepalanya.

Mei Qian
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 100 - Drama

    Pagi pagi sekali dirinya telah dipanggil menuju ke halaman Kaisar Ning dan masuk untuk berlutut. Kaisar Ning pun mengusir seluruh pelayannya untuk keluar dari kamarnya termasuk Kasim Yu sekalipun. Tiba tiba Kaisar Ning bangkit dan membanting vas bunganya ke depan Ning Xueqin, Ning Xueqin langsung terperanjat ketika mendengarkan hal ini. Tidak menyangka bahwa dirinya akan menerima kejutan ini, saat Ning Xueqin ingin bertanya, Kaisar Ning sudah berteriak terlebih dahulu. “Dasar anak durhaka! Kamu bahkan tidak bisa mendengarkan perintah ku lagi! “Teriak Kaisar Ning dengan marah dan melotot padanya. Barulah Ning Xueqin tahu bahwa inilah drama yang dimaksud oleh Kaisar Ning sebelumnya. “Ayah! Xueqin tidak ingin pergi! “ Teriak Ning Xueqin dengan pilu. “Tidak ada pilihan lain! Kamu harus pergi untuk menertibkan sikap sombongmu itu! Jika tidak maka cepat atau lambat akan menyebabkan bencana! “Balas Kaisar Ning. Ning Xueqin dengan improvisasi mengacak acak rambutnya dan pakaiannya seh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 99 - Persiapan

    Ning Xueqin menganggukkan kepalanya lagi, mendengarkan hiburan ini juga tidak membuatnya merasa lebih baik justru menjadi lebih resah lagi. Dirinya tidak boleh mendapatkan hewan spiritual yang tidak berguna, demi mengesankan Ayahnya maka dirinya harus mendapatkan sebuah hewan spiritual yang tangguh. Jauh lebih tangguh daripada milik Ning Chuan! Dengan begitu maka barulah dirinya bisa membuktikan diri sendiri. Ning Xueqin penasaran dengan bentuk Naga Azure dan Baize, apakah benar benar mirip seperti yang dipelajarinya di buku pelajaran dunia modern? Naga Azure adalah simbol keberuntungan, kebetulan serupa dengan julukan Kaisar, yaitu Putra Naga. Naga sang pemimpin para hewan mitologi lainnya namun ada satu hewan mitologi lain yang tidak kalah kuat dibandingkan Naga. Itu adalah Phoenix. Hanya saja sepertinya yang satu itu hanya legenda atau bahkan belum pernah ada yang mendapatkannya. Dikatakan phoenix memiliki kemampuan regenerasi yang kuat, bisa terlahir kembali dari abunya. N

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dirinya. Untunglah…dirinya bukan Ning Xueqin yang asli, jadi rasa sakitnya tidak terlalu terasa. Bayangkan jika Ning Xueqin yang asli mendengarkan semua ini, rasanya… sangat menyesakkan. Ning Xueqin menghibur dirinya sendiri dengan cara seperti ini walau sebenarnya masih terasa sangat sakit di hatinya. Zhen Lingyu bisa melihat rasa sakit yang tergambar jelas di pupil Ning Xueqin yang menyipit itu. “Sudahlah, tidak membahas masa lalumu lagi. Kembali ke keluargaku yang melayani Kaisar terdahulu.”“Kemudian… keluargaku mendapatkan satu perintah khusus dari Kaisar terdahulu untuk hanya melayani Kaisar yang berkuasa saat itu.”“Sementara para pejabat lain mulai banyak membentuk fraksi, sebagian

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 97 - Rencana Kaisar Ning

    Ning Xueqin mulai membidik dengan hati hati dan menarik senar busurnya hingga busurnya melengkung. Tatapan Ning Xueqin menyipit dan kedua tangannya terasa tegang dan kebas. Otot otot kepalanya sampai bisa terlihat dengan jelas. Sebelum akhirnya dengan percaya diri dia melepaskan anak panah tersebut, anak panah tersebut melesat secepat kilat. Ning Xueqin terlalu tegang sampai sampai busurnya masih terangkat sebelum akhirnya anak panahnya mendarat di ujung sana . Jantung Ning Xueqin berdebar kencang sembari menurunkan busurnya, tangannya berkeringat dingin dan matanya berkedut tajam. “Pergi periksa. “ Perintah Kaisar Ning pada Kasim Yu. “Baik, Yang Mulia. “ Ucap Kasim Yu. Kasim Yu segera berlari ke ujung sana dan segera kembali lagi sembari mengangkat sebuah anak panah. Di ujung anak panah, terdapat apel yang masih sangat segar dan menggoda. Barulah pada saat itu punggung Ning Xueqin bisa mengendur dan senyum bangga tampil di wajahnya.Seperti yang diperkirakan dari keterampilan

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 96 - Hadiah dengan Tantangan

    Tanpa sadar air matanya mengalir di tengah gelapnya malam, tanpa suara dan tanpa diketahui oleh siapapun selain dirinya dan bulan malam ini. Rasa sakit dan kebencian akan ketidak adilan yang telah dia alami selama ini meluap di dalam hatinya. Tiba tiba bekas besi panas yang menempel di tubuhnya terasa seolah olah kembali melepuh, seperti ada besi panas lain yang menempel di kulitnya. Luka di atas luka lama, benar benar menyebabkan penderitaan yang tiada ujungnya. Dia bukanlah Ning Xueqin… Ning Xueqin yang sesungguhnya sudah mati kali ini di Kekaisaran Zhong. Mungkinkah ini adalah lanjutan dari dalam cerita yang bahkan tidak dia selesai baca? Setelah Ning Xueqin mati di bawah pedang kakaknya dan rencana Ayahnya, Ning Xueqin kembali bereinkarnasi ke usia mudanya. Namun dia memilih tidak bertahan lagi di Kekaisaran Zhong sehingga meninggal di usia 8 tahun. Pada saat itulah baru bisa tubuhnya ditempati oleh Ning Anran dari abad ke 21. Memikirkan ini membuatnya cukup takut. Sekali

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 95 - Kesedihan

    “Menjawab Yang Mulia, setelah Tuan Putri kembali ke halaman Selir Mulia Zhen, dia tidak tinggal lama sebelum akhirnya keluar lagi bersama dengan pelayannya. ““Pelayannya dan dia berpisah, jika hamba tidak salah maka pelayannya berjalan menuju dapur sementara Tuan Putri berjalan menuju halaman lamanya. ““Di sana, dia menggali tanah di dekat salah satu pohon dan menemukan sebuah busur dengan anak panah. Busur dan anak panah ini terbuat dari besi dan kayu mahal, jelas bukan busur dan anak panah biasa. ““Menurut hamba, dengan kualitas busur itu maka seharusnya merupakan tingkatan yang seharusnya digunakan di militer. “Ucap Kasim muda itu menjelaskan seluruh penemuannya. Kaisar Ning tidak terlalu terkejut dan menganggukkan kepalanya ketika mendengarkan penjelasan ini. “Bagaimana caramu mengetahui semua ini? Dengan tingkat ke hati hatiannya jelas bahwa dia tidak akan melakukan hal yang ceroboh. “ Ucap Kaisar Ning penasaran. “Eh? Hamba hanya berjalan di atas atap dan Tuan Putri memang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status