Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 61 - Zhen Lingyu

Share

Chapter 61 - Zhen Lingyu

Author: Nyx
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-29 23:49:30

“Apa yang terjadi? Kenapa tidak bisa? “ Tanya Mei Qian dengan terkejut dan berpikir bahwa ada hal penting lainnya namun Ning Xueqin tanpa rasa bersalah tersenyum ke arah Mei Qian.

“Tentu saja karena kita telah menumpang di halaman Selir Zhen jadi kita harus menyapanya demi kesopanan. “ Jawab Ning Xueqin.

Barulah Mei Qian menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Ning Xueqin masuk akal, sebagai tamu tentu saja mereka harus menunjukkan kesopanan yang baik untuk Selir Mulia Zhen.

Jika tidak maka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tuti Aja
seru tapi 1halaman dikit bnget
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 288 - Hukuman Mati

    Banyak orang sudah mengetahui tentang hancurnya kapal itu namun belum tahu jelas siapa sebenarnya korban sebenarnya di balik bencana itu.Ning Xueqin tidak membuang waktunya sama sekali, cepat atau lambat orang-orang itu akan mengetahui siapa saja korbannya.Sebagian besar rumah bangsawan dan pejabat tinggi sudah bisa mulai menebak bahwa putra atau putri mereka telah menjadi korban.Beberapa di antaranya adalah Meng Long yang baru saja pulang dari Pengadilan Istana namun sudah mendapatkan informasi yang sangat menggemparkan seperti ini.“Dimana Yong'er? Apakah dia sudah kembali?” tanya Meng Long dengan gelisah.“Tuan muda…. Tuan muda mengikuti perjalanan dari Kapal Musim Semi!”jawab Kepala Pelayannya.Meng Long hampir saja jatuh pingsan ketika mendengarkan perkataan dari Kepala Pelayannya dan menatap Kepala Pelayannya dengan marah.“Kerahkan semua orang untuk mencari Yong'er! Jika hidup maka harus ada orangnya namun jika mati, aku ingin melihat mayatnya!” perintah Meng Long.Di saat M

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 287 - Menangkap Semuanya

    Tatapan mata Ning Xueqin tertuju pada hampir seratus peti di hadapannya ini, dia bahkan sampai terkesan ketika melihat semua ini.Dirinya melangkah maju dengan hati-hati dan tidak menurunkan kewaspadaan nya, terhadap orang licik seperti Li Ming, dia tidak berani meremehkannya.Statusnya boleh rendah namun ambisinya mampu menutupi langit, itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan orang seperti apa Li Ming itu.Dirinya mengulurkan tangan untuk memeriksa satu persatu peti itu sebelum akhirnya terlihat menahan napasnya dengan agak gugup.“Tuan Putri, ini semua adalah emas! Bagaimana bisa sebanyak ini?”tanya Mei Qian ikut terkejut.Benar, setiap peti itu berisi emas dan masing-masing sangat berat sampai-sampai Ning Xueqin pun kesulitan untuk mengangkat salah satunya.“Ini benar-benar gila, namun Jing Yuan dari Kota Ping An sebelumnya pun bisa mengumpulkan uang sebanyak itu apalagi Li Ming yang tinggal di Ibukota?” tanya Ning Xueqin sambil berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.L

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 286 - Ruangan Rahasia

    “Serang dia!” teriak Li Ming menunjuk Ning Xueqin.Ning Xueqin terkekeh ketika melihat selusin pengawal datang ke arahnya, dirinya menarik pedang yang sudah disiapkannya sejak tadi.Lalu melesat ke depan dan menyerang, Ning Xueqin tidak melupakan sedikitpun ajaran dari Xie Guang selama ini.Pandangan matanya fokus, serangannya ringan dan cepat namun tetap presisi. Menyerang titik vital orang lain tanpa membuat tenaga untuk hal sia-sia.Karena dirinya sadar sebagai perempuan, tenaga fisiknya tidak sebanyak laki-laki jadi dia tidak bisa membuang-buang tenaganya yang berharga.Setiap serangannya hanya satu kali namun menyasar pada titik vital seperti, kepala, leher dan jantung.Memastikan bahwa musuhnya mati dalam satu serangan darinya, dia sudah melatih ini siang dan malam selama empat tahun dan baru memiliki kesempatan untuk mempraktekkannya secara nyata hari ini.Dengan bantuan Mei Qian, selusin pengawal ini bukan apa-apa. Dalam waktu lima menit, tujuh di antaranya sudah meninggal.Se

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 285 - Bukti Kejahatan

    Ning Xueqin dan rombongannya tiba di daratan dan pada saat itu mereka dengan cepat berbaur di dalam kerumunan sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam kereta kuda milik mereka.Pada saat ini orang-orang di daratan masih belum menyadari apa yang salah, atau apa yang terjadi pada kapal yang ditumpangi oleh anak-anak nakal itu.Namun Ning Xueqin menebak bahwa dalam dua sampai tiga jam, kabar ini pasti akan segera diketahui oleh orang-orang.Sebelum itu, dirinya harus membuat pengalihan terlebih dahulu. Pada saat itu senyum muncul di wajahnya.Tidak menyangka bahwa keberuntungan berada di pihaknya, bahkan sangat menguntungkannya.Dia tidak perlu melakukan apapun, hanya menonton dan memotong jalan keluar mereka sepenuhnya.Lebih lucu lagi bahwa kapal semewah itu hanya ada satu kapal kecil cadangan yang akhirnya dibawa lari oleh Ning Xueqin.“Tuan Putri, kita harus kemana sekarang?” tanya Mei Qian.Ning Xueqin tersenyum dan menunjuk Kediaman Li, kereta kuda milik Ning Xueqin berhenti di depa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 284 - Melarikan Diri

    “Nona, pemuda ini terlatih dan sudah pasti pernah membunuh sebelumnya. Gerakannya terampil dan dia tidak terkejut sama sekali ketika harus menghadapi darah, “ bisik Mei Qian mengawasi pemuda ini dengan waspada.“Benar, kemungkinan besar adalah mantan pengawal atau mungkin mantan pembunuh bayaran?” tanya Ning Xueqin tidak terkejut.“Orang ini pasti berbahaya, hampir setengah orang di awak kapal sebelumnya adalah dia yang membunuhnya. Dia sangat agresif dan serakah, dia mungkin tidak berniat baik,” jawab Mei Qian.“Tidak berniat baik? Itu mungkin juga tidak buruk,” balas Ning Xueqin tersenyum tipis.Mei Qian tidak mengerti dengan kata-kata Ning Xueqin yang menyimpan banyak teka-teki namun Mei Qian percaya pada penilaian Ning Xueqin.Ning Xueqin mengamati dalam diam di saat pemuda itu menerima uang dari Meng Yong dan langsung menyimpannya dengan segera.Pada saat yang sama Zilan keluar dan kembali ke sisinya, pemuda itu langsung melanjutkan perjalanan setelah berterima kasih pada Meng Yo

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 283 - Pertarungan Awak Kapal

    “Kapal akan mulai berlayar! Harap Tuan muda dan Nona terhormat bisa berpegangan dengan erat!” seru nahkoda dari ruang kendali.Semua orang bersorak sorai dengan antusias sementara Ning Xueqin duduk di tepi dan membiarkan angin menerpa wajahnya.Pemandangannya memang bagus namun tatapannya tertuju pada seorang pemuda yang dikerubungi oleh banyak orang.Itu adalah Meng Yong, putra tertua Meng Long. Senyum Ning Xueqin menjadi semakin lebar, bahkan sampai membuat kedua pelayannya bergidik ngeri.Mereka duduk santai dan berbaur dengan orang-orang, seandainya ada salah satu di antara mereka yang lebih pandai mengamati seseorang maka pasti akan menyadari keberadaan Ning Xueqin.Orang-orang yang lebih cerdik akan mengingat wajah Mei Qian dan Zilan, bagaimanapun kebanyakan anak muda di sini pasti sudah pernah datang ke Istana dan bertemu dengannya.Bagaimana bisa mereka tidak mengenalinya? Bahkan jika ada beberapa yang mengenali pun mereka mungkin merasa tidak percaya.Bagaimanapun Ning Xueqin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status