LOGIN“Letakkan di sini saja, aku akan segera mengerjakannya. Waktunya tidak banyak lagi,” ucap Ning Xueqin langsung mengambil nampan berisikan kain tebal itu.“Tuan Putri apakah kamu baik-baik saja ? Perlukah aku membantumu?” tanya Mei Qian.“Ya, kamu bantu buatkan untuk Su Zhen. Kemampuan menjahit mu cukup baik, buatlah lebih hangat untuk anak manja itu,” jawab Ning Xueqin.“Baiklah, Tuan Putri tenang saja. Dijamin Tuan muda Su pasti akan tidak merasakan sedikitpun hawa dingin,” janji Mei Qian.Ning Xueqin tertawa ringan lalu dengan begitulah pekerjaan terbagi, Ning Xueqin belum berencana untuk bertindak saat ini di Pengadilan Istana.Apalagi mengingat bahwa kondisi Istana saat ini masih dalam kekacauan besar, kedatangannya mungkin akan menghasilkan ombak yang lebih besar.Ini mungkin menguntungkan baginya namun pada saat yang sama juga ada kemungkinan merugikan dirinya.Dia tidak suka bertaruh pada sesuatu jadi dia menunggu dengan sabar, menjahit pakaian hangat dengan tenang di dalam kam
Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan berpikir keras untuk menemukan letak keanehan yang dia rasakan ini sebelum akhirnya menemukannya.Kekasih masa kecil? Sahabat? Menjalin hubungan untuk waktu yang lama? Kecantikan yang dapat membuat bunga malu dan bulan tunduk? Siapa? Kenapa Ning Xueqin tidak pernah mendengarnya dan melihatnya sama sekali selama tinggal di Istana ini.Tidak peduli sehati-hati apa Ning Chuan, jika dia menjalin hubungan dengan seseorang maka Ning Xueqin pasti akan mendapatkan sedikit kabar.Namun selama ini Ning Chuan sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun sehingga membuat Ning Xueqin kebingungan.Di saat Ning Xueqin memikirkan hal ini tiba-tiba ada sesuatu yang berbisik di samping telinganya.“Tuan Putri, bangunlah. Bangunlah, Tuan Putri!” panggil suara itu.Ning Xueqin langsung terbangun dengan napas yang terengah-engah dan melihat bahwa langit telah berubah menjadi hitam.Ning Xueqin memegang kepalanya yang berdenyut kencang dan berusaha mengingat pet
Ning Xueqin mengucapkan kata-kata ini dengan ringan tanpa beban apalagi terdengar dibuat-buat, dia mengatakannya dengan ceria dan tulus.Membuat siapapun yang mendengarnya mau tidak mau merasa ikut berbahagia dan gembira.Wajah Su Lingqi langsung merona dan bercahaya ketika mendengarkan pujian dari Ning Xueqin.“Bagus! Memang harus seperti ini! Karena kamu sudah memanggilku Kakak maka aku tidak akan sungkan padamu,” ucap Su Lingqi.Su Lingqi mengayunkan tangannya dan pelayannya mendekat membawa satu peti yang mirip dengan milik Zhen Lingyu.Ning Xueqin mendadak langsung merasakan sakit kepala yang tak terhitung jumlahnya saat melihat ini.Dia sudah bisa menduga apa yang ada di dalam kotak yang diberikan oleh Su Lingqi ini, dia merasa bahwa sekarang penyakit matanya akan kambuh kembali.Hanya memikirkan bahwa orang-orang ini memaksanya untuk menerima uang mereka saja sudah membuat Ning Xueqin pusing.Namun demi keramahan, Ning Xueqin mempertahankan senyumannya dan berpura-pura antusias
Zhen Lingyu ini… bukankah terlalu murah hati? Seratus ribu tael emas diberikan begitu saja padanya?Belum lagi itu adalah uang maharnya, mahar seorang perempuan yang menikah sama dengan jantungnya.Bagaimanapun uang mahar itu akan menjadi perbekalannya di keluarga suaminya kelak, bagaimana bisa diberikan kepada orang lain.Setelah tersadar, Ning Xueqin langsung menggelengkan kepalanya dengan keras dan mendorong kotak itu kembali ke dalam pelukan Zhen Lingyu.“Lupakan saja, aku akan mencari cara lain. Jangan sampai menggunakan uang maharmu, kamu harus menyimpannya dengan baik,” ucap Ning Xueqin.“Tidak! Aku tidak menggunakannya selama ini karena tidak butuh, kebutuhanku terpenuhi di Istana ini dan aku tidak perlu menghibur hati siapapun di Istana ini jadi uang-uang ini tidak terpakai,” seru Zhen Lingyu memaksa Ning Xueqin menerimanya.Ning Xueqin tetap menggelengkan kepalanya dan menutup peti itu lalu menaruhnya di atas meja.“Meski dulu tidak terpakai, di masa depan belum tentu. Masa
Kemudian Li Zhen pun segera kembali ke toko untuk mengawasi toko, seharusnya Ning Xueqin tidak memiliki tamu lagi namun tiba-tiba Zilan mengatakan bahwa ada tamu tambahan yang ingin menemuinya kali ini.“Tuan Putri, Selir Mulia Zhen datang berkunjung,” lapor Zilan.“Benarkah? Aku akan segera menyambutnya ke depan!” seru Ning Xueqin dengan antusias berlari ke depan untuk menyambut Zhen Lingyu.Sesampainya di depan, dia melihat Zhen Lingyu yang duduk di atas tandunya. Ning Xueqin membuka pintu dan membiarkan Zhen Lingyu masuk.“Silakan masuk, Selir Mulia Zhen yang terhormat,” sapa Ning Xueqin dengan sopan memberi salam.“Omong kosong apa yang kamu bicarakan gadis kecil?” tanya Zhen Lingyu turun dari tandunya.“Kakak Lingyu, apa yang membawamu kemari?” tanya Ning Xueqin membuang semua sikap pura-puranya.“Tabib Kekaisaran Qiu mengatakan bahwa kamu masih sakit namun sekarang aku melihat bahwa kamu baik-baik saja,” ucap Zhen Lingyu sambil memegang pipinya.Ning Xueqin dengan pasrah membiar
Setelah Zhen Ming pergi, semuanya tidak berakhir di sini karena tidak lama kemudian Zilan kembali namun tidak sendirian juga melainkan bersama dengan sesosok gadis yang belakangan ini jarang dilihat oleh Ning Xueqin karena kesibukannya, Li Zhen.Nona Li dari Kediaman Pejabat Li kini bekerja di bawah pengaruhnya dan hidup dengan damai bersama dengan Ibunya yang telah bercerai dengan Li Ming.Keduanya membantu Ning Xueqin untuk mengelola toko dan mengatur keuangan milik Ning Xueqin, terutama karena Ning Xueqin sama sekali tidak berpengalaman dalam bidang ini.Jadi bantuan Li Zhen dan Ibunya, Nyonya Yu sangatlah berharga bagi Ning Xueqin terutama dalam waktu empat tahun belakangan ini.Karena itulah Ning Xueqin berani menjanjikan lima puluh ribu emas setiap bulannya untuk menyokong kebutuhan perang ini.Karena dia sendiri memiliki pegangan dan tidak akan mengandalkan faktor keberuntungan untuk menjamin kehidupannya sendiri.Li Zhen tidak datang dengan tangan kosong melainkan membawa setu
Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir
Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp







