INICIAR SESIÓNKeluarga Cemara memiliki tradisi yang aneh. Setiap pria yang ingin menikahiku harus masuk ke sebuah ruangan gelap bersama ayahku untuk menjalani ujiannya. Hanya pria yang berhasil melewati ujian itu yang boleh menikah denganku. Namun, selama bertahun-tahun, aku sudah beberapa kali menjalin hubungan asmara. Anehnya, setiap pria yang keluar dari ruangan itu selalu berubah menjadi orang yang berbeda dengan tatapan penuh niat membunuh. Pacar kelimaku, Darwin, mencemooh tradisi itu. "Itu cuma cara kuno untuk menakut-nakuti orang. Aku mencintaimu dan mau menikahmu. Jangan khawatir, Sayang," janji Darwin. Setelah itu, Darwin pun memasuki ruangan itu. Namun, dia menatapku dengan penuh rasa jijik saat keluar, seolah-olah aku adalah kotoran yang menempel di sepatunya. "Dasar wanita jalang yang menjijikkan! Aku enggak habis pikir kenapa Keluarga Cemara masih biarkan kamu hidup!" bentak Darwin, lalu langsung menerjangku dan mencekik leherku untuk berusaha membunuhku. Aku memejamkan mata dengan putus asa. Aku benar-benar tidak mengerti. Apa yang sebenarnya ada di dalam ruangan itu? Mengapa setiap pria yang masuk ke sana selalu keluar dengan keinginan untuk membunuhku?
Ver másRumah sakit jiwa swasta Eden semewah hotel bintang lima, tetapi suasananya tetap menyesakkan.Setiap hari, aku dipaksa menelan segenggam obat penenang dan obat-obatan itu membuat emosiku tidak peka. Aku kehilangan jejak waktu dan hampir lupa siapa diriku yang sebenarnya. Satu-satunya hal yang masih tersisa dalam pikiranku hanya rekaman kamera pengawas yang mengerikan itu.Hingga suatu hari, tiga bulan kemudian.Saat berada di ruang rekreasi bangsal yang memiliki pengawasan ketat, aku melihat seseorang melalui kaca anti peluru yang tebal. Sosok yang seharusnya mustahil terlihat itu adalah Joseph, pria dalam video itu dan cinta pertamaku yang konon telah kubunuh. Dia mengenakan pakaian rumah sakit yang bergaris-garis dan duduk di kursi roda sambil menatap ke luar jendela.Saat melihat pria itu, otakku yang dipengaruhi obat-obatan tiba-tiba bekerja dengan liar. Perasaan kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres membuatku pusing.Joseph belum mati?Jika begitu, siapa pria dalam video itu?Ma
Pagi itu, aku baru saja membuang sampah motel ke tempat sampah besar di luar. Saat berbalik, aku melihat Victor."Selamat pagi, putriku," sapa Victor sambil keluar dari mobil.Sebelum aku sempat berteriak, dua pengawal bertubuh kekar langsung menerjang dan membanting tubuhku ke kap mobil. Terdengar bunyi klik borgol yang dingin saat benda itu mengunci kedua pergelangan tanganku."Apa yang kalian lakukan? Lepaskan dia! Aku akan telepon polisi!" teriak pemilik motel yang bertubuh gemuk sambil berlari keluar dan membawa ponselnya."Maaf kalau sudah buat Bapak takut," kata Victor sambil menghampiri pemilik motel itu dengan anggun.Victor mengeluarkan beberapa dokumen yang terlihat resmi dari tas kerjanya, lalu menyerahkannya pada pemilik motel dan melanjutkan, "Aku ini ayahnya. Putriku menderita skizofrenia parah dengan kecenderungan melakukan kekerasan. Dia melarikan diri dari tempat penahanan dua minggu yang lalu setelah menyerang seseorang."Untuk memperkuat penjelasannya, Victor bahkan
Aku menggunakan satu lenganku yang masih bisa digerakkan untuk menopang tubuh dan berusaha menghentikan pertanyaan detektif itu. "Keluar! Aku nggak tahu apa-apa! Pikiranku nggak waras! Aku pakai obat-obatan terlarang, aku gila! Aku yang buat sendiri semua luka ini!"Aku sampai menjambak rambutku untuk membuat para polisi itu memercayai kebohonganku.Polisi itu menyaksikan aku mengamuk tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Dia mengangkat sebuah laporan dan berkata, "Sepertinya itu nggak benar, Bu Nikita. Hasil tes toksikologimu sepenuhnya bersih. Ibu nggak berada di bawah pengaruh zat apa pun dan bekas luka di tubuh Ibu jelas karena penganiayaan jangka panjang."Dia meletakkan sebuah berkas bersegel resmi di meja samping ranjangku dengan keras. "Ini surat perintah penggeledahan. Victor sedang menunggu kami di lorong. Dia akan mengantar kami ke kediamannya sekarang.""Jangan!" mohonku dengan air mata dan keringat membasahi selimut.Detektif itu mengabaikan kepanikanku dan melangkah pergi.
Aku mengucek mata, berusaha menghilangkan apa yang kulihat. Gambar-gambar yang terpampang di layar itu bagaikan pisau beracun yang menusuk-nusuk otakku. Mustahil, ini tidak mungkin terjadi."Sekarang kamu sudah lihat dengan jelas? Kamu sudah menyerah?" kata Victor dengan suara dingin yang bergema di ruangan itu, lalu mencengkeram kerah bajuku dan menampar wajahku dengan keras."Kamu seharusnya sudah berada di neraka sejak dulu, Nikita," maki Victor.Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa begitu dingin hingga menusuk tulang. Kali ini, aku tidak bergerak sedikit pun. Pipiku membengkak dan darah mengalir dari bibirku, tetapi aku tidak merasakan apa-apa. Hatiku sudah hancur berkeping-keping terlebih dulu karena kebenaran menjijikkan yang terpampang di layar itu.Aku pun memejamkan mataku dengan putus asa. Jika semua yang terlihat di layar ini nyata, berarti aku memang tidak pantas hidup. Semua orang yang menyayangiku berubah menjadi monster setelah mengetahui rahasia ini, tetapi akul






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.