FAZER LOGINHari ketika pihak keluarga membagi bisnis mereka, menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Semua orang mengerumuni saudari kembarku, membantunya menentukan pilihan. Kakakku sudah mengincar bisnis pelabuhan di Cagliari. "Tentu saja kita harus pergi ke Cagliari dulu. Aku juga punya klub di sana, jadi aku bisa bantuin kamu." Umberto menawarkan jaringan medis miliknya untuk dikelola kakakku. "Masuklah ke bisnis layanan kesehatan denganku. Aku bakal ajarin kamu semuanya. Dalam dua tahun, kita bisa membuat uang keluarga mengalir melalui bisnis yang legal." Mereka terus berdebat sampai orang tua kami tertawa melihatnya. "Beth, kalau ada mereka yang bantuin kamu, kami jadi bisa tenang. Menyerahkan urusan keluarga ke kamu memang pilihan yang paling tepat." Aku berdiri di samping, hanya memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangan dengan erat. Sepertinya tak seorang pun menyadari bahwa aku dan saudari kembarku sama-sama baru menyelesaikan studi di luar negeri. Umberto menghampiriku dan mengacak-acak rambutku. "Adele, masih banyak yang harus kamu pelajari. Setelah Beth menentukan pilihannya, kamu tinggal ikut saja sama kami." Kakakku menambahkan dengan santai, "Cari saja kerjaan apa pun yang cukup untuk membiayai hidupmu. Urusan bisnis keluarga serahkan pada kami." Aku tidak mengatakan apa-apa. Jantungku berdegup kencang. Sejak dulu memang selalu seperti ini. Bahkan ketika kami masih kecil dan mendapat permen, saudariku selalu mendapatkan yang paling besar dan paling menarik. Kakakku akan membukakan bungkusnya untuk dia, sementara Umberto buru-buru menyuapkannya ke mulutnya. Sedangkan aku hanya kebagian membuang bungkusnya. Bahkan remah sedikit pun tidak pernah menjadi bagianku. Seharusnya aku sudah terbiasa. Karena tidak seorang pun dari mereka memedulikanku, aku juga tidak akan lagi mengikuti permainan mereka. Aku memesan tiket pesawat ke tempat terjauh yang bisa kutemukan. Mulai hari itu, kami adalah orang asing. Seolah-olah, kami tidak pernah saling mengenal sama sekali.
Ver maisPria itu menatapku. "Apakah kedua pria ini keluargamu?""Ya." Aku mengangguk. Aku tahu betul kecerobohan mereka hari ini akan membawa masalah besar bagi mereka."Aku nggak suka ketenanganku diganggu. Maaf." Aku berdiri dan membungkuk dalam-dalam. "Aku nggak bisa menerima tawaranmu untuk mengelola bisnis itu. Aku ingin tetap tinggal di sini."Penolakanku jelas membuat pria itu kecewa.Dia berdiri, kembali mengenakan sarung tangan kulitnya, menatapku lama dengan pandangan penuh pertimbangan, lalu tersenyum."Kalau kamu berubah pikiran, kamu bisa datang menemuiku kapan saja."Dia hendak pergi ketika pandangannya jatuh pada kedua pria yang masih tergeletak di lantai. Dia bertanya kepadaku, "Mau aku urus mereka?"Aku memikirkannya sejenak. Ada banyak cara untuk menangani mereka.Cara yang paling sederhana dan tidak berdarah sudah cukup. Aku sudah berdamai dengan masa lalu. Semua itu sudah tidak berarti apa-apa bagiku.Melihat aku tidak mengatakan apa-apa, pria itu tersenyum tipis dan member
Selama beberapa hari berikutnya, dia tidak pergi.Namun, dia juga tidak menggangguku. Setiap hari, entah saat hujan ataupun cerah, dia hanya berdiri di luar kedai kopi dan tetap berjaga.Kurang dari seminggu kemudian, kakakku ikut berdiri di sampingnya. Dia masih membawa sikap angkuh yang sama, tetapi matanya mengelak ketika melihatku.Umberto harus mendorong kakakku terlebih dahulu sebelum dia mau mendekatiku. Ketika akhirnya dia mendekat, dia mencibir. "Kukira kamu kabur untuk melakukan sesuatu yang penting. Ternyata yang kamu punya cuma kedai kecil yang menyedihkan ini? Kita lihat saja berapa lama tempat ini bisa bertahan."Aku tidak merasa perlu menjawabnya. Aku hanya menatapnya sekilas, lalu berjalan melewatinya.Hal itu justru membuatnya semakin marah. Dia melangkah untuk menghalangi jalanku. "Adele, jangan bersikap seperti ini!""Aku memang begini. Nggak suka? Nggak usah bertemu denganku."Tangannya gemetar karena marah. Dia mengangkat tangan hendak menamparku, tetapi Umberto se
Menjelang siang, aku sudah tiba di sebuah kota kecil di ujung utara Sardinia.Pepohonan dan tanaman anggur berjajar di sepanjang jalan aspal, seperti sapuan cat hijau. Aku menyeberangi alun-alun kota dan menemui pemilik rumah yang sebelumnya sudah kuhubungi.Aku menyewa sebuah rumah. Setelah semua urusan administrasi selesai dan aku pindah ke rumah itu, aku merasakan kebebasan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Akhirnya, tidak ada lagi orang yang berteriak di telingaku. Setiap pagi, aku membuka jendela dan mendengarkan kicauan burung.Pemilik rumah itu melihat memar di kakiku dan memberiku salep. Setelah bertahun-tahun, kebaikan dari orang asing justru menjadi kehangatan tulus pertama yang kurasakan.Aku sudah menabung cukup banyak uang selama berkuliah di luar negeri. Dua minggu kemudian, setelah luka-lukaku sembuh, aku menyewa toko kosong di lantai bawah.Aku membuka kedai kopi dan mengadopsi seekor kucing hitam kecil.Aku menanam mawar rambat liar di dekat pintu. Bunga-bunga it
Para tetua yang beberapa detik sebelumnya memuji Beth langsung berubah sikap. Salah satunya langsung mencibir."Aku kira Beth begitu mengesankan. Ternyata selama ini hanya pilih kasih, sementara anak yang benar-benar berbakat justru diperlakukan seperti sampah.""Benar. Kita semua melihatnya.""Beth, kalung yang kamu kenakan itu milik Adele, 'kan?"Beth bersembunyi di belakang ibuku, secara refleks menundukkan dagunya untuk menyembunyikan kalung yang melingkar di lehernya.Kakakku masih belum pulih dari rasa terkejut setelah melihat foto itu. "Mustahil! Pasti ada kesalahan.""Dia bahkan nggak pernah punya guru privat yang layak! Dia nggak pernah pergi ke perpustakaan bersama kami. Gimana mungkin dia memenangkan semua penghargaan itu?"Aku tidak pernah memiliki guru privat karena orang tuaku hanya memikirkan Beth. Tidak pernah terpikir oleh mereka bahwa aku juga mungkin membutuhkan bantuan.Namun, tanpa pilihan itu, satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah memaksa diriku untuk berusa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.