Short
Penyesalan Keluarga yang Selalu Memihak Saudariku

Penyesalan Keluarga yang Selalu Memihak Saudariku

Por:  Madam FenghuoCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Capítulos
81visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Hari ketika pihak keluarga membagi bisnis mereka, menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Semua orang mengerumuni saudari kembarku, membantunya menentukan pilihan. Kakakku sudah mengincar bisnis pelabuhan di Cagliari. "Tentu saja kita harus pergi ke Cagliari dulu. Aku juga punya klub di sana, jadi aku bisa bantuin kamu." Umberto menawarkan jaringan medis miliknya untuk dikelola kakakku. "Masuklah ke bisnis layanan kesehatan denganku. Aku bakal ajarin kamu semuanya. Dalam dua tahun, kita bisa membuat uang keluarga mengalir melalui bisnis yang legal." Mereka terus berdebat sampai orang tua kami tertawa melihatnya. "Beth, kalau ada mereka yang bantuin kamu, kami jadi bisa tenang. Menyerahkan urusan keluarga ke kamu memang pilihan yang paling tepat." Aku berdiri di samping, hanya memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangan dengan erat. Sepertinya tak seorang pun menyadari bahwa aku dan saudari kembarku sama-sama baru menyelesaikan studi di luar negeri. Umberto menghampiriku dan mengacak-acak rambutku. "Adele, masih banyak yang harus kamu pelajari. Setelah Beth menentukan pilihannya, kamu tinggal ikut saja sama kami." Kakakku menambahkan dengan santai, "Cari saja kerjaan apa pun yang cukup untuk membiayai hidupmu. Urusan bisnis keluarga serahkan pada kami." Aku tidak mengatakan apa-apa. Jantungku berdegup kencang. Sejak dulu memang selalu seperti ini. Bahkan ketika kami masih kecil dan mendapat permen, saudariku selalu mendapatkan yang paling besar dan paling menarik. Kakakku akan membukakan bungkusnya untuk dia, sementara Umberto buru-buru menyuapkannya ke mulutnya. Sedangkan aku hanya kebagian membuang bungkusnya. Bahkan remah sedikit pun tidak pernah menjadi bagianku. Seharusnya aku sudah terbiasa. Karena tidak seorang pun dari mereka memedulikanku, aku juga tidak akan lagi mengikuti permainan mereka. Aku memesan tiket pesawat ke tempat terjauh yang bisa kutemukan. Mulai hari itu, kami adalah orang asing. Seolah-olah, kami tidak pernah saling mengenal sama sekali.

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Bahkan setelah aku menyelesaikan semua rencana perjalananku, mereka masih berkumpul bersama, tertawa dan mengobrol.

Saat aku hendak meninggalkan ruang kerja ayahku, Umberto meraih pergelangan tanganku dan berbisik, "Jangan lupa kemasi barang-barang Beth. Pastikan nggak ada yang tertinggal. Kamu ikut kami ke Cagliari. Lagian, kerjaan apa pun yang kamu ambil juga nggak akan membuat banyak perbedaan."

Aku menatap dia dalam diam, teringat semua ijazah dan sertifikat yang tersimpan di dalam tasku. Tidak ada sedikit pun rasa bahagia dalam hatiku.

Selama bertahun-tahun, aku bekerja mati-matian di luar negeri, mendapatkan beasiswa, meraih berbagai gelar, dan memperoleh sertifikasi profesional.

Sementara itu, saudariku sibuk berpesta dan bepergian bersama teman-teman kuliahnya, sampai akhirnya dia membuat skandal besar dan dikeluarkan sebelum sempat lulus.

Setelah aku pulang bersama saudariku, tidak ada seorang pun yang bertanya bagaimana studiku atau apa saja yang telah kuraih. Semua itu hanya karena begitu Beth melangkah masuk ke rumah, dia langsung menangis karena merasa telah mengecewakan orang tua kami.

Namun, orang tua kami justru berkata padanya, "Nggak masalah kalau kamu nggak selesai kuliah. Kamu tetap bisa mengambil alih urusan keluarga."

Kakakku ikut menimpali, "Kamu akan selalu menjadi putri keluarga kita. Ada aku yang akan membantumu. Kalaupun semuanya gagal, keluarga masih sanggup menghidupimu seumur hidup."

Umberto juga menghiburnya. "Nggak apa-apa. Meskipun kuliahmu nggak berhasil, masih ada Adele yang bisa membuatmu terlihat lebih baik kalau dibandingkan. Setidaknya bukan kamu yang akan mempermalukan orang tuamu."

Di mata mereka, aku tidak akan pernah bisa menandingi Beth.

Seingatku, sejak dulu Beth selalu menjadi pusat perhatian. Dia cantik dan pandai mengambil hati orang. Setiap tetua keluarga selalu menghujaninya dengan pujian begitu melihatnya. Orang tua kami sangat membanggakannya. Mereka selalu membawa dia ke setiap jamuan makan dan pesta besar.

Namun, sebagai anak bungsu Keluarga Rintara, aku selalu diabaikan dan sering kali dilupakan sendirian di rumah. Bahkan para pelayan nyaris tidak menyadari keberadaanku. Kalau lapar, aku hanya menggerogoti roti apa pun yang bisa kutemukan.

Ketika orang tuaku pulang dan memergokiku, mereka hanya memujiku karena bersikap penurut. Aku tidak menangis ataupun membuat keributan. Aku sudah belajar mencari makanan sendiri.

Beth dan aku adalah saudari kembar yang lahir pada hari yang sama persis, tetapi orang tua kami hanya pernah ingat membelikan dia gaun baru.

Kakakku juga sama. Dia memesan kue berbentuk angsa yang dibuat khusus hanya untuk Beth. Umberto menghadiahkan pistol kustom kesayangannya kepada Beth. Tidak seorang pun ingat bahwa hari itu juga hari ulang tahunku. Ketika akhirnya mereka teringat, mereka hanya dengan entengnya berjanji akan menggantinya lain kali.

Tidak ada seorang pun yang memedulikanku. Ketika kami pertama kali pergi ke luar negeri, semua orang mencemaskan Beth karena harus tinggal di negara asing. Sementara itu, aku dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kendala bahasa dan selalu menjadi bahan tertawaan setiap kali melakukan kesalahan.

Semua orang menganggap aku memang terlahir bodoh.

Aku belajar dua kali lebih keras, meraih nilai tertinggi dan berbagai penghargaan bergengsi, tetapi pandangan mereka tetap tidak pernah beralih dari Beth.

Aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada Umberto, "Bukannya kamu pernah bilang ingin mengelola bisnis senjata keluarga di Sisilia?"

Umberto menatapku sambil tersenyum. "Itu nggak penting bagiku. Kalau Beth ingin pergi ke Cagliari, tentu saja aku akan pergi membantunya."

Dia pernah mengatakan kepadaku bahwa selama dia berhasil mengelola bisnis senjata keluarga di Sisilia, dia bisa menjadi pewaris dan mengambil alih posisi ayahnya. Sekarang demi Beth, dia bahkan rela melepaskan hak warisnya.

Tiba-tiba saja, aku merasa tidak ada gunanya lagi bagiku untuk tetap bersama mereka. Tanpa mengatakan apa-apa, aku kembali ke kamarku dan mulai mengemasi barang-barangku.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
9 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status