Home / Urban / BRONDONG TENGIL BU DOSEN! / DADA INDAH MAYANG

Share

DADA INDAH MAYANG

Author: Fredy_
last update publish date: 2025-11-27 06:25:56

"Udah lega?" tanya Gilang melepas senyum dengan raut gelisah.

"Udah, Lang! Suwer deh. tadi tuh perut aku nggak enak banget. Udah kayak diapain tau ..." curhat Mayang, berjalan pekan ke arah ranjang sambil menyisir rambut dengan jari-jarinya.

Gilang terdiam. Matanya membulat. Menerawang yang tersembunyi di balik kain putih yang melilit di tubuh Mayang.

"Mayang..." panggilnya lembut.

"Apa, Lang?" Mayang mengibaskan rambut panjangnya.

"Mayang sini deh! Kalau nggak aku ngambek," rengek Gilang manja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Semoga beres ya urusan Mayang gerebek suami kampret
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SIDANG MAYANG

    "Sudah – sudah, kamu berangkat saja sama Chandra. Pecahan gelasnya biar ibu saja yang bereskan," ucap Dahlia. Tangannya mengibas-ngibas menyuruh Gilang cepat pergi bersama Chandra.Tanpa menunggu perintah Dahlia untuk kedua kalinya, Gilang segera mengikuti Chandra. Masuk ke mobil mewah yang dikendarai sendiri oleh pria itu. Duduk bersebelahan dengan pria yang katanya akan membuat hidupnya berubah dalam sekejap. Tapi entah mengapa hatinya terasa tidak tenang. Seolah akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya."Kamu nggak apa-apa, Lang?" tanya Chandra setelah beberapa menit hening yang canggung.Gilang mengalihkan pandangannya ke luar jendela, melihat rumah-rumah yang perlahan berganti menjadi gedung-gedung tinggi."Aku nggak apa-apa, Om," jawabnya singkat. "Cuma… gugup."Chandra tersenyum tipis. "Om ngerti. Kamu nggak usah tegang. Om dan tante-tante kamu pada dasarnya orang baik-baik." Ia melirik Gilang sekilas dari sudut mata. "Mereka juga sudah penasaran pengen lihat keponaka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PERSIAPAN GILANG

    Dahlia membuka lebar-lebar pintu lemari yang berisi deretan kemeja dan jas Irawan. Setelan pakaian yang dulu menjadi busana sehari-hari Irawan saat berangkat bekerja. Lengkap dengan dasi aneka warna dan juga ikat pinggang berbahan kulit. Kemeja putih itu juga masih ada di sana, kemeja yang dipakai Irawan saat menyematkan cincin di jarinya.Wanita itu tersenyum sembari membayangkan kembali saat-saat dia menyiapkan setelan kerja untuk dipakai oleh suaminya itu. Rutinitas yang membuatnya merasa bahagia telah menjadi istri seorang Irawan Mahendra. Kemudian tangannya mengambil kemeja biru langit dengan dasi biru dongker. Padanan warna yang menurutnya paling membuat Irawan terlihat begitu menawan."Lang ... kamu coba pakai kemeja ayah, nih. Ibu rasa ukuran badan kamu sudah sama dengan badan ayah dulu. Coba deh ..." ujar Dahlia, membawa kemeja pilihannya ke kamar Gilang.Gilang yang masih mengeringkan rambutnya sehabis mandi terkejut dengan kehadiran Dahlia di kamarnya. Ia sedikit mengeryitk

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CIPTO EDAN

    Belajar dari apa yang dialami Mayang, Amira tak ingin menghabiskan belasan tahun hidupnya dalam kesengsaraan yang sama-tinggal serumah dengan ibu mertua yang tak pernah benar-benar menghargai pengorbanan menantu. Setiap usaha dianggap kurang. Setiap kesalahan dibesar-besarkan. Kata-kata kasar seperti menjadi santapan harian.Dia juga sudah jenuh mendengar urusan rumah tangga kakak iparnya yang selalu saja bertengkar karena uang."Kamu kenapa bertanya begitu, Mira?" Sigit menatapnya heran. "Bukannya dulu kamu sendiri yang ingin tetap tinggal di sini karena mau menjaga Ibu? Sekarang kondisi kita lagi harus berhemat. Bukan malah nambah pengeluaran lagi.""Aku punya sedikit tabungan, Mas," suara Amira mulai bergetar, tapi ia memaksa tetap tenang. "Kita keluar dari rumah ini. Tinggal di kontrakan sederhana saja. Aku bisa jualan makanan lagi buat bantu tambah penghasilan. Aku yakin kita pasti bisa, Mas."Ia mengguncang lengan suaminya pelan, berharap mendapat dukungan. Namun reaksi Sigit ju

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JERIT HATI AMIRA

    "Kamu ngobrol sama, Mayang?" tanya Dahlia setelah Gilang keluar dari kamar dan menyusulnya ke dapur."Iya, Bu. Oh ya bu, Gilang mau bilang sesuatu sama ibu. Maaf kalau waktu itu Gilang mengelak dan menutupi status Mayang."Dahlia menghentikan gerakan tangannya yang sedang mencuci buah anggur pemberian Chandra. Ditatapnya wajah putra tunggalnya dengan tatapan 'ibu tahu kamu mau bilang apa'. Kemudian naikkan kedua alisnya, menyuruh Gilang melanjutkan perkataannya."Mayang istri orang. Lusa dia akan sidang perceraian terakhir dengan suaminya." Gilang diam sejenak, menunggu reaksi Dahlia."Terus? Dia cerai kenapa? Karena kamu?" tembak Dahlia."Bukan, Bu. Suaminya diam-diam udah menikah lagi dan sudah punya anak dari istri barunya. Suaminya juga KDRT. Gilang lihat sendiri kekerasan yang dilakukan suaminya." Gilang menundukkan kepalanya."Kamu cinta dia, Lang?"Gilang mengangguk. "Iya, Bu.""Lamar dia, Lang. Halalkan dia. Bawa dia seperti ayah kamu sudah bawa ibu untuk hidup bersama dengann

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JAUH DI MATA, DEKAT DI HATI

    "Baiklah. Kalau gitu, saya beri kalian waktu untuk berpikir. Besok, kalau Gilang sudah siap, saya akan datang lagi untuk menjemput. Permisi."Suasana kembali hening setelah langkah pria itu menjauh.Gilang mengantar Chandra sampai ke halaman, memperhatikan pria itu masuk ke dalam mobil hitam mengilap yang sejak tadi terparkir rapi di depan rumah. Mesin baru saja menyala ketika tiba-tiba pintu kembali terbuka. Chandra keluar lagi. Ia melangkah santai mendekati Gilang, lalu menyelipkan sebuah kartu nama ke tangan pemuda itu.Kartu nama tanpa nama. Hanya sebuah logo huruf 'M' berwarna emas yang tercetak elegan di bagian tengah atasnya."Kalau kamu bersedia ikut saya besok," ujar Chandra pelan, "nama kamu akan segera tercantum di kartu itu." Ia mengedipkan sebelah mata, senyumnya melebar."Sampai jumpa lagi, keponakan om yang ganteng ..."Gilang mengamati kartu di tangannya. "Chief Executive Office? Artinya apa ya?" gumam Gilang.Dan tidak hanya itu saja yang membuatnya bingung, alamat da

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AKU BUTUH KAMU

    "Dia bukan pemuda kayak gitu, Wi. Gilang pasti mau bertanggung jawab. Hubungan yang sudah sampai ke tahap mengenal orang tua bukan hubungan yang main-main lagi, kan," ungkap Mayang, lebih kepada meyakinkan dirinya sendiri."Harusnya sih begitu. Emang dia lagi terlibat masalah apa sih? Nyampe kamu khawatir kebangetan gitu?" Dewi mendengus tertawa.Tak habis pikir, masalah yang sedang dialami pemuda berusia dua puluh tahun? Paling juga berkelahi sesama mahasiswa atau kebut-kebutan di jalan."Kasus pencucian uang hasil korupsi Hermawan Salim," ujar Mayang, setengah mencicit."What??? Dia? Pemuda ingusan itu? Terlibat kasus pencucian uang? Berapa banyak?""Satu miliar - kemungkinan lebih.""Omaigat!! Kamu dalam bahaya, Mayang!"Keheningan pun menyergap mereka. Semenit kemudian Dewi menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Sebuah ide gila terlintas dibenaknya. Dia tidak mau kalau sahabatnya itu sampai menderita lagi karena kehamilannya atau buruknya lagi melahirkan tanpa ada suami yang mengakui

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   GELI-GELI BASAH

    Gilang gemas setengah mati melihat tubuh molek Mayang. Tangannya gatal ingin cepat-cepat mendarat, meremas dada montok itu dan mulutnya sudah kepingin menyusu. Mayang menggiring Gilang menuju meja makan. Sajian makan malam yang menggiurkan tersaji di atas meja."Kamu masak apa, Mayang?" tanya Gilan

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   LOLIPOP BERONDONG

    Wanita itu tersentak. Matanya membelalak begitu menyadari siapa yang baru saja ia tabrak."Gilang! Kamu...?!" Mayang buru-buru menjulurkan tangannya. "Sini balikin ponsel saya!""Eits! Bentar dulu." Gilang mengangkat tangannya tinggi-tinggi, hingga Mayang harus berjinjit jika ingin merebut kembali

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CEMBURU BU DOSEN

    Gilang dan Sabrina tampak bermandi keringat di pojok kantin kampus. Napas mereka tersengal, bibir merekah, dan mata merem-melek, menahan sensasi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata."Aduh, ga tahan gue!" Sabrina mengerang, mengipasi wajahnya yang sudah tak karuan.Dia menampar pergelangan tanga

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SERANGAN SENIOR

    Sambil bersiul riang, Gilang melangkah ringan menuju area parkir. Namun, jarak lima meter dari kuda besinya, tiga orang pemuda berdiri menghadangnya. Salah satu dari mereka, tampak seorang mahasiswa senior yang terkenal di jurusan teknik. Bukan terkenal karena prestasinya melainkan karena gelar mah

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status