Share

DEBARAN CINTA

Author: Fredy_
last update Huling Na-update: 2025-12-08 21:13:07

Debaran jantung mereka berpacu bagai hentakan musik yang asyik dinikmati bersama secangkir kopi. Mengalun, mengayun dan menerobos dengan lincah. Ciuman panas bagai bara yang membakar, meletupkan gairah yang tak pernah padam meski pernah coba diredam.

"Aku sungguh sangat bermimpi, untuk mendampingi hatimu ... sangat besar harapanku tuk hidup berdua denganmu. Tuhan ... jadikanlah dia jodohku ..."

Lantunan sepenggal lirik lagu dari Astrid itu menjerit di hati kedua insan yang tengah berpeluh nafsu di atas ranjang bermotif bunga.

Meski Gilang berucap siap menjadi perebut istri orang, tetapi dia sungguh tidak mau menambah masalah dalam hidup Mayang.

Dia juga harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Harus berusaha keluar dari lingkaran setan White House, meski tidak bisa semudah itu. Ia terikat kontrak. Dan seorang wanita yang telah memberikan segalanya kepada dirinya, pasti tak akan mudah melepaskan begitu saja.

Ah, sudahlah! Nikmati saja dulu, bukan begitu?

Gilang memilin helai-helai
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PROFESI YANG DIPERTARUHKAN

    "Bu Mayang ... bu ..." panggil seorang dosen wanita.Namun, Mayang terus saja berjalan menuju ruang dekan, tanpa ada niat menghentikan langkahnya, menanggapi orang yang memanggilnya. Demi Tuhan! Kepalanya sudah cukup sakit mendapati gossip yang beredar di kampus, mengenai dirinya dan Gilang."Bu, saya minta maaf ... sungguh saya nggak nyangka kalau beritanya akan jadi seheboh ini," lanjut wanita di belakangnya.Langkah Mayang sama sekali tak melambat. Ia terus berjalan menjauh, sambil menahan emosi yang bergolak di dadanya. Fokusnya kini hanya satu-meyakinkan Pak Dekan agar Gilang tetap mendapatkan beasiswanya. Bagaimanapun juga, pemuda itu adalah salah satu mahasiswa berprestasi yang bisa mengharumkan nama universitas."Bu Mayang... saya berani sumpah. Saya cuma pernah bertanya sama satu dosen dan satu mahasiswa saja, pendapat mereka tentang kedekatan Ibu dengan Gilang. Cuma dua orang itu saja, kok.""Bu Jenny!" bentak Mayang akhirnya. "Mau dua orang atau dua ratus orang, sekarang su

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   BERCINTA DI RUMAH IBU

    Malam itu, percakapan mereka ditutup dengan pertanyaan yang terus Gilang ingat sampai dengan keesokan paginya. Akan tetapi, Dahlia memang bukan tipe wanita yang terlalu sulit untuk didekati. Terbukti pagi ini, Gilang sudah dapat menyaksikkan keakraban yang terjalin di antara dua wanita favoritnya itu."Waahh... ibu seneng deh, Lang. Mayang ternyata lebih mengerti dapur ketimbang Ibu. Masakan Mayang juga lebih enak dari masakan Ibu. Berarti kamu udah kena pelet dari lidah turun ke hati ya, Lang?" canda Dahlia."Yah, kurang lebih begitu, Bu," sahut Gilang, melirik Mayang yang tersipu malu.Namun ketika ibunya menghilang dan meninggalkan mereka berdua saja di dalam kamar, Gilang berbisik kepada Mayang, "Ibu aku sok tahu, ya. Mana ada dari lidah turun ke hati? Yang ada itu dari dada, turun ke lutut. Aku suka lemes kalau lihat Bu Dosen seksi, pakai kemeja ketat, ngajar di depan kelas.""Ehhh ... hati-hati kamu kalau ngomong. Nanti ibu kamu denger," protes Mayang."Ya, nggak apa-apa lah. Bi

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ISTRI ORANG?

    Sementara itu, di dalam sebuah rumah sederhana dengan halaman yang dipenuhi sayuran hidroponik, Dahlia-ibunda Gilang-tampak gelisah menantikan kepulangan putra tunggalnya. Ia sudah menyiapkan sirup stroberi kesukaan Gilang dan menyimpannya di dalam lemari pendingin. Tak hanya itu, semur daging spesial pun telah tersaji, khusus untuk menyambut anak kesayangannya."Ayah belum tidur? Nungguin Gilang juga, ya?" tanya Dahlia sambil melongok ke dalam kamar.Irawan Mahendra-pria yang selalu tersenyum setiap kali mendengar nama putranya-terbaring di ranjang dengan jemari saling bertaut di atas perut. Pagi tadi, saat mendengar suara Gilang di telepon yang mengabarkan akan pulang, semangat Irawan langsung meletup. Dia berhasil menghabiskan satu mangkuk bubur organik sarapannya sampai tandas.Kini, pria yang biasanya sudah terlelap pukul tujuh malam itu masih terjaga, setia menanti kepulangan Gilang. Dahlia duduk di tepi ranjang, mengupas sebuah pisang sambil menemani suaminya. Biasanya, Irawan

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PULANG KAMPUNG

    "Selamat... eheem... selamat ulang... eheem... selamat ulang tahun ... aduuhh... gimana sih tadi nadanya, Lang? Aku payah banget deh kalau urusan nyanyi ..."Gilang tergelak mendengar suara Mayang yang ternyata sangat pas-pasan. Padahal tadi dia sendiri yang mengusulkan untuk memberikan kejutan kepada ibunda Gilang dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun'. Tapi, kelihatan dari raut wajahnya sekarang sepertinya Mayang hampir menyerah."Aku nggak nyangka, Mayang. Dibalik semua sikap kamu yang selalu terlihat sempurna itu, ternyata masih bagusan suara Raka kalau nyanyi." Gilang tertawa hingga menitikkan air mata. "Aduh, maaf, Mayang...""Iihh, malah ngeledek ... aku dari jaman sekolah nilai terendah itu pelajaran kesenian, Lang. Nggak tau kenapa, kayaknya aku nggak berbakat aja gitu ...""It's okay, Mayang. Semua orang punya keunggulannya masing-masing. Nggak musti semua dikuasai, kan? Aku juga nggak akan bisa kalau disuruh multi-tasking kayak kamu ..." Gilang m

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SUAMI TAK TAHU DIRI

    Cinta?Pengakuan menjijikkan Cipto seketika menyulut amarah Mayang hp sampai ke ubun-ubun. Dadanya naik turun, rahangnya mengeras, matanya berkilat menahan luapan emosi.“Omong kosong!” bentaknya tajam. “Kamu bilang nggak cinta, tapi bisa punya anak dari dia?” Suaranya bergetar, namun tetap menusuk. “Kamu pasti sudah tidur sama dia—lebih dari sekali, kan, Cipto?!”Napas Mayang tersengal, menahan tumpukan kecewa, dan rasa dikhianati yang bercampur jadi satu."Terus... otak kamu di mana, hah?!" lanjutnya. "Hampir setahun kamu menghilang, ternyata kamu sudah nikah sama dia! Kamu bohongin aku, Cipto! Kamu tidur sama dia sampai dia hamil-"Suaranya meninggi, nyaris menjerit."-tapi di waktu itu kamu pulang, bisa-bisanya kamu masih minta jatah sama aku?"Mayang tertawa getir, matanya memerah. "Enak ya... bisa ngegilir dua istri? Kamu pikir kamu siapa? Raja minyak? Sultan Baghdad?""Mayang, apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan hati kamu lagi?" tanya Cipto masih dengan suara memel

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TUMPUKAN MASALAH

    Mayang mengintip kursi belakang melalui kaca spion. Dia tersenyum puas melihat banyaknya kue dan barang-barang yang telah dibeli untuk keluarga berondong gantengnya itu.Dia membeli banyak obat-obatan herbal untuk ayah Gilang, minyak pijat, serta berlembar-lembar daster batik untuk ibu Gilang. Selain itu ia juga sudah menyusun kata-kata perkenalan agar tidak terkesan kaku dan memalukan di depan calon mertuanya."Calon mertua? Astaga..." Mayang tertawa dalam hati membayangkan akan seperti apa akhir cerita cintanya nanti dengan Gilang Pratama.Mayang membelok ke arah belakang kampus lama, lalu memperlambat laju mobilnya sebelum berhenti tepat di titik tempat janjian mereka. Ia tiba satu jam lebih awal, karena di luar dugaan, kue dan hadiah yang ia incar berhasil didapatkan jauh lebih cepat dari perkiraannya.Untuk membunuh waktu sambil menunggu Gilang, Mayang akhirnya meraih ponselnya yang selama berbelanja tadi ia simpan di dalam tas. Setelah hampir seharian penuh mengabaikannya, kini

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status