Home / Urban / BRONDONG TENGIL BU DOSEN! / JALAN AKASIA NO 26

Share

JALAN AKASIA NO 26

Author: Fredy_
last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-06 08:31:42

"Are you okay, Sab?" Gilang memutar badannya berhadapan dengan Sabrina.

"Nggak usah sok peduli! Lo sama Ian sama aja! Semua cowok sama aja!" ucap Sabrina ketus.

"Idiiihhh, udah ditolongin juga. Bocah banget lo, Sab ..." cibir Gilang.

"Pergi lo! Gue pengen sendiri!" sahut Sabrina mendorong tubuh Gilang sekuat tenaga.

"Woi lah, becanda kali! Tungguin gue! Kelas kita kan sebelahan! Sab! Sab!" Gilang berlari mengejar Sabrina.

Di saat yang bersamaan, Mayang baru saja keluar dari salah satu kelas ket
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AKHIR YANG INDAH - TAMAT

    “Brother aink!!” suara khas Raka memanggil Gilang yang baru tiba di Indonesia. “Raka kangen ... huuu ... lama banget ngga ketemu sampai kamu sudah punya anak tiga biji begini.”“Aku juga kangen sama kamu, ka. Istiri aku ngga disapa, ka?”“Ehh ... Bu Mayang ... tambah geulis wae ... apa kabar ibu?” Raka mengulurkan tangannya dan mencium tangan mantan dosennya itu.“Katanya kamu mau jemput pakai mobil, ka? Mana mobilnya?”“Ehh iyaa ... hayu atuh kita berangkat. Kesian bayi-bayi kayaknya udah pada lelah.”“Aku yang udah lelah, ka. Tangan keram gendong tiga bayi, ayahnya sih enak tidur.” Mayang menyenggol lengan Gilang.Sebuah Vellfire hitam telah menunggu tak jauh dari pintu lobby bandara. Gilang berdecak saat Raka mendekati mobil itu dan membukakan pintu untuk mereka.“Wuuiihhh ... keren banget brother aink sekarang! Mobil baru?” tanya Gilang seakan mencurigai perbuatan pemuda itu selama dua tahun ditinggal olehnya.“Tinggal naik saja bawel banget sih? Tinggal duduk saja yang nyaman, la

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   #SAVEAYAHMUDA

    Suatu hal yang wajar jika seorang istri posesif terhadap suaminya. Itu berarti rasa cintanya begitu besar dan dia menginginkan suaminya itu hanya menjadi milik satu-satunya. Bahkan kalau bisa nyamuk betina juga tidak boleh nemplok seenaknya dan menggigit anggota tubuh manapun dari suaminya itu.Wanita juga ahli sejarah yang paling hebat di dunia. Dia bisa mengingat segala kesalahan yang pernah dilakukan suaminya mulai dari saat pacaran hingga sudah punya anak banyak. Dan Mayang tidak mau menambah rentetan kesalahan untuk diingat. Dia harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya kini.Mayang melenggang anggun sambil mendorong stroller, memasuki area taman kampus terkenal di kota itu. Dia dan Tina berjalan menuju fakultas tempat Gilang menuntut ilmu. Berdasarkan jadwal yang Mayang intip diam-diam dari ponsel suaminya itu, seharusnya Gilang sudah selesai kelas pagi.Pucuk dicinta ulam pun tiba, ayah muda yang tengah dicari keberadaannya itu terlihat sedang mengo

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MISI ISTRI

    Tiba-tiba Mayang seperti merasa cemas dengan lingkungan kampus Gilang. Apa mungkin mahasiswa di sana tidak mengetahui status Gilang yang sudah menjadi seorang ayah? Atau gadis-gadis di sana sudah terbiasa bersikap mesra terhadap lawan jenis?“Ehh? Grace?” tanya Gilang seketika terdiam.Suara pintu apartement yang terbuka mengejutkan mereka, sebelum Gilang sempat memuaskan Mayang dengan jawabannya. Tina sudah pulang berbelanja. Dengan dibantu supir, wanita itu mengangkut kantong-kantong belanja yang seperti tidak ada habisnya. Lekas Mayang mengalihkan perasaan anehnya dengan membantu Tina mengeluarkan barang belanjaan.“Are you okay? Bayi-bayi handsome masih tidur? Apa mereka sempat rewel?” tanya Tina yang melihat ketidakberesan di wajah Mayang.“Tidak, Tina. Mereka aman dan aku juga sudah sempat mandi. Tina aku boleh minta bantuan kamu?” bisik Mayang sembari meremas jemarinya.“Silahkan. Bilang saja. Kamu butuh bantuan apa?”“Besok aku mau kita membawa bayi-bayi ini ke suatu tempat.”

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TEMAN KAMPUS?

    Hari itu terasa sangat panjang dan melelahkan bagi Gilang. Selama seminggu terakhir, ia harus membagi waktu antara kuliah, virtual meeting dengan Chandra dan jajaran manajemen perusahaan di Swedia, serta bolak-balik menemani Mayang di rumah sakit. Hingga akhirnya, hari ini mereka bisa kembali ke apartemen.Dengan bantuan Tina, masing-masing dari mereka menggendong satu bayi. Sementara itu, dua tas besar dibawa oleh sopir. Tepat pukul sepuluh pagi, mereka tiba di apartemen. Tanpa menunda, Gilang segera merebahkan tubuhnya di ranjang setelah memastikan ketiga bayinya terlelap di boks baru mereka."Gilang, Mayang... aku harus ke supermarket sebentar. Beli bahan makanan sehat untuk ibu hamil. Keluarga dari Indonesia jadi datang tiga hari lagi, kan? Sekalian aku beli bahan untuk bikin kue," ujar Tina sambil menggenggam dompet yang setiap hari diisi Mayang untuk kebutuhan belanja."Om Chandra bilang jadi datang. Dia juga bawa ayah dan ibuku. Oh iya... tolong belikan buah yang banyak, ya. Ay

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CAP CIP CUP

    "Aku sayang kamu, Ibu Mayang Sari Indriani ..." bisik Gilang di sela ciuman itu. Napasnya mulai memburu. Perlahan, tangannya bergerak, hendak menggapai dada Mayang yang bebas.Namun saat Gilang mulai akan meremas dadanya, Mayang segera melayangkan protes. "Ingat jatah anak, Lang.""Iya, bu ... iya ..." Gilang manyun.Matanya kembali menatap anak ketiganya yang mulai kekenyangan. Mulut bayi mungil itu melepaskan pucuk dada ibunya yang memerah. Persis seperti kalau Gilang keasikan bermain-main di sana. Hanya saja sekarang bentuknya lebih besar dan ..."Sesek, Mayang ..." ucap Gilang sembari merapatkan pahanya.Mayang tertawa. Ketiga bayinya memang sangat menggemaskan. Tapi lebih menggemaskan lagi ayah mereka kalau sudah merajuk. Wajah memelasnya itu selalu saja berhasil membuat Mayang mengangkangkan kedua pahanya. Karena kalau tidak, Gilang akan terus merajuk sampai dapat.Sungguh tak terbayang setelah 40 hari berlalu, Gilang akan membolak-balik dirinya seperti apa nanti. Sepertinya May

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   BAHAGIA PENUH

    Seorang perawat yang membantu mendorong bayi-bayi mereka sampai ke ruang perawatan, berdiri di dekat Mayang."Maaf, apa ibu mau menyusui bayinya?" tanya perawat itu."Mau," ucap Mayang dengan wajah sumringah.Selain mengandung dan melahirkan, peristiwa menyusui bayi juga merupakan kejadian yang sangat ia nanti-nantikan. Sebelum menyodorkan bayi yang lahir lebih dulu, perawat memberi penjelasan singkat tentang beberapa jenis makanan yang dapat memperlancar produksi asi."Saya bantu melepaskan bagian atas pakaian ibu supaya bisa menyusui dengan mudah," tukas perawat wanita berkulit gelap dengan rambut berombak yang digulung ke atas.Perawat itu mengatur posisi sandaran ranjang Mayang hingga 45 derajat. Gilang dengan sigap membantu membetulkan bantal untuk menjadi tempat bersandar Mayang. Pakaian Mayang terlepas saat perawat menarik tali baju bersalinnya.Gilang pura-pura mengalihkan pandangannya saat sepasang dada Mayang yang bengkak terpampang di depannya. Perawat memencet dada Mayang,

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   EMBUN TURUN DI DAPUR

    Mayang berpegangan erat pada tepi meja dapurnya. Celah surganya sudah basah yang seperti tidak ada habisnya meski sudah dikerjai habis-habisan oleh Gilang. Dan Mayang pasrah kalau harus mengganti sprei yang baru mereka tiduri belum sampai dua jam itu."Mayang, kamu lapar nggak? Mau makan?" Mata Gil

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   ISTRI MUDA

    Tangisan bayi yang belum genap sebulan menggema dari dinding kamar Cipto di lantai dua rumah ibunya. Rumah yang dulu hanya memiliki dua kamar tidur sempit, satu kamar mandi bersama, dan ruang tamu kecil berisi satu sofa, kini telah direnovasi menjadi rumah dua lantai yang lebih layak huni. Empat ka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CURHAT SAHABAT

    Detik berikutnya, mereka sudah larut dalam obrolan nostalgia seputar masa-masa kuliah. Topik pembuka-siapa lagi kalau bukan tentang Fariz, yang kini menjadi suami Dewi.Dulu, pria itu terkenal gigih-bahkan bisa dibilang nekat-dalam mengejar cinta Dewi. Ke mana pun Dewi pergi, Fariz pasti muncul sep

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   HURU HARA PONSEL

    Matahari minggu pagi masuk melalui jendela kamar Mayang. Menyorot wajah Mayang yang tampak berseri-seri meski baru saja bangun tidur. Mayang tidak terkejut saat mendapati dirinya tidur sendirian di ranjangnya, ah ... biasanya juga dia selalu bangun tidur hanya sendirian.Tiba-tiba Mayang teringat d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status