Share

MALU MALU MAU

Author: Fredy_
last update publish date: 2025-11-14 08:42:12

Tante Kurnia dengan beringas menurunkan celana Gilang dan meremas pusaka pemuda itu yang masih tidur. Kemudian, menggulum liar hingga buah zakar Gilang masuk semua ke dalam mulutnya.

Satu menit, dua menit berlalu, namun pusaka kebanggaan Gilang belum juga bangun.

Gilang memejamkan matanya kuat-kuat, berusaha menikmati permainan mulut Tante Kurnia yang buas. Wanita gempal itu juga menggesekkan dadanya ke pusaka Gilang sembari mendesah-desah.

Tiga menit berlalu, Gilang merasa ada yang tidak beres
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
kapok kamu Gilang kena tulah ....ketemu atelit sumo sukurin .....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   AKHIR PERJALANAN PANJANG

    Semakin mendekati pintu ruang persidangan, langkah Mayang terasa kian berat.Udara di sekelilingnya seperti menekan dada. Rasa takut menyergap, membuat jemarinya dingin dan tubuhnya bergetar halus. Kalau saja Rossy tidak menggenggam tangannya erat-erat, mungkin ia sudah berbalik arah-kabur saja dari tempat itu.Belum lagi rasa mual yang sejak pagi tak kunjung reda. Perutnya bergolak, kepalanya sedikit pening, dan tubuhnya sedikit lemas."Tenang, Mayang. Sidangnya nggak akan lama," ujar Rossy lembut. Tangan satunya mengusap pundak Mayang, memberi kehangatan yang sangat dibutuhkan."Aku takut, Rossy..." bisik Mayang lirih, langkahnya terhenti tepat beberapa meter dari pintu.Rossy memutar tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. "Mayang, lihat aku."Mayang mengangkat wajahnya perlahan."Kita punya Charles. Dia pengacara andalanku. Sembilan puluh persen kasus pasien-pasienku yang dia tangani, berhasil dimenangkan. Kita pasti bisa."Mayang mengangguk pelan.Ya, Charles sudah berjanji aka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SIDANG MAYANG

    "Sudah – sudah, kamu berangkat saja sama Chandra. Pecahan gelasnya biar ibu saja yang bereskan," ucap Dahlia. Tangannya mengibas-ngibas menyuruh Gilang cepat pergi bersama Chandra.Tanpa menunggu perintah Dahlia untuk kedua kalinya, Gilang segera mengikuti Chandra. Masuk ke mobil mewah yang dikendarai sendiri oleh pria itu. Duduk bersebelahan dengan pria yang katanya akan membuat hidupnya berubah dalam sekejap. Tapi entah mengapa hatinya terasa tidak tenang. Seolah akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya."Kamu nggak apa-apa, Lang?" tanya Chandra setelah beberapa menit hening yang canggung.Gilang mengalihkan pandangannya ke luar jendela, melihat rumah-rumah yang perlahan berganti menjadi gedung-gedung tinggi."Aku nggak apa-apa, Om," jawabnya singkat. "Cuma… gugup."Chandra tersenyum tipis. "Om ngerti. Kamu nggak usah tegang. Om dan tante-tante kamu pada dasarnya orang baik-baik." Ia melirik Gilang sekilas dari sudut mata. "Mereka juga sudah penasaran pengen lihat keponaka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PERSIAPAN GILANG

    Dahlia membuka lebar-lebar pintu lemari yang berisi deretan kemeja dan jas Irawan. Setelan pakaian yang dulu menjadi busana sehari-hari Irawan saat berangkat bekerja. Lengkap dengan dasi aneka warna dan juga ikat pinggang berbahan kulit. Kemeja putih itu juga masih ada di sana, kemeja yang dipakai Irawan saat menyematkan cincin di jarinya.Wanita itu tersenyum sembari membayangkan kembali saat-saat dia menyiapkan setelan kerja untuk dipakai oleh suaminya itu. Rutinitas yang membuatnya merasa bahagia telah menjadi istri seorang Irawan Mahendra. Kemudian tangannya mengambil kemeja biru langit dengan dasi biru dongker. Padanan warna yang menurutnya paling membuat Irawan terlihat begitu menawan."Lang ... kamu coba pakai kemeja ayah, nih. Ibu rasa ukuran badan kamu sudah sama dengan badan ayah dulu. Coba deh ..." ujar Dahlia, membawa kemeja pilihannya ke kamar Gilang.Gilang yang masih mengeringkan rambutnya sehabis mandi terkejut dengan kehadiran Dahlia di kamarnya. Ia sedikit mengeryitk

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   CIPTO EDAN

    Belajar dari apa yang dialami Mayang, Amira tak ingin menghabiskan belasan tahun hidupnya dalam kesengsaraan yang sama-tinggal serumah dengan ibu mertua yang tak pernah benar-benar menghargai pengorbanan menantu. Setiap usaha dianggap kurang. Setiap kesalahan dibesar-besarkan. Kata-kata kasar seperti menjadi santapan harian.Dia juga sudah jenuh mendengar urusan rumah tangga kakak iparnya yang selalu saja bertengkar karena uang."Kamu kenapa bertanya begitu, Mira?" Sigit menatapnya heran. "Bukannya dulu kamu sendiri yang ingin tetap tinggal di sini karena mau menjaga Ibu? Sekarang kondisi kita lagi harus berhemat. Bukan malah nambah pengeluaran lagi.""Aku punya sedikit tabungan, Mas," suara Amira mulai bergetar, tapi ia memaksa tetap tenang. "Kita keluar dari rumah ini. Tinggal di kontrakan sederhana saja. Aku bisa jualan makanan lagi buat bantu tambah penghasilan. Aku yakin kita pasti bisa, Mas."Ia mengguncang lengan suaminya pelan, berharap mendapat dukungan. Namun reaksi Sigit ju

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JERIT HATI AMIRA

    "Kamu ngobrol sama, Mayang?" tanya Dahlia setelah Gilang keluar dari kamar dan menyusulnya ke dapur."Iya, Bu. Oh ya bu, Gilang mau bilang sesuatu sama ibu. Maaf kalau waktu itu Gilang mengelak dan menutupi status Mayang."Dahlia menghentikan gerakan tangannya yang sedang mencuci buah anggur pemberian Chandra. Ditatapnya wajah putra tunggalnya dengan tatapan 'ibu tahu kamu mau bilang apa'. Kemudian naikkan kedua alisnya, menyuruh Gilang melanjutkan perkataannya."Mayang istri orang. Lusa dia akan sidang perceraian terakhir dengan suaminya." Gilang diam sejenak, menunggu reaksi Dahlia."Terus? Dia cerai kenapa? Karena kamu?" tembak Dahlia."Bukan, Bu. Suaminya diam-diam udah menikah lagi dan sudah punya anak dari istri barunya. Suaminya juga KDRT. Gilang lihat sendiri kekerasan yang dilakukan suaminya." Gilang menundukkan kepalanya."Kamu cinta dia, Lang?"Gilang mengangguk. "Iya, Bu.""Lamar dia, Lang. Halalkan dia. Bawa dia seperti ayah kamu sudah bawa ibu untuk hidup bersama dengann

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JAUH DI MATA, DEKAT DI HATI

    "Baiklah. Kalau gitu, saya beri kalian waktu untuk berpikir. Besok, kalau Gilang sudah siap, saya akan datang lagi untuk menjemput. Permisi."Suasana kembali hening setelah langkah pria itu menjauh.Gilang mengantar Chandra sampai ke halaman, memperhatikan pria itu masuk ke dalam mobil hitam mengilap yang sejak tadi terparkir rapi di depan rumah. Mesin baru saja menyala ketika tiba-tiba pintu kembali terbuka. Chandra keluar lagi. Ia melangkah santai mendekati Gilang, lalu menyelipkan sebuah kartu nama ke tangan pemuda itu.Kartu nama tanpa nama. Hanya sebuah logo huruf 'M' berwarna emas yang tercetak elegan di bagian tengah atasnya."Kalau kamu bersedia ikut saya besok," ujar Chandra pelan, "nama kamu akan segera tercantum di kartu itu." Ia mengedipkan sebelah mata, senyumnya melebar."Sampai jumpa lagi, keponakan om yang ganteng ..."Gilang mengamati kartu di tangannya. "Chief Executive Office? Artinya apa ya?" gumam Gilang.Dan tidak hanya itu saja yang membuatnya bingung, alamat da

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   GODAAN SABRINA

    Seusai kelas, Gilang sengaja menunggu Sabrina keluar dan kembali tertawa puas. Sabrina mendelik tajam. Tanpa pikir panjang, dia mencubit pinggang Gilang sekuat tenaga sampai pemuda sixpack itu mengaduh."Aw! Sakit, Sab!" Gilang meringis, tetapi tawanya malah makin menjadi."Brengsek lo!" umpat Sabr

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JEBAKAN BETMEN

    "Terus? Gue ke rumah lo gitu? Modus lo!" Gilang menyipitkan mata."Pliiss, Lang. Gue nggak tau musti minta tolong siapa. Tau sendiri, anak geng gue nggak ada yang ngerti hardware – software begitu. Mereka tahunya Tupperware …""Hu! Dasar cewe, tahu dipake eehh pake, doang! Ya udah, gue ke rumah lo.

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   JALAN AKASIA NO 26

    "Are you okay, Sab?" Gilang memutar badannya berhadapan dengan Sabrina."Nggak usah sok peduli! Lo sama Ian sama aja! Semua cowok sama aja!" ucap Sabrina ketus."Idiiihhh, udah ditolongin juga. Bocah banget lo, Sab ..." cibir Gilang."Pergi lo! Gue pengen sendiri!" sahut Sabrina mendorong tubuh Gil

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   TERSANDUNG GAIRAH

    Mayang memejamkan mata. Berciuman dengan Gilang benar-benar membuatnya merasa seakan menjadi wanita paling menggairahkan di dunia. Satu-satunya wanita di dunia yang kalau kehilangan pemuda itu, mungkin bisa mati. Dia mau Gilang itu lebih dari apapun, siapapun, bahkan lebih dari hidup rumah tanggany

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status