แชร์

Bab 58. Merasa Aneh.

ผู้เขียน: Nanitamam
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-17 19:12:34

"Turunkan tanganmu, Zena. Atau kuasamu di Red Viper akan kucabut malam ini juga."

Zena tersentak. Detik itu juga, ia refleks menurunkan tangannya yang semula memberi hormat takzim. Bulu kuduknya meremang. Aura dingin dan pekat yang menguar dari tubuh wanita di depannya seolah membekukan udara di dalam kamar sempit itu.

Tidak ada lagi Almira yang polos bin ajaib. Di hadapannya kini berdiri Andrea sang putri tertinggi sindikat Red Viper yang sangat disegani.

"Nona, Anda sudah ingat semuanya?" bis
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 67. Aku Pergi

    Tubuh Almira seketika menegang kaku. Matanya membulat lebar, gerakannya terhenti mendadak seolah terpaku, napasnya tercekat di kerongkongan. Rasa cemas perlahan merayap menyelimuti hatinya.“Serius, Bang?” ucap Almira pelan namun berusaha tetap tenang, berjuang sekuat tenaga agar tidak terlihat gugup sedikit pun.Ziandra mengangguk perlahan. “Iya. Aku sendiri baru menemukannya tadi.” Ia menatap wajah Almira lekat-lekat, lalu bertanya lembut namun penuh selidik. “Selama aku pergi, tidak ada orang asing yang datang ke sini, kan?”Almira menelan ludah, pipinya perlahan memerah meski ia berusaha menyunggingkan senyum paling tenang. Jantungnya berdegup kencang—bukan hanya karena ketakutan, tapi juga karena tatapan Ziandra yang begitu tajam dan dekat.“Nggak ada kok, Bang… tenang saja,” jawabnya pelan, sedikit tercekat namun segera menyambung dengan nada manja yang menggoda. “Cuma ada Abang saja yang boleh masuk ke sini dan ke hati aku.”Tanpa menunggu jawaban, tangan kecilnya perlahan naik

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 66. Ini Apa, Bang?

    "Sersan Irwan! Apa yang terjadi? Kenapa telepon Anda tidak aktif?!"Irwan yang masih duduk di sofa langsung menelan ludah dengan susah payah, sementara jemarinya bergetar hebat menggenggam ponsel. Matanya melirik panik ke arah Almira. Gadis itu berdiri tepat di sampingnya sambil mengangkat ponsel lain. Di layar ponsel tersebut sudah tertulis kalimat dengan huruf besar yang sangat jelas."M-MAAF, KOMANDAN! TADI PONSEL SAYA JATUH. BATERAINYA KENA AIR."Almira menggerakkan telunjuknya, memberi isyarat agar Irwan membaca persis seperti yang tertulis..Irwan menarik napas panjang."M-maaf, Komandan! Tadi ponsel saya jatuh baterainya kena air."Hening sesaat. Lalu terdengar suara Ziandra yang jauh lebih pelan. "Baterai kena air?"Irwan memejamkan mata. "Iya. Siap."Ziandra memotong sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat. "Ponsel dinas militermu itu waterproof sampai kedalaman lima puluh meter, Sersan Irwan."Keringat dingin langsung mengucur di pelipis Irwan. Mulutnya terbuka, tetapi tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 65. Jangan Sampai Curiga.

    Zena ikut terdiam. Ia mengenal reputasi Mayor Ziandra jauh sebelum menjadi bagian dari jaringan Red Viver. Seorang komandan yang tidak pernah mengandalkan emosi, melainkan logika Viver dan itu jauh lebih menakutkan."Kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang," bisik Zena."Ya. Sangat berhati-hati."Sementara itu...Di gang sempit.Salah seorang prajurit kembali berlari mendekati Ziandra. "Komandan! Tidak ada temuan berarti.""Di sini juga nihil.""Area belakang bersih.""Sisi utara juga tidak ada."Semua laporan terdengar sama: tidak ada apa pun.Ziandra memandang langit beberapa saat, kemudian mengambil keputusan. "Sudah."Seluruh prajurit langsung berdiri tegak. "Siap!""Kita kembali ke markas.""Siap!"Semua mulai bergerak menuju kendaraan masing-masing. Namun baru beberapa langkah meninggalkan lokasi, mata tajam Ziandra menangkap pantulan cahaya kecil di sela retakan trotoar. Kilau itu nyaris tidak terlihat. Ia langsung berhenti."Tunggu."Dave ikut menghentikan langkah. "K

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 64. Harus Hati-Hati

    “Selena selalu tahu apa yang harus dia lakukan.” Tim pembersih Red Viver yang dikirim oleh Selena setelah menerima sinyal radar darurat langsung melompat keluar dan bergerak cepat bagaikan bayangan.Dengan efisiensi tinggi, anggota Red Viver mengangkut empat orang pingsan tersebut, menyingkirkan pecahan kaca, menderek mobil sedan yang hancur, dan menyapu bersih seluruh area. Sementara itu, Almira dan Zena dengan cekatan memindahkan tubuh Adrian yang masih pingsan ke posisi dibangku belakang. Zena alias Bi Sumi duduk di kursi kemudi lalu membawa mobil pergi. Ketenangan tidak berangsur lama. Adrian mulai tersadar! Kepalanya berkunang-kunang sembari memegangi tengkuknya yang berdenyut nyeri."Aduh... kepala saya... sakit? Apa yang terjadi?" gumam Adrian linglung.Almira langsung menengok kebelakang mengubah raut wajah garangnya dalam satu detik menjadi mode 'gadis polos nan teraniaya'."Dokter Adrian! Ya ampun, Dokter nggak apa-apa?!" pekik Almira histeris dengan wajah kaget setengah

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 63. Waktu Habis.

    “Sepertinya sudah terjadi sesuatu”Ziandra langsung mematikan panggilan tanpa ragu. Dengan kening berkerut dalam, ia segera mencari kontak lain dan menekan tombol panggil. Sifat telitinya membuat naluri militernya terus berdering menuntut kepastian.Di tempat lain, telepon genggam Sersan Irwan bergetar nyaring. Irwan yang sedang memegang kunci Inggris langsung mengangkatnya cepat."Siap, Komandan!" jawab Irwan tegas."Bagaimana keadaan disana? Almira aman?" tanya Ziandra langsung tanpa basa-basi, suaranya berat dan penuh intonasi menuntut.Irwan menelan ludah, merasa gugup setengah mati. "M-mohon maaf yang sebesar-besarnya, Komandan! Saya... saya saat ini sedang tidak berada di pos pantau."Alis Ziandra menyatu erat, matanya mengeras bagai baja. "Maksudmu?""Anu, Komandan, tetangga sebelah rumah target tiba-tiba minta bantuan darurat. Pipa airnya bocor parah dan rumahnya kebanjiran. Kasihan, Beliau sedang hamil tua dan sendirian di rumah. Jadi saya bantu sebentar untuk membetulkan pi

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 62. Sales Panci

    "Siapa yang mengikuti kita?" tanya Adrian sambil berulang kali melirik kaca spion tengah."Jadi mereka mulai bergerak ..." desis Almira pelan. Suara tenangnya perlahan lenyap, berganti dengan intonasi dingin penuh perhitungan."Tenang, Almira. Mungkin hanya perasaan kamu saja," jawab Adrian berusaha menenangkan, meski tangannya di lingkar kemudi mulai mencengkram erat."Coba saja banting setir kalau tidak percaya," cetus Zena dari kursi belakang dengan nada datar tanpa ekspresi.Adrian melirik ke arah Almira yang duduk di sampingnya. Gadis itu seketika membenahi posisi duduknya dan berusaha memasang wajah setenang dan selugu mungkin."Apa kamu punya tunggakan pinjol yang belum dibayar?" tanya Adrian tiba-tiba.“Ya ampun, biasanya aku yang bicara absurd begitu. Kenapa Dokter Adrian malah ikut-ikutan?” gumam Almira dalam hati, menahan napas."Aku nggak punya cicilan pinjaman online, Dokter!" sahut Almira tak kalah konyol. "Muka imut begini mana cocok dikejar-kejar debt collector!""Ben

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yait

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status