Share

BAB 17 Kehilangan

Penulis: Endah Tanty
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 19:59:36

Nazha bangkit dari tempat duduknya sambil berucap.”Terima kasih Dim, aku selalu mengingat semua kebaikanmu.”

“Naz ..pikirkan sekali lagi rencanamu menikah dengan Devon,”ujar Dimas

“Aku sudah pikirkan jika aku dulu menjadi korban yang terbakar api, saat ini aku menjadi api yang membakar orang seperti Reymon, “balas Nazha dengan tegas

Dimas hanya menghela napas dan menatap kepergian Nazha, ia harus segera melaporkan apa yang terjadi dengan Nazha pada Salma.

Dimas kini duduk dihadapan Salma, wani
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 85 Kesepakatan Berubah

    Yuni menghela napas dalam, gagal sudah rencananya, lalu ia pun berpamitan pergi, menjauh dari rumah Vidya. Sambil melamun Yuni berjalan menuju taksi yang menunggunya, baru saja ia melangkah keluar pagar sebuah mobil sedan berhenti, dan kaca jendela mobil terbuka“Yuni…kamu Yuni ‘kan?”“Mahes..”balas YuniMahesa langsung turun dari mobil mendekati Yuni.“Kamu datang ke rumahku ada apa?”“Ini rumahmu? aku kesini menemui Vidya,”jawab Yuni sambil terbengong“Kamu mengenal Vidya?”“Aku mengenalnya waktu dia berteman dengan Meira, aku juga Tante Devon.”Mahesa tertawa renyah.”Dunia sempit sekali Yun, kabar yang aku dengar terakhir kamu pindah ke Bali, sekarang tanpaku mencari, kamu datang ke rumahku, Vidya adalah putriku,”“Jadi Vidya putrimu,”Yuni terkejut menatap Mahesa“Yuni…bisakah kita berbicara aku ingin melepas rinduku padamu?”“Baik,”jawab Yuni dengan wajah bersemu merahMahesa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuni masuk, setelah itu Mahesa duduk dan menyetir mobil,“Kita aka

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 84 Reymon bebas

    Setelah pembicaraan bersama yang ayah, Vidya menuju kamar Bara, disana terlihat bayi mungil dengan kulit putih bersih sedang terlelap, Vidya mengurai senyum dan mengusap lembut kaki Bara.“Kamu tampan sekali, Bara, seperti ayahmu Devon,”gumam VidyaSuara langkah kaki menuju kamar, Bi Ratmi terlihat diambang pintu,“Non.,,ada tuan Devon di bawah,”ucap Bi Ratmi“Oh..kebetulan sekali, Bi.. siapkan makan siang untuk kami berdua di taman samping, “suruh Vidya“Baik Non.”Vidya melangkah keluar menuju ruang tamu, wajahnya berbinar bahagia menyambut kedatagan Devon.“Aku senang kau datang menemuiku, “ucap Vidya sambil duduk di sofa depan Devon“Aku mendapatkan kabar dari pak Mahesa jika kamu telah kembali ke rumah, itu berarti kamu sudah tahu apa yang sebenarnya membuatku berjanji menikahimu?”“Sudah,”suara Vidya tenang seakan tak terganggu dengan status Devon yang telah beristri“Jadi kamu bersedia menikah dibawah tangan dan menjadi istri keduaku?’“Aku bersedia,Dev, aku juga telah jatuh ci

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 83 Bersedia Menjadi Istri Kedua

    Devon menghempaskan tubuhnya di bangku, disampingnya duduk Vidya .“Tak seharusnya kamu berada di tempat ini, Vid?”“Iya seharusnya aku menikah denganmu, Meira sangat beruntung menikah denganmu,”sahut vidya“Bahkan Meira pun tak seberuntung kamu, setidaknya mentalmu terguncang tapi kamu masih kuat menghadapi hidup sedangkan Meira entah beban apa yang ia tanggung sampai akhirnya memilih mengahkhiri dirinya sendiri,”ungkap Devon pelan“Maksudmu, Meira bunuh diri?”“Betul, Meira mengakhiri hidupnya sebelum kami menikah,”jawab DevonVidya tertunduk, sesaat ia terlihat sedih, lalu menatap dalam ke arah Devon“Lalu kenapa kamu menemuiku?”Devon menoleh ke arah Vidya, bibirnya terasa kelu.”Heumm aku ingin kamu sembuh Vid,”jawab Devon“Aku sembuh jika kamu mau menikah denganku,”Helaan naps terdengar dari bibir Devon.”kamu masih terobsesi padaku Vid?”“Entah itu obsesi atau cinta aku menginginkan dirimu,”jawab VidyaSesaat mereka terdiam, tanpa sepengetahuan Vidya,dokter dan seorang perawat s

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 82 Kesepakatan

    Devon berdecak kesal, sambil membuang muka“Permintaan Anda sungguh di luar batas, menikahi Vidya sama saja membangun gunung es yang pasti akan mencair , itu sama saja sia-sia,”jawab Devon“Hanya itu tawaranku Devon, atau Bara akan menjadi anak angkatku selamanya, lihatlah aku sudah mengadopsi Bara, secara legal, perlu waktu lama untukmu mengugatnya dan selama dia masih dalam gengamanku, aku bisa berbuat apa saja pada bayi mungil itu, akan sangat mudah melenyapkannya, dengan dalih sakit, iya kan?”“Anda sungguh biadap jika melakukan hal itu,”“Aku tak peduli, aku hanya pria tua yang menginginkan putri satu-satu sembuh, “timpal Mahesa serius.Devon terlihat marah tatapan menajam, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara ponselnya yang bergetar dan berdering.Devon memgangkat ponsel, pangilan dari mbok War“Hallo mbok,”sapa Devon“Tuan, Non Nazha pingsan, saya sangat khawatir , keadaan memburuk, “jawab mbok War bernada cemas.“Aku akan segera pulang,”Devon dengan cepat menutup ponsel dan ba

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 81 Tuntutan

    Bibi Ratmi mengendong Bara.”Bagaimana ini tuan, apa kita harus mengembalikan Bara?”“Tidak Bi Ratmi, aku tidak akan mengembalikan Bara, setidaknya tidak semudah itu Bara kembali pada orang tuannya. Lihatlah siapa ayah dari Bara, apa kamu lupa pria itu?”Ratmi menajamkan penglihatanya di layar televisi, ia langsung membelalakan matanya“Ya ampun itu tuan Devon, pria yang membuat non Vidya depresi berat,”ujar Ratmi“Ini kesempatanku untuk membalas Devon, dia harus bertanggung jawab gara-gara dia Vidya puriku mengalami depresi.”Mehesa berkata dengan nada tegas.Mahesa melangkah menuju ruang kerjanya, lalu menelepon seorang pengacara, ia berencana, mengadopsi Bara, secara legal.Senyum kemenangan timbul di bibir Mahesa, pria tengah baya itu merencanakan sesuatu.“Mungkin ini saatnya Vidya sembuh dari depresinya,”gumam Mahesa menatap foto didrinya dan VidyaMahesa pun memutuskan untuk mengunjugi rumah sakit jiwa , tempat selama tujuh tahun ini Vidya dirawat.“Bagaimana perkembangan putrik

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 80 Ada Dendam Seseorang

    Devon dan Yuni pergi meninggalkan perkebunan karet, menuju sebuah pemukiman yang berjarak 200 meter dari perkebunan, Devon turun dari mobil, dan mulai menanyakan pada warga.“Apa warga disini, ada yang menemukan bayi, siang tadi diperkebunan karet?”tanya Devon“Para pekerja satu minggu ini libur, jadi disana sepi, aku rasa jika ada seseorang yang menemukan pasti sudah lapor pada ketua RT setempat,”jawab warga dengan sangat yakin“Heumm “desahan kecil, Devon putus asa, apa yang dikatakan warga ada benarnya, jika ada yang menemukan pasti sudah diserahkan ke kantor polisi.Yuni terdiam, merasa bersalah, apalagi melihat Devon yang sedih dan cemas, deringan ponsel, terdengar membuat Devon enggan mengangkat pangilan dari Nazha“Haloo Naz…kami belum menemukan Bara,”ucap Devon“Dev..kamu harus menemukan Bara,”mohon Nazha terdengar tangisan yang menyayat hati“Aku akan berusaha, “jawab Devon“Aku bisa mati jika kamu tak bisa menemukan anakku,”rengek Nazha“Maafkan aku Naz, aku pasti akan berus

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 38 Makan Malam

    Suara bel pintu membuat keduanya menghentikan sarapan dan saling tatap“Siapa yang datang sepagi ini?”Devon bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu, waktu dibukanya terlihat kurir membawakan parcel buahKurir memberikannya pada Devon.”Ada paket untuk Nazha .”ucapnyaDevon meraihnya dan kem

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 36 Gelang yang Sama

    Nazha berada di kamarnya usai makan malam dengan Devon, wajahnya berubah sendu ketika menatap dirinya di pantulan cermin, wajah yang terlihat lelah jauh dari kata cantik.“Apakah wanita sepertiku layak untuk dicintai ,”gumamnya pelanManit berlalu malam yang gelap tergantikan pagi yang terang , Naz

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 34 Senjata Makan Tuan

    Sehariaan penuh rombongan Devon dan Salma berkerja, semua perencanan pembangunan dibahas hari itu juga, hingga menjelang malam mereka baru selesai, Devon memutuskan untuk kembali ke Jakarta esok hari karena hujan lebat saat itu pasti perjalanan akan berisiko.“Kita menginap lagi malam ini !”perinta

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 33 Duri Dalam Mawar

    Dimas menatap Sheren dan Devon yang sedang makan malam, entah kenapa perintah dari Salma untuk pertama kalinya Dimas engan melakukannya.Hembusan napas terdengar dari bibir Dimas, usai makan malam ia mencari udara segar disekitar resort, teringat akan perintah Salma untuk mencari celah kesalahan S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status