Mag-log inYuni menghela napas dalam, gagal sudah rencananya, lalu ia pun berpamitan pergi, menjauh dari rumah Vidya. Sambil melamun Yuni berjalan menuju taksi yang menunggunya, baru saja ia melangkah keluar pagar sebuah mobil sedan berhenti, dan kaca jendela mobil terbuka“Yuni…kamu Yuni ‘kan?”“Mahes..”balas YuniMahesa langsung turun dari mobil mendekati Yuni.“Kamu datang ke rumahku ada apa?”“Ini rumahmu? aku kesini menemui Vidya,”jawab Yuni sambil terbengong“Kamu mengenal Vidya?”“Aku mengenalnya waktu dia berteman dengan Meira, aku juga Tante Devon.”Mahesa tertawa renyah.”Dunia sempit sekali Yun, kabar yang aku dengar terakhir kamu pindah ke Bali, sekarang tanpaku mencari, kamu datang ke rumahku, Vidya adalah putriku,”“Jadi Vidya putrimu,”Yuni terkejut menatap Mahesa“Yuni…bisakah kita berbicara aku ingin melepas rinduku padamu?”“Baik,”jawab Yuni dengan wajah bersemu merahMahesa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuni masuk, setelah itu Mahesa duduk dan menyetir mobil,“Kita aka
Setelah pembicaraan bersama yang ayah, Vidya menuju kamar Bara, disana terlihat bayi mungil dengan kulit putih bersih sedang terlelap, Vidya mengurai senyum dan mengusap lembut kaki Bara.“Kamu tampan sekali, Bara, seperti ayahmu Devon,”gumam VidyaSuara langkah kaki menuju kamar, Bi Ratmi terlihat diambang pintu,“Non.,,ada tuan Devon di bawah,”ucap Bi Ratmi“Oh..kebetulan sekali, Bi.. siapkan makan siang untuk kami berdua di taman samping, “suruh Vidya“Baik Non.”Vidya melangkah keluar menuju ruang tamu, wajahnya berbinar bahagia menyambut kedatagan Devon.“Aku senang kau datang menemuiku, “ucap Vidya sambil duduk di sofa depan Devon“Aku mendapatkan kabar dari pak Mahesa jika kamu telah kembali ke rumah, itu berarti kamu sudah tahu apa yang sebenarnya membuatku berjanji menikahimu?”“Sudah,”suara Vidya tenang seakan tak terganggu dengan status Devon yang telah beristri“Jadi kamu bersedia menikah dibawah tangan dan menjadi istri keduaku?’“Aku bersedia,Dev, aku juga telah jatuh ci
Devon menghempaskan tubuhnya di bangku, disampingnya duduk Vidya .“Tak seharusnya kamu berada di tempat ini, Vid?”“Iya seharusnya aku menikah denganmu, Meira sangat beruntung menikah denganmu,”sahut vidya“Bahkan Meira pun tak seberuntung kamu, setidaknya mentalmu terguncang tapi kamu masih kuat menghadapi hidup sedangkan Meira entah beban apa yang ia tanggung sampai akhirnya memilih mengahkhiri dirinya sendiri,”ungkap Devon pelan“Maksudmu, Meira bunuh diri?”“Betul, Meira mengakhiri hidupnya sebelum kami menikah,”jawab DevonVidya tertunduk, sesaat ia terlihat sedih, lalu menatap dalam ke arah Devon“Lalu kenapa kamu menemuiku?”Devon menoleh ke arah Vidya, bibirnya terasa kelu.”Heumm aku ingin kamu sembuh Vid,”jawab Devon“Aku sembuh jika kamu mau menikah denganku,”Helaan naps terdengar dari bibir Devon.”kamu masih terobsesi padaku Vid?”“Entah itu obsesi atau cinta aku menginginkan dirimu,”jawab VidyaSesaat mereka terdiam, tanpa sepengetahuan Vidya,dokter dan seorang perawat s
Devon berdecak kesal, sambil membuang muka“Permintaan Anda sungguh di luar batas, menikahi Vidya sama saja membangun gunung es yang pasti akan mencair , itu sama saja sia-sia,”jawab Devon“Hanya itu tawaranku Devon, atau Bara akan menjadi anak angkatku selamanya, lihatlah aku sudah mengadopsi Bara, secara legal, perlu waktu lama untukmu mengugatnya dan selama dia masih dalam gengamanku, aku bisa berbuat apa saja pada bayi mungil itu, akan sangat mudah melenyapkannya, dengan dalih sakit, iya kan?”“Anda sungguh biadap jika melakukan hal itu,”“Aku tak peduli, aku hanya pria tua yang menginginkan putri satu-satu sembuh, “timpal Mahesa serius.Devon terlihat marah tatapan menajam, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara ponselnya yang bergetar dan berdering.Devon memgangkat ponsel, pangilan dari mbok War“Hallo mbok,”sapa Devon“Tuan, Non Nazha pingsan, saya sangat khawatir , keadaan memburuk, “jawab mbok War bernada cemas.“Aku akan segera pulang,”Devon dengan cepat menutup ponsel dan ba
Bibi Ratmi mengendong Bara.”Bagaimana ini tuan, apa kita harus mengembalikan Bara?”“Tidak Bi Ratmi, aku tidak akan mengembalikan Bara, setidaknya tidak semudah itu Bara kembali pada orang tuannya. Lihatlah siapa ayah dari Bara, apa kamu lupa pria itu?”Ratmi menajamkan penglihatanya di layar televisi, ia langsung membelalakan matanya“Ya ampun itu tuan Devon, pria yang membuat non Vidya depresi berat,”ujar Ratmi“Ini kesempatanku untuk membalas Devon, dia harus bertanggung jawab gara-gara dia Vidya puriku mengalami depresi.”Mehesa berkata dengan nada tegas.Mahesa melangkah menuju ruang kerjanya, lalu menelepon seorang pengacara, ia berencana, mengadopsi Bara, secara legal.Senyum kemenangan timbul di bibir Mahesa, pria tengah baya itu merencanakan sesuatu.“Mungkin ini saatnya Vidya sembuh dari depresinya,”gumam Mahesa menatap foto didrinya dan VidyaMahesa pun memutuskan untuk mengunjugi rumah sakit jiwa , tempat selama tujuh tahun ini Vidya dirawat.“Bagaimana perkembangan putrik
Devon dan Yuni pergi meninggalkan perkebunan karet, menuju sebuah pemukiman yang berjarak 200 meter dari perkebunan, Devon turun dari mobil, dan mulai menanyakan pada warga.“Apa warga disini, ada yang menemukan bayi, siang tadi diperkebunan karet?”tanya Devon“Para pekerja satu minggu ini libur, jadi disana sepi, aku rasa jika ada seseorang yang menemukan pasti sudah lapor pada ketua RT setempat,”jawab warga dengan sangat yakin“Heumm “desahan kecil, Devon putus asa, apa yang dikatakan warga ada benarnya, jika ada yang menemukan pasti sudah diserahkan ke kantor polisi.Yuni terdiam, merasa bersalah, apalagi melihat Devon yang sedih dan cemas, deringan ponsel, terdengar membuat Devon enggan mengangkat pangilan dari Nazha“Haloo Naz…kami belum menemukan Bara,”ucap Devon“Dev..kamu harus menemukan Bara,”mohon Nazha terdengar tangisan yang menyayat hati“Aku akan berusaha, “jawab Devon“Aku bisa mati jika kamu tak bisa menemukan anakku,”rengek Nazha“Maafkan aku Naz, aku pasti akan berus
Taksi yang ditumpangi Nazha melaju cepat menuju kota Bandung, beberapa jam kemudian, taksi sudah sampai di sebuah rumah sakit, lalu dengan cepat Nazha berjalan menuju resepsionis dan menanyakan keberadaan Devon“Operasi Pak Devon sedang berlangsung, ibu harus menandatangani berkas persetujuan oper
“Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pula
Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke s
Sheren memendam amarah atas perkataan Devon. “Aku mengandung anakmu, sedangkan Nazha mengandung anak pria misterius yang nggak jelas!”“Sheren aku tak mau berdebat denganmu, keluar dari kantorku, jangan kamu temui Nazha!”perintah Devon“Kamu harus bertangung jawab atas perbuatanmu, atau, aku sebark







