Share

BAB 60 Balas dendam

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-05-23 11:14:25

“Bu Salma!”teriak Nazha ketika melihat sebuah mobil menabrak tubuh Salma hingga terpental

Kerumunan orang berusaha melihat keadaan Salma, beberapa orang ada yang segera menelepon ambulance, jalan sektika menjadi macet, Nazha yang masih bersimpuh di jalan karena kaki yang cidera tidak bisa berbuat apa-apa, dengan berusaha sekuat tenaga ia berjalan melihat keadaan Salma.

“Bu Salma..”Nazha langsung berjongkok mengusap wajah wanita yang telihat terluka parah.

Tidak lama terdengar suara sirene mobi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 82 Kesepakatan

    Devon berdecak kesal, sambil membuang muka“Permintaan Anda sungguh di luar batas, menikahi Vidya sama saja membangun gunung es yang pasti akan mencair , itu sama saja sia-sia,”jawab Devon“Hanya itu tawaranku Devon, atau Bara akan menjadi anak angkatku selamanya, lihatlah aku sudah mengadopsi Bara, secara legal, perlu waktu lama untukmu mengugatnya dan selama dia masih dalam gengamanku, aku bisa berbuat apa saja pada bayi mungil itu, akan sangat mudah melenyapkannya, dengan dalih sakit, iya kan?”“Anda sungguh biadap jika melakukan hal itu,”“Aku tak peduli, aku hanya pria tua yang menginginkan putri satu-satu sembuh, “timpal Mahesa serius.Devon terlihat marah tatapan menajam, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara ponselnya yang bergetar dan berdering.Devon memgangkat ponsel, pangilan dari mbok War“Hallo mbok,”sapa Devon“Tuan, Non Nazha pingsan, saya sangat khawatir , keadaan memburuk, “jawab mbok War bernada cemas.“Aku akan segera pulang,”Devon dengan cepat menutup ponsel dan ba

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 81 Tuntutan

    Bibi Ratmi mengendong Bara.”Bagaimana ini tuan, apa kita harus mengembalikan Bara?”“Tidak Bi Ratmi, aku tidak akan mengembalikan Bara, setidaknya tidak semudah itu Bara kembali pada orang tuannya. Lihatlah siapa ayah dari Bara, apa kamu lupa pria itu?”Ratmi menajamkan penglihatanya di layar televisi, ia langsung membelalakan matanya“Ya ampun itu tuan Devon, pria yang membuat non Vidya depresi berat,”ujar Ratmi“Ini kesempatanku untuk membalas Devon, dia harus bertanggung jawab gara-gara dia Vidya puriku mengalami depresi.”Mehesa berkata dengan nada tegas.Mahesa melangkah menuju ruang kerjanya, lalu menelepon seorang pengacara, ia berencana, mengadopsi Bara, secara legal.Senyum kemenangan timbul di bibir Mahesa, pria tengah baya itu merencanakan sesuatu.“Mungkin ini saatnya Vidya sembuh dari depresinya,”gumam Mahesa menatap foto didrinya dan VidyaMahesa pun memutuskan untuk mengunjugi rumah sakit jiwa , tempat selama tujuh tahun ini Vidya dirawat.“Bagaimana perkembangan putrik

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 80 Ada Dendam Seseorang

    Devon dan Yuni pergi meninggalkan perkebunan karet, menuju sebuah pemukiman yang berjarak 200 meter dari perkebunan, Devon turun dari mobil, dan mulai menanyakan pada warga.“Apa warga disini, ada yang menemukan bayi, siang tadi diperkebunan karet?”tanya Devon“Para pekerja satu minggu ini libur, jadi disana sepi, aku rasa jika ada seseorang yang menemukan pasti sudah lapor pada ketua RT setempat,”jawab warga dengan sangat yakin“Heumm “desahan kecil, Devon putus asa, apa yang dikatakan warga ada benarnya, jika ada yang menemukan pasti sudah diserahkan ke kantor polisi.Yuni terdiam, merasa bersalah, apalagi melihat Devon yang sedih dan cemas, deringan ponsel, terdengar membuat Devon enggan mengangkat pangilan dari Nazha“Haloo Naz…kami belum menemukan Bara,”ucap Devon“Dev..kamu harus menemukan Bara,”mohon Nazha terdengar tangisan yang menyayat hati“Aku akan berusaha, “jawab Devon“Aku bisa mati jika kamu tak bisa menemukan anakku,”rengek Nazha“Maafkan aku Naz, aku pasti akan berus

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 79 Menghilang

    BAB 79 MenghilangYuni duduk di jok belakang taksi, sambil memangku Bara yang kini terlelap.“Baguslah kamu tidur, lebih memudahkan aku untuk membuangmu, kamu tak pantas menjadi bagian dari keluargaku, anak haram, bahkan kami tak tahu benih apa yang ada didalam dirimu,’batin Yuni dengan kebencian yang teramat sangat.Sementara itu baby sister yang sudah selesai makan, mencari keberadan Bara dan Yuni, semua ruang dalam rumah dicarinya tapi Yuni tak didapatinya, hingga langkahnya menuju luar rumah, halaman depan ,halaman samping dan belakang tetap saja tak didapatinya Yuni dan Bara, lalu baby sister itu menuju pos security depan.“Apa kamu melihat Nyonya Yuni?”“Ohh..setengah jam lalu ia keluar dengan Bara, naik taksi,”jawab sang security“Kemana?”“Katanya mau berobat , Bara, lagi demam,”jawab security dengan tenang“Demam? Bara tidak demam,”sahut baby sitter bingung“Coba aku hubungi Nyonya Yuni dan menanyakannnya,”Security meraih ponsel, dan menghubungi Yuni, tapi ponsel Yuni tida

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 78 Bara Harus Pergi

    Nazha tersenyum bahagia. Dimana Dia, aku ingin melihatnya,”pinta Nazha“Aku akan meminta perawat untuk membawanya ke kamar,”Devon berdiri lalu berjalan keluar kamar, tak lama ia masuk bersama, seorang perawat yang mendorong box bayi kedalam ruangan“Bayi Bu Nazha sehat,, besok pagi sudah bisa dibawa pulang, tapi untuk Bu Nazha mungkin masih menalani perawatan di rumah sakit,”jelas perawat“Terima kasih suster, nanti saya akan memperkerjakan baby sister,”timpal Devon“Oke, saya tinggal dulu,”pamit perawatDevon mengendong bayi,lalu mendekatkannya pada Nazha, jemari Nazha mengusap lembut kepala sang bayi, lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.“Kita akan beri mana siapa bayi tampan ini?”tanya DevonNazha terdiam, lalu menatap nanar kearah Devon.”Seandainya bayi ini darah dagingmu, mungkin kebahagiaan kita sempurna, “suara Nazha pelan dan ragu“Kita keluarga yang sempurna, kenapa kamu masih ragu?”“Maafkan aku Dev…”“Bagaimana jika kita memberinya nama Bara yang artinya Api,”Devon b

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 77 Baby Boy

    Menit terasa berjalan lama, Devon masih duduk di kursi tunggu kadang berdiri dan berjalan mondar- mandir meregangkan ketegangannya. Sampai akhirnya pintu ruang operasi terbuka dan terlihat seorang perawat dan dokter keluar“Anda suami pasien?”tanya Dokter“Betul.”“Operasi berjalan lancar, peluru sudah bisa diambil, untung tidak melukai daerah fital, pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan,”jelas Dokter“Baik Dokter.”Devon bernapas lega, lalu memgikuti brankar dimana tubuh Nazha berbaring , Nazha sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Devon dengan setia menungu, sembari merebahkan tubuhnya di sofa.Satu hari berlalu, kondisi Nazha membaik tapi belum sadarkan diri dan itu membuat Devon cemas, satu hari ia hanya mendapatkan nutrisi dari infus, dan terlihat perawatpun tampak cemas, karena Nazha belum menandakan kesadarannya.“Kami khawatir dengan kondisi bayinya, jika Bu Nazha belum sadarkan diri, ini sudah satu hari,”ujar perawat“Suster tolong aku ingin berbicara dengan Dokter,”

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 63 Curiga

    Daniel tampak kesal, beberapa benda di obrak -akbrik hingga sebuah foto lama terlihat diantara tumpukan buku,langsung tanganya memungut foto lama itu sebuah foto gadis kecil, berusia dua tahunan dan di baliknya tertera nama Nazha.“Nazha…foto kecil Nazha disimpan ibu Salma, apa Nazha adalah putri B

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 61 Kasih Ibu

    Nazha duduk di jok samping Devon yang tengah focus menyetir, tatapannya kosong ke jalanan, tak berkedip, manik mata cokelat tampak berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kota, hatinya teramat sedih, dua puluh tahun tak pernah bertemu ibu kandungnya, haruskah pertemuan ini dilengkapi dengan tragedi

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 53 Skandal 1

    “Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pula

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 52 Benarkah Diabaikan

    Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status