공유

Bab 18 Glamping

작가: Leneva
last update 게시일: 2023-06-29 00:03:08
Di malam hening, Karel merebahkan badannya di sofa sambil menekan-nekan tombol remot TV, mencari tayangan yang menarik minatnya. Tetapi tidak ada satupun yang membuatnya menghentikan pencariannya. Ia pun meletakkan remote TV lalu menutup kedua matanya dan tetap membiarkan TV menyala dengan tayangan siaran berita berbahasa Inggris.

Pikirannya melayang tidak karuan setelah sang bunda memberitahu tentang insiden antara Alexa dan Meita. Karel mengetahui benar jika Alexa sudah pasti akan menjauhinya
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 75 Fisioterapi

    Ada kelegaan di hati Karel, karena walaupun Alexa tidak lagi mengenalnya, ia tidak sedikitpun menolak kehadirannya. Alexa tidak menunjukkan keengganan atau penolakan terhadap kehadiran Karel. Pada hari ke-empat setelah ia sadar, terapi fisik mulai dilakukan untuk mengembalikan kekuatan otot-ototnya dan dilakukan bertahap sesuai dengan kekuatan dan kesanggupan tubuh Alexa. Pagi itu, tirai jendela dibuka. Cahaya matahari masuk perlahan. Beberapa saat sebelum dimulainya terapi, Karel menyuapi Alexa sarapan paginya. "Ada bubur ayam, buah sama puding. Mau yang mana dulu?" tanya Karel. "Buah aja, baru buburnya." Karel membuka plastik penutup, sementara Alexa memandanginya tanpa berkedip dan saat Karel menyadari, Alexa tetap tidak mengalihkan pandangannya dari Karel. Karel pun tersenyum, duduk di samping tempat tidur dan mulai menyuapi Alexa. "Aku mau makan sendiri," tolak Alexa. Karel mendorong meja mendekati tempat tidur, lalu memposisikan meja di depan Alexa. Walaupu

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 74 Seperti Pertama Kali

    Alexa duduk di ranjang, bersandar pada kasurnya yang ditinggikan empat puluh lima derajat. Wajahnya pucat namun tenang, ia tersenyum menatap ke arah tiga putrinya. Ketika suara pintu dibuka dan putrinya memanggil pria itu dengan sebutan ayah, keningnya berkerut dan membuatnya menoleh. Matanya bertemu mata Karel—sebentar saja. Tidak ada kilat pengenalan. Tidak ada kejutan. Hanya tatapan lembut dua orang dewasa yang belum saling mengenal. “Assalamu'alaikum,” sapa Karel dengan suara yang ia jaga tetap stabil. Alexa menjawabnya dengan nada sedikit bingung, seakan bertanya siapakah pria berperawakan tinggi besar itu. Karel tersenyum dan mendekati perlahan sambil bertanya, "Boleh aku mendekat?" Alexa tersenyum tipis sambil mengangguk kepalanya, ada rasa asing sekaligus ketenangan yang tidak ia mengerti saat ia melihat Karel. Kimi tahu, kedua orangtuanya membutuhkan waktu berdua, maka ia memberikan kode kepada Rangga untuk mengikuti kata-katanya. "Bu, ibu ngobrol dulu aja,

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 73 Memberitahu Anak-anak

    Mendengar pertanyaan yang diajukan Kimi, Karel menjawabnya dengan senyum getir, "Iya, tapi nggak amnesia total, ibu masih ingat kalian kok." "Terus, ibu lupa bagian yang mana?" tanya Kimi lagi. "Kalau dari pemeriksaan awal tadi, ibu itu lupa di bagian abi dan tiga jagoan ini. Kalau kalian semua, nggak ada masalah. Besok masih ada observasi tambahan, yang jelas sudah dikonsulkan ke dokter saraf dan psikolog," jawab Karel. Lalu, tiba-tiba putra bungsunya berucap, "Bi, tapi kalau orang lupa sama kita, kitanya masih boleh sayang, kan?" Karel memeluk Raffi dan berucap lirih di telinganya, "Tentu boleh, terkadang ... justru itu bentuk sayang yang paling jujur dan tulus.” "Menyayangi seseorang yang tidak mengingat kita, tidak mengenal kita, itu adalah bentuk rasa sayang yang paling tulus, karena tanpa mengharapkan balasan. Nah, sekarang karena ibu nggak mengenal kita yang laki-laki ini, jadinya untuk sementara waktu kita gantian menjenguknya dan pelan-pelan, khawatir kaget dan ota

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 72 Ternyata Belum Berakhir

    Sang perawat pun bergegas memeriksa Alexa lalu dengan cepat ia berlari memanggil dokter yang bertugas. Para dokter baik pria maupun wanita berhamburan menuju ruangan tempat Alexa di rawat. Pemeriksaan reguler segera dilakukan, penglihatan, pendengaran dan juga suara, hingga tiba pada tanya jawab yang telah menjadi prosedur utama pada pasien yang baru sadar dari tidurnya. "Bu, kami akan memberikan beberapa pertanyaan, tidak perlu ibu jawab cukup beri kode, satu kedipan untuk iya dan dua kedipan untuk tidak. Ibu sudah paham?" Alexa menjawab dengan mengedipkan matanya sebanyak satu kali. Dokter pun melanjutkan, "Apakah ibu sekarang tahu berada di mana?" Alexa tidak segera menjawabnya, matanya berkeliling ke segala arah, lalu ia kembali mengedipkan matanya sebanyak satu kali dan juga pada pertanyaan, "Ibu tahu nama ibu?" "Ibu mengenal bapak ini?" Kali ini Alexa tidak segera menjawabnya, ia terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia mengedipkan matanya sebanyak dua kali. Kaki

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 71 Pagi yang Penuh Ketegangan

    Mimpi itu datang menelusup di sela kelelahan yang akhirnya membuat Karel tertidur sangat nyenyak. Ia berdiri di sebuah ruangan luas tanpa dinding. Langit tampak rendah, berwarna kelabu pucat seperti pagi yang berawan. Di hadapannya, Alexa berdiri mengenakan gaun putih yang sangat cantik—bukan gaun pengantin, bukan pula gaun pesta. Gaun itu sederhana, jatuh lembut mengikuti tubuhnya, seolah cahaya sendiri memilih beristirahat di sana. Alexa tidak menggunakan jilbabnya, rambutnya yang bergelombang terurai indah, wajahnya tenang, dan senyum itu… senyum yang membuat dada Karel menghangat sekaligus perih. “Alexa …,” panggilnya. Suara itu keluar dari bibirnya, tapi tak pernah benar-benar sampai, seolah udara menelannya kembali. Alexa hanya diam. Senyumnya tak pudar, matanya menatap Karel dengan kasih yang dalam, bahkan terlalu dalam untuk sekadar mimpi. Tatapan itu bukan perpisahan, bukan juga kerinduan. Karel melangkah maju, tetapi kakinya terasa berat, seakan tanah menahann

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 70 Ketegangan yang Belum Berakhir

    "Dasar bajingan pengkhianat! Kamu juga termasuk bagian dari... " "Tetapi nalarku masih berjalan dan aku tidak ingin jauh terlibat dengan kalian." Sebuah kalimat yang sangat dingin keluar dari Karel, tanpa ada rasa takut ataupun terancam. Karel muda adalah seorang yang berjuang dengan menghalalkan segala cara, bahkan hingga ia nekat menjadi anggota jaringan peredaran barang haram, narkoba. Tetapi, hari nuraninya selalu berontak, untuk itu, ia melakukannya dalam diam, sangat rapi dan tersembunyi, bahkan ibu dan kedua adiknya tidak mengetahui bisnis haram yang dilakukan Karel. Setelah dua tahun bergelut dengan barang haram, pundi-pundi di dalam rekening banknya telah membengkak dan ia pun memutuskan untuk berhenti. Tetapi disaat itulah ia tertangkap dan penyidik mempunyai rencana yang lebih indah untuk Karel. "Kami akan mengurangi hukuman atau bahkan melepaskanmu, juga menghapus catatan kejahatan ini, kalau kamu memberikan kami nama-nama dan lokasi transaksi kalian." Setelah memp

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 69 Dua Ketegangan

    Senja berganti malam, Karel masih berjaga di rumah sakit, sementara keenam putra-putrinya telah berada di rumah Nisa, sesuai permintaan Karel. Kafe kecil di lantai dasar rumah sakit itu hampir kosong. Lampu-lampunya redup, aroma kopinya menenangkan dan menghangatkan. Karel duduk di sudut cafe,

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 68 Bukan Kecelakaan Biasa

    Di balik semua kabel, perban, dan monitor, Alexa sedang berjuang dengan cara yang tak terlihat, ada rasa sakit yang belum ia sadari. Tubuhnya masih tenggelam dalam keheningan pascaoperasi. Lampu tidak seterang ruang bedah, tapi tetap cukup untuk membaca setiap perubahan kecil. Selama enam jam pert

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 64 Pembukaan Butik Relax Berubah Kelabu

    Dua pekan berlalu, butik yang akhirnya disepakati dengan nama Relax, yang merupakan penggabungan nama Karel dan Alexa, akhirnya resmi dibuka pada Ahad, pukul sembilan pagi. Mengambil tempat di sebuah ruko berlantai tiga, di kawasan eksklusif timur Jakarta, butik Relax berdiri dengan anggun, mengguna

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 63 Kesibukan Alexa

    Sebulan sudah Karel dan Alexa hidup berumah tangga, tidak banyak yang berubah dari keseharian mereka berdua. Karel tetap sibuk dengan pengelolaan sirkuit yang juga memiliki area outbound dan lapangan tembak, sedangkan Alexa tetap dengan bisnis kulinernya dan kini merambah pada fashion. Dengan ide-

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status