Share

Bab 52 Fitnah

Author: Leneva
last update publish date: 2023-09-12 20:53:29
Hari itu, Karel dan Alexa menghabiskan waktunya untuk mengatur ulang untuk kepindahan Alexa bersama ketiga putrinya dan di malam harinya, keluarga baru itupun berkumpul bersama untuk menikmati makan malam pertama mereka sebagai satu keluarga. Tanpa kecanggungan, keenam putra dan putri mereka sudah tampak akrab dan saling berbagi cerita.

Sementara itu, ibu Meita telah mengatur rencana untuk menghancurkan mantan menantunya itu dengan mengunggah foto-foto lama Karel saat terjerumus dalam lingkaran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 77 Titik Terang

    Penyidikan kecelakaan yang menimpa Alexa, telah sampai pada garis akhir, ketika akhirnya polisi mendapatkan petunjuk dari kamera mobil yang sempat mengambil gambar pelaku. Walaupun memory chip dari kamera mengalami kerusakan yang cukup parah, nyaris habis terbakar, tetapi ada beberapa bagian yang dapat diselamatkan. Penggunaan teknologi digital, membuat tim penyidik mendapatkan petunjuk yang lebih jelas. Suasana di ruang laboratorium digital forensik langsung berubah tegang. Inspektur Baskoro mondar-mandir di depan layar besar, sementara Briptu Rian kembali mengotak-atik baris kode di komputernya. Petunjuk tentang mobil boks milik *Eagle Security* tadi membuka tabir baru: kecelakaan Alexa bukanlah kelalaian biasa, melainkan sebuah **sabotase yang terencana**. **Inspektur Baskoro:** "Tunggu, Rian. Tahan dulu perintah penjemputan ke tim opsnal. Ada yang janggal. Kalau mobil boks itu memotong jalur Alexa hingga dia terperosok, kenapa hasil olah TKP awal menyatakan ini kecelakaan tun

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 77 Tetaplah Disini

    Pagi menjelang siang, Karel baru tiba di rumah sakit, karena semalam ia tidak menunggui Alexa. Ia pulang karena ia tahu, Alexa belum terlihat nyaman dengan kehadirannya dan ia memberikan ruang unttuk Alexa agar ia tidak merasakan adanya tekanan untuk mengingat. Sementara, ibu dan Aldryn sempat berbincang mengenai Alexa sebelum Karel tiba, di saat Alexa masih tertidur. "Bu, aku semalam mimpi, kayak hmm gimana yaa...?""Gimana apanya? Kamu itu ngomong apa?" tanya ibu. "Hmm aku mimpi, kalau semua kemalangan yang terjadi sama mbak Al, itu ada hubungannya sama mas Karel," jawab Aldryn. "Maksudnya?""Bukan nuduh lho Bu, tapi semenjak dekat sama mas Karel, ada aja yang terjadi sama mbak Al. Bisnis katering yang merugi dan akhirnya tutup karena fitnah dari mantannya mas Karel. Trus, sekarang mbak Al harus kehilangan ingatannya dan yang hilang adalah mas Karel sama anak-anaknya, bukannya itu pertanda kalau mas Karel harusnya dilupakan aja, mungkin dia secara nggak langsung mendatangkan bah

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 75 Fisioterapi

    Ada kelegaan di hati Karel, karena walaupun Alexa tidak lagi mengenalnya, ia tidak sedikitpun menolak kehadirannya. Alexa tidak menunjukkan keengganan atau penolakan terhadap kehadiran Karel. Pada hari ke-empat setelah ia sadar, terapi fisik mulai dilakukan untuk mengembalikan kekuatan otot-ototnya dan dilakukan bertahap sesuai dengan kekuatan dan kesanggupan tubuh Alexa. Pagi itu, tirai jendela dibuka. Cahaya matahari masuk perlahan. Beberapa saat sebelum dimulainya terapi, Karel menyuapi Alexa sarapan paginya. "Ada bubur ayam, buah sama puding. Mau yang mana dulu?" tanya Karel. "Buah aja, baru buburnya." Karel membuka plastik penutup, sementara Alexa memandanginya tanpa berkedip dan saat Karel menyadari, Alexa tetap tidak mengalihkan pandangannya dari Karel. Karel pun tersenyum, duduk di samping tempat tidur dan mulai menyuapi Alexa. "Aku mau makan sendiri," tolak Alexa. Karel mendorong meja mendekati tempat tidur, lalu memposisikan meja di depan Alexa. Walaupu

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 74 Seperti Pertama Kali

    Alexa duduk di ranjang, bersandar pada kasurnya yang ditinggikan empat puluh lima derajat. Wajahnya pucat namun tenang, ia tersenyum menatap ke arah tiga putrinya. Ketika suara pintu dibuka dan putrinya memanggil pria itu dengan sebutan ayah, keningnya berkerut dan membuatnya menoleh. Matanya bertemu mata Karel—sebentar saja. Tidak ada kilat pengenalan. Tidak ada kejutan. Hanya tatapan lembut dua orang dewasa yang belum saling mengenal. “Assalamu'alaikum,” sapa Karel dengan suara yang ia jaga tetap stabil. Alexa menjawabnya dengan nada sedikit bingung, seakan bertanya siapakah pria berperawakan tinggi besar itu. Karel tersenyum dan mendekati perlahan sambil bertanya, "Boleh aku mendekat?" Alexa tersenyum tipis sambil mengangguk kepalanya, ada rasa asing sekaligus ketenangan yang tidak ia mengerti saat ia melihat Karel. Kimi tahu, kedua orangtuanya membutuhkan waktu berdua, maka ia memberikan kode kepada Rangga untuk mengikuti kata-katanya. "Bu, ibu ngobrol dulu aja,

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 73 Memberitahu Anak-anak

    Mendengar pertanyaan yang diajukan Kimi, Karel menjawabnya dengan senyum getir, "Iya, tapi nggak amnesia total, ibu masih ingat kalian kok." "Terus, ibu lupa bagian yang mana?" tanya Kimi lagi. "Kalau dari pemeriksaan awal tadi, ibu itu lupa di bagian abi dan tiga jagoan ini. Kalau kalian semua, nggak ada masalah. Besok masih ada observasi tambahan, yang jelas sudah dikonsulkan ke dokter saraf dan psikolog," jawab Karel. Lalu, tiba-tiba putra bungsunya berucap, "Bi, tapi kalau orang lupa sama kita, kitanya masih boleh sayang, kan?" Karel memeluk Raffi dan berucap lirih di telinganya, "Tentu boleh, terkadang ... justru itu bentuk sayang yang paling jujur dan tulus.” "Menyayangi seseorang yang tidak mengingat kita, tidak mengenal kita, itu adalah bentuk rasa sayang yang paling tulus, karena tanpa mengharapkan balasan. Nah, sekarang karena ibu nggak mengenal kita yang laki-laki ini, jadinya untuk sementara waktu kita gantian menjenguknya dan pelan-pelan, khawatir kaget dan ota

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 72 Ternyata Belum Berakhir

    Sang perawat pun bergegas memeriksa Alexa lalu dengan cepat ia berlari memanggil dokter yang bertugas. Para dokter baik pria maupun wanita berhamburan menuju ruangan tempat Alexa di rawat. Pemeriksaan reguler segera dilakukan, penglihatan, pendengaran dan juga suara, hingga tiba pada tanya jawab yang telah menjadi prosedur utama pada pasien yang baru sadar dari tidurnya. "Bu, kami akan memberikan beberapa pertanyaan, tidak perlu ibu jawab cukup beri kode, satu kedipan untuk iya dan dua kedipan untuk tidak. Ibu sudah paham?" Alexa menjawab dengan mengedipkan matanya sebanyak satu kali. Dokter pun melanjutkan, "Apakah ibu sekarang tahu berada di mana?" Alexa tidak segera menjawabnya, matanya berkeliling ke segala arah, lalu ia kembali mengedipkan matanya sebanyak satu kali dan juga pada pertanyaan, "Ibu tahu nama ibu?" "Ibu mengenal bapak ini?" Kali ini Alexa tidak segera menjawabnya, ia terdiam cukup lama, hingga akhirnya ia mengedipkan matanya sebanyak dua kali. Kaki

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 31 Pasca Penangkapan Meita

    Ditangkapnya Meita, ternyata tidak serta merta membuat kehidupan Alexa kembali damai, ia masih harus disibukkan dengan proses persidangan yang tidak sebentar. Terlebih, Meita menyewa pengacara handal untuk mendampinginya. Bisnisnya pun tidak semenggeliat dari sebelumnya, usaha-usaha untuk kembali me

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 30 Kejahatan yang Terungkap

    Di sebuah ruangan putih, dengan tiga buah kursi dan satu meja, Meita menunggu dengan jantung berdebar. Entah sudah berapa lama ia menunggu, tetapi belum ada satupun penyidik yang menemuinya. Hal itu tentu saja membuat kegusarannya semakin menjadi. Ini polisi pada ngapain, sih?! Masa' gue dibawa kes

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 29 Kepanikan Meita

    Di satu sudut kota, di sebuah taman yang sepi, Meita tampak gusar dengan tangan yang terus bergerak untuk mengurangi ketidaktenangan hatinya. Lalu, seorang pria bertopi dan memakai kacamata hitam pun mendekati. Tanpa bicara, Meita menyerahkan sebuah plastik hitam kepada pria tersebut. Si pria pun me

  • Balada Cinta Duda Belanda   Bab 25 Ganti Rugi

    "Aduuuh, apalagi?!" lirih Alexa yang mood-nya anjlok seketika. "Apa sih, Ta?" tanya Alexa kepada Meita dengan kesal. "Apa? Cih, ngapain kamu kesini lagi? Belum cukup ngeracunin Karel?""Belum," jawab Alexa seolah menantang balik Meita. "Belum cukup, aku belum lihat dia ngomel-ngomel complain akan jil

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status