LOGIN"Sebentar..." Nugie bangkit dari sofa dan masuk ke dalam kamarnya. Ia lalu keluar lagi dengan membawa map di tangannya lalu membongkarnya di depan Arumi. Dokumen itu berisi foto candid dan biodata serta catatan terkait wanita seorang wanita muda. "Namanya Kalea, dia mantan tunanganku."
Mendengar itu, Arumi sontak menatap Nugie dengan terheran-heran. "Singkatnya, Mendiang kakek sempet jodohin aku sama dia karena dia adalah cucu dari sahabat kakek. Aku terpaksa setuju karena kalau aku menolak, Perusahaan Kakek akan jatuh ke tangan wanita ini."
"Kok bisa gitu?!"
"Kalea mantan sekretaris kakek, Sementara aku bekerja di perusahaan cabang dalam grup perusahaan yang dipimpin Kakekku. Perusahaan itu dulunya dipegang ibuku. Karena Kakek udah meninggal, maka aku harus mengurus semuanya-"
"Loh berarti perusahaannya udah di tangan si Kalea ini dong?"
Nugie menggeleng pelan. "Aku udah menandatangani perjanjian pertunangan dengan kakekku, hitam di atas putih. Perusahaan itu resmi milikku karena aku setuju dijodohkan sama Kalea tapi sayang dia yang melanggar perjanjian."
"Gimana-"
"Dia selingkuh dengan salah satu karyawan kantor dan sampai detik ini, dia pikir pihakku sama sekali nggak tahu tentang hal itu."
"Kakek tau tentang ini?"
"Eum. Aku kasih tahu Kakek tentang ini tapi dia menolak percaya. Kakek akhirnya cari tahu sendiri dan dia shock bukan main ketika tahu hal itu terbukti benar. Dia marah besar dan itu berimbas ke kondisi jantung dan meninggal setelahnya," ujar Nugie lebih jauh.
"Ah jadi Kakek kamu keburu meninggal sebelum bisa ngomong sama pihak cewek?"
"Betul. Lalu setelahnya, Aku membatalkan pertunangan secara sepihak. Pihak Kalea nggak terima dan maksa untuk ketemu aku langsung-"
"Tunggu-kalian belum ketemu??"
Nugie menggeleng pelan. "Jadi singkatnya, Kakek mau aku menikah dengan Kalea yang merupakan cucu dari sahabat Kakek. Kakek minta aku untuk tanda tangan surat persetujuan bahwa aku bersedia dijodohkan dengan Kalea, dengan syarat dari aku, Aku berhak membatalkan kapan aja kalau memang dari pihak Kalea yang mengkhianati kesepakatan-selingkuh salah satunya. Sampai sini paham?"
"Y-Ya...lumayan..."
"Good. Setelah aku menandatangani kesepakatan perjodohan, Aku diam-diam melakukan observasi sebelum bertemu Kalea secara langsung. Verdi menemukan Kalea di aplikasi kencan dan aku buat akun palsu untuk match sama dia lalu kami ketemu dan Verdi nyamar sebagai aku. Selepas pertemuan pertama, Verdi ngikutin Kalea dan ternyata dia check-in di hotel sama cowok lain tapi disaat bersamaan, dia juga keep in contact sama Verdi sebagai Aku. Kami punya semua bukti dan tunjukkan itu semua ke Kakek."
"Bukannya itu menguntit?"
"Aku harus memastikan dengan siapa aku bakal ngabisin sisa hidupku biarpun aku nggak yakin, kalaupun kita menikah, itu nggak akan bertahan lama."
"O-Okay...jadi...Kakek kamu nggak percaya dengan semua bukti yang kamu dan Verdi kasih ke dia?"
"Betul. Tanpa sepengetahuanku dan Verdi, Kakek diam-diam cari tahu sendiri. Beliau nggak mau sembarangan menuduh karena Kalea adalah cucu sahabat dekatnya."
"Terus ketahuannya gimana akhirnya?"
"Kakek minta rekaman CCTV kantor dan lihat sendiri kelakuan bejat Kalea di ruangan kerjanya ketika Kakek lagi keluar untuk rapat perusahaan."
"Selingkuhannya orang kantor juga?? Kalo emang sekantor bukannya bisa segera ditelusuri?"
"Harusnya iya. Tapi sayangnya Kakek meninggal saat itu juga nggak lama setelah dia lihat rekaman perselingkuhan Kalea. Jadi kami belum sempat cek lebih jauh," ucap Nugie.
"Begitu..." gumam Arumi menatap foto Kalea. Sebuah perasaan familiar muncul dalam benaknya.
"Karena kematian Kakek yang tiba-tiba, Bangku kepemimpinan perusahaan mendadak kosong. Sayangnya, Kakek sangat mempercayakan Kalea yang udah lama kerja sebagai sekretarisnya. Dalam surat warisnya, Kakek menyerahkan kepemimpinan sementara perusahaan pada Kalea sampai pemimpin resmi ditunjuk, yaitu aku. Tapi aku belum bisa langsung menduduki kursi kepemimpinan Kakek karena aku masih mengurus perusahaan anakan, yang dulu dikelola mendiang ibuku."
"Terus apa rencana kamu sebenernya?"
"Kepemimpinan perusahaanku sekarang akan diambil alih sama Verdi dan Aku akan lanjut menempati posisi Kakek di Perusahaan Induk. Tapi masih ada beberapa hal yang harus diurus sebelum aku resmi pindah ke sana-"
"Jadi sekarang perusahaan itu masih dipimpin Kalea?"
"Betul."
"Keluarga masih berusaha bujuk aku, lewat Verdi, untuk melanjutkan pertunangan kami tapi aku udah dengan tegas menolak. Karena kalau kami menikah, maka sebagian harta Kakek juga akan jatuh ke dia dan keluarganya-sesederhana Kalea akan menduduki satu jabatan di bawah jabatanku sebagai Presiden Direktur. Yang mana, Kalau aku didepak, dia yang akan melanjutkan jabatanku dan keluarganya bisa masuk dan keluarganya bisa mengakusisi perusahaan Kakek. Itu akan berimbas ke banyak karyawan lainnya, khususnya yang udah kerja bertahun-tahun sama Kakek," ujar Nugie lebih jauh.
"Jadi intinya...pernikahan ini kayak semacam pernikahan kontrak untuk melindungi harta keluarga kamu dari keluarga Kalea?"
"Betul."
"Tapi kenapa harus aku? Maksudku-Kamu ganteng dan kaya...aku rasa nggak sulit buat kamu untuk milih perempuan lain yang mau kamu ajak bersandiwara?"
"Betul. Tapi ikatan pernikahan asli dengan perempuan yang aku nggak tahu tabiat dia gimana cuma akan memperburuk semuanya dan menghambat rencanaku. Aku nggak asal pilih kamu. Aku punya perhitunganku sendiri yang belum bisa kujabarkan sekarang, tapi cepat atau lambat kamu akan paham kenapa kamu aku libatkan di sini..." ujar Nugie.
Tiga bulan berlalu semenjak serentetan kejadian tak mengenakkan yang terjadi dalam rumah tangga baru Nugie dan Arumi. Setelah berdiskusi panjang, mereka pun setuju untuk membatalkan resepsi pernikahan mereka dan segala booking terkait pernikahan diambil alih oleh Verdi dan Alena sebagai "Hadiah" dari Nugie untuk pernikahan mereka yang baru berlangsung hari ini."Huwah! Akhirnya selesai juga!" Ucap Arumi memasuki kamar setelah seharian hadir di resepsi pernikahan Alena dan Verdi. Mereka menginap di hotel karena lokasi venue yang cukup jauh dari rumah dengan biaya penginapan hotel keluarga ditanggung oleh Verdi dan Ine.Nugie membuka jendela sejenak dan menatap suasana malam kota Bogor yang tenang, "Besok jalan yuk? Di Bogor banyak kuliner...""Boleh," ucap Arumi tersenyum sambil melepas beberapa perhiasannya. Lalu senyum itu kembali muncul ketika Nugie muncul di refleksi cermin dan memeluknya dari belakang ketika Ia sedang melepas anting-antingnya."Kamu cantik banget malam ini," Gumam
Andhita minta duit dari Mas?!" Seru Alena terkejut. Malam itu mereka berkumpul di apartemen Nugie, dengan Verdi juga turut hadir karena Arumi yang mengundang mereka."Terus lo kasih?""Ya...gimana... kalau nggak gitu kayaknya dia bakal neror gue terus," ucap Nugie menikmati camilan bersama Verdi dan Alena hingga Arumi datang dan membawakan minuman untuk mereka. "Thanks babe–" gumam Nugie."Dih kalau aku jadi Mas sih bodo amat! Dia yang ngancurin hidup Mas kok enteng banget minta-minta duit sama Mas! Kerja lah!" Sungut Alena kesal."Jujur, Aku sebenernya juga nggak setuju sih sama ide kamu yang dengan gampangnya kasih uang ke dia dan itu bahkan bukan uang yang sedikit..." ujar Arumi."I know, Aku cuma nggak mau dia ganggu hidup kita lagi...""Lo yakin kah setelah ini dia nggak akan gangguin lo lagi?""Gue bilang akan penjarain dia sih kalo dia ganggu gue lagi dan gue serius...Haa...Why does my life suck?? Gue sampai nggak nafsu lagi sama resepsian nikahan.""Ya udah batalin aja!" samba
Pagi hari berikutnya, Nugie bergerak malas di balik selimut. Tangannya meraba-raba sisi tempat tidurnya yang sudah kosong. Ia lekas terbangun dan mengecek jam yang kini menunjukkan pukul 6:30 pagi. "Ah sial! Telat!" sungutnya lekas terbangun dan berlari ke kamar mandi.Setelah mandi dan berpakaian, Nugie keluar dari kamar dan mendapati apartemen mereka yang kosong. "Sayang? Arumi??" ucapnya mencari-cari sosok sang istri. Sebuah perasaan Deja Vu dirasakan Nugie dan sontak hal itu membuatnya panik. Ia mencari wanita itu ke sekeliling rumah dan berniat untuk meneleponnya ketika kemudian Nugie melihat note tertempel di pintu kulkas:Aku udah coba bangunin kamu dari jam 5 tadi, But you sleep like a dead man. Jadi aku berangkat duluan karena ini hari pertamaku resmi kerja dan banyak yang harus aku pelajari. I've prepared breakfast. See you at the office! ♡Nugie menghela nafas lega setelah mengetahui dimana Arumi berada. Ia mengecek meja makan dan sepiring nasi goreng serta tas bekal yang m
Arumi lekas terbangun ketika mendengar suara pintu terbuka dan Nugie memasuki kamar sambil membawa wadah berisi air dingin dan handuk bersih. "Istirahat aja...aku cuma kompres luka memar kamu.""Aku nggak bisa tidur..."Nugie duduk di sisi tempat tidur lalu mulai memeras handuk bersih itu dan mengompres luka memar akibat pukulan yang dilakukan Allen. "Lihat kamu..kamu bahkan nggak meringis kesakitan.""Mungkin badan aku udah kebal sama kekerasan dia.." gumam Arumi muram."Dan menurut kamu itu normal?"Arumi menatap Nugie sejenak lalu tertunduk dan menggeleng pelan, "Maaf..."Nugie menghela nafas pelan lalu kembali mencelupkan dan memeras handuk sebelum mengompres kembali wajah Arumi. "He almost raped you...""Ya??" Arumi cukup terkejut ketika mendengar itu. Ia tak tahu karena kala itu tidak sadarkan diri.Nugie berhenti sejenak lalu mengatur nafasnya yang tak beraturan karena terbawa emosi setiap kali teringat hal itu. "Itu bukan salah kamu, Aku tahu. Tapi...aku ngerasa bersalah aja k
"BRENGSEK!" ucap Nugie tertahan dan pria itu kembali menghajar Allen habis-habisan."MAS! UDAH!" Seru Alena lekas menarik Nugie menjauh dari Allen yang sudah tak sadarkan diri. Disaat bersamaan, Verdi muncul bersama Security apartemen dan tercengang dengan pemandangan yang dilihatnya. Alena lekas menghubunginya sebelum Ia berniat menghubungi Nugie namun pria itu sudah tiba lebih dulu."NGGAK BISA! GUE BAKAL HABISIN–""MAS UDAH!" Verdi lekas menahan Nugie dan mendorongnya menjauh sementara Tante Ine memanggil polisi."Tapi–""LO BISA DIPENJARA KALO DIA MATI!" Seru Verdi dan Alena terkejut mendengarnya karena rasanya baru kali ini Ia mendengar Verdi meninggikan suaranya. "Udah cukup...that's enough.. biar kali ini polisi yang handle semuanya..."Nugie terduduk lemas. Ia kemudian menoleh dan mendapati Arumi tak sadarkan diri di pangkuan Alena. Sesak dirasakannya ketika melihat tanda kemerahan di leher Arumi karena bekas cekikan yang dilakukan Allen juga luka lebam di pipi kanan dekat are
Arumi menunggu Alena mengunci pintu kafe. "Mbak nggak capek kah? Habis kerja bantuin aku di sini?""Nggak kok...biasa. Ibu aku juga punya rumah makan, jadi udah biasa," ujar Arumi berjalan berdampingan dengan Alena. "Lagian aku juga takut sendirian kalau nggak ada Nugie...apalagi setelah yang terjadi hari ini.""Kenapa nggak dipenjarain aja sih Mbak? Masa cuma Kalea yang dipenjarain? Allen kan juga pernah kdrt sama Mbak? Kalau dia masih dibiarin di luar, dia bisa aja dendam dan nyerang mbak ketika Mas Nugie nggak ada.""Masalahnya aku udah nggak punya bukti Len. Percaya deh! Ibu aku udah pernah laporin dia ke polisi tapi cuma berujung disuruh mediasi. Kalea ditangkap karena memang ada buktinya. Allen nggak bisa berbuat banyak karena itu udah terjadi tanpa sepengetahuan dia.""Emang kita tuh nggak bisa berharap banyak sama hukum di sini...""Verdi nggak ke sini kah hari ini?" Alena menghela nafas dan tertunduk muram lalu menggeleng pelan. "Dia datang ke kantor kok pagi tadi...mungkin a
"Mbak Arumi," sapa sang Psikiater membawa laporan tes psikologis yang sudah dilewatinya. "Hasil tes psikologis Mbak Arumi sudah saya terima. "Tingkat kecemasan yang dialami Mbak Arumi cukup tinggi, ada tendensi terjadinya Post Traumatic Stress Disorder, atau PTSD dan itu terlihat dari respon Mbak A
Tahun, 2020"Serahkan saja itu ke Verdi dan kamu di sini bantu Kakek," ujar Kakek Ramli ketika aku sedang berkunjung ke kantornya. Suasana perkantoran sepanjang tahun ini sepi dikarenakan Pandemik COVID yang mengharuskan karyawan untuk bekerja dari rumah.Untuk perkantoran, Kami membagi karyawan da
Malam harinya, Alena sedang membereskan beberapa hal di kafe sambil mendata menu apa saja yang akan mereka hidangkan saat usaha kafenya mulai berjalan. Perhatiannya teralihkan oleh sinar lampu dari arah luar dan Ia menghela nafas pelan ketika tahu siapa yang datang. "Rumah Mas Ver pindah ke sini ka
FLASHBACK KALEA:"Dia itu menyebalkan dan nggak romantis sama sekali!" ucap Andita, mantan istri dari Nugie. Mama meminta kami bertiga bertemu. "Harusnya kamu bersyukur dia nggak mau sama kamu. Berumah tangga sama dia itu sangat membosankan. Setiap hari cuma kerja dan kerja, aku tuh kayak menikah s







