Share

005.

Penulis: S. Novalet
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 16:51:46

"Kamu deket kah sama Nugie?" ucap Arumi membuka obrolan.

"Mas Nugie itu sepupuku. Mamaku adalah adik dari Mamanya Mas Nug. Pas Mamanya Mas Nug meninggal, Mama sama Kakek yang bantu ngurus Mas Nug. Dia sudah seperti kakakku sendiriAku belum lama lulus dari sekolah boga di Swiss. Terus Mas Nug nawarin kerjaan ke aku untuk ngurus apartemen ini dan jadi chef pribadinya dia selama dia kerja atau ketika dia lagi keluar kota atau negeri."

"Kamu tahu soal Kalea kah?"

"Ah...Kalea..." ucap Alena malas. "Mamaku nggak suka dia! Mama dulu suka nemenin Kakek dinner bareng keluarganya Kalea sebelum dia sempet dijodohin sama Mas Nug. Ide perjodohan itu datangnya dari keluarga Kalea. Mereka selalu aja ngebahas 'Aduh kalau Kalea menikah dengan cucumu blablabla~' selalu aja kayak gitu! Kayak kepedean banget gitu loh Mbak! Padahal Mas Nug tuh juga nggak kepincut!" seru Alena berapi-api. 

"Tapi Nugie bilang yang pernah kencan sama Kalea itu Verdi yang nyamar jadi dia?"

"Memang! kalau Mas Verdi aja nggak tertarik, gimana Mas Nug?? Kalo kata Mas Ver, Kalea itu cantik tapi terlalu lebay. Yang dia bahas selalu nggak jauh dari urusan harta benda dan gaya hidup mentereng. Sama nggak jauh dari urusan perselangkangan bebas! Mbak paham lah maksud aku."

"Maksud kamu...Kalea sempet ngode untuk ngajakin Verdi, yang jadi Nugie, untuk tidur bareng??"

"Yep! tapi Mas Ver jelas nggak mau lah! dia kan hidupnya lurus banget nggak neko-neko."

"Apa Nugie pernah cerita sama kamu tentang aku?"

"Eum...habis Kakek meninggal, Mas Nug cuma bilang kalau dia mau menikah dalam waktu dekat. Aku rasa yang tahu detailnya Mama karena Mas Nug ceritanya ke Mama. Tapi yang aku inget, Mas Nug akan bawa calonnya kalo kondisi dia udah sehat," ucap Alena. 

"Apa itu artinya Mama kamu tahu kondisi aku?"

"Iyalah! Nggak pernah ada rahasia antara Mas Nug dan Mama. Mama sih nggak mau cerita ke aku tapi yang jelas, menurut aku Mama setuju kok sama pilihan Mas Nug kali ini, yaitu Mbak! Ini Mas Nug loh yang pilih sendiri bukan karena dipaksa siapapun. Dia pria baik-baik. Aku bisa jamin itu," ucap Alena tersenyum.

*** 

Nugie turun dari mobil dan lekas menjabat tangan Verdi yang sudah menantinya. Mereka berada di sebuah gedung dan keduanya berjalan berdampingan menuju auditorium. "Udah siap semua?"

"Yah udah sekitar 70% an lah...masih ada 2 hari lagi sebelum acara," ujar Verdi memasuki lift bersama Nugie. "Gimana dia? Mbak Arumi."

"Seperti yang bisa diprediksi, jelas banyak pertanyaan. Tapi sejauh ini dia cukup nanggepin semuanya dengan tenang. Gue belum ngomong soal Gala Dinner lusa," ucap Nugie.

"Nanti acara itu akan kacau banget," ucap Verdi. "Menurut lo, gimana Kalea ketika dia tahu bahwa gue itu bukan lo? Dan tentu aja, selingkuhannya–"

"Dia akan ngamuk, yang jelas, karena besok kita tatap muka perdana dan gue akan go public sama Arumi. Ngomong-ngomong, dia gimana? Setelah akhirnya harus lepas jabatan?" Ucap Nugie keluar dari lift dengan didampingi Verdi.

"Ya..nggak gimana-gimana. Emangnya dia punya pilihan buat naik banding? Itu udah tertulis di surat warisan Kakek lo. Dia dan keluarganya udah cukup mengeruk keuntungan dari perusahaan selama menjabat sementara. Selingkuhannya naik pangkat jadi sekretaris dia–kenapa nggak lo pecat aja sih? Pajak gaji karyawan dipotong lumayan gede–setengah masuk ke kantong dia dan keluarganya, setengah lagi ke kas negara. Nggak keliatan ada penyesalan karena setelah ini mereka cuma turun jabatan; Kalea jadi Direktur SDM dan selingkuhannya Direktur Produksi–"

Nugie menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Verdi. "Orang kayak Kalea nggak bisa cuma diperkarain, dipecat lalu selesai. Kita harus jaga musuh untuk tetap dekat. Kakek gue meninggal karena kelakuan dia, dan gue akan buat dia, juga selingkuhannya menderita, karena wewenang udah gue pegang sekarang. Gue akan buat mereka menyesal atas apa yang mereka lakukan ke kakek, dan Arumi."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Balas Dendam Pernikahan   (TAMAT)

    Tiga bulan berlalu semenjak serentetan kejadian tak mengenakkan yang terjadi dalam rumah tangga baru Nugie dan Arumi. Setelah berdiskusi panjang, mereka pun setuju untuk membatalkan resepsi pernikahan mereka dan segala booking terkait pernikahan diambil alih oleh Verdi dan Alena sebagai "Hadiah" dari Nugie untuk pernikahan mereka yang baru berlangsung hari ini."Huwah! Akhirnya selesai juga!" Ucap Arumi memasuki kamar setelah seharian hadir di resepsi pernikahan Alena dan Verdi. Mereka menginap di hotel karena lokasi venue yang cukup jauh dari rumah dengan biaya penginapan hotel keluarga ditanggung oleh Verdi dan Ine.Nugie membuka jendela sejenak dan menatap suasana malam kota Bogor yang tenang, "Besok jalan yuk? Di Bogor banyak kuliner...""Boleh," ucap Arumi tersenyum sambil melepas beberapa perhiasannya. Lalu senyum itu kembali muncul ketika Nugie muncul di refleksi cermin dan memeluknya dari belakang ketika Ia sedang melepas anting-antingnya."Kamu cantik banget malam ini," Gumam

  • Balas Dendam Pernikahan   050.

    Andhita minta duit dari Mas?!" Seru Alena terkejut. Malam itu mereka berkumpul di apartemen Nugie, dengan Verdi juga turut hadir karena Arumi yang mengundang mereka."Terus lo kasih?""Ya...gimana... kalau nggak gitu kayaknya dia bakal neror gue terus," ucap Nugie menikmati camilan bersama Verdi dan Alena hingga Arumi datang dan membawakan minuman untuk mereka. "Thanks babe–" gumam Nugie."Dih kalau aku jadi Mas sih bodo amat! Dia yang ngancurin hidup Mas kok enteng banget minta-minta duit sama Mas! Kerja lah!" Sungut Alena kesal."Jujur, Aku sebenernya juga nggak setuju sih sama ide kamu yang dengan gampangnya kasih uang ke dia dan itu bahkan bukan uang yang sedikit..." ujar Arumi."I know, Aku cuma nggak mau dia ganggu hidup kita lagi...""Lo yakin kah setelah ini dia nggak akan gangguin lo lagi?""Gue bilang akan penjarain dia sih kalo dia ganggu gue lagi dan gue serius...Haa...Why does my life suck?? Gue sampai nggak nafsu lagi sama resepsian nikahan.""Ya udah batalin aja!" samba

  • Balas Dendam Pernikahan   049.

    Pagi hari berikutnya, Nugie bergerak malas di balik selimut. Tangannya meraba-raba sisi tempat tidurnya yang sudah kosong. Ia lekas terbangun dan mengecek jam yang kini menunjukkan pukul 6:30 pagi. "Ah sial! Telat!" sungutnya lekas terbangun dan berlari ke kamar mandi.Setelah mandi dan berpakaian, Nugie keluar dari kamar dan mendapati apartemen mereka yang kosong. "Sayang? Arumi??" ucapnya mencari-cari sosok sang istri. Sebuah perasaan Deja Vu dirasakan Nugie dan sontak hal itu membuatnya panik. Ia mencari wanita itu ke sekeliling rumah dan berniat untuk meneleponnya ketika kemudian Nugie melihat note tertempel di pintu kulkas:Aku udah coba bangunin kamu dari jam 5 tadi, But you sleep like a dead man. Jadi aku berangkat duluan karena ini hari pertamaku resmi kerja dan banyak yang harus aku pelajari. I've prepared breakfast. See you at the office! ♡Nugie menghela nafas lega setelah mengetahui dimana Arumi berada. Ia mengecek meja makan dan sepiring nasi goreng serta tas bekal yang m

  • Balas Dendam Pernikahan   048.

    Arumi lekas terbangun ketika mendengar suara pintu terbuka dan Nugie memasuki kamar sambil membawa wadah berisi air dingin dan handuk bersih. "Istirahat aja...aku cuma kompres luka memar kamu.""Aku nggak bisa tidur..."Nugie duduk di sisi tempat tidur lalu mulai memeras handuk bersih itu dan mengompres luka memar akibat pukulan yang dilakukan Allen. "Lihat kamu..kamu bahkan nggak meringis kesakitan.""Mungkin badan aku udah kebal sama kekerasan dia.." gumam Arumi muram."Dan menurut kamu itu normal?"Arumi menatap Nugie sejenak lalu tertunduk dan menggeleng pelan, "Maaf..."Nugie menghela nafas pelan lalu kembali mencelupkan dan memeras handuk sebelum mengompres kembali wajah Arumi. "He almost raped you...""Ya??" Arumi cukup terkejut ketika mendengar itu. Ia tak tahu karena kala itu tidak sadarkan diri.Nugie berhenti sejenak lalu mengatur nafasnya yang tak beraturan karena terbawa emosi setiap kali teringat hal itu. "Itu bukan salah kamu, Aku tahu. Tapi...aku ngerasa bersalah aja k

  • Balas Dendam Pernikahan   047.

    "BRENGSEK!" ucap Nugie tertahan dan pria itu kembali menghajar Allen habis-habisan."MAS! UDAH!" Seru Alena lekas menarik Nugie menjauh dari Allen yang sudah tak sadarkan diri. Disaat bersamaan, Verdi muncul bersama Security apartemen dan tercengang dengan pemandangan yang dilihatnya. Alena lekas menghubunginya sebelum Ia berniat menghubungi Nugie namun pria itu sudah tiba lebih dulu."NGGAK BISA! GUE BAKAL HABISIN–""MAS UDAH!" Verdi lekas menahan Nugie dan mendorongnya menjauh sementara Tante Ine memanggil polisi."Tapi–""LO BISA DIPENJARA KALO DIA MATI!" Seru Verdi dan Alena terkejut mendengarnya karena rasanya baru kali ini Ia mendengar Verdi meninggikan suaranya. "Udah cukup...that's enough.. biar kali ini polisi yang handle semuanya..."Nugie terduduk lemas. Ia kemudian menoleh dan mendapati Arumi tak sadarkan diri di pangkuan Alena. Sesak dirasakannya ketika melihat tanda kemerahan di leher Arumi karena bekas cekikan yang dilakukan Allen juga luka lebam di pipi kanan dekat are

  • Balas Dendam Pernikahan   046.

    Arumi menunggu Alena mengunci pintu kafe. "Mbak nggak capek kah? Habis kerja bantuin aku di sini?""Nggak kok...biasa. Ibu aku juga punya rumah makan, jadi udah biasa," ujar Arumi berjalan berdampingan dengan Alena. "Lagian aku juga takut sendirian kalau nggak ada Nugie...apalagi setelah yang terjadi hari ini.""Kenapa nggak dipenjarain aja sih Mbak? Masa cuma Kalea yang dipenjarain? Allen kan juga pernah kdrt sama Mbak? Kalau dia masih dibiarin di luar, dia bisa aja dendam dan nyerang mbak ketika Mas Nugie nggak ada.""Masalahnya aku udah nggak punya bukti Len. Percaya deh! Ibu aku udah pernah laporin dia ke polisi tapi cuma berujung disuruh mediasi. Kalea ditangkap karena memang ada buktinya. Allen nggak bisa berbuat banyak karena itu udah terjadi tanpa sepengetahuan dia.""Emang kita tuh nggak bisa berharap banyak sama hukum di sini...""Verdi nggak ke sini kah hari ini?" Alena menghela nafas dan tertunduk muram lalu menggeleng pelan. "Dia datang ke kantor kok pagi tadi...mungkin a

  • Balas Dendam Pernikahan   015.

    Malam harinya, Alena sedang membereskan beberapa hal di kafe sambil mendata menu apa saja yang akan mereka hidangkan saat usaha kafenya mulai berjalan. Perhatiannya teralihkan oleh sinar lampu dari arah luar dan Ia menghela nafas pelan ketika tahu siapa yang datang. "Rumah Mas Ver pindah ke sini ka

  • Balas Dendam Pernikahan   014.

    FLASHBACK KALEA:"Dia itu menyebalkan dan nggak romantis sama sekali!" ucap Andita, mantan istri dari Nugie. Mama meminta kami bertiga bertemu. "Harusnya kamu bersyukur dia nggak mau sama kamu. Berumah tangga sama dia itu sangat membosankan. Setiap hari cuma kerja dan kerja, aku tuh kayak menikah s

  • Balas Dendam Pernikahan   013.

    "Diem nggak??" Ucap Kalea gusar ketika Allen menatapnya curiga. "Diemin aja, orgil," sungut Kalea, dengan kesal menekan tombol lift berkali-kali. Belum tuntas kekesalannya, kini Nugie muncul bersama Arumi."Hei bro~Mbak," sapa Verdi pada Nugie dan Arumi."Udah dateng aja lo," balas Nugie menjabat t

  • Balas Dendam Pernikahan   012.

    "Istri. Mantan istri lebih tepatnya," balas Nugie santai. "HAH???" Arumi refleks berdiri dan menatap Nugie bingung. "Kenapa sekaget itu?" "Ya kaget lah! Kenapa selama ini nggak bilang kalau kamu udah pernah nikah?!" seru Arumi. "Penting emang? Toh hubungan kita juga udah selesai. Kami cerai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status