Beranda / Mafia / Balas Dendam Putra Mafia Terkuat / Bukan Tandingan Bagi Raga

Share

Bukan Tandingan Bagi Raga

Penulis: Raden Arya
last update Tanggal publikasi: 2026-06-25 14:33:59

Albert melayangkan tendangan kaki kirinya ke arah perut Raga.

Namun Albert justru terdorong ke belakang dan hampir membuatnya kehilangan keseimbangan.

Bagaikan menendang sebuah dinding yang sangat kokoh.

Raga tidak bergeming sedikitpun walaupun tapak sepatu Albert membekas pada bajunya.

"Kuat sekali!" Ucap pelan Anggun melotot ke arah Raga.

Genta dan teman-temannya langsung tertegun, keberanian mereka langsung menjadi goyah.

"Pemuda bertubuh kurus sepertimu ternyata kuat juga, mampu menahan ten
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Sosok Perempuan Yang Sangat Ditakuti

    "Sebuah gelang yang dibuat khusus untuk keluarga Wicaksono oleh pengrajin gelang ternama di Kota Valora, tidak mungkin ada yang bisa menirunya karena bahan-bahan untuk membuatnya juga sangat khusus.""Sekarang coba tuan muda ceritakan selama dua puluh lima tahun ini tuan muda berada dimana?"Megi tentu merasa penasaran dengan lika-liku kehidupan yang dihadapi oleh Raga setelah kejadian pada malam itu."Seorang perempuan hebat yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah Kota Valora, dia menemukanku di dalam sebuah karung yang terikat di tempat pembuangan sampah.""Awalnya dia mengira kalau karung itu berisi barang berharga yang bisa dijual dengan harga tinggi, tapi ternyata isinya adalah seorang anak berusia dua tahun dalam keadaan tidak sadarkan diri.""Perempuan itu lalu membawaku pulang ke rumahnya yang sangat-sangat sederhana, dia merawatku dengan tulus layaknya seperti seorang bayi yang terlahir dari rahimnya.""Dia mengajariku banyak hal mendidikku menjadi laki-laki tangguh

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Putra Seorang Penguasa yang Sangat Ditakuti

    Langit yang berada di atas Kota Valora begitu cerah berwarna biru terang berlukiskan awan putih yang menawan, sinar cahaya Matahari menyinari seluruh Kota Valora, terkecuali dunia bawah yang penuh dengan kejahatan.Di sebuah rumah yang cukup mewah namun tertutup, Raga dirawat oleh seorang perempuan tua bersama dengan anaknya.Megi merupakan seorang dokter yang dulunya menjadi dokter pribadi keluarga Darius Wicaksono, dulu Megi bekerja bersama dengan suaminya yang juga seorang dokter.Raga duduk di atas ranjang tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek, pada tubuhnya ada banyak sekali luka memar namun tidak sampai membuat organ dalamnya rusak."Jadi suami nyonya merupakan seorang dokter yang dulunya juga menangani keluarga Darius Wicaksono, sosok ketua mafia yang sangat dihormati di Kota Valora?" Raga mendapatkan sebuah fakta baru yang tentu saja membuatnya sangat terkejut."Kejadian pada malam itu terjadi dengan begitu cepat, langit tiba-tiba bergemuruh, kilatan petir terdeng

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Anggota yang Menyamar

    Segala kenangan bersama ibu angkatnya pun melintas dengan jelas di pikirannya. Ia teringat sejak usia tiga tahun sudah diajari ilmu bela diri, bukan hanya satu aliran, melainkan tiga jenis aliran yang dikuasainya hingga mendekati kesempurnaan."Seandainya aku tidak memikirkan nasib kafe milik Tamara yang akan dirusak, mungkin saat itu sudah aku patahkan leher pemimpin geng itu," batin Raga sambil menatap kosong ke atas.KREEEK!!!Tiba‑tiba pintu ruangan terbuka perlahan, dan cahaya dari luar mulai menerangi ruangan itu.Raga menyipitkan matanya, melihat sesosok laki‑laki berdiri di ambang pintu. Tubuhnya sedikit lebih tinggi dari Raga, rambutnya sudah banyak memutih, dan usianya diperkirakan lebih dari empat puluh tahun."Mau menyiksaku lagi? Dasar pengecut! Jika punya nyali, hadapi aku satu lawan satu secara adil!" tantang Raga.Namun laki‑laki itu bukannya menjawab, melainkan langsung berlutut dan bersujud di hadapan Raga."Tuan Muda! Ampunkan aku karena tidak bisa berbuat apa‑apa s

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Mengalah Karena Terpaksa

    Malam yang dingin di Kota Valora membuat suasana semakin sunyi, hanya ada beberapa mobil yang lalu lalang di jalan raya.Orang-orang yang kebetulan melintas di depan kafe milik Tamara langsung berhenti untuk menyaksikan pertarungan antara seorang pemuda tampan melawan kelompok gengster Taring Emas.Beberapa dari mereka yang sedang menyaksikan pertarungan langsung mengambil gambar dan mengunggahnya di akun media sosial mereka.Sesuatu hal yang sudah masuk ke media sosial tentu akan menyebar dengan cepat.Tanpa diketahui oleh Raga, tiga ratus empat puluh anggota kelompok gengster Taring Emas sedang menuju ke kafe milik Tamara.Semua kendaraan yang sedang melintas langsung menyingkir ketika melihat iring-iringan sepeda motor kelompok gengster Taring Emas yang memenuhi jalan.Suara bising dari kenalpot motor anggota kelompok gengster Taring Emas menggetarkan setiap bangunan yang dilewati oleh mereka, para penduduk langsung mengunci pintu rumah dan jendela rapat-rapat.Dari radius ratusan

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Bukan Tandingan Bagi Raga

    Albert melayangkan tendangan kaki kirinya ke arah perut Raga.Namun Albert justru terdorong ke belakang dan hampir membuatnya kehilangan keseimbangan.Bagaikan menendang sebuah dinding yang sangat kokoh.Raga tidak bergeming sedikitpun walaupun tapak sepatu Albert membekas pada bajunya."Kuat sekali!" Ucap pelan Anggun melotot ke arah Raga.Genta dan teman-temannya langsung tertegun, keberanian mereka langsung menjadi goyah."Pemuda bertubuh kurus sepertimu ternyata kuat juga, mampu menahan tendangan kaki kiriku secara langsung, kalau begitu ayo kita buktikan apakah kau mampu menahan kerasnya tongkat bisbol!"Albert langsung memberikan kode dengan jarinya kepada anak buahnya, sebuah kode untuk menyerang Raga."Tamara, Galih, Anggun, mundurlah." Ucap Raga sambil membuka kancing bajunya.Setelah melepas rompi hitam bermodel jas, Raga langsung melipat lengan baju kemeja putihnya.PANGGG!!!SETSET!!!Dengan sangat cepat Raga menghindari tongkat-tongkat bisbol yang mengarah kepada dirinya.

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Balas Dendam, Raga Dikeroyok

    Pukul sebelas malam, Tamara datang kembali ke kafenya.Tamara meminta kepada ketiga pegawainya supaya tutup lebih awal karena ia ingin mengajak Raga ke sebuah tempat hiburan malam.Namun baru saja kafe milik Tamara tutup, sekelompok gengster justru mendatangi tempat tersebut.Tamara yang sedang berdiri di depan kafenya bersama dengan Raga, Galih, dan Anggun merasa cukup terkejut dengan kedatangan sepuluh anggota kelompok gengster Taring Emas yang diketuai oleh Albert."Dasar laki-laki sialan, kenapa dia datang kesini bersama dengan anggota gengnya yang lain?" Umpat Tamara menatap kesal ke arah Genta, namun Tamara tidak bisa marah secara langsung karena takut dengan kelompok gengster Taring Emas."Ra! Aku mempunyai firasat yang buruk terhadap dirimu." Bisik Galih."Santai saja," Jawab Raga tidak merasa takut sedikitpun.Albert melontarkan sebuah senyuman ke arah Tamara."Hahaha..... Tamara sayang, semakin cantik saja dirimu!" Ucap Albert menggoda."Heheee, Albert! Kenapa kamu tiba-tiba

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Pertarungan Yang Tidak Bisa Dihindarkan

    Melihat Raga yang berjalan ke mejanya, Anggun langsung meletakkan segelas air putih dingin di atas meja, Anggun seolah‑olah sudah tahu dengan apa yang diinginkan oleh Raga."Terimakasih, Anggun!" Ucap Raga yang langsung mengambil lalu meminum segelas air putih dingin tersebut sampai habis.Anggun t

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   7 Tahun Kemudian

    Pada keesokan paginya, seribu tentara khusus dari Kerajaan sudah mengepung Kota Valora dan melakukan penangkapan terhadap dua anggota kelompok mafia Naga Langit dan Singa Emas yang tersisa, namun tidak semuanya berhasil ditangkap.Peperangan yang terjadi dalam satu malam membuat kerusakan parah ter

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Pihak Kerajaan Mengambil Alih

    Di malam yang mencekam dengan udara yang sangat dingin, Raga hanya memakai celana pendek dan kaos kutang warna hitam, berjalan santai pulang menuju rumahnya yang berjarak satu kilometer lebih dengan melewati sebuah gang kecil untuk mempersingkat waktu.Raga menatap ke arah langit yang gelap tanpa a

  • Balas Dendam Putra Mafia Terkuat   Peperangan Dua Kelompok Mafia

    Malam hari yang gelap tanpa adanya cahaya bintang dan rembulan yang menyinari, Raga dan Jaka terlihat sedang duduk di atas sofa bekas yang berada di depan rumahnya Raga. Mereka duduk bersantai sambil bermain gitar, di hadapan mereka ada api unggun kecil untuk menghangatkan tubuh mereka dari dingin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status