Se connecter
"Aku baru mencapai bentuk tubuh ideal ku dan sekarang aku harus mati. " gumam gadis yang terbaring di atas lantai dengan kepala berlumuran darah.
Gadis itu dapat melihat semua orang berteriak memanggil nama nya, dan tak lama semua nya terasa gelap dan kesadaran nya pun hilang. ... Gadis itu kembali membuka mata nya, dada nya terasa sesak seolah kehabisan oksigen di sekitar nya. "Tunggu, dimana ini. " gumam sang gadis melihat sekitar nya dimana dia berada di sekolah nya. Gadis itu bernama Victoria Elara Wijaya, yang biasa di panggil Elara oleh orang-orang. "Tidak bagaimana mungkin aku kembali pada tahun terkutuk dimana berat badan ku yang hampir melebihi seratus kilo. " gumam Elara melihat tubuh nya yang gemuk seperti bab* dari kaca yang ada di hadapan nya. "Sudah puas berkaca nya bab* gemuk. "ucap suara gadis di belakang Elara. " Selena. "ucap Elara berbalik. "Hari ini hari terakhir sekolah, cepat lo putusin Ethan. " ucap Selena mencengkram baju Elara dan menyudutkan Elara pada lemari loker. "Atau gue ga akan segan-segan buat ngasih lo pelajaran dan bikin lo malu. " lanjut Selena dengan tatapan mata tajam nya. "Ethan Alesandro Mahendra itu pacar ku. " batin Elara dengan wajah yang masih bingung. Elara ingat saat itu dimana Ethan yang tiba-tiba mengecup pipih nya saat bertengkar hebat dengan Selena, dan sejak saat itu dia dan Ethan resmi memiliki hubungan. Elara sungguh tau jika semua itu Ethan lakukan karena balas dendam kepada Selena yang ternyata selingkuh di belakang Ethan. Walaupun seperti itu tetap saja Ethan adalah pemain basket paling tampan dan juga paling tampan di sekolah ini. Sejak saat itu Selena selalu membuat hidup ku menderita saat di sekolah, dia dan kedua teman nya selalu merundung ku. Kini aku mendapatkan kesempatan kedua dan aku tidak akan menjadi gadis yang berakhir dengan menyedihkan lagi. "Selena semua hutang lo di kehidupan lalu, akan gue buat lo membayar nya lunas dengan berlipat ganda. " batin Elara mengepal kuat tangan nya. "Lo berani natap gue seperti itu. " ucap Selena melayangkan tangannya dan akan menampar wajah Elara, tapi Elara dengan cepat menahan pergelangan tangan Selena. Selena terkejut bukan main saat Elara justru tidak takut pada nya. PLAK Elara menampar wajah Selena dengan sangat keras, hingga sudut bibir Selena robek dan berdarah. Selena melotot tak percaya, begitu juga dengan kedua teman Selena yang bernama Rania dan Sarah, kedua nya melotot tak percaya melihat hal itu. "Siala* lo gendut menjijikan. " desis Selena memegang pipih nya. "Rania Sarah, kalian pegang dia dan hajar dia. " perintah Selena kepada kedua teman nya. plak plak Kedua nya tak dapat menghajar Elara, justru kedua nya juga mendapat kan tamparan dari Elara. "Gila." Kerumunan yang melihat kejadian itu. "Lo tau papa gue ketua yayasan sekolah ini, dan akan gue pastiin semua orang tau ulah lo hari ini. " ancam Selena yang sama sekali tidak membuat Elara gentar. "Berhenti." ucap suara pria yang datang dengan teman-teman nya. Elara menoleh pada suara itu. "Ganteng banget. " puji Elara saat melihat jika pemilik suara itu adalah Ethan. "selena lo harus ingat siapa pemegang saham terbesar di sekolah ini. " ucap Ethan pada Selena. Elara sendiri tersenyum dalam hati nya, Elara tau ucapan Ethan itu hanya karena dia masih kesal kepada Selena. "Gue tau semua itu karena lo masih kesal sama Selena. " batin Elara. Selena sendiri menangis setelah ucapan Ethan itu. "Ethan kamu salah paham sama semua ini. " ucap Selena dengan air mata buaya nya. "Aku hanya khawatir dengan kesehatan Elara, Aku hanya menyarankan dia untuk menurunkan berat badan nya, tapi kamu lihat dia justru menamparku. " ucap Selena memperlihatkan pipih nya yang memar pada Ethan. "Selena benar Ethan, kalau kami tidak menghentikan Elara, sudah pasti dia akan membuat Selena terluka parah. " ucap Rania membantu Selena. "Lo mau memutar balikkan fakta." ucap Elara dengan wajah kesal nya. "Cukup Elara. " ucap Ethan menahan tangan Elara. "Mereka yang memulai nya. " ucap Elara membela diri nya. "Cukup Elara, yang aku lihat kamu mau memukul nya. " ujar Ethan yang masih mencengkram pergelangan tangan Elara. "Ethan untung nya kamu datang, gak ada yang tau seburuk apa Elara akan melukai ku. " ucap Selena dengan air mata yang masih terus menetes. "Minta maaf. " ucap Ethan kepada Elara. "oke." jawab Elara dengan senyuman. Plak Elara mendekati Selena dan kembali menampar Selena dengan sangat keras hingga Selena terhuyung manabrak loker. "Seperti ini lah yang nama nya melukai dan membully itu. " ucap Elara dengan wajah serius nya. "Ikut aku. " ucap Ethan menarik tangan Elara untuk pergi dari kerumunan itu. "Dasar gendut sialan, tunggu saja. " batin Selena menatap penuh benci pada Elara. Ethan membawa Elara ke lapangan basket. "Elara cukup, Aku akan meminta maaf kepada Selena. " ucap Ethan. "Apa.? " ucap Elara menatap tak percaya. "Elara, Selena hanya berniat baik, dan semua itu karena kesehatan kamu. " ucap Ethan membuat Elara memutar bola mata nya malas. "Jadi kamu masih lebih percaya dia.? " tanya Elara menatap kesal pada Ethan. "Aku hanya bersikap rasional Elara, dan aku tidak bisa asal memihak saja. " jawab Ethan menatap Elara. "Cukup Ethan, aku tidak mau dengar apa pun lagi. " ujar Elara yang berbalik dan pergi meninggalkan Ethan. Ethan sendiri menarik nafas panjang menatap punggung Elara yang mulai menjauh. Elara sendiri segera menuju perpustakaan, dia sangat kesal karena Ethan lebih percaya dengan Selena si ular berbisa itu. "Lihat saja Ethan bagaimana aku akan membuat badan ini kurus dan membuat mu menyesal. " batin Elara yang mulai mencari buku panduan untuk menurunkan berat badan. Di kehidupan sebelum nya dia mengunakan semua tutorial yang ada di buku itu untuk menurunkan berat badan nya menjadi ideal. "Semoga saja masih berhasil, dengan berat badan seperti ini. " gumam Elara menatap cermin yang ada di perpustakaan itu setelah dia menemukan buku yang dia cari. Elara akan membuktikan kepada Ethan jika dia akan berhasil menurunkan berat badannya dan membuat Ethan menyesal karena lebih membela Selena hanya karena air mata buaya Selena. Dan untuk Selena, lihat saja bagaimana dia akan menagis hutang di masa lalu kepada Selena nanti nya. Elara memasukan buku itu kedalam tas nya setelah nya dia segera pulang dan akan memulai program diet nya. Elara yakin dia pasti akan bisa, karena di kehidupan sebelumya dia mampu, jadi kehidupan sekarang juga pasti mampu. .....Elara sudah siap mengenakan pakaian untuk seleksi hari ini, dia sengaja tidak mengikat rambut panjang nya, Hari ini Elara akan membuktikan kepada semua orang jika dia layak menjadi kapten tim pemandu sorak sekolah. "Di kehidupan lalu gue meninggal saat hampir mencapai semua mimpi gue, dan di kehidupan ini gue akan meraih semua nya. " gumam Elara segera menyambar tas nya dan mengunakan taxi online untuk pergi ke sekolah. Sedangkan di sekolah aula sudah penuh oleh penonton yang akan menyaksikan seleksi kapten tim pemandu sorak hari ini. Dewan juri juga sudah hadir dan duduk di kursi mereka masing-masing. Ethan juga ada di tribun penonton, dia menunggu kehadiran orang yang sudah dia cari selama ini. "Apa lo bakalan hadir hari ini Elara. " batin Ethan bertanya-tanya. Di kursi paling depan ada Selena dan kedua teman nya duduk berdampingan, Selena tersenyum penuh kemenangan, karena hari ini dia akan resmi menjadu kapten. "Lo ga percaya gue sih, udah gue bilang si gendut ga akan data
Selena pun akhirnya tergoda dan ikut dengan Marvel untuk berjoget di lantai dansa, menikmati setiap denduman musik malam ini.Deri kejauhan Ethan melihat semua itu, Ethan terkekeh sinis melihat Selena yang berjoget ria dengan seorang pria, bahkan tak segan-segan berciuman di tempat umum.Ethan bukan tidak pernah memasuki tempat haram ini, hanya saja dia selalu memilih tempat duduk VIP ,bukan tempat duduk umum seperti Selena, karena itu selama ini tak ada yang tau Ethan ada di tempat ini."Gue ga nyangka aja lo bisa sampai sejauh ini Selena. " gumam Ethan menikmati minuman nya, Ethan tak sendiri melainkan bersama orang kepercayaan nya.Ethan sengaja mengajak orang kepercayaan, agar nanti saat sudah mabuk dia tetap aman dari segala jebakan di tempat seperti ini."Lo kalau mau minum ga papa, tapi jangan sampai mabuk. " ucap Ethan kepasa Toni yang dua tahun lebih tua dari nya."Ga usah bos, lo aja, nanti gue minum yang ada lo di bungkus sama cewek disini. " kekeh Toni bercanda dengan Etha
Elara terus berolahraga selama hari libur nya, bukan hanya berlari pagi saja, tapi dia juga melakukan olahraga renang dan angkat beban sebisa nya.Sudah satu bulan lama nya Elara menghabiskan waktu libur sekolah nya, dan selama itu juga Elara berusaha menurunkan berat badan nya.Elara menatap pantulan diri nya di depan cermin besar yang ada di dalam kamar itu."tersisa satu bulan lagi. " gumam Elara tersenyum menatap tubuh nya."Lara ayo cepat, nanti malah ketinggalan angkot nya. " teriak nenek dari ruang tamu."Iya nek. " jawab Elara menyambar tas nya dan segera keluar dari kamar nya.Hari ini dia akan menemani nenek nya ke pasar, dan setelah dari pasar baru lah dia pergi latihan renang di tempat yang ada di kampung ini....Ethan menjadi sangat dingin saat sudah satu bulan dia tak mendapatkan kabar sedikit pun dari Elara.Ethan bahkan ke rumah Elara setiap hari untuk memastikan gadis itu sudah pulang atau belum nya."Ethan kamu kenapa.? " tanya Selena yang hari ini kembali datang ke
Pagi hari nya Elara bangun jam enam pagi, dia segera mengganti pakaian tidur nya dengan pakaian olahraga nya. "Nenek aku mau lari pagi dulu. " ucap Elara kepada nenek nya yang sedang memasak sarapan untuk Elara. "Iya, Hati-hati Lara. " ucap Nenek yang sedang mengupas kentang. Elara menjawab dengan anggukan, setelah nya dia segera keluar rumah, dan udara pagi ini terasa sangat segar sekali dan sejuk juga. "Huh gue harus semangat. " gumam Elara yang mulai berleri kecil menuju lapangan olahraga di kampung ini. Walaupun nenek nya tinggal di sebuah kampung tapi tetap saja ada fasilitas untuk olahraga bagi masyarakat nya. Elara sampai di lapangan itu, dan ternyata ada banyak orang juga yang sedang berolahraga dan ada anak-anak juga. "Disini jauh lebih baik, Orang-orang nya tidak suka membully seperti di kota. " batin Elara yang tersenyum saat ada orang yang menyapa nya. Elara berlari kecil hampir satu jam tanpa henti, setelah nya dia segera pulang ke rumah nenek nya. "Gimana seneng
Elara berada di perpustakaan, dia terlalu malas harus berhadapan dengan Selena dan antek-antek nya saat ini. Tersisa satu hari lagi, dan besok seluruh sekolah akan libur semester dan libur akhir tahun, jadi libur kali ini termasuk libur panjang. "Elara." panggil Ethan datang sendiri. "Hmm.? 'tanya Elara tanpa menoleh sama sekali kepada Ethan, karena dia sedang sibuk membaca buku di tangan nya. "Kamu ga perlu taruhan seperti itu dengan Selena. " ucap Ethan membuat gerakan tangan Elara terhenti saat ingin membalik kan buku nya. "Kenapa.? " tanya Elara mendongak dan menatap Ethan. "Kamu ga percaya jika aku bisa mengalahkan Selena kamu itu.? " tanya Elara dengan penuh penekanan. "Aku bukan ga percaya kamu, tapi satu sekolah juga tau kalau Selena sudah pasti akan memenangkan seleksi pemilihan kapten pemandu sorak ini. " ucap Ethan membuat Elara berdecih sinis. "Inti nya kamu ga percaya aku Ethan, aku pergi. " ucap Elara mengemasi seluruh barang nya kedalam tas dan meninggal kan Eth
"Elara cepat minta maaf kepada Selena.! " ucap Ethan kepada Elara. "Ethan aku mohon, jangan paksa Elara lagi, aku tidak mau kalian berpisah karena diriku. " ucap Selena dengan mata basah nya. "Selena kamu terlalu baik, tapi justru ada saja yang jahat padamu. " ucap Rania yang di angguki oleh yang lain. "Benar, kita semua melihat Elara berselingkuh tapi dia justru tidak mengakui nya. " ucap Sarah yang semakin membuat suasana panas. "Ya kalian lakukan saja sesuka kan, dan terus lah memutar balikkan fakta. " ucap Elara menatap sinis mereka semua. "Cukup Elara, Selena padahal selalu membela kamu, tapi kamu justru selalu menyerang dia. " ucap Ethan mendekati Elara. "Padahal aku selalu mengira kamu memiliki kebaikan di hatimu. " lanjut Ethan menatap Elara. "Tapi seperti nya aku salah menilai. " ucap Ethan dengan hembusan nafas kasar. "Jadi kamu lebih memilih dia dari pada aku.? " tanya Elara dengan senyuman. "Baikah." ucap Elara dengan anggukan. "Iya aku memang mendekati Varo dan







