共有

Bab 177

作者: Imgnmln
last update 公開日: 2026-07-03 22:16:16

Begitu Raka melangkah masuk ke area perkemahan, Bara dan Rio langsung menyambarnya dari dua sisi.

"Raka! Mulai hari ini, Bang benar-benar saudara kandungku!" Rio nyaris melompat kegirangan. Wajahnya memerah karena terlalu bersemangat saat mengingat kejadian di depan gerbang.

"Acungan jari tengah tadi benar-benar karya seni! Puas banget lihat ekspresi dua bajingan itu! Mukanya sampai seperti habis menelan lumpur!" Bara ikut tertawa terbahak-bahak. Telapak tangannya yang besar terus menepuk bahu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 182

    Raka segera menoleh dan mendapati Arman telah berdiri beberapa langkah di belakang mereka. Wajah komandan unit itu tampak jauh lebih serius daripada biasanya."Rio, Bara. Kembali ke barisan.""Siap!"Keduanya spontan memberi hormat sebelum berlari meninggalkan lokasi tanpa berani bertanya lebih jauh.Kini hanya Raka dan Arman yang masih berdiri di depan gerbang kamp."Komandan Unit." Raka merapatkan tubuh lalu memberi hormat dengan sikap sempurna.Arman tidak langsung berbicara. Tatapannya menyapu Raka dari ujung kepala hingga kaki, seolah sedang memastikan sesuatu. Di balik sorot matanya tersimpan rasa bangga, harapan, dan sedikit kepuasan yang nyaris tak terlihat.Beberapa saat kemudian, ia mengeluarkan sebuah map cokelat dari tas dokumennya lalu menyerahkannya kepada Raka.Pada bagian depan map itu tercetak huruf merah menyala—RAHASIA.Tatapan Raka langsung berubah serius. Ia membuka map tersebut dan menemukan sebuah dokumen dengan judul besar yang membuat detak jantungnya melonjak

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 181

    Hari perpisahan tiba jauh lebih cepat daripada yang dibayangkan semua orang.Tiga hari setelah pengumuman mobilisasi nasional, gelombang pertama daftar mutasi personel resmi diumumkan.Di dalam daftar itu, nama Tiara Adinata tercantum dengan jelas. Mahasiswi tahun kedua Universitas Garuda Nusantara.[Lokasi penugasan : Komando Garuda Selatan, Grup Angkatan Darat Pertama, Kamp Pelatihan Militer Mahasiswa.]Di depan gerbang kamp, sebuah kendaraan off-road militer dengan pelat Komando Garuda Selatan telah menunggu dalam keadaan mesin mati.Tiara sudah mengenakan seragam latihan baru. Rambut panjang yang dahulu menjuntai hingga pinggang kini dipangkas menjadi model pendek yang rapi. Kesan lembut yang biasanya melekat padanya memang berkurang, tetapi sebagai gantinya muncul aura tegas yang membuatnya terlihat semakin gagah dan percaya diri.Barang bawaannya pun sangat sederhana. Ia hanya memanggul sebuah ransel sebelum berdiri tenang di samping kendaraan.Raka, Bara, dan Rio datang untuk m

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 180

    Universitas tak lagi menjadi tempat mengejar gelar atau membangun karier biasa. Mulai hari ini, kampus akan menjadi tempat mencetak calon-calon perwira dan personel tempur masa depan."Aku tidak bisa menerima ini!" Seorang mahasiswa baru kehilangan kendali hingga berteriak lantang. "Aku mati-matian belajar supaya bisa masuk universitas, bukan untuk dijadikan tentara!"Suara itu menjadi pemicu.Emosi yang sejak tadi dipendam langsung meledak dari berbagai penjuru lapangan."Benar! Kami adalah generasi penerus bangsa! Kenapa justru kami yang didorong ke garis depan?""Aku mau pulang! Aku tidak mau mati!""Ini tidak masuk akal!"Gelombang protes terus membesar.Para instruktur berusaha menenangkan keadaan sambil mengatur kembali barisan, tetapi kepanikan sudah terlanjur menyebar dan sulit dikendalikan.Saat suasana hampir berubah menjadi kacau, sorot mata Jenderal Guntur di layar mendadak mengeras. "Saya memahami bahwa sebagian dari kalian akan merasa takut. Sebagian lagi mungkin tidak s

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 179

    Lapangan utama telah dipenuhi lautan manusia.Seluruh mahasiswa baru, para instruktur, hingga personel pendukung berdiri rapi di posisi masing-masing. Tidak ada satu pun yang berani berbicara karena suasana terasa begitu menyesakkan, hanya deru napas berat dan suara sirene darurat yang masih menggema dari kejauhan. Semua orang merasakan firasat yang sama, sesuatu yang besar akan segera terjadi.Di bagian depan lapangan, layar elektronik raksasa yang biasanya digunakan untuk menayangkan video motivasi tiba-tiba menyala.Lambang komando militer tertinggi Republik Nusantara Raya muncul memenuhi layar dengan kesan megah sekaligus penuh wibawa.Raka berdiri tegak di dalam barisan sambil mengernyitkan dahi.Di sampingnya, Bara dan Rio sama-sama terlihat tegang."Raka..." Rio merendahkan suaranya hingga nyaris tak terdengar. "Jangan-jangan... benar-benar mau pecah perang?""Diam." Instruktur yang berjaga di sisi barisan langsung menegurnya dengan suara dingin.Rio spontan menutup mulut dan k

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 178

    Sejak kejadian di depan gerbang itu, Celine dan Kevin benar-benar menghilang tanpa jejak. Keduanya tak pernah lagi muncul di sekitar perkemahan, membuat kehidupan Raka kembali berjalan tenang. Meski begitu, ketenangan tersebut menghadirkan kebiasaan baru yang perlahan menjadi rutinitas.Karena adanya perubahan jadwal pelatihan militer, Tiara tidak lagi ditempatkan di kamp mahasiswa baru. Akademi menugaskannya ke pusat riset medis yang berada di belakang Komando Garuda Selatan untuk membantu sebuah proyek penelitian yang harus segera diselesaikan.Walau kesibukan mereka berbeda, tanpa pernah membuat janji secara langsung, keduanya seolah memiliki kesepahaman yang sulit dijelaskan.Setiap siang, Tiara selalu datang ke kantin mahasiswa baru pada waktu yang hampir sama. Ia akan mengambil dua porsi makanan, lalu duduk di dekat jendela sambil membuka buku dan menunggu seseorang datang.Begitu latihan selesai, Raka hampir selalu langsung menuju kantin. Tanpa perlu saling menyapa lebih dulu,

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 177

    Begitu Raka melangkah masuk ke area perkemahan, Bara dan Rio langsung menyambarnya dari dua sisi."Raka! Mulai hari ini, Bang benar-benar saudara kandungku!" Rio nyaris melompat kegirangan. Wajahnya memerah karena terlalu bersemangat saat mengingat kejadian di depan gerbang."Acungan jari tengah tadi benar-benar karya seni! Puas banget lihat ekspresi dua bajingan itu! Mukanya sampai seperti habis menelan lumpur!" Bara ikut tertawa terbahak-bahak. Telapak tangannya yang besar terus menepuk bahu Raka hingga tubuh pemuda itu bergoyang."Kerja bagus! Perempuan seperti itu memang pantas ditinggalkan sejak lama. Sama sekali tidak layak dipertahankan."Raka hanya bisa tersenyum masam sambil berusaha melepaskan diri dari kepungan mereka. "Sudah, sudah... turunkan dulu. Kalian bereaksi berlebihan. Bukankah ini cuma urusan kecil?""Mana mungkin kecil?" Rio langsung memasang wajah serius. "Ini soal harga diri! Tapi satu hal yang paling penting, jangan lupa tagih kembali uangmu sampai lunas!"Rak

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 16

    Wajah Arman akhirnya benar-benar menggelap. “Reyhan!” Bentakannya mengguncang seluruh ruang pemeriksaan seperti petir yang meledak di atas kepala semua orang. “Sudah cukup membuat keributan!”Tubuh Reyhan langsung menegang.Arman melangkah maju dengan tatapan dingin yang membuat suasana ruangan sem

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 12

    “Lihat pasukanmu itu, Kapten Arman,” ujar seorang instruktur muda berpangkat letnan dua sambil tertawa kecil. “Baru beberapa kilometer saja sudah seperti terong layu.”Kapten Arman, komandan tempat Raka dan para mahasiswa baru lainnya ditempatkan selama pelatihan. Usianya sekitar tiga puluhan, kuli

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 11

    Keringat sudah membasahi seragam latihan para mahasiswa baru sejak lama. Kain kamuflase itu menempel erat di tubuh mereka, menciptakan rasa lengket yang membuat setiap gerakan terasa semakin berat di bawah panas musim panas Neo Jakarta.“Aku tidak sanggup lagi...”Seorang siswa bertubuh gemuk tiba-

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 10

    “Aku! Hengky!” katanya lantang. “Aku menuntut pelatihan gila ini dihentikan! Kami punya hak—”DOR!Suara tembakan memecah udara tanpa peringatan. Kalimat Hengky terputus begitu saja. Sebuah lubang berdarah muncul tepat di tengah dahinya, ekspresinya membeku. Matanya membelalak lebar, seolah otaknya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status