공유

Bab 40

작가: Imgnmln
last update 게시일: 2026-05-22 23:50:42

Begitu memasuki hutan, Raka langsung menghilang ke dalam kegelapan seperti bayangan yang kembali ke habitat aslinya.

Udara lembap dipenuhi aroma tanah basah dan dedaunan membusuk, sementara suara serangga malam bercampur dengan desir angin yang bergerak pelan di antara pepohonan tinggi. Inilah medan yang paling cocok untuknya.

Sistem terus menanamkan pola analisis tempur, insting bertahan hidup, dan simulasi perburuan yang membuat otaknya mampu memahami medan seperti seorang predator alami.

Rak
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 160

    Kilatan kesal langsung melintas di wajah Hendra. Alih-alih mundur atau memperbaiki pertahanan, ia memilih mengambil risiko. Dengan memanfaatkan jarak yang sangat dekat, tubuhnya melesat maju dan menghantamkan kepala ke arah wajah Raka.Gerakan itu muncul tiba-tiba dan sangat berbahaya. Namun reaksi Raka bahkan lebih cepat. Begitu membaca niat lawannya, ia langsung melepaskan pegangan pada belati, menarik tubuh ke belakang, lalu menghindari benturan tersebut dengan selisih yang sangat tipis.Kesempatan itu langsung dimanfaatkannya. Tubuh Raka melonjak berdiri, sementara tangan kanannya menyambar sebuah pistol yang tergeletak di lumpur tidak jauh dari mereka.Dalam satu gerakan yang bersih dan tanpa keraguan, laras senjata itu terangkat dan berhenti tepat mengarah ke kepala lawannya.Suasana hutan mendadak sunyi.Hanya napas berat dua orang yang baru saja mempertaruhkan segalanya dalam pertarungan tersebut.Pada saat yang sama, hujan yang mengguyur sejak tadi akhirnya berhenti. Tetesan

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 159

    Dengan refleks luar biasa, Hendra segera menarik tubuhnya ke belakang. Ujung belati hanya menyentuh jakunnya dan meninggalkan sensasi dingin sebelum melintas beberapa sentimeter dari kulitnya.Keduanya langsung bertukar serangan.Buk! Buk!Tinju menghantam udara, kaki menyapu tanah berlumpur, sementara kilatan belati terus muncul dan menghilang di tengah hujan yang mulai mereda. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Setiap langkah, setiap serangan, dan setiap perubahan posisi dilakukan dengan tujuan yang jelas.Di dalam tenda medis, suasana berubah sunyi.Semua mata terpaku pada layar.Apa yang terjadi di hadapan mereka sudah jauh melampaui batas latihan militer biasa. Pertarungan itu tidak lagi terlihat seperti duel antara instruktur dan mahasiswa baru, melainkan bentrokan dua predator yang sama-sama berusaha mengambil kendali medan tempur.Wajah Reyhan dan Damar berubah pucat. Keduanya hanya bisa menatap layar tanpa berkedip saat menyaksikan bagaimana Raka terus memaksa Hendra bertahan. B

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 158

    Di dalam hutan, situasi mulai berubah secara perlahan.Hendra terpaksa menghentikan pengejaran sejenak untuk membersihkan lumpur yang menempel pada tangannya dan pegangan pistolnya. Waktu yang tampak singkat itu justru menjadi kesempatan emas bagi Raka untuk menghilang lebih jauh ke dalam rimbunnya hutan. Kali ini ia tidak melakukan kesalahan yang sama.Raka sengaja membungkus alas sepatunya menggunakan dedaunan besar agar bekas langkah menjadi samar. Saat bergerak, ia memilih melompati akar pohon, batu besar, dan area yang tidak meninggalkan jejak jelas, sementara hujan yang masih turun membantu menghapus sisa-sisa petunjuk yang mungkin tertinggal.Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, ia beberapa kali berjalan mundur dan mengubah arah secara tiba-tiba. Siapa pun yang mencoba melacaknya hanya akan menemukan jejak palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.Ketika Hendra akhirnya selesai membersihkan tangannya dan kembali melanjutkan pengejaran, ekspresinya perlahan berub

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 157

    Saat menerobos semak belukar yang tumbuh rapat di depan, tubuhnya tiba-tiba kehilangan pijakan lalu terjatuh ke dalamnya.Bruk!Mata Hendra langsung berbinar ketika melihat pemandangan itu. Kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul setelah pengejaran panjang yang melelahkan.Tanpa membuang waktu, ia melakukan gerakan berguling taktis dan langsung menerjang ke arah semak tersebut. Dalam pikirannya, mahasiswa baru yang sudah berada di ambang batas itu akhirnya melakukan kesalahan fatal.Namun ketika langkahnya hampir mencapai lokasi itu, tanah di bawah kakinya mendadak runtuh.Krek!Lapisan dedaunan dan tanah basah yang menutupi permukaan langsung amblas, memperlihatkan sebuah lubang jebakan yang disamarkan dengan sangat rapi.Refleks Hendra bekerja nyaris seketika. Saat tubuhnya mulai terjatuh, kedua tangannya langsung mencengkeram sisi lubang, sementara otot pinggang dan perutnya berkontraksi kuat untuk memutar tubuh ke atas sebelum akhirnya mendarat kembali tanpa cedera berarti

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 156

    Pria itu menatap Raka tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun, sementara tekanan yang muncul dari sorot matanya semakin tajam."Sekarang permainan ini sudah selesai."Baginya, kejadian barusan tidak lagi sekadar kesalahan, tetapi sebuah penghinaan. Dan penghinaan semacam itu harus dibayar.Tanpa membuang waktu, pria tersebut segera mengeluarkan pistol dari pinggangnya. Setiap gerakannya terlihat cepat dan terlatih ketika melakukan pemeriksaan singkat, memasang magasin, lalu membuka pengaman senjata dalam satu rangkaian yang mengalir sempurna.Klik!Suara mekanis yang renyah terdengar di tengah hujan.Pada saat itu, dia tidak lagi bertindak sebagai penembak jitu yang menjaga jarak. Dia telah berubah menjadi seorang pemburu yang murka dan siap memburu mangsanya secara langsung.***Di dalam tenda medis, suasana berubah hening hingga terasa menyesakkan. Tidak seorang pun menyangka akan menyaksikan rangkaian kejadian seaneh dan segila itu dalam sebuah ujian lapangan.Ketika penembak jitu

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 155

    Di Pusat Komando, salah satu instruktur akhirnya tidak mampu menahan keterkejutannya. Ia menepuk paha dengan keras sebelum berdiri sambil menunjuk layar."Jenius!""Anak itu benar-benar jenius dalam taktik tempur!"“Dia bahkan tidak sedang mencari senjata. Dia menggunakan seluruh bagian gunung sebagai senjatanya!"Arman juga tidak dapat menyembunyikan ekspresinya lagi. Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya saat pandangannya tetap tertuju pada sosok Raka di layar."Sepertinya lawannya terlalu meremehkannya. Kalau dibiarkan seperti ini, posisi penembak jitu itu akan berada dalam masalah besar."Sementara itu, di lokasi persembunyian, penembak jitu musuh mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.Sudah cukup lama dia kehilangan jejak Raka, bahkan dengan bantuan teropong berdaya pembesaran tinggi yang dimilikinya. Namun beberapa suara aneh terus terdengar samar dari arah atas tebing.Krek… Krrk...Suara gesekan itu hampir tertelan oleh derasnya hujan, tetapi pengalaman panjangnya di med

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 153

    Di dalam tenda medis.Suasana yang sebelumnya dipenuhi tawa perlahan berubah menjadi hening.Semua orang menatap layar dengan ekspresi bingung. Mereka mengira Raka akan mencari tempat berlindung. Mereka mengira ia akan bersembunyi sampai latihan berakhir. Namun kenyataannya justru sebaliknya."Apa

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 152

    Banyak peserta yang sebelumnya disingkirkan oleh Raka memang tidak menyimpan dendam secara terbuka, tetapi melihat orang yang selama ini mendominasi latihan akhirnya berada dalam posisi terdesak membuat sebagian dari mereka merasakan kepuasan yang sulit disembunyikan."Dia terluka?""Benar, lengan

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 151

    Sementara itu, di pusat komando kamp logistik.Arman berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung sambil mengamati seluruh tayangan pengawasan yang ditampilkan pada layar besar. Beberapa instruktur berdiri di sekitarnya, dan hampir semuanya memasang ekspresi yang sulit dijelaskan."Komandan," u

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 150

    Urat-urat di lehernya tampak menegang. "Kalau bukan karena penyergapan sialan itu, seratus orang seperti kalian sekalipun tetap tidak akan mampu menghentikan aku dan Raka!"Kalimat tersebut langsung membuat seluruh tenda terdiam.Penembak jitu?Kata itu seolah menghantam semua orang secara bersamaa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status