Accueil / Male Adult / Bapak Kos Kesayangan / Bab 34: Gejolak Energi Subuh

Partager

Bab 34: Gejolak Energi Subuh

Auteur: Startrek007
last update Date de publication: 2026-06-16 08:06:49

Nadine mendengus kesal mendengarkan teriakan Vania dari balik sekat tembok kamarnya.

Bukannya menjawab panggilan itu, mahasiswi kedokteran tersebut justru sengaja mematikan lampu utama kamarnya dan menyalakan lampu tidur mini yang remang-remang.

"Biarin saja, Om. Gak usah dipedulikan, Vania paling cuma mau cari alasan buat mengganggu kita," bisik Nadine kembali mengalungkan tangannya ke leher Arga.

"Nadine, tapi kalau dia nekat mendatangi kamar ini bagaimana?" tanya Arga menahan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 34: Gejolak Energi Subuh

    Nadine mendengus kesal mendengarkan teriakan Vania dari balik sekat tembok kamarnya.Bukannya menjawab panggilan itu, mahasiswi kedokteran tersebut justru sengaja mematikan lampu utama kamarnya dan menyalakan lampu tidur mini yang remang-remang."Biarin saja, Om. Gak usah dipedulikan, Vania paling cuma mau cari alasan buat mengganggu kita," bisik Nadine kembali mengalungkan tangannya ke leher Arga."Nadine, tapi kalau dia nekat mendatangi kamar ini bagaimana?" tanya Arga menahan napasnya yang semakin terasa memburu berat."Pintu sudah gue kunci rapat kok. Sekarang, fokus saja sama gue, Om," sahut Nadine dengan tatapan mata yang bener-bener binal.Melihat respons Nadine yang semula classy ternyata bisa berubah menjadi sangat agresif, pertahanan batin Arga bener-bener runtuh malam itu.Gairah jantannya yang sempat memuncak akibat sisa energi pertarungan melawan preman mafia tadi kini meledak sepenuhnya tanpa bisa dibendung lagi.Srettt!Arga yang sudah

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 33: Tarikan Penuh Gairah

    Belum sempat Arga menjawab pertanyaan menyelidik dari Amara, sebuah pergerakan cepat terdengar dari arah pintu penghubung dalam.Nadine yang sudah tidak tahan lagi setelah mengintip kehebatan Arga dari lantai atas, langsung berlari turun menuju halaman samping.Grep!Mahasiswi kedokteran itu langsung memeluk erat tubuh tegap Arga dari arah belakang tanpa memedulikan keberadaan Amara di sana.Nadine menyandarkan wajah cantiknya ke punggung kokoh Arga yang masih terasa sangat hangat akibat sisa gejolak energi bertarung tadi."Om Arga! Om keren banget, gue bener-bener takjub lihat cara Om menghajar preman-preman sialan itu tadi!" seru Nadine dengan suara bergetar manja."Eh, Nadine? K-Kamu kok malah turun ke sini, nanti kalau anak kosan yang lain lihat bagaimana?" tanya Arga tersentak kaget sampai tubuhnya menegang.Kontak fisik yang mendadak dari Nadine seketika memicu sisa hawa gaib dari Cincin Naga Tidur di jari manis Arga untuk kembali bergolak pekat.

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 32: Eksekusi Tangan Kosong

    Melihat pintu kaca halaman samping mulai bergeser, Arga tahu dia tidak punya banyak waktu sebelum anak kos memergoki keributan ini.Pria berusia tiga puluh sembilan tahun itu langsung melesat maju, mengaktifkan energi murni Cincin Naga Tidur yang langsung mengalirkan hawa panas ekstrem ke lengan kanannya.Sebelum dua penyusup sempat melempar botol kaca berisi cairan kultivasi hitam, Arga sudah berada di depan wajah mereka bagai hantu."Mau main curang pakai botol begini? Sini Om amankan dulu," bisik Arga dengan nada suara yang sangat tenang namun dingin.Plakkkk!Arga mengayunkan tangan kirinya untuk merebut kedua botol itu sekaligus, lalu menghancurkannya dalam satu remasan tangan kosong hingga berkeping-keping.Dua preman suruhan mafia itu langsung melotot panik, tidak menyangka kecepatan gerak sang bapak kos bisa melampaui batas kewajaran manusia."Sialan! Monster macam apa lo?!" teriak salah satu preman sambil mencoba menusukkan pisau komandonya ke ar

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 31: Tamu Tak Diundang di Halaman Samping

    Setelah berhasil mengecek situasi luar yang sempat tegang siang tadi, Arga mengira keadaan rumah kos sudah kembali kondusif.Namun perkiraan pria paruh baya itu meleset total begitu malam hari tiba dan kegelapan mulai menyelimuti wilayah sekitar Kos Melati.Di dalam ruang tengah, anak-anak kos seperti Siska, Nadine, dan Vania sedang asyik berkumpul di depan TV untuk menonton siaran acara komedi."Waduh, itu pelawaknya receh banget sih! Tapi kok gue tetep ketawa ya," seru Siska melempar bantal sofa sambil terbahak-bahak."Lah, emang lo dasarnya selera humornya rendah, Mbak," sahut Nadine santai sambil mengunyah keripik kentang di sebelahnya.Vania ikut menimpali sambil sesekali melirik ke arah lorong kamar Arga, berharap sang bapak kos tampan mau ikutan bergabung menonton."Om Arga mana ya? Kok jam segini belum keluar dari kamarnya buat ngecek kita," gumam Vania pelan dengan wajah agak merona.Sementara para gadis sedang asyik bersantai, Arga yang berada d

  • Bapak Kos Kesayangan   Bab 30: Batas Suci di Pojok Gudang

    Mendengar teriakan panik Siska dari luar lorong, Arga bergerak cepat menekan tombol kunci di gagang pintu gudang secara diam-diam.Dia tidak mau situasi intim bin ajaib ini mendadak bubar begitu saja sebelum hawa panas dari Cincin Naga Tidur di tubuhnya bisa sedikit dijinakkan.Kejadian di dalam gudang yang remang-remang itu pun malah menjadi semakin intens dan terasa sangat mendebarkan."Om Arga... ada Mbak Siska di luar, Om," bisik Alya lirih dengan napas yang semakin memburu tidak teratur."Biarkan saja dulu, Alya. Om beneran butuh kamu sebentar saja untuk menenangkan gejolak ini," balas Arga dengan suara berat yang terdengar sangat jantan.Tanpa memberikan kesempatan bagi sang guru TK untuk berpikir logis lagi, Arga langsung memajukan wajahnya dan melumat bibir tipis Alya dengan sangat dalam.Deggg...Sengatan energi murni dari Cincin Naga Tidur kembali meledak hebat begitu belahan bibir mereka bertautan rapat di pojokan gudang.Hawa naga purba ya

  • Bapak Kos Kesayangan    Bab 29: Runtuhnya Benteng Alim

    Alya bener-bener kaget melihat kondisi Arga yang mendadak lemas dan keringetan parah di dalam gudang yang remang-remang itu. Napas sang bapak kos terdengar begitu memburu berat, seolah sedang menahan rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuh kekarnya. "Ya Allah, Om Arga! Om beneran sakit ini, badannya panas sekali seperti sedang terpanggang api," pekik Alya panik dengan raut wajah keibuan yang sangat cemas. "Nggak... nggak apa-apa, Alya. Kamu keluar saja dulu, Om cuma butuh waktu sebentar untuk istirahat," jawab Arga menahan gejolak gairahnya yang luar biasa berat. Bukannya mendengarkan larangan tersebut, sifat dasar Alya yang sangat tulus, polos, dan penuh rasa empati justru membuatnya tidak tega meninggalkan Arga sendirian. Gadis guru TK itu langsung melangkah maju dan memeluk tubuh tegap Arga dengan niat murni ingin menopang berat badan sang bapak kos agar tidak ambruk ke lantai ubin. "Jangan keras kepala, Om. Biar aku

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status