Share

Bab 35

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-02-26 18:16:01

Semua cerita tentang tempat ini tentang kekumuhan, kekerasan, dan kehidupan yang keras tanpa ampun kini terbentang nyata di depan matanya.

Kawasan kumuh itu tidak hanya kotor tapi benar-benar sangat menjijikan. Lingkungan yang sangat buruk untuk menjadi tempat tinggal seseorang, begitulah apa yang dipikirkan Jo saat melewatinya.

Beberapa kali ia menanyai alamat rumah Bayu. Tetangga yang tinggal di sana tentu merasa heran dan bertanya-tanya mengapa pria tua paruh baya ini men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 217

    Namun, suara Basri terdengar ragu. “Lalu apa kamu yakin aku bisa keterima kerja di sana? Gimana kalau—”“Tentu saja diterima, Nona sudah menyuruhku untuk merekrut teman yang bisa menyetir dan juga bela diri. Bang Basri sebagai mantan petarung tinju di Delune tentu tidak bisa diragukan.”“Aku juga sebenarnya tertarik untuk bekerja di sana. Hanya saja orang sepertiku ini emangnya bisa?” tanya Basri lagi.Bayu mengangguk. “Bisa, sama kayak Abang yang bawa aku ke Delune. Saat itu aku masih baru dan Bang Basri bilang bisa. Sama seperti sekarang ini jadi aku yakin pasti bisa. Jika setuju sekarang aku akan alajukan ke Nona. Gimana?”Suara Basri tidak terdengar, sepertinya dia benar-benar sedang memantapkan keputusannya lebih dulu. Detik kemudian suara hembusan ringan dari nafasnya terdengar.“Baiklah, aku setuju jadi tolong katakan pada Nona Stevia kalau aku akan bekerja di sana,” jawab Basri akhirnya.“Bagus, aku akan segera menyampaik

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 216

    “Sekarang berapa uang yang sudah kamu kumpulkan? Dan berapa uang yang dijanjikan sebagai batas tebusan padamu oleh wanita itu?” Bayu mencoba untuk memastikannya lagi.“Waktu itu aku sempat bertanya pada mami. Dia menjawab sekitar tiga puluh juta dan itu adalah nominal yang cukup banyak.”“Jadi total yang baru terkumpul sebanyak dua belas juta. Itu hasil yang diam-diam selalu aku tabung sedikit-sedikit dari uang tip dan sedikit gaji yang diberikan mami padaku,” jelas Mila lagi.“Bukankah itu terlalu banyak?!” Bayu sangat terkejut mendengarnya.Uang tebusan itu benar-benar sangat tinggi sedangkan jika beberapa wanita sudah memiliki cukup uang tebusan. Di saat itulah mami Riska akan menaikan harga lagi hingga akhirnya beberapa wanita merasa putus asa.Ada yang memilih mengakhiri hidupnya, ada pula yang jadi gila, atau kabur. Namun, Jika sampai tertangkap nasibnya akan sama seperti Sari—ibu dari Bayu yang menjadi gila setelah digilir banyak p

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 215

    Ketika Mila sudah menerima panggilan Bayu sampai berdiri terperanjat dari kasur. “Halo, Mila! Kamu dengar suaraku kan?” “Shuut … sebentar Bayu, pokoknya kamu jangan berbicara dulu.” Mila sengaja berpesan seperti itu karena mendengar suara langkah kaki seseorang dari luar pintu kamarnya.Sekarang Mila masih tinggal dan bekerja di rumah mami Riska. Namun, akhir-akhir ini di sana sedang tidak baik-baik saja karena mami Riska sekarang mulai mencurigai semua wanita pelacur di sana.Bahkan sampai memeriksa setiap kamar dan kehadiran beberapa wanita, setelah melayani pelanggan mereka semua disuruh pulang dan setelah itu tidak diizinkan untuk keluar lagi sebelum meminta izin dan menerima persetujuan.Mami Riska sudah mulai benar-benar membuat peraturan menjadi semakin ketat dan membuat para wanita di sana menjadi tertekan. Prang!Suara lemparan barang dari luar kamar Mila terdengar. Itu berarti mami Riska masih berada di sana bersama a

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 214

    Tetapi Stevia kembali menoleh pada John. “Apa kalian bahkan tidak mengizinkannya berteduh di dalam?” “Maaf, Nona! Ini semua kesalahan saya karena tidak memperhatikan supir anda!” John langsung membungkuk meskipun itu adalah kesalahan majikannya tapi ia mengakuinya sebagai kesalahan dirinya sendiri.Dari dalam Bayu mendengar suara ketukan di jendela. Dengan kesadaran yang belum terkumpul ia memaksa untuk bangun sambil mengucek matanya. Bayu melihat dengan jelas ke jendela mobil.Kunci pintu langsung dibuka dan Stevia pun langsung masuk ke dalam mobil. “Maaf, aku ketiduran tadi hujan lebat jadi—”Stevia memijat pelan pangkal hidungnya. Jujur saja ia sedang menahan amarahnya. Tapi bukan kepada Bayu tapi melainkan pada Farhat dan anak buahnya yang sudah keterlaluan. “Itu bukan masalah sama sekali, jadi tidak perlu minta maaf. Apa mereka memang melarangmu masuk? Atau ada hal lain lagi?” “Tidak ada mereka hanya melarangku

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 213

    Karena tidak bisa masuk Bayu memilih untuk berdiri didepan pintu mobil sambil melihat ke arah pintu dan sesekali melirik jam tangan mewah pemberian Stevia padanya. “Ck, CK! Tingkah lakunya yang seperti ini malah semakin membuatku kesal!” Dul mengepal kedua tangannya dan rahangnya sampai mengeras sambil menggerutu ia menatap tajam pada Bayu. “Heh, kamu nggak tau diri banget ya! Dasar, jangan bilang hanya karena wajah tampanmu saja yang sudah memikat Nona Stevia itu akan membuat kami luluh pada bajingan kecil sepertimu? Huh!”Dul berjalan mendekat ke arah Bayu. Akan tetapi ... Plak! Dul baru saja menampar pipi Bayu di sebelah kirinya. Namun, Bayu tetap tidak bergeming. Bukan tidak bisa melawan tapi jika ia melawan maka itu sama saja melanggar perintah dari majikannya karena Stevia sudah melarang dan bahkan memperingatinya akan hal itu. Bayu hanya menelan ludah lalu mengalihkan pandangannya dari Dul. Membuatnya seakan tidak menganggap keberadaan Dul ada. Namun, ternyata hal itu memb

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 212

    “Kamu memberiku makan terlalu banyak,” protes Stevia.“Kamu harus makan banyak, kan yang makan dua orang kamu dan bayi itu. Oh iya, karena hari ini hasil DNAnya tadi sempat aku ambil.”Mendengar itu Stevia segera duduk sambil bersandar di sandaran ranjang. “Lalu di mana hasilnya, apa kamu sudah membukanya lebih dulu?”“Belum ini kertas amplopnya masih disegel. Aku mau kamu duluan yang membukanya jadi itulah mengapa aku tidak membukanya.” Bayu menyerahkan kertas hasil itu pada Stevia.Amplop itu langsung Stevia buka dengan merobek bagian luarnya saja. Kemudian membaca isinya dengan seksama lalu menatap ke arah Bayu.“Sebaiknya kamu cepat baca juga hasilnya!” Selvi menyerahkan lagi kertas itu pada Bayu.Meski begitu ia merasa perasaan campur aduk saat melihat ke arah Bayu. Kekhawatiran Bayu pasti akan membuatnya banyak pikiran meski Stevia sendiri sudah menenangkannya.Namun, pandangan Bayu tidak lekat dari kertas itu. Ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status