LOGINSelina Arabelle, seorang wanita mandiri, mendapati dirinya hamil setelah menghabiskan satu malam dengan pria asing yang tidak ia kenal. Malam itu adalah pengalaman pertamanya, dan keesokan paginya, ia memilih pergi tanpa melihat kembali. Tanpa ia sadari, pria itu adalah Damien Alaric, seorang CEO muda yang dingin dan arogan. Selina memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan membesarkan anak kembarnya sendiri—tanpa niat untuk mencari ayah mereka. Namun, takdir berkata lain. Setelah bertahun-tahun, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk memulai hidup baru bersama kedua anaknya yang jenius dan penuh rasa ingin tahu. Damien, di sisi lain, tidak pernah melupakan wanita yang meninggalkannya begitu saja. Ia berusaha mencarinya tetapi selalu menemui jalan buntu. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan dua anak kecil yang memiliki mata yang sama dengannya… dan sejak itu, hidupnya berubah total. Bagaimana Selina menghadapi Damien yang mulai menyadari kebenaran? Akankah ia tetap menjaga jarak, atau perlahan hatinya luluh oleh usaha pria itu?
View MoreMalam itu, Selina tidak bisa tidur. Matanya terus menatap langit-langit kamar, pikirannya penuh dengan kecemasan. Sejak pertemuannya dengan Damien di butik tadi siang, ia tahu bahwa waktu yang dimilikinya semakin sedikit. Damien bukan tipe pria yang mudah menyerah, dan dia pasti akan mencari tahu kebenaran sampai menemukannya. Selina berbalik ke samping, menatap tiga anaknya yang tidur nyenyak di ranjang mereka. Nathan, Noel, dan Natalia, ketiganya adalah dunia bagi Selina. Mereka adalah alasan mengapa ia memilih untuk menghilang dari kehidupan Damien, alasan mengapa ia rela memulai dari nol di tempat yang baru tanpa satu pun orang dari masa lalunya. Tetapi kini, masa lalu itu mulai mengejarnya kembali. Selina menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri. Ia tidak bisa membiarkan rasa takut menguasainya. Ia harus kuat, demi anak-anaknya. Keesokan paginya, suasana di rumah Selina tetap seperti biasa. Anak-anaknya bangun den
Malam itu, Selina duduk di tepi tempat tidurnya, menatap ponselnya dengan gelisah. Pesan dari pengasuh anak-anaknya memastikan bahwa mereka sudah tidur nyenyak, tetapi pikirannya tidak bisa tenang. Sejak pertemuan dengan Damien di butiknya tadi pagi, ia tahu bahwa ini hanyalah awal dari badai yang akan datang. Ia menghela napas panjang dan berdiri, berjalan menuju jendela. Kota masih ramai dengan lampu-lampu berkilauan, tetapi Selina merasa kesendiriannya semakin dalam. Ia sudah membangun hidup baru yang damai bersama ketiga anaknya. Namun, dengan munculnya Damien, bayangan masa lalu mulai menghantuinya lagi. Sementara itu, di sebuah gedung perkantoran megah di pusat kota, Damien duduk di kantornya dengan tatapan penuh pikir. Dokumen tentang Selina masih terbuka di layar laptopnya, dan ia membaca setiap detailnya dengan seksama. Namun, tetap saja, ada banyak hal yang tidak tertera dalam dokumen ini. Selina seperti menghilang begitu saja selama bertahun-tahun, dan tiba-tiba muncul ke
Selina berdiri di depan butik dengan jantung berdebar kencang. Damien masih berdiri di tempatnya, tatapannya tak berubah sedikit pun. Ia terlihat santai, tetapi ada sesuatu di matanya yang membuat Selina tahu bahwa pria itu tidak main-main. “Kau tidak bisa terus menghindar, Selina.” Nada suara Damien tenang, tetapi mengandung ancaman halus yang membuat Selina semakin gelisah. Ia mengepalkan tangannya, mencoba menenangkan dirinya. “Aku tidak menghindar. Aku hanya tidak ingin bertemu denganmu.” Damien menyunggingkan senyum tipis. “Lucu. Kau dulu juga berkata begitu sebelum menghilang.” Selina merasakan dadanya semakin sesak. Ia menegakkan tubuhnya dan berkata dengan nada setenang mungkin, “Aku sibuk. Jika tidak ada urusan penting, aku harap kau pergi.” “Aku punya banyak urusan denganmu,” kata Damien, mengambil satu langkah maju. “Aku tidak akan pergi sampai aku mendapatkan jawabanku.” Selina menahan napas. Ia tahu, selama bertahun-tahun, Damien adalah orang yang tidak pernah mundur
BAB 9: Bayangan yang Terus Menghantui Selina berjalan keluar dari restoran dengan langkah cepat, seolah ingin secepat mungkin menjauh dari bayangan Damien yang masih membekas di pikirannya. Udara malam menyentuh kulitnya, tetapi dinginnya tidak sebanding dengan rasa cemas yang merayapi hatinya. Ia mengeluarkan ponselnya, mengecek pesan dari pengasuh anak-anaknya. Mereka sudah tidur. Lega, tetapi tetap ada perasaan gelisah yang tidak bisa ia abaikan. Langkahnya terhenti sejenak di depan mobilnya. Pikirannya masih dipenuhi kata-kata Damien. "Aku tidak akan membiarkanmu lari lagi, Selina." Gemetar kecil merambati tangannya. Ia menarik napas dalam, berusaha menenangkan dirinya sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Tidak ada gunanya terus memikirkan pria itu. Ia harus fokus pada hidupnya sekarang. Namun, firasatnya mengatakan bahwa ini bukan akhir—ini baru permulaan. Di sisi lain kota, Damien duduk di ruang kantornya, menatap layar laptop dengan ekspresi tajam. Ia tidak langsung pul
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.