Share

Bab 12

Penulis: Masatha
last update Tanggal publikasi: 2025-11-19 09:36:46

POV Abimanyu

Padahal aku hanya diam, tapi Florina sudah setakut itu padaku. Apakah aku ini menyeramkan?

Tapi jujur saja, aku paling tidak suka saat Florina membahas wanita lain di depanku. Apalagi sampai menjodoh-jodohkan aku dengan Intan. Makanya aku harus bertindak tegas.

"Maafin aku, Om. Aku salah karena bercanda keterlaluan," cicit Florina menundukkan kepalanya.

Imut sekali, kenapa Florina selucu ini? Apalagi bibirnya—sangat manis setiap kali aku kecup.

"Hm. Aku mau lanjut kerja, kamu lak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 57

    Ruangan ICU itu dingin. Bau alkohol medis dan desinfektan menusuk hidung. Tapi yang membuatku menggigil bukan suhu udara, melainkan kenyataan bahwa pria yang selama ini kupanggil Om Abimanyu—sosok yang lebih dari sekadar ayah angkat bagiku—terbaring lemah dengan selang infus dan monitor detak jantung di sisi ranjangnya.Naraya duduk di sisi kanan, menggenggam tangan papanya yang dingin. Matanya sembab, napasnya gemetar. Aku berdiri di sisi lain, diam. Tak berani menatap Naraya terlalu lama karena rasa bersalahku jauh lebih besar dari rasa sedih yang kupunya.Tante Florina berdiri di belakang kami, tangannya terus mengelus punggung Naraya. Tapi matanya berkaca-kaca melirik ke arahku,“Tadi kata dokter kena liver. Karena kebiasaan buruk semasa muda yang terlalu banyak mengonsumsi alkohol, ” katanya lirih.Aku mengangguk. Tenggorokanku terasa tercekat.Lalu tiba-tiba, Om Abimanyu membuka matanya perlahan. Sadar. Walau lemah, matanya masih tajam menatap kami satu per satu. Seolah sedang me

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 56

    Sebulan, dua bulan, tiga bulan. Aku seperti orang gila yang sedang menanti reda dari badai yang tak kunjung usai. Aku sengaja menjaga jarak. Pulang ke rumah Om Abimanyu dan Tante Florina hanya sebulan sekali—kadang dua kali kalau tidak bisa menghindar. Tapi selebihnya, aku memilih sibuk. Sibuk bekerja, sibuk rapat, sibuk membenamkan diri ke dalam tumpukan laporan dan angka-angka.Aku terlalu pengecut untuk mengakui alasan sesungguhnya: Naraya.Hari kelulusannya datang. Momen yang seharusnya membahagiakan bagi semua keluarga. Tapi aku malah memilih berangkat ke luar kota. Alasan yang kususun rapi—rapat dengan klien, dokumen penting yang harus kutandatangani, bahkan meeting darurat yang padahal tidak pernah ada.Sebenarnya bukan karena aku tidak ingin hadir. Tapi aku takut.Takut melihatnya berdiri di panggung, tersenyum dengan seragam putih abu-abu yang sebentar lagi akan dilepas. Takut melihat matanya mencari sosokku di kerumunan, dan aku harus pura-pura tak peduli. Takut jika saat it

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 54

    Hari pertama di kantor seharusnya jadi langkah penting dalam hidupku. Tapi tidak ada yang terasa benar-benar penting saat pikiranku masih tertinggal di bangku alun-alun—di antara tawa Naraya dan sorot mata hangat Devan.Senyum itu...Tatapan itu...Naraya bukan lagi gadis kecil yang menangis di balik pintu saat aku pamit pergi ke Amerika. Dia kini perempuan muda yang mulai dicari, ditunggu, dan disayangi dengan cara yang berbeda. Dan Devan—lelaki muda yang datang di waktu yang kuabaikan—telah menjadi seseorang yang memiliki ruang di hatinya.Dan aku?Aku hanya kembali untuk menyadari bahwa tempatku tak lagi sama.---Malam itu, aku sengaja lembur. Padahal tidak ada yang benar-benar penting. Layar laptop menyala, tapi tak satu pun dokumen kubuka. Aku hanya duduk di sana, membiarkan waktu menenggelamkanku perlahan.Bukan karena sibuk. Tapi karena aku takut pulang.Takut jika kembali ke rumah akan membuatku kembali melihat mereka bersama. Takut mendengar Naraya menyebut nama "Devan" deng

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 53

    Pagi di rumah ini selalu terasa hangat. Wangi kopi dari dapur, suara langkah Tante Florina yang sibuk menyiapkan sarapan, dan gemericik air dari taman belakang. Tapi pagi ini... lebih dari sekadar hangat.“Ini untukmu,” ujar Om Abimanyu sambil menyodorkan benda kecil mengilat.Aku menatap kunci mobil di tangannya dengan tatapan heran. “Om?”“Hadiah. Kamu akan mulai bekerja hari ini. Layak mendapat kendaraan yang pantas.”Aku masih terdiam ketika suara alarm mobil berbunyi di luar. Aku menoleh ke jendela.Mobil hitam mengilap itu terparkir sempurna di garasi. Mobil mewah berkelas, yang bahkan hanya kulihat di jalanan Beverly Hills sewaktu kuliah.“Om… ini terlalu…”Om Abimanyu menepuk pundakku. “Jangan berlebihan. Kamu akan jadi wakil direktur. Anggap ini bagian dari tanggung jawab besar yang kamu emban.”Aku mengangguk, masih merasa belum cukup pantas. Tapi sangat berterima kasih.“Waaah, Kak Dipta dapat mobil baru, ya?”Suara lembut itu datang dari tangga. Naraya muncul dengan seraga

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 52

    POV DIPTA Besok adalah hari pertamaku bekerja di kantor pusat Om Abimanyu. Tapi pagi ini aku belum beranjak dari kamar. Di atas meja kerja kecil yang disiapkan di sudut ruangan, beberapa berkas sudah terbuka. Aku membaca ulang profil perusahaan, struktur divisi, laporan keuangan tahun lalu—berusaha mencuri start sebelum terjun langsung.Suara AC mendesis pelan. Jemariku menyusuri angka-angka dan bagan, tetapi fokusku sering teralihkan oleh pikiran lain. Aku gugup. Ini bukan pekerjaan biasa. Ini adalah tanggung jawab yang dipasrahkan dengan kepercayaan penuh. Aku harus siap.Tiba-tiba…Tuk tuk tuk.Ketukan ringan terdengar dari balik pintu. Suaranya halus, hampir seperti bisikan. Lalu disusul oleh ucapan salam yang mengalun begitu lembut.“Assalamu’alaikum…”Suara itu…Merdu. Hangat. Seolah membangunkanku dari lamunan.Aku bergegas bangkit dan membuka pintu, sambil menjawab salamnya. Dan di sanalah dia—berdiri dengan seragam putih abu-abu, rambut panjangnya dikuncir rendah, wajahnya b

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 51

    Seminggu setelah Dipta mengirimkan sampel ke luar negeri, ini aku sudah memegang map hasil dari DNA. Dan saat aku membukanya aku syok karena ternyata selama 7 tahun ini aku sudah membesarkan anak orang lain. Sungguh aku tidak menyesal telah mengeluarkan uang kepada Deni, aku hanya kasihan terhadap Florina dan Naraya karena terpaksa menerima semua keadaan. Di mana mereka mau tak mau harus menerima kehadiran Deni yang lahir dari wanita lain. "Om Abi, untuk urusan Om Rifki biar aku yang menyelesaikannya. Sekarang kamu selesaikan dulu masalah dengan Deni," ucap Dipta.Aku menatap Dipta dengan rasa bangga, dia tumbuh menjadi lelaki dewasa yang sangat bisa diandalkan."Terima kasih ya, Dip.""Sama-sama, Om."Setelah itu akupun perfi. Aku menyandarkan tubuh di balik kemudi, menatap langit Jakarta yang mendung, seolah langit ikut menyelami beban hatiku.Teleponku berdering—Sam.Orang yang selama ini begitu kupercaya, bahkan lebih dari keluargaku sendiri. Asisten yang setia mendampingi cukup

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 7

    Usai melihat keadaan Arina aku tidak langsung pulang tetapi aku terus melajukan mobilku ke sebuah club' malam.Sudah lama aku tidak minum, selama di Surabaya aku berubah menjadi lelaki baik-baik yang bekerja keras dan tidak suka keluyuran malam demi menarik perhatian Arina—lebih tepatnya Florina.D

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 6

    POV AbimanyuGadis manja! Itu adalah sebutan bagiku untuk gadis yang saat ini berada di dalam dekapanku. Florina—putri dari mantan kekasihku. Sebenarnya dari awal aku tidak pernah berniat untuk menikahi Arina. Aku hanya ingin balas dendam padanya.Arina adalah cinta pertamaku, aku mengaguminya sej

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 5

    Rumah lantai tiga ini memiliki banyak kamar, lalu kenapa Om Abimanyu memintaku satu kamar dengannya? Meskipun kami sudah menikah tapi hubungan itu hanya sebatas di atas kertas."Jangan salah paham, Flo. Tentu aku tahu batasan. Tapi orang tuaku sering ke sini, dan Pak Rasyid adalah orang kepercayaan

  • Belenggu Mantannya Mama   Bab 4

    Seminggu setelah mama menghilang, tidak ada kabar sama sekali dari pihak kepolisian. Mama seperti hilang ditelan bumi. Sementara Om Abimanyu katanya harus kembali ke Jakarta, mendapat panggilan kerja dari papanya. Karena orang tua Om Abimanyu ingin pensiun, makanya Om Abimanyu berhenti bekerja seb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status