Share

Benih 1 Miliar Adik Ipar
Benih 1 Miliar Adik Ipar
Penulis: Erdin Xes

Kurang Bergairah

Penulis: Erdin Xes
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-29 12:05:29

"Aku yakin, Mas Rudi akan bermain seperti di film-film dewasa. Penuh gairah, dan semangat. Sehingga aku bisa segera berbadan dua," ucap Amanda sembari merias bibir mungil di depan cermin.

Langkah kaki Rudi semakin jelas terdengar memasuki kamar tidur. Dengan senyum sumringah, Amanda semakin centil di depan cermin. Memastikan dirinya sudah tampil sempurna. Ditambah pakaian dinas yang minim. Rasanya Rudi tidak akan pernah menolak untuk menggagahi Amanda.

Bukan masuk, Rudi justru mengetuk pintu terlebih dahulu. Terdengar tiga kali ketukan, itu cukup membuat Amanda semakin tidak sabar untuk segera menjamu Rudi.

Ingin terlihat seperti kejutan, Amanda berlari kecil ke depan pintu. Ia sudah siap untuk memeluk tubuh Rudi. Saat pintu kamar dibuka oleh Rudi.

Dalam hitungan tiga, dua dan satu. Pintu kamar dibuka. Namun bukan Rudi yang masuk ke dalam kamar. Justru Alex yang datang ke kamar.

Amanda yang sudah kadung memeluk Alex. Terlihat gugup saat hendak melepaskan pelukannya. Ia menggaruk kepalanya dengan wajah malu-malu. Apalagi, tanpa sengaja Amanda memegang rudal keras milik Alex. Itu jadi momen yang cukup canggung dirasakan oleh Amanda.

"Maafkan aku Alex. Aku pikir tadi Mas Rudi," ucap Amanda dengan wajah malu.

"Tidak apa-apa Mbak. Saya juga tadi sedikit terkejut," balas Alex.

Amanda mencoba mencairkan suasana. Bersikap biasa saja, demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Oh, kamu mau apa Lex ke kamar Mbak?" tanya Amanda dengan santai.

"Saya tadi disuruh Mas Rudi ambil kunci motor. Katanya ada di atas laci dekat kasur. Mas Rudi bilang suruh masuk saja. Makanya saya langsung masuk," jawab Alex sembari menunduk, menghindari dua gunung milik Amanda didepannya.

Amanda berinisiatif mengambil kunci milik Rudi diatas. Sementara Alex menunggu di luar kamar. Sama seperti Amanda, Alex juga merasa begitu canggung saat Amanda tanpa sengaja memegang rudal miliknya. Untung Alex bisa mengontrol rudalnya. Sehingga tidak berdiri dengan remasan dari kakak iparnya sendiri.

Amanda merasa kurang nyaman dengan pakaiannya. Sehingga ia kembali menemui Alex dengan pakaian yang lebih sopan. Ia menutup dua gunungnya dengan kain. Sehingga Alex tidak bisa dengan bebas menikmati pemandangan nikmat tersebut.

"Nanti kamu bilang ke mas Rudi untuk datang ke kamar yah. Mbak mau bicara dengannya. Tolong sampaikan," pinta Amanda.

Alex akhirnya bisa meluruskan lehernya. Amanda sudah menutup bagian terbaik di tubuhnya. Hingga Alex tidak akan gagal fokus kembali. Alex menerima kuncinya itu dengan tatapan tajam. Tanpa ada rasa canggung.

Amanda tidak ingin melewatkan malam ini dengan kesepian. Rudi dan Alex dua manusia pencinta otomotif. Mungkin saja Rudi dan Alex akan menghabiskan waktu sampai pagi. Kenikmatan yang diharapkan oleh Amanda terancam sirna begitu saja. Sehingga Amanda pun meminta Rudi untuk melayaninya terlebih dahulu sebelum kembali bersama Alex melakukan modifikasi motor mereka.

Tidak lama, Rudi yang sudah ditunggu oleh Amanda masuk ke dalam kamar. Amanda dengan penuh gairah, langsung melepaskan semua pakaiannya. Menari sejenak, sebelum langsung mencium manis bibir Rudi.

Tidak mampu menolak, Rudi akhirnya larut dalam permainan dari Amanda. Ia pun melakukan aktivitas biologi bersama istri, sebelum kembali melakukan modifikasi pada motor. Rudi tampak bergairah dengan permainan dari Amanda.

Tidak sampai dua puluh menit, permainan itu usai. Amanda mencoba kembali merayu Rudi. Berharap ia akan memberikan pelayanan yang lebih prima. Tetapi stamina Rudi sudah habis. Ia sudah tidak mampu melayani keinginan dari Amanda.

"Aku rasa cukup. Ini sudah lebih dari cukup," ucap Rudi mendorong tubuh Amanda.

Dengan wajah cemberut, Amanda menjawab. "Bagaimana kita bisa punya anak. Kalau kamu sendiri tidak bisa melakukan lebih baik. Aku melakukan semua ini untuk tujuan kita. Tujuan kita punya anak."

Rudi menatap wajah Amanda dengan tatapan kecewa. Dia tidak menyangka Amanda akan berkata demikian pada dirinya. "Apa yang kamu bilang barusan?" Amanda tidak menjawab. Ia menutup telinganya dengan bantal. "Katakan lagi Amanda!" Rudi mendesak dengan suara tinggi.

"Kamu lupa komitmen kita. Di mana kita akan selalu menguatkan satu sama lain. Tidak akan saling menyalahkan siapapun. Bukankah itu yang sudah kita sepakati. Bagaimana dengan janji kamu?" ucap Rudi dengan suara bergetar.

Amanda yang merasa ucapannya menyakiti hati Rudi. Mulai menangis. Ia tidak menyangka Rudi akan kecewa dengan perkataannya.

Tidak ada ucapan apapun dari Rudi. Ia pergi dari kamar, meninggalkan Amanda dengan perasaan bersalah diatas ranjang. Berharap Rudi akan memaafkan dirinya. Tetapi harapan lain juga terus dilambungkan oleh Amanda, di mana ia berharap Rudi akan perkasa seperti pria lainnya. Memuaskan dia sebaik mungkin.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Rudi Menjemput Amanda

    Rudi terlihat kesal saat menjemput Amanda di kantor sekuriti, wajahnya merah karena malu. "Amanda, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa seperti ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terjebak, ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Alex yang berdiri di sebelahnya, mencoba membela Amanda. "Rudi, ini semua salahku. Aku yang salah, jangan salahkan Amanda," Alex berkata dengan suara yang tenang. Rudi memandang Alex dengan mata yang tajam. "Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan Amanda?" Rudi bertanya dengan suara yang keras. Alex tidak mundur, ia memandang Rudi dengan mata yang teguh. "Aku yang salah, Rudi. Aku yang salah dalam memperlakukan Amanda. Jangan salahkan dia," Alex berkata dengan suara yang tegas. Amanda merasa dirinya terharu, Alex membelanya di depan Rudi. Tapi Rudi tidak bisa menerima penjelasan itu, ia masih merasa kesal. "Amanda, kita harus bicara tentang ini," Rudi berkata dengan suara yang tegas, lalu memegang tangan Amanda dan membawany

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Parkiran Mobil

    Alex dengan lembut mengusap wajah Amanda, membersihkan sedikit debu yang ada. Amanda merasa nyaman dengan sentuhan Alex, dan ia tidak bisa menahan perasaannya yang mulai berubah. Tiba-tiba, Alex melepaskan kendali dan dengan berani mencium romantis bibir Amanda. Amanda hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Alex lakukan, merasa jantungnya berdetak kencang. Ciuman itu terasa seperti mimpi bagi Amanda, dan ia tidak bisa menolak perasaan yang mulai tumbuh di hatinya. Alex membalas perasaan Amanda, dan ciuman itu menjadi semakin intens. Amanda merasa dirinya terbawa oleh perasaan yang kuat, dan ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia membalas ciuman Alex dengan penuh gairah, merasa dirinya hidup kembali. Tiba-tiba, Amanda sadar apa yang sedang terjadi dan ia langsung melepaskan diri dari Alex. "Alex... apa yang kita lakukan?" Amanda bertanya dengan suara yang bergetar, merasa sedikit panik. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh kasih, dan ia tidak bisa menyembunyikan perasa

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Curhat Lagi Pada Alex

    Amanda dan Alex duduk di kafe, dengan secangkir kopi di depan mereka. Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi. "Alex, aku tidak tahu harus mulai dari mana. Aku merasa sangat tidak dihargai oleh Rudi," Amanda berkata dengan suara yang lembut, mata yang sedikit berkaca-kaca. Alex memandang Amanda dengan mata yang penuh perhatian. "Apa yang terjadi, Amanda? Kamu bisa cerita padaku," ia berkata dengan suara yang lembut. Sekali lagi, Amanda mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan ucapannya. "Rudi selalu membuat aku merasa tidak penting. Dia tidak pernah mendengarkan aku, tidak pernah memberikan aku untuk berbicara. Dia selalu membuat keputusan sendiri, tanpa mempertimbangkan aku," Amanda berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Alex terlihat begitu iba dengan apa yang terjadi pada Amanda. Ia memandang Amanda dengan mata yang penuh kekecewaan. "Itu tidak benar, Amanda. Kamu adalah istri yang hebat, kamu pantas mendapatkan yang le

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Bertolakbelakang

    Rudi rebahan sembari terus memainkan handphone, tersenyum gembira membaca komentar-komentar di postingan Instagram-nya. "Wah, aku benar-benar pria idaman!" ia berkata pada dirinya sendiri, sambil terus menggulir komentar-komentar yang memujinya."Rudi, kamu adalah suami yang sempurna!" "Rudi, aku ingin menjadi seperti kamu!" "Rudi, kamu adalah contoh suami yang baik!" Komentar-komentar itu terus bermunculan, membuat Rudi merasa semakin percaya diri dan bahagia.Tiba-tiba, Rudi melihat komentar dari seorang pengguna Instagram yang bernama "AmandaRudiIstriku". "Rudi, aku sangat bahagia memiliki suami seperti kamu. Terima kasih atas kesabaran dan cintamu" Rudi tersenyum, merasa semakin bahagia."Amanda benar, aku adalah suami yang sempurna," Rudi berkata pada dirinya sendiri. "Aku sabar, aku baik, aku kaya... apa lagi yang bisa diinginkan seorang wanita?"Rudi terus membaca komentar-komentar itu, merasa semakin percaya diri. Ia merasa bahwa ia telah melakukan yang terbaik untuk Amanda, d

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Podcast Rudi Dan Amanda

    Rudi dan Amanda duduk di sofa studio podcast, dengan senyum yang manis. Host podcast, seorang influencer muda, menyambut mereka dengan hangat. "Selamat datang, Rudi dan Amanda! Aku sangat senang memiliki kalian berdua di podcast aku hari ini."Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Terima kasih, aku senang berada di sini. Aku berharap bisa berbagi cerita tentang kesuksesan aku dan Amanda."Host podcast tersenyum, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Baiklah, mari kita mulai. Rudi, aku tahu kamu adalah salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan kamu menjadi pengusaha?"Rudi tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Aku mulai dari bawah, dengan modal yang kecil. Aku bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Aku selalu percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa mencapai apa saja."Amanda hanya mengangguk, dengan senyum yang lembut, sementara Rudi terus berbicara tentang kesuksesannya. Host podcast terus mengajukan pertanyaan,

  • Benih 1 Miliar Adik Ipar   Margareth Mengabarkan

    Margareth berlari ke tempat arisan, dengan wajah yang berseri-seri. "Hai, hai, aku punya kabar baik!" ia berkata, dengan suara yang lantang.Rekan-rekannya di arisan memandang Margareth, dengan mata yang penuh rasa ingin tahu. "Apa itu, Margareth? Jangan tegang-tegang amat!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang santai.Margareth tersenyum, dengan mata yang berkilau. "Amanda hamil! Aku baru saja mendapat kabar dari Rudi. Aku tidak bisa percaya!" ia berkata, dengan suara yang penuh kegembiraan.Rekan-rekannya di arisan berteriak, dengan wajah yang penuh kejutan. "Wah, selamat ya, Margareth! Rudi dan Amanda akhirnya punya anak!" salah satu dari mereka berkata, dengan suara yang lantang.Margareth tersenyum, dengan mata yang penuh kebanggaan. "Ya, aku sangat senang. Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa cucu. Dan kabar ini juga membantah semua kabar yang mengatakan Rudi mandul," ia berkata, dengan suara yang tegas.Rekan-rekannya di arisan memandang satu sama lain, dengan w

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status