Share

Bab 38

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-29 22:14:11

Laticia menatap lelaki di depannya beberapa saat tanpa bicara. Wajahnya tetap tenang, bahkan nyaris tidak berubah sedikit pun.

Dan justru ketenangan itulah yang membuat Carsein semakin kesal.

“Jika Anda berbicara tentang Grand Duke,” ucap Laticia akhirnya pelan, “maka saya rasa Anda terlalu banyak berpikir.”

Carsein mendekat sedikit.

“Terlalu banyak berpikir?” ulangnya rendah. “Kau tersenyum padanya lebih banyak dibanding selama beberapa bulan terakhir bersamaku.”

Laticia diam sejenak sebelum a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Pelakor nyusul Kaisar & Kaisar lsg ninggalin Ratu , kapan2 jgn mau Lati klo mau diajak kemanapun , suruh bawa aj tuh pelakornya....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 111

    Udara di sekitar mereka terasa semakin dingin setelah laporan itu. Bukan hanya karena angin dari perbatasan yang menusuk tulang, tetapi karena makna di balik kalimat singkat itu begitu jelas tidak ada yang tersisa.Tidak ada saksi dan tidak ada satu pun orang dari rombongan kekaisaran yang selamat.Hanya mereka.Ksatria yang baru datang itu berlutut di hadapan Lereg, lalu membuka telapak tangannya. Di sana tergeletak sebuah bros kecil, terbuat dari logam kusam dengan ukiran yang hampir tertutup darah.Lereg mengambilnya tanpa berkata apa-apa. Ia menatap benda itu lama, terlalu lama, seolah mencoba mengingat sesuatu dari lambang yang terukir di sana. Mata birunya menyipit, garis rahangnya mengeras.Lalu perlahan ia mengangkat wajah dan menatap Marquess Thorne.“Kau tahu ini?”Marquess Thorne yang sejak tadi berdiri sambil menahan sakit di bahunya melangkah maju. Darah masih menetes dari luka di lengannya, tetapi ia tetap memaksakan dirinya tegak. Begitu matanya jatuh pada bros itu, waj

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 110

    Pertarungan itu berhenti, bukan karena para penyerang menyerah dan bukan pula karena pasukan kekaisaran berhasil membalikkan keadaan. Melainkan karena kehadiran satu orang yang membuat seluruh medan seolah kehilangan suara.Lereg berdiri di sana dengan pedang berlumuran darah, sementara tangan yang baru saja ia putuskan masih tergeletak di tanah di dekat kakinya. Darah mengalir deras dari bahu pria yang menjerit kesakitan, tetapi bahkan suara jeritannya terdengar seperti gema yang jauh dibanding tekanan yang memenuhi udara.Laticia masih berdiri kaku, napasnya belum stabil, lengannya terasa panas karena cengkeraman kasar tadi. Di hadapannya, Lereg tidak langsung bergerak.Ia hanya menatap.Tatapan itu dingin, tajam, dan dipenuhi kemarahan yang bahkan tak perlu diucapkan agar semua orang bisa merasakannya. Para penyerang yang tadi bergerak begitu ganas kini justru ragu.Beberapa mundur setengah langkah dan beberapa lainnya menggenggam pedang lebih erat. Namun tak ada yang cukup bodoh u

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 109

    Laticia menatap Marquess Thorne tanpa berkedip. Di tengah kekacauan yang dipenuhi suara benturan pedang dan teriakan orang-orang yang sekarat, pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibirnya, dingin dan tajam.“Marquess... apa semua ini sudah direncanakan?”Thorne baru saja menebas seorang penyerang di hadapannya. Darah memercik ke tanah beku, sementara napasnya terdengar berat. Namun ketika ia menoleh pada Laticia, tak ada sedikit pun kepanikan di wajahnya.“Saya tidak tahu pasti, Yang Mulia.”Ia bergerak lagi, menahan serangan lain sebelum mundur setengah langkah agar tetap berdiri di depan sang ratu.“Tapi satu hal jelas.” Suaranya merendah. “Target mereka adalah Anda.”Pedangnya beradu keras dengan lawan di depannya.“Dan siapa pun yang ikut bersama Anda... harus mati.”Kalimat itu jatuh begitu saja, tetapi cukup untuk membuat tubuh Laticia terasa lebih dingin daripada angin perbatasan.Ia menoleh pada Silas.Pria itu berdiri tak jauh darinya, wajahnya tetap tenang meski darah law

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 108

    Malam itu berakhir tanpa banyak percakapan. Setelah ucapan Laticia di meja makan, suasana menjadi sunyi dengan sendirinya. Tidak ada lagi sindiran dari Count Greek ataupun Baron Harold, seolah keduanya memahami bahwa apa pun yang mereka katakan tidak akan mampu menggoyahkan wanita yang duduk di ujung meja itu. Namun di antara semua keheningan itu, ada sesuatu yang terus menarik perhatian Laticia.Cara lelaki tua itu diam-diam menuangkan sup ke mangkuk istrinya lebih dulu. Cara wanita tua itu menegur suaminya karena membawa kayu bakar terlalu banyak. Hal-hal kecil yang bagi orang lain mungkin tak berarti, tetapi bagi Laticia terasa begitu nyata.Begitulah seharusnya kebersamaan, dan karena melihat itu, ia tidur tanpa memikirkan Carsein untuk pertama kalinya.Tetapi pagi datang terlalu cepat.Kabut masih menggantung tebal di sepanjang jalan ketika rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Udara dingin menembus sela-sela tirai kereta, membuat Melisa beberapa kali menggosok kedua tangann

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 107

    Carsein menatap Laticia tanpa berkata apa-apa. Ia melihat wanita itu berbalik dan dari belakang Carsein bisa melihat punggungnya.Selama ini Laticia tetap menjaga sikapnya. Ia tetap sopan, menjaga harga dirinya, dan tidak pernah membuat masalah, bahkan saat Pricilla berada di sisi Carsein. Carsein tahu itu karena Laticia masih peduli padanya. Tapi sekarang semuanya berubah.Saat sampai di depan kereta, Laticia menoleh sedikit ke arahnya lalu membungkuk singkat, seperti memberi hormat pada kaisarnya.Carsein tahu itu hanya formalitas. Tidak ada senyum atau kata-kata seperti dulu. Laticia langsung masuk ke kereta tanpa bicara. Saat pintu kereta tertutup, Carsein sadar bahwa Laticia benar-benar sudah menjauh darinya.Di belakangnya, Pricilla melangkah pelan. “Yang Mulia... mungkin karena kehilangan bayinya, hati Yang Mulia Ratu masih belum tenang.”Carsein tidak menjawab. Tatapan Carsein tetap tertuju pada pintu kereta yang tertutup rapat. Seolah ia berharap Laticia akan membuka tirai,

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 106

    Pricilla datang dengan senyum yang terlalu lebar untuk sebuah pertemuan kebetulan.Bukan hanya Laticia yang sempat terdiam melihatnya. Zion di sampingnya pun mengangkat alis tipis, jelas tidak menyangka wanita itu akan muncul secepat ini, apalagi dengan wajah seolah baru saja memperoleh kemenangan besar.Lorong panjang itu terasa lebih hening.“Aku datang untuk berterima kasih, Yang Mulia.”Laticia hanya menatapnya dan tidak menjawab. Tatapan datarnya membuat senyum di wajah Pricilla sempat goyah sesaat, tetapi wanita itu cepat menutupinya dengan senyum yang lebih lembut.“Aku juga membawa hadiah. Untuk Yang Mulia Ratu... dan Yang Mulia Duke.”Dua pelayan di belakangnya maju bersamaan, masing-masing mengangkat kotak kecil berlapis beludru hitam.Zion melirik kotak itu, lalu menoleh pada Laticia. Ada sesuatu di matanya, campuran geli dan heran tetapi ia tetap mengambil hadiah itu lebih dulu.“Terima kasih,” ucapnya ringan. “Meski sebenarnya tidak perlu.”Pricilla tersenyum puas, sepert

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 75

    Pelelangan akhirnya dimulai ketika suara palu pertama menggema di seluruh aula besar itu. Lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit memantulkan cahaya keemasan pada lantai marmer mengilap, sementara suara para bangsawan yang saling berbicara perlahan mereda untuk memperhatikan barang pe

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 74

    Pelelangan bangsawan hari itu diadakan di aula utama distrik perdagangan kekaisaran, sebuah bangunan besar dengan langit-langit tinggi yang dipenuhi lampu kristal dan dekorasi emas khas kaum aristokrat.Sejak siang tempat itu sudah dipenuhi para bangsawan dari berbagai wilayah. Suara percakapan pel

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 73

    Pagi itu istana utama sudah dipenuhi kesibukan sejak matahari baru naik sepenuhnya. Para pelayan berlalu-lalang di sepanjang koridor membawa tumpukan dokumen, nampan teh, dan berbagai surat penting yang harus segera diselesaikan sebelum siang tiba.Di dalam ruang kerja ratu, suasana juga tidak jauh

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 71

    Carsein tidak langsung mengatakan apa pun setelah mendengar penjelasan Laticia. Tatapan matanya tetap tertahan pada wajah wanita itu cukup lama, seolah sedang memastikan apakah dirinya benar-benar baik-baik saja.Dan semakin diperhatikannya, semakin jelas terlihat bahwa Laticia memang tidak sedang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status