登入Carsein langsung terdiam. Pricilla berdiri di hadapannya dengan mata yang masih dipenuhi air mata. Napasnya terdengar tidak teratur, seolah semua emosi yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah begitu saja."Saya mendengarnya sendiri," katanya pelan. "Anda bahkan mengatakan akan datang ke kamar Ratu malam ini.""Itu bukan urusanmu."Jawaban Carsein terdengar datar, tetapi justru membuat wajah Pricilla semakin pucat."Bukan urusan saya?" Ia tertawa kecil, getir. "Saya mengandung anak Anda."Carsein menatap perutnya sesaat sebelum kembali menatap wajahnya."Aku tahu.""Dan saya adalah selir Anda.""Aku juga tahu.""Kalau begitu mengapa Anda masih memperlakukannya seperti itu?"Carsein mengernyit."Seperti apa?""Seolah-olah saya tidak pernah ada.""Pricilla." Suara Carsein mulai terdengar berat. "Laticia masih istriku."Pricilla terdiam."Laticia adalah Ratu Kekaisaran ini. Apa pun yang terjadi di antara kami, kedudukannya tidak berubah.""Tapi Anda memilih saya sebelumnya.""Aku tidak p
Carsein segera menyusul Laticia yang baru saja meninggalkan ruang rapat. Langkahnya terdengar semakin dekat di lorong istana hingga akhirnya pintu ruang kerja Laticia terbuka. Ia masuk tanpa mengetuk, membuat Laticia yang baru saja meletakkan beberapa dokumen di atas meja menoleh."Ada sesuatu yang terjadi?"Carsein tidak langsung menjawab. Ia menutup pintu di belakangnya, kemudian berjalan mendekat dengan wajah yang sulit dibaca. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari sorot matanya, seolah ada sesuatu yang sejak tadi ingin ia katakan."Laticia," ucapnya akhirnya, "apa sekarang kau ingin menghancurkan semua orang?"Laticia hanya mengangkat alis. Sudut bibirnya terangkat tipis, bukan karena merasa geli, melainkan karena pertanyaan itu terdengar begitu tidak masuk akal."Untuk apa aku melakukan itu?" Laticia menatap Carsein. "Mereka semua adalah orang-orangmu."Carsein terdiam.Laticia menatapnya,"Mereka semua adalah orang-orang Anda, Yang Mulia."Carsein tetap diam."Mereka adalah pej
Carsein terdiam karena Laticia kemudian memberikan pilihan yang jauh lebih berat."Jadi pilihannya sederhana. Adili mereka secara terbuka dan biarkan rakyat melihat bahwa kau masih mampu menjaga kekaisaran."Carsein tidak mengalihkan pandangan."Atau..." Tatapan Laticia berubah dingin. "Beri mereka waktu untuk melarikan diri, menghancurkan bukti, menghubungi keluarga, dan mempersiapkan pembelaan sebelum kita sempat menyentuh mereka."Beberapa orang langsung menelan ludah. Mereka tahu persis apa yang dimaksud Laticia.Carsein pun mengetahuinya.Mereka semua adalah orang-orang yang selama ini dipilih dan dipercaya olehnya. Sebagian bahkan telah berdiri di belakang takhta Carsein sejak awal pemerintahannya. Jika mereka dihukum, maka bukan hanya jabatan mereka yang akan runtuh.Reputasi Carsein juga akan ikut terseret. Karena jika orang-orang kepercayaannya terbukti melakukan korupsi selama bertahun-tahun, rakyat tentu akan bertanya bagaimana mungkin seorang kaisar tidak mengetahuinya.Ca
Ruangan semakin tegang.Carsein yang sejak tadi hanya memperhatikan akhirnya menyadari bahwa pemeriksaan ini sudah jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan. Awalnya ia mengira Laticia hanya akan menemukan beberapa kesalahan kecil dalam laporan. Namun sekarang, satu demi satu angka mulai membuka masalah yang telah tertutup selama bertahun-tahun.Laticia mengangkat satu dokumen terakhir."Ini belum semuanya."Semua orang kembali menatapnya."Aku ingin seluruh laporan pemasukan dan pengeluaran dibuka.""Semua.""Termasuk kas istana, pajak wilayah, perdagangan, militer, pembangunan, persediaan pangan, dana darurat, hingga pembayaran yang dilakukan langsung oleh departemen kekaisaran."Seorang bangsawan memberanikan diri berbicara."Yang Mulia, jika semuanya diperiksa sekaligus, prosesnya akan memakan waktu sangat lama."Laticia menoleh kepadanya."Bagus."Bangsawan itu terdiam."Karena aku tidak ingin pemeriksaan yang cepat."Laticia menatap seluruh ruangan."Aku ingin pemeriksaan yang
Carsein tidak mengatakan apa pun setelah itu. Ia hanya memandangi Laticia yang perlahan meninggalkan ruang makan, sementara pikirannya mulai dipenuhi persoalan lain yang jauh lebih besar daripada sekadar krisis pangan.Kebakaran Lumbung Barat memang berhasil membuat seluruh istana panik, tetapi dari semua masalah yang muncul setelahnya, ada satu hal yang kini terasa jauh lebih berbahaya.Keuangan kekaisaran.Selama ini kas kekaisaran tidak pernah benar-benar diperiksa secara terbuka. Laporan keuangan hanya berpindah dari satu meja pejabat ke meja pejabat lainnya, kemudian berakhir di hadapan kaisar dalam bentuk tumpukan dokumen yang begitu banyak hingga hampir tidak pernah dibaca secara menyeluruh.Selama pemasukan masih terlihat cukup dan kebutuhan istana tetap terpenuhi, tidak ada yang merasa perlu mempertanyakan ke mana uang tersebut mengalir. Namun keadaan berubah setelah krisis pangan terjadi.Ketika kebutuhan untuk membeli persediaan dari luar kekaisaran mulai dibicarakan, barul
Carsein terdiam.Ia memahami maksud tersembunyi di balik ucapan Laticia. Count Seymour adalah ayah Pricilla, sementara Duke Alzard dan para bangsawan lain merupakan bagian dari aliansi yang selama ini berada di belakang keluarga Seymour.Bantuan itu mungkin terlihat sebagai bentuk kesetiaan kepada kekaisaran. Namun di mata orang-orang yang memahami politik istana hal itu juga berarti keluarga Seymour baru saja menunjukkan seberapa besar pengaruh yang mereka miliki. Dan pengaruh hampir selalu datang bersama harga yang harus dibayar.Carsein memandangi Laticia cukup lama. Jemarinya yang semula menggenggam gelas perlahan mengendur sebelum akhirnya ia mengembuskan napas pelan."Kalau kau tidak setuju..." ucapnya hati-hati. "Aku masih bisa memikirkan ulang keputusan ini."Laticia yang baru saja menyesap tehnya hanya mengangkat pandangan. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya, seolah pertanyaan itu sama sekali tidak mengusiknya."Untuk apa saya tidak setuju?"Carsein mengernyit. Ia mem
Langkah kaki Carsein menjauh tanpa ragu, gema sepatunya perlahan menghilang di balik lorong istana. Pintu ruang makan tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu berat.Laticia tetap duduk di kursinya, punggungnya masih tegak seperti seorang ratu, namun napasnya perlahan terlepas. Ia memejamk
Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam
Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang d
“Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di







