Chapter: Bab 217Pricilla benar-benar kehilangan kata-kata. Wajahnya yang sejak tadi sudah pucat kini semakin pucat. Ia menatap Carsein, berharap pria itu akan menarik kembali ucapannya. Namun, ekspresi sang Kaisar tetap dingin dan tidak berubah. Semua pertanyaan yang sebelumnya ia ajukan kini telah memiliki jawaban.Di sisi lain, Count Seymour juga hanya bisa terdiam. Lelaki yang terbiasa menghadapi berbagai masalah itu bahkan tidak berani menatap Carsein terlalu lama. Ia tahu betul siapa yang berdiri di hadapannya. Carsein bukan hanya seorang bangsawan, melainkan Kaisar yang memiliki kekuasaan untuk menghancurkan keluarga Seymour hanya dengan satu perintah.“Yang Mulia,” akhirnya Count Seymour mencoba berbicara, berusaha mempertahankan ketenangan. “Mungkin ada kesalahpahaman mengenai kejadian pada hari itu.”Carsein perlahan mengalihkan pandangannya kepadanya.“Kesalahpahaman?”Satu kata itu saja sudah membuat Count Seymour terdiam.“Aku datang ke sini bukan untuk mendengar alasan.” Carsein melangka
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 216Ruangan itu seketika menjadi sunyi dan Pricilla membeku.“Apa?”Pelayan itu tidak berani mengangkat wajahnya.“Wanita itu... menghilang, Yang Mulia.”Untuk beberapa saat, tidak ada yang bergerak. Count Seymour hanya berdiri diam dengan wajah yang sulit dibaca. Namun Pricilla bisa melihat perubahan kecil dalam tatapan ayahnya. Ketenangan yang sejak tadi berusaha dipertahankan perlahan mulai runtuh.“Hilang?” suara Pricilla terdengar pelan.Pelayan itu mengangguk.“Sejak kapan?”“Kami belum tahu, Nyonya. Tempat itu terlihat sudah kosong selama beberapa waktu.”“Tidak mungkin.”Pricilla mundur satu langkah.“Tidak mungkin.”Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Kedua tangannya perlahan mengepal. Wanita itu telah disembunyikan selama bertahun-tahun. Tidak ada seorang pun yang seharusnya mengetahui keberadaannya. Count Seymour sendiri yang memastikan tempat tersebut aman.Lalu bagaimana mungkin wanita itu bisa menghilang?“Kalian tidak mencarinya dengan benar,” kata Pricilla tajam. “Car
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 215Pricilla tiba di kediaman Count Seymour dengan tergesa-gesa. Bahkan sebelum keretanya berhenti sepenuhnya di depan tangga utama, ia sudah membuka pintu dan turun dengan wajah tegang. Jubah yang dikenakannya bergerak mengikuti langkah cepatnya ketika ia memasuki rumah besar itu tanpa menunggu pelayan mengumumkan kedatangannya.“Di mana Ayah?”Para pelayan yang berjaga saling berpandangan. Salah seorang dari mereka segera membungkuk. “Yang Mulia Count sedang berada di ruang kerjanya, Nona.”Pricilla tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Ia langsung berjalan menuju ruangan tersebut.Pintu ruang kerja terbuka dengan cukup keras hingga Count Seymour yang sedang duduk di balik mejanya mengangkat kepala. Alis lelaki tua itu langsung berkerut ketika melihat putrinya masuk dengan wajah pucat.“Pricilla?”Wanita itu menutup pintu di belakangnya dan segera menghampiri sang ayah.“Kaisar mulai tahu.”Count Seymour terdiam.“Apa?”“Kaisar.” Suara Pricilla terdengar lebih cepat dari biasanya. “Di
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 214Di kediamannya, Pricilla masih menunggu dengan gelisah. Sejak kembali dari ruang kerja Carsein, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ia beberapa kali berjalan mondar-mandir di dalam kamar, lalu berhenti di dekat jendela, kemudian kembali lagi ke tempat semula. Setiap menit yang berlalu justru membuat perasaannya semakin buruk.Ia tahu ada sesuatu yang berubah pada Carsein dan Pricilla membenci kenyataan bahwa ia tidak mengetahui apa penyebabnya. Ketika pintu akhirnya terbuka, ia langsung menoleh. Pelayan yang sebelumnya ia kirimkan telah kembali.“Bagaimana?” tanya Pricilla tanpa membuang waktu. “Apa yang kau dapatkan?”Pelayan itu membungkuk. “Saya sudah mencari tahu, Nyonya.”“Lalu?”“Ratu memang tidak bertemu dengan Yang Mulia Kaisar.”Pricilla mengerutkan kening. Jawaban itu justru membuatnya semakin bingung.“Tidak bertemu?”“Tidak, Nyonya. Setidaknya, tidak ada pertemuan antara Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Kaisar akhir-akhir ini.”Pricilla terdiam.Jika bukan Laticia, l
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 213Sudut bibirnya sedikit terangkat.Pricilla memang selalu seperti itu. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya, wanita itu akan segera mencari seseorang untuk disalahkan. Dan tentu saja, kali ini orang itu adalah dirinya.“Baiklah,” kata Laticia tenang.Pelayan itu sedikit mengangkat wajahnya.“Katakan kepadanya bahwa aku memang tidak pernah bertemu dengan Kaisar.”Pelayan itu tampak terkejut.“Yang Mulia?”“Apa ada yang salah?” tanya Laticia.“Tidak, Yang Mulia. Hanya saja...”“Hanya apa?”Pelayan itu kembali menundukkan kepala. “Tidak ada.”Laticia kembali memandangnya. Wajahnya tetap tenang, tetapi ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat pelayan itu tidak berani bergerak sembarangan.“Bukankah itu yang ingin dia ketahui?” lanjut Laticia. “Katakan saja yang sebenarnya. Aku tidak pernah bertemu dengan Carsein.”Pelayan itu perlahan mengangguk. “Baik, Yang Mulia.”Laticia terdiam sesaat.Kemudian ia bangkit dari kursinya. Suara langkahnya terdengar pelan ketika ia berjalan
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 212Pricilla akhirnya menggigit bibirnya. Matanya mulai berkaca-kaca, tetapi Carsein sama sekali tidak menunjukkan reaksi. Tidak ada usaha untuk menenangkannya, tidak ada permintaan maaf, bahkan tidak ada tatapan iba seperti biasanya.Dengan langkah perlahan, Pricilla akhirnya berbalik dan berjalan menuju pintu. Namun sebelum keluar, ia sempat menoleh sekali lagi.Carsein sudah kembali pada pekerjaannya, seolah keberadaannya di ruangan itu tidak pernah penting. Pricilla merasa bahwa sesuatu di antara mereka benar-benar telah berubah.Pricilla kembali ke kamarnya dengan langkah cepat. Begitu pintu tertutup di belakangnya, ia langsung berhenti di tengah ruangan. Wajah sedih yang sejak tadi ia pertahankan di hadapan Carsein perlahan menghilang, digantikan oleh ekspresi dingin dan penuh kekesalan.Ia masih tidak bisa menerima apa yang baru saja terjadi.Carsein telah mengusirnya.Bukan hanya menyuruhnya beristirahat atau meminta dirinya kembali dengan alasan sedang sibuk. Kali ini, Carsein be
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 94Begitu memasuki aula, Helena segera menyadari bahwa suasananya jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan. Para bangsawan telah memenuhi ruangan, sebagian berdiri dalam kelompok-kelompok kecil sambil berbincang, sementara yang lain duduk di sekitar meja panjang yang dipenuhi hidangan dan minuman. Kilauan lampu kristal memenuhi langit-langit, memantulkan cahaya ke lantai marmer dan gaun-gaun mewah yang dikenakan para wanita.Namun sebelum Helena sempat memperhatikan lebih jauh, Rion sudah membimbingnya menuju bagian tengah aula."Yang Mulia ada di sana."Helena mengikuti arah pandangnya. Kaisar berdiri bersama beberapa pejabat dan bangsawan tinggi. Begitu melihat mereka mendekat, percakapan di sekitar kelompok itu perlahan mereda.Helena menarik napas kecil. Ia kemudian berdiri sedikit lebih tegak. Rion berhenti beberapa langkah di hadapan Kaisar, lalu menundukkan kepala dengan hormat. Helena segera melakukan hal yang sama."Salam hormat, Yang Mulia."Kaisar memandang mereka berdua se
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 93Rion terdiam mendengar jawaban Helena. Tatapannya sempat beralih pada cadar tipis yang menutupi sebagian wajah wanita itu, kemudian kembali pada matanya. Beberapa detik berlalu sebelum sudut bibirnya terangkat sedikit."Jadi Anda takut orang-orang mengira saya pasangan Anda?"Helena langsung mengerutkan kening. "Jangan mengatakan sesuatu seperti itu."Nada suaranya terdengar lebih tegas daripada yang ia maksudkan. Namun Rion justru terkekeh pelan, sama sekali tidak terlihat tersinggung."Saya hanya bertanya.""Anda tahu apa yang saya maksud.""Saya tahu."Jawaban Rion begitu singkat. Setelah itu ia tidak lagi menggoda Helena. Ia hanya berbalik menuju kereta yang telah menunggu di depan mereka, lalu membuka pintunya dengan tenang."Silakan."Helena hanya menatap Rion sebentar sebelum masuk ke dalam kereta. Rion menyusul setelah memastikan Helena duduk dengan nyaman, lalu mengambil tempat di seberangnya.Kereta mulai berjalan meninggalkan Kastel Laurent. Helena memandang keluar jendela,
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 92Malam itu, setelah kembali ke kamar, Helena masih memikirkan perkataan Rion sebelum mereka berpisah. Helena duduk di depan meja rias dengan rambut terurai. Ia sudah berganti pakaian, tetapi kalung dengan batu permata merah dari Rezef masih terpasang di lehernya. Ia menyentuhnya perlahan.Entah mengapa, Helena merasa heran. Bukankah seharusnya Rion lebih mengingat bros pemberiannya sendiri? Bros berlambang keluarga Laurent itu masih tersemat di gaunnya.Namun saat mereka berpisah, justru kalung pemberian Rezef yang Rion ingatkan untuk dijaga.Helena mengerutkan kening."Aneh..."Helena memiringkan kepala, mencoba memahami maksud Rion. Mungkin Rion hanya ingin mengingatkannya. Kalung itu bukan perhiasan biasa. Itu hadiah dari Rezef, suaminya, yang diberikan tepat pada hari pesta teh pertamanya dan disaksikan banyak orang.Mungkin Rion hanya mengingatkan bahwa kalung itu penting.Tidak lebih.Helena mengangguk kecil, merasa sudah menemukan alasan yang masuk akal."Ya. Mungkin hanya itu."
آخر تحديث: 2026-08-23
Chapter: Bab 91Helena mendengus pelan lalu kembali berjalan. Rion menyusul di sampingnya menuju ruang makan. Mereka berbicara ringan tentang pesta tadi. Rion bahkan bertanya apakah Helena lelah, apakah pestanya berjalan lancar, dan apakah kedatangan Rose membuatnya terganggu. Helena hanya menjawab seperlunya dan mengatakan bahwa ia tidak ingin memikirkannya lagi.Namun diam-diam, Helena menyadari bahwa Rion semakin sering berada di dekatnya dan semakin menunjukkan perhatian. Ia tidak tahu ke mana semua itu akan membawa mereka, sehingga Helena berusaha tetap menjaga jarak, meski perhatian Rion terkadang membuatnya merasa nyaman.Ia tahu perasaan itu berbahaya. Bagaimanapun, ia adalah istri Rezef, sedangkan Rion adalah adik suaminya. Batas di antara mereka harus tetap ada.Helena terus berjalan menuju ruang makan bersama Rion. Ia tidak menyadari bahwa sesekali pria itu menatapnya dengan senyum kecil.Malam itu seharusnya hanya menjadi makan malam biasa. Namun Helena mulai merasa bahwa kedekatannya den
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 90Setelah tamu terakhir pergi, rumah kaca perlahan kembali tenang. Para pelayan mulai membereskan meja dan cangkir teh, sementara bunga-bunga di atas meja masih menghiasi ruangan. Helena berdiri sejenak di depan rumah kaca. Pesta teh pertamanya akhirnya selesai.Hari ini memang melelahkan. Ada banyak hal yang terjadi, mulai dari pertanyaan tentang Rezef hingga kedatangan Rose. Namun Helena tetap merasa sedikit bangga karena berhasil melewati semuanya dengan tenang.Setelah berpamitan kepada Madam Carol, Helena meninggalkan taman. Dorote sudah lebih dulu kembali ke kamar, jadi Helena berjalan sendiri melewati koridor. Ia hanya ingin segera beristirahat setelah seharian berada di tengah para bangsawan.Namun langkahnya tiba-tiba terhenti.Di ujung koridor berdiri Rion. Pria itu tampaknya baru selesai dengan urusannya. Beberapa dokumen masih berada di tangannya. Saat melihat Helena, Rion berhenti dan memberikan senyum tipis.Helena seketika merasa sedikit canggung."Selamat atas pesta teh
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 89Rose hanya memberi salam kecil kepada Helena sebelum pergi. Namun sebelum berbalik, pandangannya kembali tertuju pada kalung di leher Helena dan bros berlambang keluarga Laurent di gaunnya.Senyumnya sedikit menegang.Kalung itu hadiah dari Rezef, sementara bros tersebut diberikan oleh Rion. Dua hadiah dari dua bersaudara keluarga Laurent yang diberikan tepat pada hari pesta teh pertama Helena. Helena tidak perlu mengatakan apa pun. Kedua hadiah itu sudah cukup menunjukkan bahwa dirinya diterima oleh keluarga Laurent.Selama ini, orang-orang mungkin mengira Helena hanya tinggal di Kastel Laurent karena pernikahan mereka. Namun hari ini, anggapan itu mulai berubah.Rezef memang tidak datang, tetapi ia mengirimkan hadiah. Rion juga melakukan hal yang sama. Keduanya seolah menunjukkan bahwa Helena benar-benar memiliki tempat di keluarga Laurent.Rose tentu memahami hal itu. Karena itu, senyumnya kali ini terlihat jauh lebih tipis."Sepertinya saya salah memahami Anda, Marchioness."Helen
آخر تحديث: 2026-08-22
Chapter: Bab 162Pagi datang tanpa suara, menyusup pelan melalui celah tirai yang setengah terbuka. Cahaya matahari jatuh tipis di sudut ruangan, menyentuh lantai dan naik perlahan ke sisi ranjang tempat Risa terbaring.Tidak ada bunyi selain detak alat medis yang teratur dan napas yang terdengar pelan, seolah dunia sengaja berjalan lebih lambat di tempat itu.Kelopak mata Risa bergerak.Awalnya hanya sedikit, berat seperti tertahan sesuatu yang tidak terlihat. Lalu perlahan, sangat perlahan, matanya terbuka. Pandangannya buram, tidak fokus, hanya warna putih yang memenuhi penglihatannya. Ia mengedip sekali, dua kali, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya dan keadaan yang terasa asing.Beberapa detik berlalu sebelum semuanya mulai jelas.Langit-langit putih. Dinding ruangan. Aroma obat yang khas.Dan… seseorang di sampingnya.Risa mengalihkan pandangan ke arah itu.Dante duduk di sana.Tubuhnya sedikit membungkuk, seolah ia sudah terlalu lama berada di posisi itu tanpa benar-benar bergerak. Wajahnya
آخر تحديث: 2026-05-04
Chapter: Bab 161Sunyi.Lorong itu terasa semakin dingin. Eden tidak langsung menjawab. Wajahnya tetap tenang, tapi sorot matanya berubah lebih waspada, lebih serius.“Itu tidak mungkin,” katanya setelah beberapa detik. “Semua sudah kita—”“Dia tidak punya bukti,” potong Vivian cepat.Kali ini suaranya lebih tajam.“Tapi dia mulai menghubungkannya.” Ia memalingkan wajah, menatap ke ujung lorong yang kosong. “Dan itu cukup berbahaya.”Eden mengamati Vivian sejenak.Ia jarang melihat wanita itu dalam keadaan seperti ini gelisah, tapi bukan panik. Lebih seperti… seseorang yang mulai mempertimbangkan langkah berikutnya.“Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Eden hati-hati.Vivian terdiam. Beberapa detik berlalu sebelum ia tersenyum tipis. Namun senyum itu tidak hangat dan tidak juga menenangkan.“Belum saatnya,” jawabnya pelan. Tatapannya kembali tajam, kali ini lebih dingin dari sebelumnya. “Selama dia belum punya bukti, dia tidak akan bergerak sembarangan.”Eden mengangguk kecil, meskipun ia tahu… itu buk
آخر تحديث: 2026-04-22
Chapter: Bab 160Vivian masih berdiri di sana, tidak langsung beranjak meskipun kalimat Dante sudah cukup jelas untuk mengusirnya.Udara di dalam ruangan terasa berat, seolah setiap tarikan napas membawa sesuatu yang tidak terlihat namun menekan. Ia menatap Dante lama, dalam, seperti mencoba menemukan sisa dari pria yang dulu selalu memberinya ruang, meskipun hanya sebatas formalitas. Namun kali ini tidak ada celah. Tidak ada kompromi. Tidak ada perhatian yang tersisa untuknya.Dante bahkan tidak menoleh.Sejak tadi, pandangannya hanya tertuju pada Risa.Dan itu cukup untuk membuat Vivian mengerti… bahwa ia sudah benar-benar tersingkir.Perlahan, Vivian menundukkan wajah. Bibirnya sempat terbuka, seolah ingin mengatakan sesuatu membela diri, atau mungkin sekadar meminta untuk tidak diperlakukan seperti ini. Tapi pada akhirnya, tidak ada satu kata pun yang keluar.Ia tidak punya tempat lagi di ruangan itu.Dengan langkah pelan, ia berbalik.Suara sepatunya terdengar samar di lantai, teredam oleh sunyi
آخر تحديث: 2026-04-22
Chapter: Bab 159Ruangan kembali sunyi dan beberapa detik berlalu sebelum Dante akhirnya berbalik.“Nenek,” panggilnya.Wanita tua itu mengangkat wajah.“Lebih baik Anda kembali ke rumah,” kata Dante pelan. “Bersama Diana.”Diana yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari pintu sedikit terkejut, namun tetap menjaga ekspresinya.“Nanti aku di sini,” lanjut Dante. “Aku yang akan menunggu dia.”Nenek menatapnya lama, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya hanya mengangguk pelan.“Kalau begitu… jaga dia baik-baik,” ucapnya lirih.Dante tidak menjawab. Ia hanya kembali menatap Risa wanita yang terbaring lemah di hadapannya,yang bahkan belum tahu bahwa saat ia membuka mata nanti, akan ada bagian dari dirinya yang telah hilang selamanya.Pintu ruang rawat itu menutup dengan bunyi pelan nyaris tak terdengar, namun cukup untuk menandai bahwa ruangan itu kini benar-benar terpisah dari dunia luar.Langkah kaki nenek dan Diana perlahan menghilang di lorong, meninggalkan keheningan yang terasa semakin dalam.
آخر تحديث: 2026-04-22
Chapter: Bab 158Tepat setelah kata-kata itu menggantung di udara, suara mekanis pelan terdengar dari pintu ruang operasi.Klik.Pintu itu terbuka perlahan.Seorang dokter keluar dengan langkah tenang namun cepat, masker masih menutupi setengah wajahnya, hanya menyisakan sorot mata yang serius dan lelah. Cahaya terang dari dalam ruangan menyelinap keluar sejenak sebelum pintu kembali menutup di belakangnya.Dante adalah orang pertama yang bergerak.Tanpa menunggu, tanpa ragu, ia melangkah lebar menghampiri dokter itu. Langkahnya cepat, hampir seperti berlari, seolah satu detik saja terlalu lama untuk ditunggu.“Wali pasien atas nama Risa Santoso?” tanya dokter tersebut, suaranya profesional, datar, seperti yang sudah terlalu sering mengucapkan kalimat serupa.“Saya.”Jawaban itu keluar cepat, tegas dan tanpa jeda.Dokter itu mengangguk pelan, menatap Dante beberapa detik, seolah menyiapkan kalimat yang harus ia sampaikan.“Pasien sudah melewati masa kritisnya.”Kalimat itu terdengar jelas.Dan dalam s
آخر تحديث: 2026-04-17
Chapter: Bab 157Lorong rumah sakit itu panjang… dan terasa terlalu sunyi.Lampu putih di langit-langit menyala dingin, memantulkan bayangan langkah kaki yang terburu-buru. Suara sepatu Dante menggema pelan saat ia berlari kecil, napasnya tak beraturan, jasnya bahkan belum sempat ia rapikan sejak keluar dari mobil.Di ujung lorong, lampu merah di atas ruang operasi masih menyala.Dan di sana Vivian duduk dengan tubuh gemetar, wajahnya pucat, tangannya saling menggenggam erat seolah menahan dirinya sendiri agar tidak runtuh.Begitu melihat Dante datang, Vivian langsung berdiri.“Dan—”Namun Dante sudah lebih dulu mendekat, langkahnya cepat, tatapannya tajam.“Sebenarnya bagaimana kamu menjaganya?” suaranya rendah, tapi penuh tekanan.Vivian terdiam sesaat, lalu menggeleng cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.“Aku… aku benar-benar minta maaf,” ucapnya terbata. “Aku nggak tahu akan jadi seperti ini, Dante… aku—”“Lalu apa yang terjadi?” potong Dante, nadanya naik sedikit. “Bagaimana keadaannya w
آخر تحديث: 2026-04-17