Share

Bab 4

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-04 13:55:29

Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.

“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.

Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang di kursinya sambil memegang cangkir teh yang mulai mendingin.

“Saya hanya memberitahu situasi yang sedang terjadi saat ini, Grand Duke.”

Lereg diam dan tatapannya tidak bergeser sedikit pun dari wajah sang ratu.

Sementara Laticia terlihat jauh lebih tenang dibanding biasanya. Tidak ada lagi ekspresi lembut yang dulu selalu menghiasi wajahnya, sekarang terlihat dingin dan sulit ditebak.

“Anda tahu sendiri,” lanjut Laticia pelan, “semua keputusan berada di tangan kaisar.”

Laticia perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi sebelum kembali bicara.

“Pajak wilayah utara terus dinaikkan.”

“Bantuan pangan dihentikan.”

“Dan para bangsawan pusat mulai menekan wilayah Anda.”

Tatapan Laticia perlahan berubah tajam.

“Jika ini terus berlanjut, rakyat utara tidak akan selamat musim dingin ini.”

Rahang Lereg langsung mengeras dan Laticia memperhatikannya dalam diam. Ia tahu titik lemah lelaki itu. Bukan tahta dan bukan kekuasaan, melainkan rakyatnya sendiri.

Lereg mungkin terlihat dingin dan tidak peduli pada siapa pun, tetapi pria itu sangat melindungi wilayah utara. Dan sekarang Carsein perlahan menghancurkan wilayah itu demi memenuhi keinginannya sendiri.

“Apa Anda tidak punya solusi lain?” tanya Lereg akhirnya.

Laticia menghela napas pelan.

Kemudian ia duduk lebih tegak sambil melipat kedua tangannya di depan tubuhnya.

“Berapa harga dari bantuan saya?”

Tatapan Lereg langsung berubah. Untuk pertama kalinya sejak memasuki ruangan ini, wajah dingin itu menunjukkan reaksi yang jelas.

Kaget.

Laticia hampir ingin tertawa melihatnya. Karena sejujurnya, ini pertama kalinya ia melihat Grand Duke Lereg kehilangan ketenangannya.

“Tentu saja,” lanjut Laticia santai, “bantuan saya tidak mungkin gratis, bukan?”

Lereg masih diam beberapa saat. Tatapannya terus tertuju pada wanita di depannya, seolah sedang mencoba memahami siapa sebenarnya Laticia sekarang.

Karena wanita ini terasa sangat berbeda, dan entah kenapa, perubahan itu membuatnya sulit mengalihkan pandangan.

“Apapun yang Anda inginkan,” jawab Lereg akhirnya.

Laticia terdiam sesaat.

Lalu perlahan ia terkekeh kecil. Suara tawanya pelan, tetapi cukup membuat Lereg mengernyit bingung. Tatapan mata Laticia kembali terangkat menatap lelaki itu.

“Bagaimana jika saya meminta nyawa Anda?”

Tatapan Lereg langsung menajam. Bibirnya sedikit mengatup, jelas terkejut mendengar pertanyaan itu. Namun hanya beberapa detik.

Karena setelahnya ekspresi dingin itu kembali lagi seolah tidak terjadi apa-apa.

“Saya setuju.”

Kali ini justru Laticia yang terdiam. Senyuman kecil di bibirnya perlahan menghilang. Ia menatap Lereg cukup lama, mencoba mencari keraguan di wajah lelaki itu.

Namun tidak ada karena tatapan itu tetap tenang. Seolah nyawanya sendiri bukan sesuatu yang penting.

“Selama Anda bisa membantu rakyat saya, maka apa pun akan saya lakukan.”

Suara Lereg terdengar rendah dan tenang di tengah sunyinya ruangan. Namun justru karena ketenangan itu, kalimatnya terasa jauh lebih serius.

Deg.

Jantung Laticia berdetak keras.

Wanita itu menatap lurus ke arah lelaki di hadapannya. Mata biru Lereg terlihat begitu tenang, tanpa keraguan sedikit pun. Seolah jika dirinya benar-benar meminta nyawanya sekarang, lelaki itu akan memberikannya tanpa ragu.

Untuk sesaat Laticia kehilangan kata-kata.

Tangannya perlahan mengepal di atas gaunnya sendiri. Entah kenapa dadanya terasa sesak melihat keyakinan di wajah Lereg

Sudah sejak lama ia bermasalah dengan Carsein. Ada banyak hal yang dilakukan Carsein untuk mempersulit Lereg dan rakyatnya.

Tapi bedanya Lereg lebih memikirkan rakyatnya lebih dulu dibanding dirinya sendiri. Berbeda dengan Carsein.

Laticia perlahan meneguk ludah. Bibirnya sedikit terbuka, ingin mengatakan sesuatu.

Namun sebelum suara itu keluar—

Brak!

Pintu ruang kerja terbuka keras hingga menghantam dinding. Tubuh Laticia langsung terjingkat kaget. Tatapannya refleks mengarah ke pintu.

Dan di sana berdiri Carsein.

Rambut perak pria itu sedikit berantakan seolah datang dengan tergesa-gesa. Tatapan mata birunya terlihat tajam dan dingin saat menatap lurus ke arah mereka.

Suasana ruangan langsung membeku.

Para pelayan yang berjaga di luar pintu menundukkan kepala dengan wajah pucat. Tidak ada seorang pun yang berani bersuara melihat ekspresi sang kaisar sekarang.

Sementara Lereg perlahan berdiri dari kursinya lalu membungkuk hormat.

“Yang Mulia Kaisar.”

Namun Carsein bahkan tidak meliriknya.

Pria itu melangkah masuk perlahan dengan tatapan yang tetap tertuju pada Laticia. Suara langkah sepatu boots-nya menggema pelan di lantai marmer, membuat suasana semakin terasa menyesakkan.

Laticia tanpa sadar menahan napas saat Carsein berhenti tepat di depannya yang duduk. Tatapan mata biru itu turun lurus menatap dirinya.

“Apakah kau selalu diam-diam bertemu dengannya seperti ini, Lati?”

"Apa maksud Anda?"

"Kau berkhianat dibelakangku!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 300

    Laticia terdiam. Tatapannya tetap tertuju pada Xander yang duduk di hadapannya. Wajah pria itu masih tampak tenang, seolah pembicaraan tentang kematian dan perebutan takhta hanyalah perkara biasa. Namun, Laticia tahu Xander bukan tipe orang yang akan memanggilnya ke tengah malam tanpa alasan yang benar-benar penting.Xander menyandarkan punggungnya ke kursi sebelum melanjutkan, “Adikku menginginkan takhta. Jika kondisiku terus memburuk, bukan tidak mungkin aku benar-benar mati dan dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.”Ia berhenti sejenak, lalu mengembuskan napas pelan.“Awalnya, aku mengira semua ini hanya akibat terjatuh dari kuda. Aku tidak menyangka ada sesuatu yang salah dengan tubuhku sampai Lereg memberitahuku bahwa aku terkena racun darah beku.”Laticia langsung menoleh kepada Lereg. Kerutan muncul di antara kedua alisnya.“Dari mana kau tahu?”Lereg tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat tangan dan menunjuk ke arah Xander yang masih duduk di hadapan mereka.“Itu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 299

    Xander yang sejak tadi menikmati reaksi Lereg akhirnya mengalihkan perhatiannya kembali kepada Laticia. Senyum di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi yang sulit dibaca. Ia menatap wanita itu cukup lama sebelum akhirnya membuka mulut.“Laticia, aku tidak memiliki banyak waktu lagi.”Laticia mengangkat alis. Ia menatap Xander sejenak, lalu menjawab dengan nada datar,“Memangnya kau akan mati?”Alih-alih tersinggung, Xander justru menarik sudut bibirnya. Ia sudah terbiasa dengan cara Laticia berbicara kepadanya. Wanita itu tidak pernah berusaha memperhalus perkataannya hanya karena lawan bicaranya adalah seorang kaisar.“Bisa saja.” Xander menyandarkan tubuhnya, lalu menatap Laticia dengan senyum tipis. “Kalau aku benar-benar mati, apakah kau akan merasa sedih?”“Jangan bercanda.”“Aku serius.”“Kalau begitu, berhentilah tersenyum seperti orang yang sedang menceritakan lelucon.”Xander terkekeh pelan. Ia seolah ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi sebelum sempat melakuka

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 298

    Sang kaisar berbalik menuju meja dan memberi isyarat agar mereka duduk. Di atas meja itu terdapat beberapa dokumen yang telah disusun dengan rapi, sebagian di antaranya memperlihatkan lambang resmi Kekaisaran Barat. Laticia sempat meliriknya, tetapi tidak langsung bertanya. Ia memilih duduk terlebih dahulu, sementara Lereg mengambil tempat di sebelahnya.Baru setelah mereka semua duduk, Kaisar Kekaisaran Barat kembali menatap Laticia. Senyum tipis di wajahnya perlahan menghilang, digantikan oleh ekspresi yang jauh lebih serius.“Ada alasan mengapa aku ingin bertemu denganmu secara langsung,” katanya. “Dan kurasa, setelah mendengar apa yang akan kusampaikan, kau akan memahami mengapa aku tidak ingin menunggu sampai besok.”Laticia membalas tatapannya tanpa berkedip.“Kalau begitu, katakanlah.”Sang kaisar menyandarkan tubuhnya dengan tenang, seolah hendak memulai percakapan biasa. Namun, sorot matanya menunjukkan bahwa pembicaraan malam itu jauh lebih penting daripada sekadar kunjungan

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 297

    Laticia mengamati wajahnya, lalu mengusap punggung tangannya sekali lagi."Terima kasih.”Lereg tidak membalas senyuman Laticia. Ia akan menjaga rahasia kehamilan itu dan melindungi wanita tersebut, tetapi ia masih takut suatu hari nanti Laticia tidak lagi membutuhkannya.Sementara Laticia menggenggam tangannya tanpa menyadari keraguan yang dipendam pria itu. Baginya, kehamilan ini hanyalah persoalan lain yang harus diselesaikan dengan hati-hati. Namun, bagi Lereg, anak itu adalah harapan bahwa suatu hari nanti Laticia akan memilih untuk tetap berada di sisinya, bukan karena keadaan, melainkan karena wanita itu benar-benar menginginkannya.“Ngomong-ngomong, Kaisar Kekaisaran Barat ingin bertemu denganmu. Kau bisa pergi sekarang?”Laticia menatapnya. “Aku pergi.”Jawaban itu keluar begitu cepat hingga Lereg sempat tertegun. Ia bahkan belum sempat menjelaskan lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut, tetapi Laticia sudah menyetujuinya tanpa bertanya apa pun.“Kau mau pergi sekarang?” ta

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 296

    Lereg terdiam.“Tolong pikirkan keadaan kita sekarang.” Laticia menatapnya dengan tenang, tidak menunjukkan kemarahan ataupun berusaha menghindari persoalan yang sedang mereka bicarakan. “Aku masih menjadi istri Carsein. Aku masih Ratu Ascham, dan sampai saat ini, ada banyak hal yang belum kuselesaikan. Jika kehamilan ini diketahui orang lain, menurutmu apa yang akan terjadi?”Lereg tidak menjawab.Ia tentu mengetahui risikonya. Apabila kabar tersebut tersebar, kedudukan Laticia akan berada dalam bahaya. Orang-orang di istana tidak akan tinggal diam begitu mengetahui bahwa Ratu mereka mengandung anak dari pria lain.Bahkan sebelum mereka sempat memikirkan cara menghadapi persoalan itu, musuh-musuh Laticia bisa memanfaatkan kehamilannya untuk menghancurkan semua yang telah dibangunnya.Dan bukan hanya Laticia yang akan terkena dampaknya. Anak mereka pun akan menjadi sasaran berbagai kepentingan politik yang tidak pernah dimintanya.“Aku baru saja mengetahui kehamilan ini. Aku sendiri m

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 295

    Laticia tertegun mendengar pertanyaan itu, ia hanya menatap Lereg tanpa mengatakan apa pun, seolah sedang memastikan bahwa pria di hadapannya benar-benar baru saja menanyakan hal tersebut. Genggaman tangannya perlahan mengendur, sementara senyum yang sebelumnya menghiasi bibirnya menghilang sepenuhnya.“Kau menguping?”Lereg tidak menjawab pertanyaan itu. Wajahnya masih terlihat muram, dan tatapan birunya tertuju lurus kepada Laticia, seakan ia tidak ingin membiarkan wanita itu mengalihkan pembicaraan dengan hal lain.“Tidak penting apakah aku menguping atau tidak.” Suaranya terdengar lebih keras daripada yang ia maksudkan, tetapi ia tidak berusaha memperbaikinya. “Jawab saja pertanyaanku.”Laticia terdiam.Ia bisa melihat ada sesuatu yang berbeda pada diri Lereg. Pria itu tampak gelisah, bahkan jauh lebih gelisah daripada ketika mereka menghadapi persoalan politik yang mengancam kedudukan mereka. Ada ketegangan di rahangnya, dan jemari yang tadi digenggam Laticia kini mengepal seolah

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 5

    Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 3

    “Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 2

    Langkah kaki Carsein menjauh tanpa ragu, gema sepatunya perlahan menghilang di balik lorong istana. Pintu ruang makan tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu berat.Laticia tetap duduk di kursinya, punggungnya masih tegak seperti seorang ratu, namun napasnya perlahan terlepas. Ia memejamk

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 1

    “Aku setuju bercerai.”Suara itu memecah keheningan ruang makan yang luas, menggema di antara dinding marmer dan langit-langit tinggi yang biasanya terasa begitu megah.Laticia Valcren de Ascham, Ratu Kekaisaran Ascham, duduk dengan punggung lurus. Tatapannya terarah lurus ke depan, pada suaminya—Ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status