Share

Ambisi Flora

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-10-29 23:00:24

Apakah Mareeq sedang mempertimbangkan Claudia untuk proyek baru itu? Atau ada hal lain yang berkaitan dengan perempuan tersebut? Ada sedikit rasa cemburu, tapi dia tidak bisa mengungkapkannya.

Naomi pun mengalihkan pandangan sebelum Mareeq sempat menyadari bahwa ia sedang diperhatikan.

"Untuk saat ini, itu saja," kata Mareeq. "Kalian bisa kembali bekerja."

Anggota tim mulai membubarkan diri. Flora berjalan berdampingan dengan Naomi menuju meja mereka.

"Proyek baru

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Ambisi Flora

    Apakah Mareeq sedang mempertimbangkan Claudia untuk proyek baru itu? Atau ada hal lain yang berkaitan dengan perempuan tersebut? Ada sedikit rasa cemburu, tapi dia tidak bisa mengungkapkannya.Naomi pun mengalihkan pandangan sebelum Mareeq sempat menyadari bahwa ia sedang diperhatikan."Untuk saat ini, itu saja," kata Mareeq. "Kalian bisa kembali bekerja."Anggota tim mulai membubarkan diri. Flora berjalan berdampingan dengan Naomi menuju meja mereka."Proyek baru lagi," gumam Flora sambil menghela napas. "Aku bahkan belum selesai memikirkan bagaimana caranya bertahan sampai peluncuran produk."Naomi tertawa kecil. "Kita belum tahu proyeknya. Mareeq bilang itu akan dimulai setelah proyek dengan Gigantic selesai""Itu justru yang membuatku khawatir. Kalau Mareeq yang memimpin, aku yakin standar kerjanya akan tinggi.""Itu benar juga." celetuk Naomi."Tapi, aku ingin ikut dalam project itu." ujar Flora terdengar bersemangat. "Sep

  • Bilur Bulir Bertaut   Project Baru

    Senin pagi, suasana ruang marketing terasa lebih sibuk dari biasanya. Sejak pukul sembilan, beberapa manajer dari berbagai divisi sudah meninggalkan ruangan untuk menghadiri rapat bersama jajaran atasan. Mareeq dan Rahaal termasuk di antara mereka. Keduanya membawa berkas masing-masing, sementara anggota tim marketing yang lain tetap berada di ruangan untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.Naomi duduk di depan komputernya, meninjau kembali dokumen yang harus diselesaikan sebelum peluncuran produk baru bersama Gigantic. Sesekali, ia membuka pesan dari tim terkait untuk memastikan tidak ada perubahan jadwal yang terlewat. Di meja sebelahnya, Flora sedang berbicara dengan salah satu staf mengenai materi promosi.Sementara itu, kursi Claudia masih kosong. Naomi sempat melirik meja perempuan itu. Ia tahu bahwa Claudia harus kontrol karena punggungnya bermasalah akibat kecelakaan. Namun, Naomi tidak tahu apakah sakit Claudia kali ini berkaitan dengan kondisinya yang itu

  • Bilur Bulir Bertaut   Nostalgia

    Ami menggenggam gelasnya dengan kedua tangan."Aku tahu perjodohan bukan jaminan bahwa dua orang akan bahagia. Aku ingin menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh."Naomi mengangguk. "Yang penting kamu bahagia."Ami menatap sahabatnya beberapa saat sebelum tersenyum. "Kamu juga harus bahagia."Naomi terdiam.Ami melanjutkan dengan suara yang lebih lembut. "Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah memiliki pacar?" tanya Ami. "Aku dengar kamu bekerja di perusahaan lain daripada perusahaan keluargamu."Naomi menurunkan pandangannya. Ada begitu banyak hal yang bisa ia ceritakan kepada Ami, termasuk hal-hal yang selama ini hanya berani ia bicarakan dengan Vino. Naomi menghela napas."Ada banyak hal yang terjadi."Ami mengangguk, lalu menggeser duduknya agar menghadap Naomi sepenuhnya. "Kalau begitu, ceritakan."Naomi memandang sahabatnya. Untuk pertama kalinya sejak Ami datang, ia tidak lagi memikirkan betapa singkatnya waktu y

  • Bilur Bulir Bertaut   Perjodohan

    Naomi menoleh. "Apa?"Ami meletakkan gelasnya di atas meja. Ekspresinya berubah sedikit lebih serius."Aku pulang kali ini bukan untuk liburan.""Oh?""Aku pulang untuk bertunangan."Naomi membeku. Beberapa detik berlalu sebelum ia berkedip, seolah memastikan bahwa ia tidak salah mendengar. Dia menatap tajam ke arah sahabatnya itu."...Apa?"Ami mengangguk untuk menghilangkan keraguan Naomi. "Aku akan bertunangan."Naomi meletakkan minumnya ke meja."Tunggu. Tunggu dulu." Naomi mengangkat tangan, meminta Ami berhenti bicara. "Kamu pulang setelah sekian lama, tiba-tiba muncul di rumahku, lalu bilang kamu mau bertunangan?"Ami menahan tawa melihat ekspresi sahabatnya."Kalau kamu mengatakannya seperti itu, kedengarannya memang agak mengejutkan.""Agak mengejutkan?" Naomi menatapnya tidak percaya. "Ami, kamu mau bertunangan!""Iya.""Dengan siapa?" tanya Naomi kemudian.Ami terdiam

  • Bilur Bulir Bertaut   Ami

    Pagi harinya, sebuah pesan dari Ami masuk ke ponselnya. Sahabat lamanya itu mengingatkan bahwa mereka seharusnya bertemu hari ini. Mereka sempat membicarakan kemungkinan bertemu di apartemen Naomi. Tetapi, karena Naomi sedang berada di rumah, akhirnya mereka sepakat bertemu di sana saja.Naomi sendiri tidak keberatan. Justru ada sesuatu yang terasa menyenangkan dari gagasan bertemu Ami di rumah masa kecilnya. Tempat itu menyimpan banyak kenangan mereka, sejak masa sekolah hingga sebelum Ami pergi ke luar negeri. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu secara langsung.Selama ini, mereka hanya mengandalkan pesan singkat dan panggilan video untuk bertukar kabar. Itu pun tidak selalu bisa dilakukan sesering yang mereka inginkan karena kesibukan dan perbedaan waktu. Karena itulah, ketika Ami mengatakan akan datang, Naomi tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.Siang hari, bel rumah berbunyi. Naomi segera berjalan menuju pintu karena tahu siapa yang akan datang. Beg

  • Bilur Bulir Bertaut   Potongan Gyoza Terakhir

    Naomi mengaduk kuah udonnya perlahan, meskipun ia belum berniat mengambil suapan berikutnya. Dia masih mempersiapkan keberaniannya untuk cerita selanjutnya. Dia harus mengatakan tentang rencana Mareeq mengajaknya ke Turki. Naomi ingin kakaknya tahu semuanya."Mareeq mengajakku pergi ke Turki." ujar Naomi kemudian.Vino menghentikan gerakan tangannya."Turki?""Iya." Naomi mengangguk.Vino tidak langsung memberikan tanggapan. Ia meletakkan sumpitnya, lalu menyandarkan punggung ke kursi."Kenapa dengan Turki?""Di sana anak dan istrinya tinggal." jawab Naomi."Kamu mau pergi?" tanya Vino penasaran.Pertanyaan itu membuat Naomi terdiam."Nona belum tahu."Apa tujuannya mengajakmu pergi ke negara di mana istri dan anaknya tinggal?" tanya Vino. "Dia tidak sedang menjadikanmu tameng untuk mengakhiri hubungannya dengan istrinya bukan?" ujar Vino memastikan.Naomi sedikit membelalak. Dia tampak terkejut deng

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status