Compartir

Kejujuran

Autor: NaoMiura
last update Fecha de publicación: 2026-10-22 20:00:43

"Bagaimana pekerjaanmu? Kapan kamu akan kembali ke kantor?" tanya Vino kemudian.

Vino berusaha membuat suasana seperti biasanya. Ia tidak ingin Naomi merasa bahwa ajakan itu muncul karena dirinya baru saja menyebut nama Alina. Namun, ia juga tidak ingin membiarkan adiknya sendirian dengan pikiran-pikiran yang mungkin muncul setelah percakapan tadi.

"Lancar." jawab Naomi singkat. "Bahkan jika Nona dipecat, Nona akan cari tempat kerja lain." lanjutnya.

"Benci sekali kamu de

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bilur Bulir Bertaut   Kejujuran

    "Bagaimana pekerjaanmu? Kapan kamu akan kembali ke kantor?" tanya Vino kemudian.Vino berusaha membuat suasana seperti biasanya. Ia tidak ingin Naomi merasa bahwa ajakan itu muncul karena dirinya baru saja menyebut nama Alina. Namun, ia juga tidak ingin membiarkan adiknya sendirian dengan pikiran-pikiran yang mungkin muncul setelah percakapan tadi."Lancar." jawab Naomi singkat. "Bahkan jika Nona dipecat, Nona akan cari tempat kerja lain." lanjutnya."Benci sekali kamu dengan kantor yang menghasilkan uang untuk kakak?""Nona nggak benci ya!" sanggah Naomi. "Jika Nona masih dapat aliran dana dari situ dengan tidak bekerja, kenapa Nona harus repot-repot bekerja di sana?""Kenapa repot-repot menghasilkan uang untuk perusahaan lain daripada perusahaan sendiri?" Vino berusaha membalik kata-kata adiknya.Naomi merasa tidak mampu membalas. Dia hanya memajukan bibirnya dengan kesal. Vino pun mengusap kepala adiknya."Kakak tidak akan memaksam

  • Bilur Bulir Bertaut   Perhatian Seorang Kakak

    Vino tidak langsung menjawab. Dia memperhatikan Naomi sejenak, seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Ia tahu ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum menjawab pertanyaan sederhana itu, terutama karena nama yang akan disebutnya bukanlah nama yang mudah diterima Naomi.Vino menghampiri adiknya dan mengecup ubun-ubun adiknya sebelum duduk di sebelahnya."Mengantar Alina."Naomi berkedip. Ekspresi Naomi tidak banyak berubah. Ia hanya mengangguk kecil, lalu kembali melihat televisi."Oh."Satu kata itu membuat Vino justru semakin memperhatikan adiknya. Dulu, mendengar nama Alina saja sudah cukup membuat Naomi kesal. Naomi merasa Alina mengambil kakaknya, mengubah kebiasaan mereka, dan membuat Vino tidak lagi selalu tersedia untuknya. Pertengkaran mereka mengenai hubungan itu pernah berlangsung cukup lama, sampai Vino harus berhati-hati setiap kali ingin menghabiskan waktu bersama Alina.Sekarang Naomi tidak lagi melarang mereka berpacaran.

  • Bilur Bulir Bertaut   Kembali Ke Rumah

    Paginya, Naomi bangun dengan suasana hati yang jauh lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Bahkan sebelum membuka mata sepenuhnya, ia sudah tersenyum sendiri. Ingatan tentang kejadian semalam datang begitu saja.Mareeq duduk di sampingnya, percakapan mereka tentang perasaan yang selama ini berusaha ia tahan, ciuman yang begitu tiba-tiba, hingga bagaimana mereka akhirnya terjatuh ke lantai bersama kepingan-kepingan puzzle yang berserakan. Dan tentu saja, pengakuannya sendiri.Mengingat semua itu, Naomi langsung menarik selimut sampai menutupi separuh wajahnya."Ya ampun..."Ia berguling ke sisi tempat tidur, lalu membenamkan wajah ke bantal. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti itu dengan begitu berani? Lebih memalukan lagi, ia bukan hanya mengatakannya sekali. Ia mengatakannya sambil memeluk Mareeq erat-erat, seolah pria itu bisa menghilang jika ia melepaskannya.Semakin Naomi berusaha menghilangkan rasa malu, semakin jelas pula ingatan tent

  • Bilur Bulir Bertaut   Langkah Selanjutnya

    Mareeq sempat berusaha menopang tubuhnya dengan satu tangan, tetapi gerakan Naomi yang begitu mendadak membuat mereka tetap terguling ke atas karpet. Beberapa kepingan puzzle terlempar dari meja. Ada yang meluncur ke bawah sofa, ada pula yang berserakan di sekitar mereka. Kotak puzzle terbalik. Gambar rumah kecil dengan taman bunga yang hampir selesai kini kehilangan susunannya, kepingan-kepingannya bertebaran di lantai.Untuk beberapa saat, tidak ada yang bergerak. Mareeq terbaring telentang dengan Naomi memeluknya erat. Satu lengannya masih menyangga tubuh agar Naomi tidak terbentur meja. Sedangkan tangan lainnya secara refleks melingkari punggung perempuan itu."Aku menginginkanmu."Mareeq terdiam. Ia menunduk, mencoba melihat wajah Naomi yang tersembunyi di dekat bahunya. Naomi justru semakin erat memeluknya. Kemudian ia tersenyum kecil mendengar hal yang selama ini dia tunggu.Beberapa detik berlalu sebelum Naomi akhirnya mengangkat wajah. Rambutnya

  • Bilur Bulir Bertaut   Keputusan

    Mareeq menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat. Tidak banyak, hanya cukup untuk membuat jarak di antara mereka terasa berbeda.“Aku tidak merasa bersalah karena ingin menyentuh rambutmu,” lanjutnya. “Aku tidak merasa bersalah karena ingin duduk lebih lama di sini. Dan aku tidak merasa bersalah karena setiap kali melihatmu, aku ingin lebih dekat.”Naomi merasakan jantungnya mulai berdebar lebih cepat. Naomi membuka mulut, tetapi tidak segera menemukan jawaban. Ia bisa saja meminta Mareeq menjauh. Bisa saja mengakhiri percakapan ini sebelum dirinya semakin kehilangan kendali. Namun, ia tidak ingin Mareeq menjauh. Yang ia inginkan justru bertentangan dengan peringatannya sendiri.Naomi menunduk, memainkan ujung jarinya. Dia tidak bisa membairkan ini terlalu jauh. Dia juga menginginkannya, tapi dia juga takut."Kita tidak bisa melewati batas lagi." ujar Naomi kemudian.Mareeq terdiam beberapa saat. Kemudian ia berkata, "Aku suka

  • Bilur Bulir Bertaut   Keberanian

    “Aku bahkan tidak melakukan apa-apa.” ujar Mareeq dengan tenang.Kali ini, Naomi membeku sesaat. Mareeq memperhatikan perubahan sikapnya, tetapi tidak berkomentar. Ia hanya kembali menyusun puzzle, membiarkan keheningan di antara mereka terasa nyaman.Mareeq kemudian menyandarkan satu tangan di atas meja dan menatap Naomi dengan ekspresi yang sulit dibaca. “Baiklah, apa yang harus aku lakukan?”Naomi langsung menyesali kalimatnya sendiri. Dia kembali menghadap meja. Ia meraih beberapa kepingan sekaligus, berharap Mareeq akan membiarkannya menyelesaikan puzzle dengan tenang. Namun, pria itu tampaknya belum berniat mengalah.“Naomi.” panggil Mareeq.“Apa?”“Bisakah kamu melihatku?” pinta Mareeq.Dengan enggan, Naomi menoleh. Mareeq menatapnya tanpa senyum kali ini. Tatapannya tenang, tetapi ada sesuatu yang berbeda di sana. Sesuatu yang membuat Naomi mendadak lupa bahwa beberap

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status