Share

Bab 350

Penulis: macaroonie
last update Tanggal publikasi: 2026-10-27 19:18:06

“Beneran kita nyamperin Vino pakai beginian?” Bita menatap tak yakin sekumpulan penggemar Vino yang berkumpul di hadapannya.

Kelima orang itu serempak menoleh, menghentikan kegiatan masing-masing untuk menatapnya.

“Emang kenapa, Ta?” tanya Dina yang tengah mematut diri di depan cermin berdiri.

“Errr ...” Bita bahkan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pemandangan di kamar Dina yang kini menjadi titik kumpul mereka.

Bagaimana tidak?
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Yunifarisqy
kenapa bita di bikin se rondom ini sih,,,,lau memang mau ngasih kejutan ma vino kenapa ga di bikin yang elegan,,,,pas vino dapat awards gitu trus bita datang bawa bunga dandan cantik,,,ga di bikin alay gini,,,, please lah sebelum terlanjur batalin bita ikut ke lokasi ma fansbasenya
goodnovel comment avatar
Novi
Min janji lu cuma sampe 350 episode tamat kenapa ini belom🫠...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 375

    Bita sudah menyiapkan semangkuk popcorn dan sepiring kentang goreng di atas meja ruang tengah. Sebotol cola juga sudah dibuka dan diletakkan di sampingnya. Malam ini, ia sengaja tidak ingin melewatkan satu detik pun dari acara penghargaan yang sedang disiarkan langsung di televisi. Terlebih, Vino menjadi salah satu nominator yang akan membawa pulang penghargaan malam itu. Sejak acara dimulai, Bita sudah duduk nyaman di sofa dengan perhatian tertuju pada layar. Sampai akhirnya, kategori Aktris Terfavorit diumumkan. Bita sempat ikut memperhatikan video para nominasi, tetapi ekspresinya langsung berubah ketika nama Tamara diumumkan sebagai pemenang. Perempuan itu mendengus pelan. “Ck.” Ia mengambil sepotong kentang goreng, lalu memasukkannya ke mulut dengan sedikit kesal. Bukan berarti ia tidak mengakui kemampuan Tamara. Hanya saja, melihat perempuan itu kembali

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 374

    Vino langsung tersadar begitu menyadari salah satu rekan kerja Bita sedang menatap ke arahnya. Dengan gerakan cepat, ia segera menarik kembali tubuhnya ke dalam kamar dan menutup pintu sebelum perempuan itu sempat memastikan apa yang baru saja dilihatnya. Di sisi lain, Dina mengerjapkan mata berkali-kali. Wajahnya tampak tidak percaya, seolah sedang berusaha memastikan bahwa penglihatannya barusan bukan sekadar khayalan. “Gue nggak tahu apa gue cuma halusinasi, tapi tadi gue barusan lihat Vino.” Ucapannya membuat Bita dan Felis yang sedang sibuk mengumpulkan pecahan cangkir serempak menoleh. Bita bahkan langsung membeku. “Di mana?” tanya Felis. “Di kamar Bita.” Felis sontak melepaskan tawanya. “Mana mungkin Vino ada di kamar Bita! Ngehalu pasti lo!”

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 373

    “Bita—”Dina dan Felis baru saja hendak menyapanya ketika Bita buru-buru menutup pintu apartemen.Keduanya terdiam di luar.Sementara itu, Bita langsung berbalik dan bergegas menghampiri Vino yang masih berdiri di dekat meja dapur sambil menikmati kopinya.“Gawat!” serunya dengan napas sedikit memburu. “Ada Dina sama Felis!”Vino menurunkan cangkir dari bibirnya. Ia mengerjap, lalu menatap Bita dengan dahi berkerut. “Siapa mereka?”“Teman kantor aku. Sekaligus admin fanbase kamu! Kalau sampai mereka tahu kamu ada di apartemen aku, bisa langsung heboh se-Indonesia Raya!”Vino menahan senyum melihat kepanikan istrinya.Namun, Bita tidak punya waktu untuk memperhatikan itu. Ia segera merampas cangkir dari tangan Vino dan meletakkannya di atas pantry.“Maka dari itu, kamu harus sembunyi sekarang! Ayo!”Bita langsung menarik tangan Vino, membawanya mondar-mandir di area ruang tengah dan dapur. Semen

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 372

    “Habis ini aku mau mandi, ah,” ucap Bita sembari mengipasi wajahnya dengan balaclava. Lantas perempuan itu teringat sesuatu. “Oh, ya, acara award kamu nanti jam berapa?” tanyanya sambil menoleh kepada Vino. Namun, pertanyaan itu tidak langsung mendapat jawaban. Bita justru mendapati laki-laki di sampingnya sedang menatapnya dengan pandangan setengah melamun. Alisnya bertaut heran. “Kenapa?” Belum sempat Bita mendapatkan jawaban, pintu lift sudah lebih dulu terbuka. Ia pun melangkah keluar, menoleh untuk memastikan Vino mengikutinya. Laki-laki itu masih saja memperhatikannya dengan mulut yang terkunci rapat. Bita hampir membuka mulut untuk bertanya lagi ketika mereka mulai menyusuri lorong menuju unit masing-masing, dengan Vino yang akhirnya menjawab, “Acara utamanya jam delapan. Tapi aku harus udah sampai di sana jam enam. Ada persiapan dulu.”

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 371

    Bita sontak memberontak ketika salah seorang petugas mulai menarik lengannya untuk membawa mereka keluar dari lobi.“Pak, tunggu dulu! Kami bukan perampok!”Namun, petugas itu tidak menghiraukan protesnya. Genggamannya justru semakin erat hingga Bita sedikit tersentak ketika lengannya ditarik.Melihat perlakuan itu, Vino langsung melotot.“WOY! JANGAN KASAR SAMA ISTRI GUE!”Suaranya menggema di lobi, membuat beberapa penghuni yang semula mulai kembali beraktivitas menoleh lagi.“Lepasin istri gue!” Vino meronta, berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman petugas lain yang menahannya dari belakang. “Gue bilang lepasin! Atau gue patahin leher lo sekarang!”“Mas! Tenang dulu!” bentak salah satu petugas.“Gimana gue mau tenang kalau kalian ngasarin istri gue?!”Vino terus berusaha melepaskan diri. Kedua petugas yang menahannya mulai kewalahan menghadapi tenaga laki-laki itu. Sampai akhirnya, dengan satu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 370

    Setelah prosesi akad selesai, Bita dan Vino menghabiskan waktu untuk berfoto bersama keluarga dan penghulu. Beberapa foto formal diambil, disusul foto-foto candid yang dipenuhi tawa dan keisengan Vino yang sesekali membuat Bita salah tingkah.Dari KUA, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Vino. Clara dan Anggun sudah menyiapkan makan siang dengan bantuan Tante Sandra. Berbagai hidangan memenuhi meja makan, membuat suasana rumah terasa semakin hangat ketika kedua keluarga berkumpul untuk merayakan pernikahan mereka.Setelah makan, mereka menghabiskan waktu di ruang keluarga. Obrolan ringan mengalir begitu saja, mulai dari kejadian selama akad hingga rencana kehidupan rumah tangga kedua pengantin baru itu. Sesekali, Bita dan Vino menjadi sasaran godaan keluarga, terutama ketika pembicaraan mulai menyinggung soal cucu.Bita berkali-kali dibuat salah tingkah, apalagi Vino justru menanggapinya dengan santai. Ketika ditanya berapa anak yang mereka inginkan, la

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 6

    "Bita." Ketukan pelan di kaca balkon membuat Bita yang hampir terlelap seketika terjaga. Kamar mereka memang saling berhadapan dengan jarak balkon yang cukup dekat, membuat Vino sering kali menyeberang dengan mudah jika ada perlu. Bita menghela napas, bangkit dari ranjang untuk menggeser pintu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 2

    "Bercinta? Kamu gila?!" Vino tidak langsung menjawab. Laki-laki itu justru mengulurkan tangan, menjepit kedua pipi Bita dengan telapak tangannya yang terasa hangat. "Lo kapan gedenya, sih? Hal begini aja harus dijelasin." Bita menepis tangan Vino dengan gusar. "Nggak usah pegang-pegang!" Vino

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 4

    "Ati-ati, Mas!" Vino berseru pendek sembari melambaikan tangan, menatap sedan hitam Aksa yang mulai bergerak membelah jalanan kampus. Bita yang masih termenung setengah mati akibat pembicaraan tadi hanya sanggup memandangi mobil itu sampai tidak terlihat, lalu melangkah gontai memasuki koridor fa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status