แชร์

Rahu & Si Hacker

ผู้เขียน: Mangata
last update วันที่เผยแพร่: 2024-04-21 11:08:59

“Si–siapa sebenarnya mereka?” Elizabeth harus meletakkan dua orang pria mabuk itu bersama Freya di sofa.

Salah satunya tidak sadarkan diri, tapi yang satunya lagi masih bisa bersuara meski tidak jelas apa yang ia bicarakan. Ia terus bilang bahwa mereka harus ke apartemen untuk menjaga kedua putri Hood. Wajah pria itu tampak memerah. Matanya juga tampak sayup. Saat Freya mendekat untuk menghentikan tingkah konyolnya, ia mencium alkohol yang begitu kematian dari mulutnya.

“Dasar! Apa Alan menja
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   SUPIR TAKSI

    Pablo Hood meninggal pukul sebelas lewat empat puluh dua, di ruang makan berdinding kaca yang sudah tidak punya dinding di dua sisinya.Ia tidak mengucapkan pidato terakhir.Yang ia ucapkan adalah, "Tolong jangan pindahkan ibuku ke tempat yang dingin. Beliau tidak tahan dingin."Serena menggenggam tangannya dan berkata, "Baik, Paman."Lalu pria tua itu memandang ke langit-langit yang bolong, menghela napas panjang seperti orang yang akhirnya boleh duduk setelah berdiri terlalu lama, dan berhenti.***Mereka menguburkannya di laut pukul tiga sore.Bukan karena upacara, tapi karena kapal itu tidak punya pendingin jenazah dan Rhodes City masih dua hari perjalanan.Kat memimpin. Ia sudah melakukannya enam kali sebelumnya untuk awaknya sendiri, dan kalimat-kalimat sambutan saat di pemakaman keluar dengan urutan yang jelas, seakan sudah hafal di luar kepala.Lima perempuan berdiri berjejer di pagar geladak.

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   NAMA YANG DISIMPAN SEBELAS TAHUN

    "Bawa aku." Alan melangkah keluar dari balik sekat baja dengan kedua tangan terangkat setinggi bahu. Dua belas moncong senapan bergerak mengikutinya. "Mas, jangan gitu," ucap Nico sambil menggeleng. "Nanti anak buahku gugup. Mereka masih baru." "Aku ketua Falsehood. Aku yang wajahnya ditempel di seluruh Bayport dengan harga yang sangat mahal." Alan terus melangkah maju. "Bawa aku, dan lepaskan dia." Pemuda itu memiringkan kepalanya, benar-benar mempertimbangkan. Lalu ia menggeleng lagi. "Nggak bisa, Mas." "Kenapa?" "Ayah bilang jangan bawa Mas." Nico mengangkat bahu dengan wajah menyesal. "Katanya belum waktunya." Sesuatu di dalam dada Alan mengeras. "Belum waktunya," ulangnya. "Iya. Katanya Mas masih harus 'matang dulu'." Nico menirukan nada seseorang dengan cukup baik. "Aku juga nggak ngerti maksudnya ap

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   BUKU HITAM

    "Bohong."Alan berdiri dari kursinya begitu keras hingga kursi itu terjungkal ke belakang dan menghantam lantai kayu."Alexander Hood mengangkatku dari reruntuhan rumahku sendiri," ucapnya. "Aku ingat asapnya. Aku ingat tangannya. Aku ingat dia membawaku berjalan tiga kilometer ke jalan besar karena mobilnya tidak bisa masuk.""Semua itu benar," ucap Pablo tenang."Lalu apa maksudmu—""Aku tidak bilang Alexander berbohong padamu. Aku bilang dia menerimamu." Pria tua itu berjalan ke lemari kayu di sisi ruangan, membukanya, dan mengeluarkan sesuatu. "Dua minggu sebelum dia berjalan ke kampungmu, seseorang menghubunginya dan memberitahunya bahwa akan ada anak laki-laki berumur delapan tahun di sana yang layak diambil."Ia meletakkan sebuah buku di atas meja makan.Bukan map. Bukan berkas.Sebuah buku catatan bersampul kulit hitam, tebal, sudut-sudutnya sudah aus, dengan pita pembatas merah yang menjulur keluar dari

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   MEJA UNTUK DELAPAN

    Kapal itu tidak punya nama di lambungnya.Hanya cat putih mulus tanpa satu pun goresan, dan tangga logam yang diturunkan pelan ke arah ‘Ingrid’ dengan bunyi mesin yang halus sekali."Kapten Vasseur." Suara dari pengeras di geladak atas. Suara pria. Tenang. "Terima kasih sudah tepat waktu. Silahkan naik."Kat menoleh ke Alan."Kata terakhir?""Jangan tembak duluan.""Itu bukan kata terakhir yang bagus.""Aku tidak punya yang lebih bagus."Kat menyampirkan senapannya ke punggung."Marta. Kau pegang kemudi. Mesin tetap hidup. Kalau dalam empat puluh menit aku tidak keluar ke geladak dan menggaruk kepalaku, kau bawa ‘Ingrid’ pergi dan hubungi ‘Marlin’.""Siap, Kapten.""Jangan menungguku.""Siap, Kapten."***Geladak kapal pesiar itu lebih luas daripada lantai dasar penginapan mereka di Verdant City.Delapan pria bersetelan gelap berdiri berjajar di dua

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   EMPAT PULUH MIL

    Markas Compagnie Vasseur adalah sebuah gudang dua lantai di ujung dermaga enam, dengan atap seng yang bocor di tiga tempat dan tulisan cat yang sudah mengelupas di dinding luarnya.Di dalamnya, dua puluh dua ranjang susun berjejer rapi seperti barak. Tali, jaring, peti amunisi, dan tiga mesin kapal yang sedang dibongkar berserakan di lantai bawah."Duduk.""Aku tidak perlu—""Duduk," ulang Serena, "atau aku laporkan ke seluruh anak buahmu bahwa kapten mereka takut pada gunting."Katarina Vasseur duduk.Marta, yang berdiri di ujung meja, mengangkat kedua alisnya dan menoleh ke rekan-rekannya dengan wajah takjub."Buka perbannya."Kat membuka lilitan kain kotor di lengan kirinya.Seluruh gudang itu mendadak sunyi.Luka sayat sepanjang dua belas sentimeter membentang dari pergelangan sampai ke siku. Tepinya sudah menghitam di beberapa titik, dan cairan kekuningan merembes pelan dari bagian tengahn

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   KONTRAK

    Dua puluh dua senapan tidak diangkat.Itu yang pertama kali Alan perhatikan.Perempuan-perempuan berompi abu-abu itu berdiri dalam formasi setengah lingkaran dengan jarak antar orang yang rapi, tangan di popor, moncong menghadap aspal. Bukan sikap orang yang akan menembak.Tapi seperti sikap orang yang sedang menunggu perintah, dan yakin perintahnya tidak akan datang buru-buru."Satu miliar," ucap Katarina Vasseur sambil melipat kertas kuning itu dan memasukkannya kembali ke saku rompi. "Kau tahu berapa banyak solar yang bisa kubeli dengan itu?""Aku tidak tahu harga solar.""Seratus empat puluh lima ribu liter." Ia menoleh ke belakang. "Marta, benar tidak?""Seratus empat puluh tujuh ribu liter, Kapten," jawab seorang perempuan bertubuh besar di barisan kedua."Seratus empat puluh tujuh ribu liter." Kat menoleh kembali ke Alan. "Itu satu tahun operasi penuh untuk empat kapal.""Kalau begitu ambil."

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   Menuju Gala Dinner

    Sejak awal, ia telah menghalangi sosok ketua mafia terbesar dan terkaya di negara Megapolis. Bahkan, ia mengatainya dengan kata ‘gembel’!“Tu… Tuan… Maafkan ketidaktahuan saya…” Si pria langsung bersujud memohon ampun. Orang-orang yang ada di sekitar mereka menatapnya dengan aneh. Bagaimana bisa s

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   Kedatangan Sang Legenda

    Alan Dominic turun dari sebuah jet privat yang terparkir di hangar bandara khusus dengan tatapan tajam. Ia berjalan santai dengan setelan baju seadanya tanpa mengenakan aksesoris mewah di tubuhnya. Beberapa jam yang lalu, ia baru saja memakamkan Alexander Hood, guru sekaligus ketua gangster terkena

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   Campville & Ranjang Panas

    “Ini rumah ibumu?” Alan terkejut dengan luasnya rumah ibu seorang artis. Mungkin luasnya bisa disamakan dengan luas lapangan bola. “Dia sangat suka berkebun dan membuat beberapa pendopo. Tidak mungkin, ‘kan aku memberikannya apartemen. Dia mungkin akan menggantung setiap tanaman di setiap sudut ru

  • Bodyguard Tangguh Dan Enam Putri Mafia Seksi   Misi Pertama; Penyelamatan

    “Ini adalah tempatnya.” Dengan mengenakan earphone di telinga, Freya menghubungi lelaki yang sudah berada di belakang gedung tua. Ia pun juga baru tiba di seberang gedung itu. Dengan mobil Alan, ia mendekati pintu masuk gedung yang sudah dijaga oleh para pria berjas hitam. Mereka tampak kaku dan b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status