Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 28 - Pemberkatan 👰‍♀️🤵‍♂️

Share

BAB 28 - Pemberkatan 👰‍♀️🤵‍♂️

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-05-09 08:20:57
Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah kaca patri patri berwarna-warni di Gereja Katedral Jakarta, menciptakan pendar cahaya yang magis di atas altar.

Di tengah keagungan arsitektur neo-gotik itu, suasana hening menyelimuti setiap sudut ruangan. Aroma harum bunga lili dan mawar putih bercampur dengan aroma lilin yang terbakar, menambah kekhusyukan prosesi pemberkatan Sean Narendra dan Fara Salsabila.

Saat melangkah menuju altar sambil menggandeng tangan Fara erat-erat, Se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (19)
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
wah bahaya ini. semoga aja Fara gk kena amukan Bella
goodnovel comment avatar
Arz Kaf
waduh apa Bella mau blas dendam. karna dicampakan Sean?
goodnovel comment avatar
ganispgr57
badai rumah tangga mereka akan dimulai
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 157 - Kabar

    Suasana koridor rumah sakit terasa mencekam saat Sean dipindahkan ke ruang pemeriksaan. Setelah hampir satu jam diperiksa secara intensif dan diberikan infus vitamin serta penguat lambung, dokter keluar dari ruangan dengan senyum tipis yang membingungkan keluarga Narendra. Mama Sarah langsung menghampiri dokter tersebut dengan raut cemas. "Gimana keadaan anak saya, Dok? Apa asam lambungnya parah banget sampai pingsan begitu?" Dokter terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala. "Ibu, Bapak, tidak perlu khawatir berlebihan. Kondisi Pak Sean memang melemah karena dehidrasi dan tidak ada asupan makanan yang masuk. Tapi pencetus utama rasa mual, pusing, dan muntah-muntahnya bukan semata-mata karena maag." Semua orang di koridor itu saling pandang, bingung. "Lalu karena apa, Dok?" tanya Papa Narendra menyela. "Dalam dunia medis, ini dinamakan Couvade Syndrome atau sindrom kehamilan simpatis," jelas dokter dengan ramah. "Ini kondisi unik di mana calon Papa ikut merasakan gejala fisi

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 156 - Sean, Tumbang

    Baru satu minggu Far pergi meninggalkan rumah, tetapi kondisi Sean sudah berantakan layaknya kapal pecah. Pria tegap yang biasanya tampil rapi dan berwibawa itu kini terlihat mengenaskan. Lingkaran hitam menggelap di bawah matanya, surainya yang kusut, dan wajahnya sangat pucat. Melihat keadaan yang kian tidak terkendali, Mama Sarah, Papa Narendra, Sella Narendra, beserta suaminya, Alex Wiharja dan anak mereka, akhirnya memutuskan untuk turun tangan mendatangi rumah tersebut. Sesampainya di rumah Sean yang terasa dingin dan sepi, Papa Narendra yang sudah sangat merindukan cucunya langsung berniat menyandak Sefan ke dalam dekapan. Namun, Alex menahannya dengan lembut dan meminta keponakannya itu dari sang mertua untuk membawanya bersama putranya sendiri naik ke kamar bermain milik Sefan yang berada di sudut ruang tamu. "Sefan main sama Adik, mau?" tanya Alex dengan suara yang sangat ceria, berusaha menetralisir suasana agar keponakannya itu tidak merasa takut atau canggung kare

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 155 - Aku Butuh Waktu

    Hari itu, untuk pertama kalinya setelah sekian banyak drama, Sean mengalah pada egonya. Pria itu memutuskan membatalkan seluruh jadwal rapat penting di kantor demi mengantar Sefan mengikuti lomba mewarnai di sekolah. Namun, kepergian mereka pagi itu diwarnai keheningan yang mencekam. Farah menolak ikut. Wanita itu memilih berdiam diri di rumah, mematuhi aksi mogok bicaranya dan membiarkan Sean pergi hanya berdua bersama putra mereka. Di sekolah, acara berjalan begitu lancar. Sean duduk di kursi kayu kecil di samping Sefan, mengamati jemari mungil putranya yang dengan teliti menggoreskan krayon di atas kertas. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, Sean benar-benar hadir. Ia melihat betapa matanya yang berbinar penuh kebanggaan saat panitia mengumumkan Sefan Narendra sebagai Juara Pertama. Piala setinggi dada Sefan terangkat tinggi dalam genggaman mungil bocah itu. "Papa! Kita kasih piala ini ke Mama, ya? Mama pasti senang banget!" seru Sefan di sepanjang jalan p

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 154 - Kesempatan Terakhir, ingat itu Mas.

    "Cuma karena aku sibuk kerja, kamu minta cerai?" tanya Sean.Pria itu seolag tidak percaya, istrinya yang terkenal pengertian dan juga sabar bisa sampai ke titik ini. lelah dan capek dengan dirinya, berarti apa yang sudah ia lakukan sangatlah fatal. Farah tertawa sumbang, sebuah tawa dingin tanpa sedikit pun rasa humor yang membuat bulu kuduk berdiri. Ia menatap pria di hadapannya—pria yang dulu berjanji akan selalu ada, namun kini bertransformasi menjadi sosok asing yang hanya menumpang tidur di rumah mereka. "Cuma karena kamu sibuk?" bisik Farah, suaranya pelan namun sarat akan kelelahan mendalam. "Kamu pikir ini cuma soal sibuk, Mas? Ini soal kamu yang nggak pernah ada. Sefan menangis setiap malam, nyariin papanya sebelum tidur. Pagi hari pas dia bangun, kamu udah gak ada. Dia pikir papanya udah gak sayang lagi sama dia!" Fara melangkah maju, memangkas jarak dan menunjuk map cokelat itu dengan tegas. "Aku cape mengemis perhatian kamu. Aku cape dengar janji-janji manismu yang s

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 153 - Di Antara Waktu dan Menyerah

    Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian Mama Sarah mengawasi Sean supaya tidak melakukan hal gila lagi. Yaitu, menghajar menantunya diatas ranjang. Akhir-akhir ini, Sean kembali ke setelan lamanya. Pria itu selalu pulang kerja di atas jam sebelas malam. Pintu rumah berderit pelan di kegelapan malam, menyambut langkah gontai Sean yang melepas sepatu dalam diam. Di ruang tengah, Farah sering kali terbangun, duduk menatap layar televisi yang mati dengan dada disesaki kejengkelan yang makin menumpuk. Pria itu tidak lagi memiliki waktu, tidak hanya untuknya, tetapi juga untuk putra kecil mereka. Tidak cukup dengan pulang hampir tengah malam, Sean juga selalu berangkat ke kantor pagi-pagi sekali. Sebelum sang surya benar-benar terbit dan sebelum putra mereka sempat membuka mata, Sean sudah rapi dengan kemeja kerjanya dan menghilang di balik pintu. Akibatnya, Sefan sering merengek menangis di pelukan mamanya. Bocah kecil itu rindu. Setiap kali hendak tidur malam, papanya belum pula

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 152 - Kasihan Sekali

    Pintu kamar tamu akhirnya terbuka setelah hampir empat puluh lima menit Mama Sarah menyemburkan nasehat panjang lebar mengenai etika hingga pentingnya rasa kemanusiaan seorang suami terhadap istrinya. Sean keluar lebih dulu dengan rambut yang masih agak acak-acakan dan kaos oblong hitam yang baru sempat ia sambar. Wajahnya menekur dalam, sudut bibirnya tertekuk ke bawah persis anak kecil yang baru saja disita mainannya. Di belakangnya, Mama Sarah berjalan dengan langkah mantap, dagu terangkat, dan sepasang mata tajam yang siap mengawasi setiap gerak-gerik putra sulungnya. Keputusan Mama Sarah sudah bulat, ia tidak akan pulang malam ini. Ia memilih memantau langsung rumah ini demi memastikan Sean tidak melakukan aksinya lagi. *"Diberi kesempatan menitipkan anaknya sebentar untuk menjalankan misi negara, malah menghajar istrinya habis-habisan di atas ranjang. Kurang ajar memang!"* maki Mama Sarah berulang kali di dalam hatinya, merasa gemas pada kelakuan anak lelakinya yang tida

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status