Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 28 - Pemberkatan 👰‍♀️🤵‍♂️

Share

BAB 28 - Pemberkatan 👰‍♀️🤵‍♂️

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-05-09 08:20:57
Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah kaca patri patri berwarna-warni di Gereja Katedral Jakarta, menciptakan pendar cahaya yang magis di atas altar.

Di tengah keagungan arsitektur neo-gotik itu, suasana hening menyelimuti setiap sudut ruangan. Aroma harum bunga lili dan mawar putih bercampur dengan aroma lilin yang terbakar, menambah kekhusyukan prosesi pemberkatan Sean Narendra dan Fara Salsabila.

Saat melangkah menuju altar sambil menggandeng tangan Fara erat-erat, Se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Masruroh Masruroh
kan,,kan,,baru juga mode tenang udh da peringatan dri bella
goodnovel comment avatar
Kim Chie
wah, hati-hati Sean, Fara, ada seekor mantan yang siap mengganggu kalian.. dendam bisa membuat seorang manusia bertingkah seperti bin4t4ng..
goodnovel comment avatar
Kim Chie
wah.. akhirnya Sean & Fara sah menjadi suami istri.. 🥹
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 86 - Ekhem 🌚

    Cahaya lampu meja yang temaram membasuh kamar itu dengan warna keemasan yang lembut, menciptakan bayangan panjang di dinding. Di luar, suara rintik gerimis air bersahutan dengan angin malam yang berdesir pelan di sela-sela jendela. Namun, suasana tenang itu tidak sepenuhnya hinggap di atas tempat tidur berukuran *king size* yang mereka tempati. Sean bergerak gelisah. Ia membalikkan tubuh ke arah kanan, menarik selimut hingga ke pinggang, lalu sedetik kemudian berpindah ke arah kiri dengan dengusan tertahan. Suara gesekan sprei dan napasnya yang tidak beraturan memecah kesunyian. Fara, yang sedari tadi mencoba memejamkan mata, akhirnya menghela napas panjang. Ia menoleh, menatap punggung suaminya yang masih terus bergerak resah. Rasa tidak enak menyelinap di hatinya, ia tahu benar apa yang mengganggu pikiran suaminya itu. "Kenapa?" suara Fara memecah keheningan, lembut namun tegas. Sean menghentikan gerakannya, Ia terdiam sejenak sebelum perlahan berbalik menghadap istrinya.

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 85 - Kangen, katanya

    Pukul satu siang, matahari Jakarta sedang terik-teriknya, memantulkan cahaya menyilaukan pada kaca-kaca gedung pencakar langit. Sean melangkah keluar dari lobi kantor dengan napas lega. Pekerjaan hari ini terasa lebih ringan dari biasanya, atau mungkin karena pikirannya sudah lebih dulu sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, ia tidak menunggu Alex. karena suami dari adiknya itu hari ini masih harus berkutat dengan tumpukan dokumen di ruang kerja Papa Narendra. Alex memang sedang dalam masa pembuktian untuk proyek besar perusahaan Papa Narendra. Sementara Sean, setelah menyelesaikan kewajibannya memilih untuk tidak membuang waktu dan memilih untuk pulang. Baginya, satu jam lebih awal di rumah jauh lebih berharga daripada satu jam tambahan di kantor yang hanya akan menguras energi dan emosinya semakin banyak. Sepanjang perjalanan pulang, ia hanya ditemani oleh alunan musik radio yang pelan dan lamunan tentang Fara, istriinya. Sean sesekali tersenyum sendiri saat mengingat obrola

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 84 - Yoga bersama mama Sarah dan Sella

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Fara yang masih terlelap. Sean sudah bangun lebih awal, Pria itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang sudah terpasang sempurna, namun dasinya masih dibiarkan menggantung longgar di kerah. Sean duduk di tepi ranjang, memandangi istrinya yang masih terlelap dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak semalam. Pikiran Sean pagi ini sudah terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tumpukan rapat penting di kantor yang tidak bisa ditinggalkan, namun di sisi lain, ia tidak ingin melewatkan jadwal rutin kesehatan istrinya. Tadi malam, ia telah menemukan sebuah modul latihan yoga pranatal yang dirancang khusus untuk ibu hamil di trimester akhir. Baginya, kebugaran Fara dan kenyamanan sang buah hati adalah prioritas utama. "Sayang, bangun..." bisik Sean lembut, menyentuh pundak Fara. Fara menggeliat pelan, matanya terbuka dengan sisa kantuk yang masih kentara. "Sudah pagi, Mas?" "Sudah. Aku harus segera ke kantor untuk urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 83 - Obrolan Sean & Sean Jr

    Suasana kamar Sean di rumah mama papanya sangat tenang. Cahaya lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lembut di dinding, memberikan kesan hangat yang kontras dengan hiruk-pikuk pesta pengumuman jenis kelamin pewaris baru keluarga Narendra yang baru saja selesai beberapa jam lalu. Bunga-bunga segar sisa dekorasi masih menyisakan aroma harum yang samar di sudut ruangan. Fara dan Sean sedang berbaring santai di atas ranjang king size dengan seprai sutra yang halus. Namun, alih-alih beristirahat setelah hari yang panjang, Sean justru masih duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah MacBook Pro berada di pangkuannya, layarnya yang terang memantulkan cahaya ke wajahnya yang tampak serius sekaligus antusias. Fara, yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka kelopaknya. Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuknya. Ia miring ke samping, mencoba mengintip apa yang sedang dikerjakan sang suami. Ternyata, layar itu tidak menampilkan laporan bisnis atau grafik saham yang biasanya me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 42 - Pendarahan

    Deburan ombak Nusa Penida perlahan menjauh, menyisakan memori manis yang sempat mereka ukir di pulau karang tersebut. Namun, perjalanan harus terus berlanjut, Sean membawa Fara kembali ke villa mereka di Bali. Agenda hari itu cukup padat namun santai, mengemas pakaian dan membereskan seluruh baran

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 41 - Last Day in Bali

    Langit pagi di hari terakhir liburan mereka di Bali tampak lebih biru dari biasanya. Angin laut yang berembus pelan seolah ikut menenangkan suasana hati siapa saja yang memandangnya. Namun, berbeda dengan keindahan yang tampak tenang itu, suasana di sekitar villa tempat Sean Narendra menginap justr

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 40 - Baby Moon

    Matahari bahkan belum benar-benar terbit tinggi ketika suara ribut sudah memenuhi rumah megah keluarga kecil Sean Narendra. Sejak pagi, suasana di lantai dua kediaman mereka sudah seperti medan perang kecil. “Mas Sean! Ini koper siapa yang masih kosong?” suara Fara terdengar dari walk in closet me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 38 - 2 orang mencurigakan

    Langkah Sean mendadak terhenti. Wajahnya yang tadi penuh kelembutan langsung mengeras, matanya membelalak menatap layar ponselnya. Perubahan ekspresi Sean yang drastis itu tentu saja tidak luput dari perhatian Fara. "Ada apa, Mas? Siapa yang mengirim pesan tadi?" tanya Fara, kecemasan kembali mer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status