Share

BAB 29

last update publish date: 2026-09-07 23:26:37

Raka terpaku. Tangannya perlahan terangkat menyentuh pipinya yang terasa panas dan berdenyut. Napasnya mulai memburu, sementara otot di rahangnya menegang.

Tamparan Ayumi barusan benar-benar mempermalukannya di depan banyak orang.

"Beraninya kamu..." desis Raka tajam dengan mata memerah.

Namun bukannya ciut, Ayumi justru menyambut tatapan itu dengan dagu terangkat angkuh.

"Seharusnya dari dulu aku melakukanya."

Bella bergegas mendekat dengan wajah panik. "Raka, kamu tidak apa-apa?"

Raka tidak m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 58

    Desi menegang seketika. Ia merasa panik, takut kalau Adrian tahu bahwa dialah yang menampar Ayumi tadi, bisa-bisa uang mahar yang ia harapkan tidak akan pernah ia miliki."Itu..." Desi mencari alasan secepat mungkin. "Ibu hanya ingin memberinya pelajaran, agar bersikap sopan kepada orang tua.”Desi menghela napas, lalu memasang wajah sedih. “Sejak menikah dengan keluarga kaya, dia seperti tidak mau mengakui kami lagi. Dia sudah membuang keluarganya sendiri.”Ia menyeka sudut matanya, tampak seperti sedang menahan tangis. “Lihat saja. Ayahnya masuk rumah sakit, tapi dia tidak peduli.”Ardian menatap mata Ayumi yang basah. "Benar begitu, Ayumi?"Ayumi menggeleng lemah. "Tidak... tidak seperti itu," bisiknya hampir tak terdengar.Ardian kembali menatap kedua orang tua di hadapannya. "Apapun yang istri saya lakukan, saya yakin dia punya alasan kuat untuk itu. Tapi sebagai suaminya..." Ardian jeda sejenak, menekankan setiap kata."...saya jelas tidak terima jika istri saya diperlakukan ka

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 57

    Arman yang sejak tadi terbaring lemah perlahan berusaha bangkit. Dengan susah payah, ia menyandarkan punggung pada bantal. Pandangannya tertuju kepada pria yang berdiri di belakang Ayumi.“Ayumi…” Suaranya lirih. Jari-jarinya yang gemetar menunjuk kearah Adrian. “Siapa pria itu?”Sebelum Ayumi sempat menjawab, Ardian sudah lebih dulu maju satu langkah. Pria itu berdiri tegap tepat di samping Ayumi, membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat.“Perkenalkan, nama saya Adrian. Saya suami Ayumi.”Ruangan itu seketika hening. Arman tertegun. Desi yang duduk di samping ranjang pun tak kalah terkejut, sedangkan Ayumi menoleh cepat ke arah Adrian dengan tatapan tak percaya, jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan itu.'Apa yang dia katakan? Suami?'Ayumi tidak pernah menyangka Adrian akan mengungkapkan pernikahan mereka secara langsung seperti ini. Bukankah sejak awal mereka sepakat untuk merahasiakannya?“Apa maksudmu?” Arman menatap Adrian, lalu mengalihkan pandangannya kepada

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 56

    Mobil mewah itu akhirnya berhenti di pelataran rumah sakit. Namun setelah memarkirkan kendaraannya, mereka tak langsung turun. Ayumi masih terpaku di tempatnya, telapak tangannya terasa dingin sementara jari-jemarinya saling meremas erat, berusaha meredakan kegelisahan yang memuncak.Ia tak tahu apa yang akan dikatakan Adrian nanti. Bagaimanapun juga, ia merasa malu jika pria itu sampai melihat betapa buruknya perlakuan keluarganya selama ini."Ada apa?"Suara berat Adrian mendadak membuyarkan lamunan Ayumi.Ayumi tersentak kecil, lalu buru-buru menggelengkan kepala. "Nggak... nggak apa-apa, Pak," ucapnya lirih, berusaha mengatur nada suaranya agar terdengar biasa saja.Adrian meliriknya sekilas, menyadari keresahan yang tersirat dari raut wajah wanita di sampingnya itu. "Kamu takut mereka bakal memarahimu lagi?" tanyanya tenang seraya melepas sabuk pengaman.Ayumi yang tak ingin terlihat gugup pun memaksakan senyum tipis, meski terasa kaku di wajahnya."Tidak... Ayo kita turun," uca

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 55

    Leo dan Melani buru-buru menegakkan tubuh. Keduanya menundukkan kepala memberi hormat kepada atasan mereka yang kini berdiri tepat di hadapan mereka dengan wajah dingin.“Se... selamat siang, Pak,” sapa Melani gugup. Pelukannya pada tumpukan dokumen di dada mengencang.Adrian menatap mereka bergantian. Keheningan sejenak memenuhi ruangan sebelum akhirnya ia bertanya.“Tidak ada yang mau menjawab?” Suaranya datar, tetapi cukup membuat Melani menelan ludah.“Anu... itu, Pak.... Saya....” Melani tergagap, berusaha menyusun kata-kata di tengah kepanikannya.Ia tahu betul bagaimana watak Adrian. Atasan mereka itu bukan tipe orang yang suka melihat karyawannya bermain-main saat jam kerja. Bahkan kesalahan kecil saja bisa membuat mereka menerima teguran panjang.“Saya ingin mengantarkan dokumen ini, Pak,” lanjut Melani cepat sambil sedikit mengangkat berkas di tangannya.Kali ini, ia tidak sepenuhnya berbohong. Memang itulah tujuan awal kedatangannya, meskipun rasa penasaran telah membuatnya

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Ban 54

    Leo berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Adrian yang tertutup rapat. Pria itu menempelkan telinganya ke daun pintu, berusaha menangkap percakapan yang berlangsung di dalam.Padahal tadi ia sudah berjanji tidak akan ikut campur urusan pribadi atasannya. Namun, rasa penasaran rupanya lebih kuat daripada niat baiknya.Beberapa karyawan yang kebetulan melintas sempat meliriknya dengan tatapan aneh. Namun, Leo sama sekali tidak peduli.Baginya, harga diri bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting sekarang adalah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu.Sayangnya, suara dari dalam terdengar begitu lirih hingga ia hanya bisa menangkap beberapa kata yang tidak jelas. Semakin ia berusaha mendengar, semakin besar pula rasa penasarannya.Bagaimana tidak? Selama bekerja sebagai asisten pribadi Adrian, Leo hampir tidak pernah melihat atasannya itu bersikap begitu perhatian terhadap seorang wanita. Apalagi sampai meminta air dingin dan handuk bersih hanya untuk mengompres waj

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 53

    Ayumi tersentak. Ia menatap Adrian dengan mata membelalak, sementara tangannya berusaha melepaskan cengkeraman pria itu.“Tolong, lepaskan!”Adrian yang sudah bersiap untuk memarahi Ayumi, karena bersikap tidak sopan pun mengurungkan niatnya saat melihat wajah Ayumi yang tampak kacau.Ia menelan kembali kata-kata yang tadi hendak ia ucapkan.Adrian mengembuskan napas panjang. Tanpa banyak bicara, ia menuntun Ayumi menuju sofa di sudut ruangan.“Duduklah di sini.”Ayumi tak menjawab. Ia menurut karena tak ingin berdebat lagi. Bibirnya masih terasa perih setiap kali ia terlalu banyak bicara.Adrian berjalan kembali ke mejanya, lalu menekan tombol interkom yang terhubung langsung dengan asisten pribadinya.Tak butuh waktu lama sampai panggilan itu tersambung.“Bawakan air dingin dan handuk bersih ke ruanganku,” perintahnya singkat.Beberapa menit kemudian, pintu diketuk. Seorang pria berpenampilan rapi masuk membawa baskom berisi air dingin dan handuk. Namanya Leo, asisten pribadi Adrian

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status