LOGINDel Rio Siblings 3: Andrea Mikaela S. Del Rio WARNING: (R-18+). This story contains strong language and scenes of explicit violence. Also, this is a work of fiction. Any resemblance to actual person, living or dead, or actual events is purely coincidental. TEASER: Dra. Andrea Mikaela Del Rio, the bossy, cold-hearted General surgeon. She lived a peaceful life until a major crisis struck her family's company. Overwhelmed by the situation, she became intoxicated and had an encounter with a man named Theon Logan, the man who captured her cold heart. Andrea wants to trap him into marriage and she succeeded and they got married. Sa pagsasama nilang dalawa ay saka naman niya natuklasan ang tunay na pagkatao ng asawa na sobrang ikinadurog ng puso niya. Will she ever forgive him? Will Theon mend Andrea's broken heart?
View More"Oh ... oh! Oh ... ah ... Ooooh ...." napas wanita semakin tersengal. "Argg ...!" Tapi pria di atasnya belum juga usai ingin terus menumbuk. Berbagai desahan dan erangan nikmat silih berganti menjadi irama menggairahkan dari percintaan panas yang meningkat semakin liar. "Ooooh …." Sebuah desakan dalam memicu erangan yang lebih panjang tapi juga nikmat luar biasa. Tidak sakit sama sekali meskipun pria itu sangat besar dan keras. Semuanya nikmat, sekujur tubuhnya sangat nikmat dan jantan. Pinggul liatnya terus berayun menumbukkan berbagai rasa kejang bertubi-tubi. Rasa kejang yang diinginkan wanita manapun dari desakan pria yang menyelip di antara kedua pangkal pahanya. Tidak sembarang pria bisa memberikan rasa seperti itu. "Oh, ya ampun!" bibir wanita memekik lagi oleh klimaks yang kembali diberikan oleh pria yang sedang menderanya hingga bergoncang-goncang. Ada kepuasan menjalar ketika melihat semua itu dilakukan oleh seorang pemuda yang juga tampan, gagah dan perkasa di atas ranjang. Bahunya lebar, kecoklatan, dan genggamannya kasar layaknya tangan yang terbiasa mencengkram tang, kampak, linggis, martil atau apapun yang berhubungan dengan pekerjaan pria sesungguhnya. Napasnya serak, berat, berdesis-desis dan terus mengeram tanpa pernah puas untuk memburu kenikmatan. "Arggg ... oh ... Geby!" nama wanita lain yang terlepas dari tenggorokannya. ***** Dari aroma parfum yang segera menusuk hidungnya, Jared yakin jika dia sedang terbangun di atas ranjang seorang wanita. Tubuhnya tertelungkup di antara seprai kusut dan malas bergerak meskipun sinar matahari sudah mengintip dari celah jendela. "Baguslah kalau kau sudah bangun!" Jared menggeliat, meregangkan ototnya yang kaku. Seorang wanita terlihat berdiri di ambang pintu yang sejak tadi sudah terbuka lebar. Wanita itu nampak marah kemudian melempar pakaian Jared yang semula berceceran di lantai. "Cepat pakai pakaianmu!" Jared belum sepenuhnya ingat apa saja yang telah dia lakukan. Semalam dia terlalu banyak minum bir murah yang dia beli di klub. Jared segera meneliti tubuhnya sendiri yang masih bugil dengan bekas cupang di sisi bahu dan dada. Sepertinya mereka telah bercinta dengan panas dan liar. Parahnya, Jared lupa siapa nama wanita yang tidur dengannya. Buru-buru dia berdiri memakai celana dengan kaki terpincang-pincang kemudian berjalan mendekati wanita itu. "Maaf, siapa namamu?" Tiba-tiba gigi Jared berdesis, dahinya mengernyit. Kepalanya nyeri. "Pergilah brengsek!" teriak wanita itu sambil menunjuk ke arah pintu. "Apa aku menyakitimu?" Jared mendadak khawatir. "Tidak!" tapi mata wanita itu melotot. "Kau hanya terus menyebut-nyebut nama seorang wanita sepanjang malam dan itu mengganggu tidurku! " "Oh, sorry ..." Jared berusaha mendekat lagi untuk meminta maaf tapi wanita berambut coklat kemerahan itu segera beringsut menghindar. Sorot matanya... Marah Jijik Benci "Pergi dan cari saja wanita jalang yang mau menampung p*nis besarmu!" makinya dengan pedas. "Jangan lupa bawa kunci mobil tuamu. Aku tidak mau repot memanggil mobil derek untuk membuang rongsokan itu dari halamanku!" Jared sudah sering disebut pria miskin dan tidak berguna. Hal seperti itu sudah tidak akan membuatnya marah lagi. Jared menyambar kunci mobilnya dari atas meja, melangkah keluar sambil mengacak rambut di kepalanya yang kacau. "Dasar pria miskin brengsek!" teriak wanita itu ketika membanting pintu rumahnya tepat di belakang punggung Jared. Jared ikut membanting pintu pikapnya dengan kasar dan hampir menabrak pohon di belakangnya ketika mundur. "Brengsek!" Sekali lagi Jared mencengkram kepalanya kemudian memukul dashboard. "Aku akan minta ganti rugi jika kau sampai menabrak pagar!" ancam wanita itu ketika mengacungkan jari tengah dari jendela rumahnya di lantai dua. Sambil mengerang Jared kembali memajukan mobil tuanya dengan lebih hati-hati karena dia tahu meskipun dia jual, benda itu tidak akan cukup untuk mengganti pintu pagar. Bahkan mobil tersebut dulunya juga cuma Jared dapatkan dari bengkel tempat dia bekerja, sudah ditelantarkan oleh pemiliknya dan dibuang. Tidak akan ada yang percaya jika benda rongsokan itu masih memiliki mesin seperti jaguar. Jared mengemudi pulang dengan kepala masih nyeri berdenyut-denyut. Nampaknya belakangan ini dia mulai semakin tidak sehat. Jared sudah berusaha berhenti mengkonsumsi kapsul-kapsul terkutuk dari terapis yang cuma menyiksanya. Tapi kenapa sekarang ia justru malah jadi pecandu alkohol. Kemarin Jared terbangun di tepi trotoar dan hari ini dia diusir dari ranjang wanita ketika sedang bugil. Jared baru memasuki halaman rumah bibinya ketika melihat mobil mahal mengkilat yang tidak cocok berada di halaman berdebu. Jared segera keluar dari mobil. Seorang pria kota dengan stelan jas rapi sudah menunggunya di teras. Dia langsung mengulurkan tangan, memperkenalkan diri. "Aku Tobias Harlot, CEO Loghan Global." "Jared Landon." Jared ikut menyebutkan namanya. "Ada yang harus kita bicarakan mengenai perusaan Anda, Mr. Landon." Tobias Harlot adalah CEO dari induk perusahaan Loghan yang sekarang telah menjadi milik Jared. Jared mengajak Tobias Harlot masuk ke dalam rumah meskipun pria tampan bersetelan rapi itu juga terlihat sangat tidak cocok duduk di sofa kusam keluarganya. "Kurasa Mr. Loghan sudah memberitahumu mengenai pengalihan semua aset dan saham perusahaan Loghan." Tobias mulai bicara sambil mengeluarkan beberapa berkas penting untuk Jared tandatangani. Jared masih duduk tenang menyimak apa yang disampaikan Tobias Harlot mengenai semua perusahaan yang kali ini sudah resmi menjadi miliknya. "Silahkan tanda tangan di sini." Tobias menunjuk beberapa bagian berkas. Jared mengikuti petunjuknya dengan patuh. Setelah itu Tobias juga menjelaskan garis besar peran Jared di perusahaan jika memang tetap tidak mau terlibat langsung untuk mengurus semuanya sendiri. "Aku percayakan semuanya padamu." Jared bicara dengan nada pasrah. "Aku tidak memiliki dasar pendidikan yang memadai untuk mengelola perusahaan sebesar Loghan Global." "Aku tetap akan memerlukan kehadiranmu untuk beberapa hal penting." Tobias menatap Jared yang sepertinya memang masih tidak berminat sama sekali dengan harta warisannya. "Kapanpun aku juga akan siap sedia membantumu." Tobias meninggalkan kartu namanya di atas meja. Jared masih tidak bergeming, tapi dia tetap mengantarkan Tobias sampai di halaman dan mengucapkan terimakasih. "Terima kasih karena sudah datang jauh ke mari."
WARNING: THIS CHAPTER MIGHT CONTAIN ELEMENTS OF ABUSE, SEX AND VIOLENCE WHICH MAYBE HARMFUL OR TRAUMATIZING TO SOME. READER DISCRETION IS ADVISED._____________________________NAMANHID ang mukha ni Andrea sa sobrang sakit. Gusto niyang sumigaw pero tila nawalan na rin siya nang boses.God... bakit muli itong nangyayari sa kaniya? Ano ba ang naging kasalanan niya para mangyari ito sa kaniya? Wala siyang ginawang masama. Oo, hindi siya perpektong anak, nagsinungaling siya at nagdesisyon na walang pahintulot sa mga magulang niya pero ang makaranas ng ganito sa pangalawang beses... bakit? Ganito ba magparusa ang tadhana sa kaniya? Kitang-kita niya ang pagtulo ng dugo niya sa kaniyang kandungan. She even taste her blood on her mouth.Narinig niya ang pag-iyak nang malakas ni Karenina. Nagmamakaawa para sa buhay niya. Pero ano pa ang saysay ng buhay niya kung mawawala sa kaniya ang anak niya?Napasinghap siya sa sakit nang marahas na hawakan ni Conchitta ang mukha niya at pilit na itinaa
WARNING: THIS CHAPTER MIGHT CONTAIN ELEMENTS OF ABUSE, SEX AND VIOLENCE WHICH MAYBE HARMFUL OR TRAUMATIZING TO SOME. READER DISCRETION IS ADVISED. _____________________________ WALANG narinig si Andrea mula kay Theon. Blangko rin ang ekspresyon sa mukha nito. Muli siyang natawa. Mapait at puno ng hinanakit. “Tell me, Theon,” aniya, ramdam na ramdam ang pamimigat ng dibdib niya. “Sa loob ng halos isang buwan ba na magkasama tayo, wala ka ba talagang nararamdaman para sa akin? Parausan lang ba talaga ang tingin mo sa akin?" She knew this isn't the place she will open this topic. But she doesn't care anymore. Alam din niyang nagmumukha na siyang desperada. Pero gusto niyang malaman ang nararamdaman nito. Gusto niyang may marinig dito na puwede niyang panghawakan para ipaglaban niya ang nararamdaman at magkaroon ng ama ang magiging anak nila. His jaw ticked. He looks impatient too. Siguro nagtitimpi na lang ito na hindi siya masigawan. "Let's not talk about it here, Andrea," h
"I know you know that your brother is alive." Namilog ang mga mata ni Andrea. Hindi siya kaagad nakapagsalita, para siyang ipinako sa kinauupuan at nanigas. Ang kanina pang mabilis na tibok ng puso niya dahil sa tensyon sa pagpasok pa lang nila sa kaniyang klinika, ngayon ay parang sasabog na sa dibdib niya. “And I also know that Brixton’s memory was back. He remembers everything—his childhood, his real family. And now, he’s plotting with your family to bring down Conchitta Acosta to her own grieve.” Her teeth gritted. Hindi pa rin siya makapagsalita. Wala siyang masabi. But even if she did speak, even if she denied everything he said, it wouldn't matter. The reaction she had just displayed had already betrayed her. "And you're here, wanting to talk to me just to threaten me," she stated, without any hint of fear. Hindi siya papayag na mabigyan niya ito ng pagkakataon na maninipulahin siya nito. But deep inside, she was terrified—for her family, for her brother Luke. S
Theon's eyes flared with anger. His fists clenched at his sides, his jaw muscles tensed in barely contained fury. Hindi nagpasindak si Andrea. Nanatili siyang nakatayo, kahit na pakiramdam niya nanlambot na ang mga tuhod niya. Sinalubong niya ang mga mata nito, kahit na gusto na niyang iiwas ang tingin dahil sa tindi ng galit na nakikita niya sa mga mata nito. "Exactly what I thought, huh," he said. His voice was cold and distant.Napakurap-kurap siya. So, inaasahan na nito ang pagtanggi niya?Her fists clenched. Hindi naman siya tatanggi kung walang nabuo. She chooses to cling this marriage because of their unborn child. She doesn't want her baby to grow up without a father.Kaya niyang buhayin ang anak niya na mag-isa. Kaya niyang bigyan ng magandang buhay. Pero alam niya na ang pagkakaroon ng ama at kompletong pamilya ang pinaka importante sa lahat.Ayaw niyang maranasan ng anak niya ang naranasan nila noon ng mga kapatid niya na naghahanap ng kalinga ng isang ama. Na laging nai
NANG HUMINTO ang sasakyan ni Andrea Mikaela sa tapat ng sampung palapag na building ng Montreal Pharmaceuticals ay agad niyang tinanggal ang kaniyang seatbelt at bumaba ng sasakyan. Bitbit ang kaniyang shoulder bag ay taas noo siyang naglakad papunta sa entrada ng building. Agad namang binuksan ng
ANDREA was seating quietly in front of a large, triangular shaped conference table. Nakikinig lang siya sa mga board of directors na kanina pa naghahayag ng kanilang mga opinion at suggestions patungkol sa crisis na kinakaharap ngayon ng hospital. Ang lolo Alexander naman niya ay tahimik lang din
AFTER Andrea's encounter with Mr. Brixton Alessandro Sanford, the new investor of their company, she felt like she wants to see him again and talk to him despite with his attitude towards her. Hindi niya alam kung bakit iyon ang nararamdaman niya sa lalaking iyon. He's arrogant and very full of hi
"DOC, bumalik na po ang heart rate ng pasyente." Saka lang nakahinga ng maluwang si Andrea Mikaela nang marinig iyon sa isa sa mga nurse na nag-assist sa kaniya sa loob ng operating room. She's currently operating the patient, para alisin ang brain tumor nito nang bigla na lang huminto ang heart












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews