Compartilhar

Pangeran Rui

Autor: QuinzeeQ
last update Data de publicação: 2026-06-17 23:01:30

“Kenapa kalian tidak bertanya. Siapa yang paling diuntungkan jika Pangeran Mahkota mati?” celetuk Tahanan itu.

Liang Wei menatap tajam Pria itu.

“Lanjutkan,” ucap Liang Wei.

Tahanan itu menyeringai.

“Yang Mulia. Apakah anda benar-benar ingin seluruh kebenaran ini terungkap?”

Tatapan Kaisar berubah menjadi semakin gelap. Dan untuk pertama kalinya sejak sidang dimulai, tidak ada yang bisa membaca isi pikirannya.

Bibi Lan menutup matanya. Air mata perlahan jatuh di pipinya. Ming Zhu me
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Pangeran Rui

    “Kenapa kalian tidak bertanya. Siapa yang paling diuntungkan jika Pangeran Mahkota mati?” celetuk Tahanan itu. Liang Wei menatap tajam Pria itu. “Lanjutkan,” ucap Liang Wei. Tahanan itu menyeringai. “Yang Mulia. Apakah anda benar-benar ingin seluruh kebenaran ini terungkap?” Tatapan Kaisar berubah menjadi semakin gelap. Dan untuk pertama kalinya sejak sidang dimulai, tidak ada yang bisa membaca isi pikirannya. Bibi Lan menutup matanya. Air mata perlahan jatuh di pipinya. Ming Zhu mengepalkan tangan. Liang Wei menyipitkan mata. Sementara Putra Mahkota Liang Jian perlahan berdiri dari kursinya. Karena kini semuanya jelas. Rahasia yang mereka kejar selama ini bukan hanya tentang Han Qiye. Bukan hanya tentang Wang Ji'an. Bukan hanya tentang Dinasti Ming. Melainkan tentang sebuah konspirasi yang telah melibatkan bangsawan, kerajaan asing, dan orang-orang paling berkuasa di istana selama lebih dari dua belas tahun. Tahanan itu kembali tersenyum saat melihat ekspresi Kais

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Sidang tertutup

    “Yang Mulia! Kaisar mengirimkan titah agar anda segera menghadap,” ujar salah satu kasim yang berteriak dari luar ruangan. Liang Wei menoleh. “Ayah sudah memulai sidang tertutup,” gumam Liang Wei sembari menatap Ming Zhu. Menjelang malam, suasana Istana Xuanyin berada dalam keadaan siaga penuh. Pasukan Naga Kekaisaran berjaga di setiap gerbang. Tidak ada seorang pun yang diizinkan keluar masuk tanpa pemeriksaan. Penangkapan seseorang yang membawa segel pribadi Han Qiye telah mengguncang seluruh istana. Dan karena perkara ini menyangkut Putra Mahkota, Dinasti Ming, serta keamanan kekaisaran, Kaisar Liang Sheng segera memanggil sidang tertutup. Di atas singgasana naga, Kaisar Liang Sheng duduk dengan wajah dingin. Di sisi kanan terdapat beberapa menteri senior dan Jenderal Gao Ren. Di sisi kiri berdiri Putra Mahkota Liang Jian yang masih tampak pucat namun tetap memaksakan diri hadir. Di belakangnya berdiri Liang Wei bersama Ming Zhu. Sementara Ming Yue, Tuan Tianyi, Bibi La

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Rahasia Lama

    “Pasukan naga kekaisaran turun tangan, Yang Mulia,” bisik Mo Lin. “Kaisar telah menunjukkan kepercayaan terhadap Pangeran ketiga,” celetuk Ye Shuang setelah mendengar titah Kaisar barusan. Namun di tengah suasana tegang itu, Bibi Lan tiba-tiba mencengkeram lengan Ming Zhu. Tubuh wanita tua itu gemetar. Ming Zhu langsung menoleh. "Bibi Lan?" Wajah wanita tua itu pucat. Matanya menatap ke arah salah satu bendera Pasukan Naga Kekaisaran. "Terlambat,” gumamnya "Apa maksudmu?" tanya Ming Zhu cepat. Bibi Lan menelan ludah. Tatapannya dipenuhi ketakutan. "Kalau Wang Ji'an sudah muncul, berarti permainan yang tersembunyi selama dua belas tahun akhirnya dimulai,” jelasnya pelan. Liang Wei meliriknya tajam. “Dia harus diamankan. Bawa dia menjauh dari Putri Ming,” titah Liang Wei. Dua anggota Pasukan Naga Kekaisaran segera maju. Namun Bibi Lan langsung menggenggam lengan Ming Zhu lebih erat. "Tidak!” Ming Zhu terkejut. "Bibi Lan?" “Aku ikut denganmu, Putri Ming,”

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Xuanye Wang Ji’an

    Ming Zhu membeku. Asal usul kehancuran Dinasti Ming, selalu menjadi luka yang belum pernah benar-benar sembuh. Selama bertahun-tahun, semua bukti mengarah pada satu nama. Han Qiye. Jenderal pengkhianat yang membuka gerbang ibu kota. Pria yang bersekutu dengan para bangsawan rakus. Pria yang menyebabkan keluarga kerajaan Ming tumbang. Namun kini, wanita tua itu justru menggeleng keras. "Han Qiye bukan dalang sebenarnya, Putri,” ucapnya pelan. Mata Ming Zhu membesar. Gadis itu membeku saat wanita tua itu berkata bahwa Han Qiye bukanlah dalang sebenarnya. "Itu tidak mungkin,” gumamnya Suara Ming Zhu terdengar dingin. Karena tidak seperti orang lain, ia mengenal Han Qiye secara pribadi. Sangat pribadi. Han Qiye bukan sekadar nama dalam sejarah kehancuran Dinasti Ming. Ia pernah menjadi jenderal muda paling berbakat di kerajaan. Pria yang tumbuh bersama para bangsawan istana. Pria yang pernah berdiri di sisi Kaisar Ming. Dan.., pria yang pernah mencintainya. Ming Zhu per

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Wanita misterius

    “Pasukan naga kekaisaran?” “Sudah lama mereka tidak terlihat.” Mata para menteri langsung membesar. Pasukan Naga Kekaisaran. Pasukan elit yang biasanya hanya bergerak saat terjadi ancaman besar terhadap keluarga kekaisaran. Sudah bertahun-tahun pasukan itu tidak dikerahkan. Bahkan saat terjadi pemberontakan kecil di perbatasan, Kaisar tidak menggunakannya. Namun sekarang, beliau memanggil mereka. Jenderal Pengawal langsung menundukkan kepala. "Hamba mengerti, Yang Mulia.” Saat semua orang sibuk menerima perintah, Kaisar Liang Sheng tetap memandang ke arah asap di kejauhan. Wajahnya sulit dibaca. Namun di dalam hatinya, sebuah firasat buruk perlahan muncul. Terlalu banyak rahasia lama yang bangkit bersamaan. Permaisuri Shen Yurong. Selir Ning. Racun Seribu Senja. Dan kini serangan terbuka di dalam istana. Seseorang sedang memaksa rahasia yang terkubur selama belasan tahun untuk muncul kembali. Lalu Kaisar teringat satu nama. Liang Wei. Putra yang paling mirip

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Pemberontakan Di Istana Xuanyi

    “Terlalu mudah,” ucap Liang Wei pelan. Mo Lin mengangguk. "Seseorang kembali meninggalkan jejak yang terlalu jelas, Yang Mulia,” ujar Mo Lin. "Seolah-olah mereka ingin kita terus melihat ke Aula Phoenix,” sahut Hei Yan. Tepat saat itu, Seorang penjaga bayangan berlari dari luar dengan napas memburu. "Yang Mulia!" Semua menoleh. Wajah penjaga itu pucat. "Sekelompok orang bersenjata menyerang Gerbang Utara istana!" “Apa?!” Ye Shuang berdiri paling cepat. "Berapa banyak?" "Puluhan, Yang Mulia,” jawab penjaga bayangan itu. Belum sempat siapa pun bereaksi, teriakan lain terdengar dari luar. "LAPORAN DARURAT YANG MULIA!” Penjaga kedua muncul. "Terjadi kebakaran di Gudang Barat!” ujarnya dengan nafas terengah. "Kebakaran?" seru Su Mu. Mata Liang Wei langsung menggelap. Sekarang semuanya jelas. Serangan ini bukan kebetulan. Ini jelas pengalihan. Seseorang sedang menciptakan kekacauan besar di dalam istana. Dan target mereka kemungkinan bukan gudang atau ge

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Perasaan Ming Zhu

    Malam semakin dalam. Suasana di kediaman perlahan mereda, para pelayan sudah mundur, dan hanya suara jangkrik yang terdengar dari taman. Di dalam kamar, lampu minyak masih menyala redup. Ming Zhu terbaring tenang. Namun alisnya sedikit berkerut. Napasnya tidak sehalus sebelumnya. Di luar Liang W

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Awal mula teror

    Ruangan itu perlahan kembali sunyi setelah Su Mu pergi. Pintu tertutup rapat, meninggalkan hanya dua orang di dalam. Liang Wei dan gadis yang sejak tadi tak pernah benar-benar jauh darinya. Peta masih terbentang di meja. Namun perhatian mereka tidak lagi di sana. Liang Wei berdiri diam beberapa s

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   tusuk konde

    “Aku akan memotong lidahnya jika kabar ini tersebar,” ucap Liang Wei. Sementara di luar, Su Mu berdiri beberapa langkah dari pintu, masih mencoba mencerna apa yang baru saja ia lihat. “Pantas Tuan sangat lembut pada Nona Ming,” gumam Su Mu kemudian pergi. “Tuan, sudah waktunya beristirahat,”

  • Budak Kesayangan Pangeran Buta   Perilaku Liang Wei

    Malam itu, paviliun dalam terasa lebih sunyi dari biasanya. Ming Zhu berdiri di depan pintu, tangannya sedikit gemetar saat mendorongnya perlahan. Ini pertama kalinya ia masuk ke bagian kediaman yang paling pribadi milik Liang Wei—tempat yang bahkan para pelayan lama pun jarang diizinkan mendekat.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status