LOGINSetelah dengan berani membuat sumpah, Nadia langsung pergi meninggalkan tempat itu. Dan tidak lama setelah Nadia pergi ....Vea membalikkan badan, menatap Ashlan yang masih berdiri di belakangnya."Jangan pernah goyah hanya karena dia terang-terangan mengaku menyukaimu," tegur Vea, memecah keheningan. "Dia cuma putri manja yang tidak terbiasa ditolak."Elen melangkah mendekat, melipat kedua tangannya di dada. Matanya menatap Ashlan dengan tatapan yang jauh lebih serius."Vea benar. Dan ingat satu hal lagi, Ashlan," potong Elen dengan nada menekan. "Jika sampai kamu terbuai oleh rayuannya, bahkan sedikit saja! Kita semua yang ada di sini akan mati. Jiwa suci milikmu akan ternoda begitu disentuh oleh wanita lain."Lira, Nara, dan Sia tidak mengucapkan satu kata pun. Mereka hanya berdiri diam di posisinya masing-masing, menatap Ashlan dengan tatapan berat. Sikap diam ketiganya sudah cukup menjadi tanda bahwa mereka menyetujui setiap kata yang diucapkan oleh Vea dan Elen.Ashlan mengepalk
Satu minggu setelah kejadian di acara jamuan istana; Ashlan dan kelima istrinya melanjutkan hidup seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Namun, pada saat itu para pekerja di kebun tidak bisa menyembunyikan rasa kaget mereka ketika melihat perubahan wajah Ashlan yang kini semakin menua hanya dalam waktu satu minggu. ... Hari itu adalah pertama kali sejak terakhir kali Ashlan keluar saat ingin pergi ke istana. Karena satu minggu terakhir, Ashlan fokus menyembuhkan diri dengan melakukan meditasi bersama kelima istrinya. Walaupun pada saat itu efeknya tidak terlalu kuat, tetapi setidaknya hal itu bisa menutupi kurangnya usia Ashlan yang begitu banyak. Walaupun wajahnya tetap berubah, tetapi setidaknya perubahan itu tidak terlalu terlihat jelas. ... Setelah seminggu penuh beristirahat, Ashlan akhirnya kembali bekerja di lahan bersama dengan orang-orang lainnya ikut bekerja di sana. Dan sebelum bekerja ia ingin memastikan apakah permintaannya benar-benar telah dikabulkan oleh Raja Salman a
Walaupun pada saat itu rasanya kulit tubuh Ashlan tergoreng habis, dengan sisa tenaga yang ada ia langsung berlari untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di aula jamuan sampai-sampai membuat Vea dan juga Elen berteriak dengan suara yang keras. Dan ketika ia baru sampai di sana, Ashlan benar-benar sangat terkejut melihat bahwa, Lira, dan Sia sudah tidak sadarkan diri di tempat itu. Dan bahkan Nara pun tampak lemah. Dan pada saat itu hanya Vea dan Elen yang baik-baik saja diantara mereka berenam. Dengan menggunakan sisa tenaga yang ada, Ashlan meminta bantuan kepada Raja Salman untuk membiarkan dirinya dan juga kelima istrinya untuk segera pergi dari istana. Dan beruntung pada saat itu Raja Salman memberikan izin dan bahkan membantu dengan memberikan seorang kusir untuk mengendarai kuda yang digunakan oleh Ashlan dan kelima istrinya. ... Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai kembali di rumah. Ashlan mengucapkan banyak terima kasih kepada kusir itu dan jug
"Tuan Ashlan adalah tamu terhormat yang kuundang secara pribadi ke istana ini. Siapa pun yang menghina Tuan Ashlan, itu artinya kalian telah menghina keputusanku dan menghina Kerajaan Jayakarta!" pangkas Raja Salman penuh penekanan.Tuan Bara dan Arka membeku di tempatnya. Hinaan yang ingin mereka lontarkan untuk mempermalukan Ashlan justru berbalik menjadi tamparan keras yang meruntuhkan harga diri mereka di hadapan seluruh pejabat dan bangsawan kerajaan. Tuan Bara cepat-cepat menundukkan kepalanya dalam-dalam, menahan rasa malu yang teramat sangat.Sementara itu, Ashlan hanya bisa terpana melihat ketegasan dari sang raja. Hatinya tersentuh melihat seorang penguasa tertinggi membela dirinya yang biasa ini dengan begitu megah.... Setelah kekacauan itu terjadi dan kemudian di atasi, semua orang duduk di tempat masing-masing sambil diam menyantap hidangan yang telah disiapkan khusus oleh Raja Salman untuk semua orang, terutama untuk Ashlan dan juga kelima istrinya. Dan di tengah-te
Pada saat Ashlan merasa takut dengan semua bandit itu, dan berpikir untuk menyerahkan semua harta bawaan mereka, serta juga hadiah-hadiah yang telah disiapkan—untuk diberikan kepada Raja Salman; kelima istri Ashlan justru tidak takut sama sekali dan bahkan langsung menghadapi para bandit tersebut dengan hanya menggerakkan beberapa jari tangan mereka hingga membuat semua bandit itu terlempar jauh. Ketika melihat apa yang baru saja dilakukan oleh kelima istrinya, Ashlan benar-benar dilihat bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Ia benar-benar tidak bisa terbiasa dengan kejutan dan juga kekuatan yang ditujukan oleh para istrinya saat itu. Padahal sebenarnya ia telah beberapa kali melihat para istrinya menggunakan kekuatan mereka; tetapi tetap saja hal itu masih mengejutkan bagi Ashlan."Semua sudah beres sekarang. Kamu tidak perlu lagi memegangi tongkat itu. Dan ngomong-ngomong... kemana hilangnya kusir kita?" tanya Vea. "Emm... i-itu... tadi kurasa dia telah melarikan diri karena te
Ashlan benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Undangan dari Raja Salman?Bahkan sampai beberapa saat lamanya, Ashlan masih berdiri mematung di depan pintu rumahnya. Tatapan matanya terus berpindah dari wajah prajurit kerajaan ke gulungan surat bersegel emas yang berada di tangan pria itu.Baginya, semua ini terasa seperti mimpi.Dalam hatinya, Ashlan bertanya-tanya, kenapa seorang Raja Salman ingin mengundang dirinya yang tidak suci ini ke istana megah itu? Dulu, jangankan mendapatkan undangan dari raja. Berdiri di depan gerbang istana saja adalah sesuatu yang tidak pernah berani ia bayangkan.Namun sekarang...Seorang prajurit kerajaan benar-benar datang langsung ke rumahnya hanya untuk mengantarkan undangan resmi."Tuan Ashlan?" panggil prajurit itu sekali lagi ketika melihat Ashlan tidak kunjung menerima surat yang ia sodorkan.Ashlan tersentak."Oh... maaf."Dengan sedikit gugup, Ashlan mengulurkan kedua tangannya untuk menerima gulungan surat tersebut.






